Penggunaan Media Elektronik dan Komputer dalam Pembelajaran Fisika

Penggunaan Media Elektronik dan Komputer

dalam Pembelajaran Fisika

OHP (Overhad Projector) merupakan suatu media yang dapat digunakan untuk memproyeksikan suatu objek melalui bahan transparan atau bening. Kemudian dengan kombinasi OHP dapat digunakan untuk memproyeksikan tidak hanya bahan transparansi, tetapi juga dapat digunakan untuk memproyeksikan bahan cetakan, objek 3 dimensi, dan sumber tampilan yang berasal dari komputer.

Sebuah OHP minimal akan dilengkapi tombol/panel untuk menghidupkan, mematikan, dan mengatur fokus. Selain itu OHP memiliki komponen pokok di antaranya adalah lensa kondensor, reflektor, lensa proyektor, landasan kaca, dan cermin. Sedangkan yang lain disebut komponen pendukung.

OHP selain dapat dioperasikan secara tunggal, dapat juga digunakan secara kombinasi, misalnya dikombinasikan dengan ATF, CPP dan sebagainya.

Berdasarkan sifat dan system kombinasinya, OHP dapat mempunyai fungsi antara lain sebagai pengganti papan tulis beserta perlengkapannya, penyajian materi menjadi lebih praktis, bahan bisa disiapkan di rumah dan dapat digunakan untuk menampilkan objek yang diam maupun bergerak.

Media Audio dan Video dalam Pembelajaran Fisika

Dalam kegiatan ini telah ditunjukkan beberapa media audio dan video yang dapat digunakan dalam pembelajaran fisika. Beberapa media itu adalah TV instruksional, video instruksional, VCD instruksional, slide instruksional, dan film strip.

Penggunaan media dalam suatu pembelajaran fisika yang terpenting adalah bahwa materi yang disajikan melalui media tersebut menjadi lebih menarik bagi para siswa.

Penyajian setiap media pada kegiatan ini, diusahakan untuk menampilkan instalasi/perlengkapan yang diperlukan dan cara-cara yang prinsip dalam mengoperasikannya.

Program TV instruksional dapat digunkan sebagai media pelengkap maupun media pengayaan. Video instruksional telah dapat diwujudkan sebagai program saluran terbatas yang menggunakan sumber tayangan dari kaset video. Dilihat dari segi fungsinya program video dapat dinyatakan identik dengan program TV instruksional maupun VCD instruksional. Khusus untuk VCD, sumber tayangan diperoleh dari disc atau piringan.

Walaupun dalam modul ini dibahas adanya program radio instruksional, ternyata media ini dapat kita pandang sebagai media yang kurang dapat memberi konstribusi dalam suatu pembelajaran sains (fisika merupakan bagian dari sains), karena media ini lebih tepat untuk mata pembelajaran bahasa, IPS, dan musik.

Kemudian dua media yang hampir sama dalam tampilannya, tetapi berbeda dalam sistemnya adalah slide dan film strip. Penayangan untuk sebuah slide atau film strip diperlukan satu kali proyeksi. Karena slide bersifat tunggal dan untuk penayangannya diperlukan bingkai, maka biaya pembuatan slide akan lebih mahal dibandingkan dengan film strip.

Program Fisika Komputasi

Program komputer adalah serangkaian perintah dalam bahasa yang dapat diterima komputer, dalam menjalankan suatu tugas sehingga mendapatkan hasil tertentu. Pada dasarnya ada dua bahasa untuk pemrograman komputer, yakni bahasa tingkat rendah dan bahasa tingkat tinggi. Bahasa tingkat rendah berorientasi pada mesin sehingga sulit dipahami oleh orang awam, sedangkan bahasa tingkat tinggi ramah terhadap manusia sehingga mudah dipahami oleh orang awam.

Ada dua macam bahasa (language) pemrograman tingkat rendah, yakni machine language dan assembly language. Dalam machine language, semua perintah atau pernyataan dinyatakan dengan deretan bit, yakni 0 dan 1. Berbeda dengan assembly language, tidak menggunakan deretan bit, melainkan sandi yang berupa singkatan-singkatan yang disebut mnemonic sehingga lebih mudah diingat.

Bahasa pemrograman tingkat tinggi menggunakan kata-kata yang diper-gunakan dalam percakapan sehari-hari, namun pada umumnya masih dalam bahasa Inggris. Ada dua jenis program penerjemah dari bahasa tingkat tinggi ke bahasa mesin, yakni interpreter dan compiler.

Bahasa Pascal merupakan salah satu bahasa pemrograman yang bersifat terstruktur, artinya program dapat disusun dari bagian-bagian kecil yang disebut blok, untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu secara tuntas.

Program Fisika Komputasi dalam Pembelajaran Fisika

Untuk mengembangkan program fisika komputasi dalam pembelajaran fisika, diperlukan kemampuan membuat program yang lebih kompleks, yang terdiri dari program utama dan program pembantu.

Program pembantu tidak dapat dijalankan tanpa adanya program utama. Untuk Turbo Pascal 5.1, ada dua kelompok program pembantu, yakni program pembantu standar (yang disediakan oleh Turbo Pascal) dan program pembantu tidak standar (yang dibuat oleh pemrogram).

Program pembantu standar maupun tidak standar terbagi lagi dalam dua kelompok yakni program pembantu PROSEDUR (banyaknya keluaran yang dihasilkan lebih dari satu), dan program pembantu FUNGSI (banyaknya keluaran hanya satu). Baik PROSEDUR maupun FUNGSI dapat berada pada satu file dengan program utama, hanya letaknya yang mungkin berbeda ( mungkin sesudah program utama, mungkin sebelum program utama), dan dapat pula berada pada file yang berbeda dengan program utama.

CAI (Computer Assisted Instruction)

Komputer memberikan beberapa kelebihan untuk memproduksi media audio visual menyebabkan piranti ini banyak digunakan dalam kegiatan instruksional. CAI adalah suatu model instruksional yang melibatkan siswa dengan komputer secara langsung. Komputer berperan untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan-latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa.

Para pengajar dapat menggunakan CMI untuk mengerjakan fungsi-fungsi administratif. CMI sering dianggap sebagai pendukung dari CAI. Sistem komputer instruksional dapat digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu DNS (Sistem Jaringan Tujuan Tunggal), SNS (Sistem Jaringan Gabungan), dan SAS (Sistem Berdiri Sendiri). Ketiga sistem tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri. Sistem komputer instruksional dalam proses belajar dapat digunakan untuk tujuan kognitif, afektif maupun psikomotorik.

Penerapan CAI dalam Pembelajaran Fisika

Model pembelajaran fisika dengan CAI meliputi perancangan: isi materi, simulasi, latihan dan tes mengenai kemajuan belajar siswa. Langkah-langkah pembuatan program diawali dengan pemilihan materi yang relevan. Langkah berikutnya adalah menampilkan isi materi, membuat simulasi (berupa animasi gejala fisis dan perhitungannya), menampilkan latihan dan tes, dan menampilkan kunci tes dan jawaban siswa.

Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan simulasi dalam pembelajaran fisika bila dibandingkan dengan pembelajaran melalui eksperimen. Beberapa keuntungan tersebut, antara lain biaya lebih rendah, lebih fleksibel dan mudah persiapannya

Sumber buku Kapita Selekta Pembelajaran Fisika Karya Zuhdan K. Prasetya, dkk

About these ads

9 Tanggapan

  1. Mungkin lebih sering mempublikasikan tawaran judul skripsi untuk ilmu fisika yang up to date

  2. tolong kirimkan animasi pembelajaran fisika,thank

  3. aku mohon ijin mengkopy tulisan anda untuk tambahan referensi

  4. mudah2an pendidikan makin maju.
    ngga makin semrawut kayak sekarang..

  5. Bisakah anda menunjukkan contoh media pembelajaran sederhana fisika?

  6. tolong diberi contoh alat media fisika yang bisa dibuat sendiri

  7. tlng doong, bantu saya kalau pengguanaan media elektronik dalam pembelajaran fisika itu seperti apa trus pada fisika mempunyai konsep apa dan misalnya dalam penelitian itu harus memkai media elektronik seperti apa makaci……………..

  8. tolong kasih saran to judul yang cocok to proposal fisika gw doonggggg………….
    tq,,,,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 297 pengikut lainnya.