Cara Melakukan Analisis Usaha Sebelum Investasi

Cara Melakukan Analisis Usaha Sebelum Investasi

Seorang investor yang baik tentunya tidak akan tergesa-gesa melaksanakan gagasannya sebelum yakin tentang untung ruginya usaha yang direncanakannya. Tindakan yang dilakukannya adalah mengadakan analisis kelayakan usaha untuk meneliti apakah usaha yang direncanakan secara teknis, ekonomis, dan komersial cukup menguntungkan untuk dilaksanakan. Hal ini sering dilupakan dalam mendirikan suatu usaha kecil sehingga banyak perusahaan kecil yang tidak berkembang bahkan gulung tikar. 

Setiap timbulnya gagasan untuk mendirikan perusahaan akan selalu timbul pertanyaan yaitu “Perusahaan apa ?”, “Berapa jenis usahanya ?”.

Pertanyaan tersebut merupakan suatu pertanyaan yang wajar diajukan terutama oleh pengusaha yang masih pemula. Sebab jika keliru memilih jenis usaha akan dapat menyebabkan kesulitan atau bahkan kegagalan.

 

Kecenderungan Umum

Banyak faktor yang mendorong seseorang memilih jenis usaha tertentu.

Gejala-gejala umum yang sering terjadi dalam memilih jenis usaha adalah  kecenderungan seseorang untuk memilih jenis usaha yang sesuai dengan ketrampilannya dengan maksud memanfaatkan ketrampilan yang dimiliki.

Padahal, belum tentu semua itu cocok dan menguntungkan pada masa endatang. Artinya masih diperlukan banyak pertimbangan.

Kecenderungan lain yang acapkali berhasil adalah dengan menggunakan kesempatan yang ada, atau mencoba menggali kebutuhan-kebutuhan yang  tersembunyi. 

 

Proses Pemilihan Jenis Usaha

Proses pemilihan jenis usaha terdiri atas beberapa tahap melalui saringan  yang makin lama makin sempit. Untuk itu diperlukan pertimbangan  mendalam, biasanya dibuat evaluasi dengan kriteria yang telah  dikembangkan sesuai kebutuhan. Faktor-faktor yang menjadi alasan  pertimbangannya adalah sebagai berikut :

1. Faktor keuntungan

Jika setelah diperhitungkan ternyata tidak memberikan keuntungan emadai, sebaiknya pilihan bersangkutan dibatalkan.

2. Faktor modal

Pelu dipertimbangkan kesesuaiannya antara modal yang dapat disediakan dengan kebutuhan masing-masing jenis usaha yang dipertimbangkan.

3. Persaingan

Pelu dipelajari situasinya yang bakal terjadi dan disesuaikan dengan kemampuan menghadapinya baik dalam modal maupun pemasarannya.

4. Faktor pemasaran

Harus diteliti kemungkinan pemasaran dan prospek pemasarannya  diwaktu mendatang

5. Faktor manajemen

Faktor yang menjadi pertimbangan penting lainnya adalah bagaimana  bentuk pengelolaan yang paling sesuai dan bagaimana kemampuan kita untuk mengelolanya. Hal ini sering diabaikan dalam mendirikan suatu usaha kecil.

6. Faktor tenaga kerja

Yang juga perlu dipertimbangkan adalah tersedianya tenaga kerja yang  murah dan kemungkinan untuk memenuhinya baik jumlah, keahlian  maupun balas jasa. 

 

7. Faktor risiko

Tingkat risiko yang bakal ditanggung perlu dipertimbangkan besarnya  kemampuan untuk menanggung dan imbangannya dengan keuntungan  yang akan diperoleh.

 

Analisis Kelayakan Usaha (Aspek Ekonomi dan Keuntungan)

Dalam menganalisis kelayakan usaha ditinjau dari aspek ekonomi dan  keuangan ialah dengan memperlihatkan jumlah dana yang dibutuhkan untuk  membangun dan untuk mengoperasikan perusahaan. Untuk membangun  dibutuhkan apa yang disebut dengan Modal Tetap yaitu untuk membiayai kegiatan-kegiatan prainvestasi, pengadaan gedung, peralatan-peralatan dan  biaya-biaya lain yang bersangkutan dengan pengadaan modal tetap.

Sedangkan daya yang dibutuhkan untuk menjalankan perusahaan setelah  pembangunan disebut Modal Kerja. Langkah selanjutnya adalah melakukan  penghitungan biaya-biaya, laba yang diharapkan dan jangka waktu balik  modal/titik impas (break even point).

Faktor-faktor yang dipelajari dalam menganalisis kelayakan usaha

1. Membuat perkiraan hasil penjualan

Hasil penjualan = jumlah pembeli x daya beli

a. Memperkirakan jumlah calon pembeli :

10% – 20% dari jumlah penduduk (radius 500 – 1000m)

10% – 20% dari arus lalu lintas/pejalan kaki

b. Memperkirakan daya beli dari calon pembeli :

Rp. 10.000,00 / 25.000,00 untuk kelas bawah

Rp. 25.000,00/50.000,00 untuk menengah ke atas

Rp. 50.000,00/100.000,00 untuk menengah atas

Di atas Rp. 100.000 untuk kelas atas

2. Membuat perkiraan pencapaian Laba Kotor

15% dari hasil penjualan bersih untuk perkiraan optimis

17 – 18% dari hasil penjualan bersih untuk perkiraan pesimis

3. Membuat perkiraan pencapaian Laba Bersih

5% dari hasil penjualan bersih untuk perkiraan optimis

2-3% dari hasil penjualan bersih untuk perkiraan pesimis

4. Membuat perkiraan modal kerja dan modal investasi

Modal kerja dibagi 2 yaitu :

1. Modal kerja berputar

Modal kerja berputar yaitu modal kerja berupa barang dagangan  yang akan dijual kepada pembeli. Besarnya modal kerja berputar adalah sebesar hasil penjualan yang diharapkan

2. Modal kerja tetap (Fixed Equipment)

Modal kerja tetap yaitu modal kerja yang berupa barang dagangan  yang jumlahnya tetap dan harus selalu berada di dalam stok toko.

Standar besarnya modal kerja tetap adalah sebesar modal kerja  berputar. Sedangkan standar ideal besarnya modal kerja tetap  adalah dua kali besarnya modal kerja berputar.

Modal investasi :

a. Standar besarnya modal investasi adalah sebesar modal kerja berputar

b. Modal investasi yang lebih besar dari modal kerja berputar akan memperpanjang pencapaian titik impas (BEP)

5. Menghitung pencapaian titik impas (BEP)

Waktu BEP =( (Modal Investasi + modal kerja ) dibagi Laba bersih rata-rata per bulan)x 1 bulan

Memparafrase Syair

Memparafrase Syair

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , parafrasa berarti
(1) pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertian, (2) penguraian kembali suatu teks (karangan) dalam bentuk susunan kata-kata yang lain, dengan maksud untuk dapat
menjelaskan makna yang tersembunyi. Sementara itu, memparafrasakan berarti menguraikan kembali suatu teks dalam bentuk lain.
Istilah parafrasa berhubungan erat dengan karangan terikat, misalnya puisi, syair, sajak, dan lain-lain. Bahwa istilah parafrasa diartikan dengan menyadur puisi ke dalam bentuk prosa atau memprosakan bentuk puisi sebagai karangan terikat ke dalam bentuk karangan yang bebas, dengan inti karangan tetap berkisar pada masalah pokok puisi yang disadurnya. Walaupun pengungkapan puisi umumnya menggunakan gaya bahasa naratif atau bersifat menguraikan, namun hasil saduran atau parafrasa harus tetap
menarik dan penuh pesona di samping harus memperjelas maksud dan tujuan karya itu sendiri.
Hal senada juga dikemukakan Hartadi (1995:87) bahwa parafrasa sama artinya dengan menyadur, yakni mengungkapkan karya sastra dalam bentuk tulisan dari bentuk puisi ke dalam bentuk prosa, dengan tidak mengubah isi puisi sedikit pun.

Baik puisi maupun prosa merupakan hasil karya sastra dari seorang
sastrawan. Dalam puisi, penyair menyampaikan idenya dengan menggunakan bahasa yang padat dan penuh arti sehingga tidak mudah ditangkap atau dimengerti maksudnya. Salah satu cara untuk mengerti ide atau maksud penyair yang terkandung dalam puisinya, yakni dengan membuat parafrasa itu ke dalam bentuk prosa. Sebab, bahasa prosa merupakan bahasa yang mudah ditangkap maksud dan
ide pengarang.
Mengungkapkan isi sebuah puisi secara tertulis ke dalam kalimat bebas bukanlah pekerjaan mudah. Agar memperoleh hasil yang baik, terlebih dahulu harus memahami tema puisi tersebut dan memahami pesan atau amanat apa yang dikemukakan oleh pengarang. Selain itu, kita juga harus mengetahui suasana perasaan atau batin pengarangnya.

Hakikat Syair

Syair merupakan salah satu jenis puisi lama yang paling terkenal dalam khazanah kesusastraan Indonesia lama atau kesusastraan Melayu klasik. Istilah syair berasal dari kata Arab Syi’ir, yang berarti perasaan yang menyadari, kata syair diperoleh dari proses penadhoman dalam ilmu shorof. Jika dirunut melalui ilmu shorof tersebut, kata syair berasal dari kata dasar sya’ara ( ) yang berarti menembang, bertembang, bersyair, yang kemudian dalam proses penadhoman diperoleh kata syaair ( ) yang berarti penembang atau ahli bertembang. Sementara itu, kata syi’ir dipakai untuk menyebut ‘tembang’.
Di dalam Kamus Bahasa Melayu Nusantara (2003:2647), syair berarti
karangan bersajak yang tiap-tiap rangka atau baitnya terdiri dari empat baris atau larik yang sama bunyi hujungnya; sajak atau puisi. Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata syair berarti puisi lama yang tiap bait
terdiri atas empat larik atau baris yang berakhir dengan bunyi yang sama.
Syair merupakan bentuk puisi lama yang digunakan untuk bercerita atau berkisah. Oleh karena tergolong puisi naratif, maka syair tidak pernah terdiri dari satu bait. Sebaliknya, syair selalu terdiri berpuluh-puluh bait, bahkan beratus-ratus bait. Syair juga memiliki aturan yang ketat, yakni (1) tiap bait terdiri dari empat baris, (2) keempat baris itu mengandung isinya, (3) syair untuk menguraikan cerita sehingga tidak cukup hanya satu bait tetapi memerlukan beberapa bait,
(4) pola sajak akhir a-a-a-a, (5) tiap baris terdiri dari dua periodus dan tiap periodus terdiri dari dua patah kata (Baribin 1990:21). Syair tidak terdapat sampiran. Semua baris syair mengandung isi atau makna yang hendak disampaikan
Namun, pada hakikatnya syair merupakan salah satu bentuk kesusastraan Melayu klasik yang berupa karangan bersajak yang tiap-tiap bait terdiri dari empat baris yang bersajak sama. Umumnya persajakan atau rima syair berpola a-a-a-a.
Akan tetapi, patokan tersebut tidaklah baku. Ada pula syair yang berpola a-b-a-b dan a-a-a-b yang keempat barisnya tetap merupakan satu kesatuan arti. Selain itu terdapat pula bentuk syair yang kurang luas penggunaannya, yakni yang terdiri
atas tiga baris dengan rima a-a-b, dan ada juga syair yang hanya terdiri atas dua baris dengan rima akhir a-b atau a-a.

Fungsi Syair

Syair merupakan bentuk puisi lama yang sangat digemari oleh masyarakat Melayu di masa lampau. Syair umumnya berisi suatu cerita atau suatu uraian panjang. Namun, ternyata tidak hanya itu saja. Syair juga berisi cerita anganangan,
sejarah, petuah-petuah, dan juga merupakan pengolahan bebas dari sebuah prosa. Selain itu, yang perlu diingat bahwa syair mengandung nilai-nilai luhur.
Syair bermula dari sastra lisan. Pada masa lampau, syair didendangkan oleh seorang tukang cerita atau yang disebut pawang
Pendendangan syair biasanya dilakukan dalam suatu acara tertentu. Misalnya upacara-upacara adat, pertunjukan seni, dan lain-lain. Bahkan sering pula syair digunakan dalam suatu nyanyian-nyanyian.
Oleh sebab itu, syair berfungsi sebagai media penyampaian pesan-pesan leluhur kepada generasi penerus, baik berupa nasihat atau cerita. Selain itu, syair juga berfungsi sebagai pelipur lara atau hiburan bagi masyarakat.

Macam-Macam Syair

Menurut Fang, syair dapat dibagi menjadi lima golongan
berdasarkan isinya. Adapun macam-macam syair tersebut adalah sebagai berikut.

a. Syair Panji
Syair panji merupakan syair yang berisi cerita atau hikayat dari
kesusastraan Jawa atau cerita panji. Contoh syair yang termasuk syair panji antara lain: Syair Damar Wulan, Syair Ken Tambuhan, Syair Panji Semirang, Syair Anggreni, Syair Undakan Agung Udaya, Syair Wayang Kinudung, dan lain-lain.

b. Syair Romantis
Syair romantis merupakan syair yang berisi dongeng atau angan-angan seorang pengarang. Sebagian besar syair romantis menguraikan tema yang biasa terdapat di dalam cerita rakyat, pelipur lara, dan hikayat. Contoh syair yang termasuk syair romantis antara lain Syair Bidasari, Syair Yatim
nestapa, Syair Abdul Muluk, Syair Sri Banian, Syair Sinyor Kosta, Syair Cinta Birahi, Syair Putri Akal, dan lain-lain.

c. Syair Kiasan
Syair kiasan atau simbolik merupakan syair yang bersifat kias atau sindiran terhadap suatu kejadian atau perbuatan seseorang. Biasanya, pengiasan itu digunakan tokoh-tokoh binatang atau tumbuh-tumbuhan.
Contoh syair yang termasuk syair kiasan antara lain Syair Burung
Pungguk, Syair Kumbang dan Melati, Syair Nuri, Syair Bunga Air Mawar, Syair Nyamuk dan Lalat, Syair Pelanduk Jenaka, dan lain-lain.

d. Syair Sejarah
Syair sejarah merupakan syair yang berisi unsur sejarah atau syair yang berdasarkan peristiwa sejarah. Di antara peristiwa sejarah yang paling penting adalah peperangan. Oleh karena itu, syair perang juga termasuk syair sejarah yang paling banyak dihasilkan. Contoh syair yang termasuk syair sejarah antara lain Syair Perang Mengkasar, Syair Perang di Banjarmasin, Syair Raja Siak, Syair Siti Zubaidah Perang Melawan Cina, dan lain-lain.

e. Syair Agama
Syair agama merupakan syair yang berisi nasihat, pengajaran yang
berhubungan dengan keagamaan. Berdasarkan isinya, syair agama dibagi menjadi empat macam.

1) Syair Sufi
Syair sufi merupakan syair yang dikarang oleh tokoh sufi. Biasanya berisi perenungan-perenungan manusia tentang kehidupan yang dikaitkan dengan ketuhanan. Contoh syair ini ialah syair-syair karya Hamzah Fansuri.

2) Syair yang Menerangkan Ajaran Ialam
Syair ini berisi tentang ajaran-ajaran yang ada dalam agama Islam.
Contoh syair ini antara lain Syair Kiamat, Syair Ibadat, Syair Rukun Haji, dan lain-lain.

3) Syair Anbia
Syair anbia merupakan syair yang mengisahkan riwayat hidup para
nabi. Contoh syair ini antara lain Syair Nabi Allah dengan Fir’aun, Syair Yusuf, Syair Isa, dan lain-lain.

4) Syair Nasihat
Syair nasihat merupakan syair yang bermaksud memberi pengajaran
dan nasihat kepada pendengar atau pembacanya. Contoh syair ini
antara lain Syair Nasihat Bapa Kepada Anaknya, Syair Nasihat, Syair Nasihat Laki-laki dan Perempuan, dan lain-lain.

Perlukah Periodisasi Sastra Populer

Perlukah Periodisasi Sastra Populer


Oleh Nenden Lilis A.

Era reformasi, yang terhitung sejak jatuhnya rezim Orde Baru tahun 1998, telah memunculkan banyak fenomena dalam kesusastraan Indonesia. Di antara fenomenafenomena
itu adalah terangkat dan tergalinya kembali jenis-jenis dan karya-karya sastra yang selama ini terpinggirkan, termasuk sastra populer.
Fenomena yang ditunjukkan era ini yang terkait dengan sastra populer adalah maraknya keberadaan sastra ini, yang menjadi ciri penting kesusastraan pasca orba.. Selain marak, sastra populer era ini menunjukkan keberagaman dan secara mencolok memperlihatkan karakteristik berbeda dengan sastra populer era-era sebelumnya. Fenomena ini tentunya mengusik kita untuk memikirkan persoalan seputar pemetaan sastra populer.
Perlukah sastra populer dipetakan?
Selama ini, seiring dengan pemikiran modernisme yang menjadi bangunan utama dunia beberapa abad ini, cara pandang kita terhadap kesusastraan pun mengikuti arus tersebut. Modernisme cenderung berpijak pada apa yang diistilahkan Jean Francois
Lyotard sebagai grand narrative (narasi besar), yakni universalitas, totalitas, keutuhan organis, pensisteman, dan legitimasi. Karakteristiknya ini telah menyebabkan
terabaikannya pluralitas. Apa yang disebut pusat pun bersifat tunggal, sehingga segala sesuatu yang dianggap bukan pusat termarjinalkan. Akan halnya dalam kesusastraan, cara pandang modernisme ini telah menyebabkan apa yang dianggap sebagai sastra, hanyalah misalnya, sastra elit (tinggi/adiluhung), sastra nasional, dan sastra-sastra yang sebelumnya telah ditahbiskan
sebagai sastra utama. Cara pandang ini telah menyebabkan sastra-sastra di luar itu, semisal: sastra populer, sastra lokal, dan sastra perempuan, dianggap bukan sastra dan terabaikan dalam penyusunan sejarah sastra.
Terkait dengan sastra populer, sejarah sastra Indonesia termasuk yang seolah “meniadakan” keberadaannya. Sejarah sastra Indonesia telah merumuskan periodisasi sastra Indonesia. Perumusan periodisasi sastra ini dilakukan karena melihat bahwa sastra Indonesia telah berkembang dalam beberapa kurun waktu, dan setiap kurun waktu itu diisi oleh konvensi, norma, standar, dan tema sastra tertentu yang dominan yang kemudian membentuk kekhasan periode tersebut. Kekhasan setiap periode inilah yang kemudian membentuk apa yang dalam kesusastraan diistilahkan angkatan-angkatan sastra. Upaya penyusunan ini antara lain telah dilakukan H.B. Jassin, Boejoeng Saleh,
Nugroho Notosusanto, Ajip Rosidi, Rachmat Djoko Pradopo, dan Korrie Layun Rampan (sekalipun penyusunan dari setiap ahli sastra itu tidak selalu sama).
Gejala yang segera dapat terlihat dari perumusan-perumusan tersebut adalah sama, yakni bahwa korpus-nya hanya didasarkan pada karya-karya sastra yang dianggapsastra tinggi. Sastra populer tidak ditilik dalam melihat ciri setiap periode tersebut
sehingga karakteristik dan kekhasan yang dimilikinya tidak tertelaah, terdeskripsikan, dan terangkumkan.
Apakah dengan demikian perlu periodisasi tersendiri untuk sastra populer?
Munculnya pemikiran posmodernisme, postrukturalisme, dan studi kultural telah mengoreksi pengabaian terhadap keberadaan sastra populer. Posmodernisme dan posstrukturalisme sebagai paham sekaligus gerakan kultural berupaya membongkar cacat-cacat modernisme dan kelemahan strukturalisme dengan lebih menghargai
deotorisasi, destrukturisasi, pluralisme, fragmentasi, keanekaragaman, kontradiksi, dan kerelatifan. Dengan kata lain, posmodernisme mengembalikan kesadaran pada semua
wacana yang berada di luar hegemoni, atau pada the other. Dengan demikian, sastra populer yang selama ini berada di luar hegemoni, didudukkan secara semestinya. Hal ini diperkuat pula dengan lahirnya studi kultural (cultural studies). Kajian yang berawal dari Inggris ini melihat kebudayaan sebagai aktivitas sehingga menurutnya tidak ada kebudayaan yang mesti dikesampingkan. Kajian ini telah berkontribusi dalam
menghancurkan batas antara sastra (kebudayaan) tinggi dan sastra (kebudayaan) populer yang selama ini dipandang secara dikotomis dan hierarkis.
Dengan paradigma di atas, karena selama ini sastra populer tersisihkan dalam penyusunan sejarah sastra Indonesia (seperti terlihat dari periodisasi sastra seperti dijelaskan di atas), maka menjadi penting periodisasi sastra populer dirumuskan/
dipetakan. Hal ini tidak untuk tujuan mendikotomikan antara sastra tinggi dengan sastra populer, tapi lebih sebagai affirmatif action.
Affirmatif action adalah tindakan yang sengaja diambil dengan cara
memperlihatkan perbedaan suatu kelompok dari kelompok lainnya dengan tujuan mengangkatnya dari ketidakadilan kesempatan. Tindakan afirmatif dilakukan jika ada suatu kelompok yang terpinggirkan. Contoh dari tindakan afirmatif dapat dilihat dari apa
yang terjadi dengan sastra perempuan. Selama ini karya sastra yang ditulis perempuan (berikut penulisnya) dimarjinalkan dari kesusastraan umum. Untuk menggugat keadaan tersebut, para perempuan membentuk komunitas sastra khusus perempuan, menerbitkan karya-karya khusus perempuan, menyusun sejarah sastra perempuan, dan sejenisnya.
Dengan cara ini, pada akhirnya, karya sastra yang mereka hasilkan berikut penulisnya didudukkan secara lebih objektif dan proporsional.
***
Dari berbagai pustaka yang ada, dapat kita lihat bahwa sastra populer telah tumbuh dan menempati kurun-kurun waktu tertentu, yang setiap kurun waktu itu menunjukkan ciri-ciri tertentu yang khas.
Dari kekhasan setiap kurun waktu itu periodisasi sastra populer dapat dideskripsikan , yaitu: 1) Periode Zaman Kolonial; 2) Periode 1950-1968-an; 3) Periode 1970- 1990-an; dan 4) Periode Era Reformasi.
Sastra populer di Indonesia telah tumbuh sejak abad 19, terutama pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Sastra populer pada masa ini ditulis, baik oleh kaum Indo-Belanda, peranakan Cina, maupun kaum pribumi, dengan menggunakan bahasa Melayu
Pasar. Sastra populer yang ditulis pada masa ini meliputi cerita-cerita tentang kehidupan para nyai, cerita-cerita kriminal yang diangkat dari kisah-kisah nyata di pengadilan, cerita silat, cerita-cerita hantu (gaib), dan cerita percintaan (yang tak jarang dibumbui sex). Di samping itu, di balik cerita-cerita tersebut, tak jarang para pengarangnya menyelipkan ideologi tertentu. Cerita-cerita yang ditulis R.M.Tirto Adhi Soerjo dan Marco
Kartodikromo misalnya, ditengarai mengandung ideologi komunis.
Jenis sastra di atas mengalami masa surut pada zaman pendudukan Jepang (1942-1949). Surutnya hal ini, seperti pernah dicatat Jakob Sumardjo, dikarenakan zaman itu penuh pergolakan politik dan sosial. Untuk menulis dan membaca dibutuhkan ketenangan khusus yang sulit diperoleh pada masa seperti ini. Dari berbagai literatur, tak banyak terdeskripsikan sastra populer pada masa ini sehingga untuk sementara dapat dikatakan bahwa masa ini tidak masuk dalam periodisasi sastra populer.
Sastra populer baru merebak kembali pada masa kemerdekaan, yakni 1950 – 1968-an. Dalam kurun waktu ini muncul novel-novel dan cerpen-cerpen dengan cerita cerita percintaan yang dibumbui sensualitas, detektif, dan cowboy.
Tahun 1970-an sastra populer mengalami pergeseran dari ciri sebelumnya. Sastra populer pada masa ini banyak ditulis kaum perempuan. Cerita-cerita yang mendominasi masa ini adalah masalah rumah tangga. Kemudian berkembang pula cerita-cerita remaja, (baik berupa cerita petualangan, maupun cinta remaja). Hal ini berlangsung hingga 1990-an (akhir masa orba).
Pasca Orde Baru, yang sering disebut era reformasi, berkembang pesat karyakarya sastra populer dengan motif-motif keagamaan atau yang diistilahkan Moh. Irfan Hidayatullah sebagai Ispolit-Islam Popular Literature (jenis ini telah dirintis sejak sebelum reformasi). Berkembang pula novel dan cerpen-cerpen remaja yang
menceritakan perempuan kosmopolitan dengan keseharian kehidupan perkotaan dalam karya-karya chicklit dan teenlit. Jenis-jenis cerita yang ada pada era sebelumnya memang masih berkembang sekalipun tidak mendominasi. Hanya, pada periode ini sastra populer tidak banyak diwarnai tema-tema kekerasan (kriminalitas). Hal itu terjadi barangkali karena tayangan-tayangan berita kriminal di televisi telah cukup “memuaskan”
masyarakat.
Ada yang bisa dicatat dari fenomena sastra populer era mutakhir ini, yakni munculnya pergeseran dalam bobot tema yang diangkat. Sastra populer era ini lebih menunjukkan muatan intelektual. Hal ini misalnya ditunjukkan dengan novel Ayat-Ayat Cinta yang banyak mengandung wawasan keagamaan yang tidak ringan. Atau novelnovel chicklit dan teenlit, yang mengusung apa yang diistilahkan Aquarini Prabasmoro, feminisme lunak.
Dari uraian di atas, sekalipun bersifast global, terlihat bahwa setiap periode dalam perkembangan sastra populer memiliki ciri-ciri khusus. Kekhususan ini tentulah dipengaruhi oleh kondisi sosial-politik-ekonomi-budaya, dll yang menandai masyarakat
dan zamannya. Dari situ kita melihat bahwa karakteristik dan arah sastra populer mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Seperti yang terjadi pada era sekarang, sastra populer tidak hanya ditujukan untuk kepentingan hiburan, dan bukan hanya jadi objek industrialisasi. Kenyataan ini bukan tidak mungkin menimbulkan pergeseran dalam pendefinisian sastra populer, sekaligus cara pandang terhadapnya.

Tulisan yang Lain Silakan Klik

Perilaku “Spontan” dan “Reaktif” pada Hewan;>>>> Baca

Perbedaan Inovasi dan Modernisasi;>>>> Baca

Jika Anak Suka Mencuri;>>>> Baca

Sejarah Matematika dan Perkembangannya;>>>> Baca

Pemenuhan IKKM (Komponen Standar Nasional Pendidikan) untuk Mencapai Standar Mutu Pendidikan Bertaraf Internasional;>>>> Baca

Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia;>>>>>>>>> Baca

Sejarah Kuno Bangsa Amerika

Sejarah Kuno Bangsa Amerika


Menurut para ahli, bangsa yang mengembangkan peradaban tua benua Amerika berasal dari daratan Siberia di Rusia yang menyeberang melalui Selat Bering ketika saat itu masih sempit pada kira-kira 20.000 – 50.000 tahun lalu. Berdasarkan tenuan-temuan arkeologis diperkirakan bahwa mereka berasal dari berbagai suku bangsa. Yang pertama datang adalah bangsa Amurian yang memiliki ukuran tubuh lebih pendek dibandingkan dengan orang Eropa. Kemudian disusul oleh bangsa yang memiliki ras Mongolia yang datang pada kira-kira awal abad Masehi. Dari percampuran kedua bangsa tersebut melahirkan bangsa Indian Amerika (American Indians) yang disebut juga bangsa Amerind.

Bangsa Amerind adalah bangsa nomaden yang kemudian menyebar ke seluruh peloksok benua Amerika dari utara, tengah dan selatan. Kehidupan sehari-hari mereka adalah berburu binatang-binatang kecil, menangkap ikan dan mengumpulkan buah-buahan liar. Ketika bangsa Eropa tiba di benua ini pada abad 15 mereka masih hidup pada zaman neolitikum. Berdasarkan temuan arkeologis diperkirakan bahwa sejak tahun 2500 SM bangsa ini telah menanam jagung, kacang, kentang, tomat, coklat dan tembakau yang merupakan tanaman agraris mereka. Diperkirakan bahwa tanaman-tanaman yang kita kenal sekarang adalah berasal dari mereka. Di Meksiko Tengah bangsa Amerind membangun chinampas atau kebun mengambang. Melalui cara chinampas, tanah subur yang digali dari danau ditempatkan di alas yang terbuat dari ranting-ranting, dan di atasnya ditanami biji-bijian.

Sistem ini sangat produktif sehingga bisa dipanen tiga kali setahun. Diperkirakan bahwa dengan semakin meningkatnya produksi pertanian maka berpengaruh juga dengan tingkat kelahiran sehingga jumlah penduduk yang tinggal di kawasan ini semakin meningkat. Akhirnya, melalui perjalanan waktu bangsa-bangsa ini menyebar dan membentuk peradabannya sendiri sehingga menjadi berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Pada kira-kira 2000 tahun silam terdapat peradaban tua yang telah maju di benua Amerika, yaitu peradaban Mesoamerika yang meliputi peradaban Olmec, Maya danTeotihuacan dan Toltec. Oleh para para ahli peradaban ini disebut Mesoamerika karena terletak di tengah benua Amerika dan dataran tinggi Yucatan; peradaban Aztec di dataran tinggi Mexico dan peradaban Inca di Amerika Selatan. Hasil peradaban mereka bisa disejajarkan dengan peradaban lembah Sungai Indus, Sungai Kuning, Sungai Nil dan peradaan Mesopotamia, Eufrat dan Tigris. 1) Olmec. Berdasarkan temuan arkeologis, peradaban Olmec berkembang sejak 1500 SM sampai 300 M. Para pendukung peradaban ini diperkirakan berpusat di sekitar kota San Lorenzo sekarang di Amerika Tengah. Penduduknya tinggal berkelompok di bangunan-bangun dari batu besar. Mereka dipimpin oleh golongan elit secara turun-temurun. Bangsa ini telah mengenal bentuk tulisan. Diperkirakan peradaban ini mengalami kehancuran akibat serangan bangsa yang datang dari arah utara. Bangunan piramida besar yang tingginya sekitar 30 M yang dibangun bangsa Olmec berfungsi sebagai tempat upacara persembahan pada dewa mereka. Bangunan ini dikelilingi oleh ladang pertanian yang luas yang diperkirakan untuk mendukung buruh-buruh yang membangun monumen tersebut. Kemampuan bangsa ini adalah membangun patung batu yang halus yang berfungsi sebagai bagian dari kepercayaan mereka. 2). Peradaban Maya di Amerika Tengah. Berdasarkan temuan arkeologis, bangsa ini berasal dari daerah sebelah utara kemudian menetap dan mengembangkan peradabannya di Semenanjung Yucatan, Amerika Tengah. Peradaban mereka berpusat pada kehidupan agraris. Mereka menanam jagung, kacang, merica dan beberapa biji-bijian serta buah-buahan. Mereka juga memelihara kalkun serta anjing, serta menangkap ikan di sepanjang pantai yang dilakukan oleh pria. Mereka juga memintal kapas untuk tekstil yang dijual ke tempat lainnya. Jadi, selain pertanian, perdagangan merupakan kegiatan utama. Mereka menjual barang dagangannya yang dibawanya langsung pada pembeli yang jaraknya sangat jauh di kawasan Amerika Tengah.
Organaisasi sosial ditandai dengan berkuasanya golongan elit yang kaya yang juga melakukan kegiatan dagang. Golongan elit juga berfungsi sebagai pemimpin upacara ritual dalam kepercayaan mereka. Mereka juga termasuk golongan terdidik yang memiliki hak istimewa mempelajari ilmu pengetahuan. Di luar golongan itu adalah para petani dan budak yang dimiliki oleh golongan elit. Bangsa Maya telah mengembangkan sistem tulisan yang mirip hieroglyp yang memiliki 850 karakrter. Tulisan ini digunakan untuk mencatat urutan-urutan peristiwa, kegiatan upacara agama, ilmu perbintangan atau astronomi yang ditulis pada kulit pohon dan kulit rusa. Tulisan yang mereka kembangkan berfungsi juga sebagai sejarah yang mencatat kelahiran perkawinan, peperangan dan kematian raja-raja Maya. Dengan berkembahgnya tulisan maka ilmu pengetahuanpun mengelami perkembangan pula. Bangsa ini telah mengenal kalender dengan tahunnya berjumlah 18 bulan yang tiap bulannya adalah 20 hari, dan satu bulan yang berjumlah 5 hari sehingga jumlah hari pertahun adalah 365 hari. Mereka juga telah mengembangkan matematika, menggunakan sistem bar (+5) dan dot (atau titik = 1). Bentuk matamatika yang dikembangkannya didasarkan atas vigesimal (20) daripada sistem desimal. Selain itu, astronomi juga merupakan salah satu ilmu yang mereka kembangkan 3) Peradaban Teolihuacan dan Toltec di Amerika Tengah. Peradaban Teotihuacan yang didukuhg oleh sekitar 200.000 penduduk bermukim di lembah-lembah Meksiko tengah. Mereka mengembangkan peradaban dagang berpusat di Teoticuacan. Kota ini juga berfungsi sebagai pusat agama yang mengundang pejiarah dari kawasan Amerika Tengah. Di pusat kota dibangun piramida bulan dan matahari. Piramida matahari yang terbuat dari bata merah dan dilapis dengan batu memiliki panjang 700 kaki dan tinggi 200 kaki. Piamida bulan juga dibanggun dengan konstruksi yang hampir sama namun dengan ukuran yang lebih kecil. Pada kuil yang lebih kecil, penduduk dan pendatang melakukan pemujaan pada dewa hujan dan dewa ular, yang mereka sebut Quetzalcoatl. Makanan pokok penduduk adalah jagung. Peradaban Teotihuacan jatuh pada tahun 700 M akibat serbuan bangsa barbar. Pada dua ratus tahun kemudian terjadi persaingan antar berbagai suku bangsa yang memasuki kawasan ini yang menyebabkan berakhirnya zaman keemasan Mesoamerika. Di antara bangsa yang bersaing, bangsa Toltec adalah yang paling kuat dan kemudian membentuk pemerintahan konferderasi dengan mendasarkan pada peradaban pendahulunya. Raja Toliptzin (980-1000 M) yang bergelar Quetzalcoatl atau pemimpin agama memperluas hegemoninya atas seluruh Mexico bagian tengah dan membangun ibukota di Tula. Sepeninggamya raja ini Tula direbut oleh bangsa barbar Chichimec tahun 1224 M. Kemudian bangsa Chichimec ditaklukkan oleh bangsa Aztec sebagai bangsa yang gemar perang. Bangsa Aztec menciptakan peradaban terakhir di Meksiko sebelum datangnya bangsa-bangsa Eropa. Peradaban Aztec. Setelah merebut kekuasaan dari bangsa Chichimec, bangsa Aztec mendirikan ibukota di Tenochitiliin. Dengan mengadopsi budaya Toltec, bangsa Aztec meluaskan wilayahnya hingga menguasai seluruh daratan Meksiko serta menguasai beberapa bangsa taklukkan. Ibukota Aztek berkembang pesat sebagai pusat dagang. Dengan pesatnya perdagangan kelas pedagangpun tumbuh dengan pesat seningga membentuk lapisan tersendiri. Mereka menjual barang-barang mewah seperti katun, koka, kulit dan perhiasan emas. Kaisarnya yang terkenal adalah Montezuma II (1502-1520 M) dianggap oleh sejarawan memiliki lambang-lambang kebesaran dibandingkan raja-raja Eropa pada periode yang sama. Bangsa Aztek adalah bangsa yang gemar perang. Bagi mereka perang merupakan bagian dari budaya sehari-hari serta bagian dari sistem kepercayaannya, Mereka menyembah banyak dewa (politheis). Huitzilopochtli adalah dewa matahari yang paling besar. Mereka percaya bahwa matahari adalah sumber kehidupan dan harus terus dipelihara agar terus beredar di orbitnya dan berputar, terbit dan tenggelam. Untuk itu diperlukan pelumas yang murni yaitu darah manusia. Mereka yakin bahwa pengorbanan manusia merupakan tugas suci dan wajib dilakukan agar dewa matahan tetap memberikan kemakmuran bagi manusia. Upacara pengorbanan dilakukan di altar di puncak piramida dengan cara mengambil jantung korban oleh pendeta-pendeta. Upacara pengorbanan manusia juga dilakukan secara niassal dengan membunuh banyak korban.
Ada tiga hipotesis yang dilakukan para antropolog mengenai alasan pengorbanan manusia, disarnping alasan untuk pengorbanan pada dewa. Pertama, pengorbanan manusia dilakukan untuk mengurangi jumlah penduduk terutama sejak jumlah tawanan perang meningkat dengan pesat dibanding dengan tingkat kelahiran. Kedua, adalah untuk memberikan rakyat mayat-mayat yang telah dikorbankan sebagai sumber protein dan vitamin. Hipotesis ini sangat lemah sebab bangsa Aztek menghasilkan banyak tumbuhan jagung dan kacang-kacangan dan tomat, serta memelihara artjing, ayam dan kalkun. Ketiga, yang lebih rasional, adalah untuk menakut-nakuli para pembangkang dan pemberontak agar mereka tidak melakukan perlawanan terhadap kekuasaan raja. Para tawanan perang banyak yang dijadikan korban dalam lumlah besar untuk dewa matahari. Orang-orang yang bersalah juga menjadi sasaran untuk jadi korban seperti jendral yang gagal dalam memimpin perang, para koruptor, hakim yang keliru membuat keputusan serta pejabat negara yang berbut salah, termasuk orang yang memasuki daerah terlarang di istana raja. Raja Montezutna II pernah mengorbankan sejumlah 5100 korban dalam upacara peringatan ken;iikan tahtanya. Stratifikasi Sosial Bangsa Aztec. Pada awal migrasi ke Meksiko tidak terdapat pelapisan atau Stratifikasi sosial karena semua golongan adalah miskin. Tidak diketahui dengan pasti latarbelakang timbulnya Stratifikasi sosial ini. Menurut lagenda Aztec, masyarakat dibagi ke dalam beberapa golongan. Golongan peitama adalah keluarga raja dengan puncak pimpinan adalah kaisar. Kaisar dibantu oleh golongan bangsawan atau pejabat kekaisaran yang bertindak seperti golongan feodal Eropa pada zaman pertengahan. Para pangeran atau bangsawan disebut techutli. Dibawah golongan bangsawan adalah golongan para tentara atau prajurit. Golongan ini mendapatkan kedudukan istimewa dalam negara karena merekalah yang mampu menangkap tawanan untuk dijadikan budak atau korban untuk dewa. Bila mereka gagal melakukan tugas mereka akan dijadikan buruh atau bahkan dijadikan korban untuk dewa. Kelas dibawah prajurit adalah warga biasa yang disebut maceuatli atau pekerja. Golongan ini berfungsi sebagai petani, tentara rendahan serta buruh untuk membangun kuil, jalan jembatan dan lain-lain. Dibawah mereka adalah golongan pekerja yang tidak memiliki
tanah atau disebut thalmaitl Golongan ini memiliki hak kewarganegaraan dan lebih tinggi dari budak. Golongan paling bawah adalah budak atau disebut tlatocotin. Golongan ini juga memiliki hak-hak tertentu, yang berbeda dengan golongan budak di Eropa. Mereka diperbolehkan menyembah dewa dan memiliki tanah atas kemampuan sendiri. Semua golongan masyarakat menyembah dewa yang sama Huitzilopochtli dan dewa-dewa laiiinya tetapi dengan kuil yang berbeda-beda, Upacara pengorbanan dipimpin oleh pendeta yang sering juga berfungfsi sebagai dukun yang meramalkan nasib seseorang pada masa yang akan datang. Pergantian raja tidak dilakukan menurut hierarld atau keturunan melainkan berdasarkan pemilihan. Walau anak tertua menjadi prioritas untuk dipilih, aspek ketrampilan dan kecakapan merupakan dasar pemilihan raja. Seni Bangunan Aztec. Bangsa Aztec memiliki seni bangun (arsitektur) yang amat tinggi. Ketika bangsa Spanyol datang ke k;ota Tenochtitlan (sekarang Mexico City) mereka menyaksikan sendiri kemajuan yztng telah dicapai bangsa ini. Di kota Tenichititlan terdapat bangunan-bangunan yang memiliki nilai arsitektur amat tinggi seperti aquaduc (bangunan air), empat jaringan jalan raya menuju kota, jalan-jalan lebar serta kanal yang melintasi kota serta jembatan di atasnya. Bangunan-bangunan itu dibangun dengan menggunakan teknologi tinggi menurut ukuran zaman itu. Di tengah pusat kota dibangun kuil besar sebagai pusat persembahan terhadap dewa Huitzilopochtli. Tinggi bangunan itu 30 M, terdiri dari tiga tingkat yang masing-masing tingkat memiliki 120 anak tangga. Dibangunnya jalan-jalan serta kanal-kanal yang lebar adalah untuk memudahkan lalu lintas orang dan barang dagangan. Mereka memperjualbelikan kalkun, bebek, ayam, kelinci dan rusa. Hasil pertanian yang diolah di ladang-ladang pertanian adalah alpukat, kacang merah dan jagung. Mereka juga membuat kerajinan dari emas dan perak untuk perhiasan. Dari kegiatan dagang dan jenis barang dagangan yang diperjualbelikan serta sarana penunjang yang dibangunnya para ahli berkesimpulan bahwa bangsa Aztec memiliki peradaban tinggi.
Peradaban Inca di Peru. Peradaban Inca berkembang di sepanjang belahan barat Amerika Selatan terutama di Peru. Seperti halnya bangsa Aztec, bangsa Inca adalah bangsa yang memiliki watak miiiter sehingga perluasan wilayah imperium dilakukan dengan cara peperangan. Inti peradaban bangsa Inca adalah pertanian yang berkembang antara tahun 600-1000 M. Mereku membuat sistem terasering untuk menahan longsor dan irigasi untuk menahan banjir. Untuk mengolah tanah mereka menggunakan bajak yang tebuat dari perunggu Tanaman yang ditanam adalah kacang-kacangan, jagung, merica, tomat, kentang putih. Hasil pertanian bukan hanya untuk memenuhi konsumsi petani melainkan juga untuk memberi makan tentara dalam jumlah besar, golongan birokrat dan ribuan buruh pabrik. Minuman khas mereka adalah chicha yaitu semacam bir yang dibuat dari jagung. Bangsa Inca adalah bangsa imperialis yang menaklukkan dan menguasai bangsa-bangsa tetangganya dengan kekuatan miiiter. Dengan demikian pemerintahannya imperium militeristis. Ketika raja Pachacuti Inca (1438-1471 M) dan anaknya Topa Inca (1471 -1493) berkuasa, wilayah Inca diperluas dengan menaklukkan bangsa-bangsa sekitaraya yang berdiam di Equador, Colombia dan Chile, Berbeda dengan bangsa Aztec yang mengontrol ‘ rakyat jajahan dengan teror bangsa Inca melakukannya dengan penyatuan imperium. Raja mereka memaksa penduduknya dan bangsa yang ditaklulckannya menggunakan bahasa nasional Quechwa (diucapkan keshwa) serta menyembah dewa negara yaitu dewa matahari. Dalam menjalankan pemenntahan imperium pemimpin lokal dilibatkan dalam birokrasi pusat pemenntahan imperium melalui kebijaksaaan kolonisasi yang disebut mitima. Untuk mempertahankan kesatuan imperium mereka membangun jalan-jalan lebar yang menghubungakan pusat pemenntahan dengan derah-daerah yang ditaklukkannya. Jalan-jalan tersebut akan memudahkan lalu lintas tentara untuk memadamkan pemberontakan atau juga untuk memudahkan lalu lintas penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Dapat disimpulkna bahwa dalam menjalankan sistem pemerintahan bangsa Inca lebih maju dibandingkan dengan bangsa Aztec dan bangsa Mesoamerika. Walaupun dalam bidang matematika dan astronomi tidak unggul dibandingkan bangsa Aztec dan Mesoamerika bangsa Inca memiliki keunggulan di bidang sent bangun, sepert halnya dalam pembuatan tekstil dan keramik. Pembangunan benteng-benteng pertahanan dan jalan-jalan raya yang lebar menunjukkan bahwa mereka telah memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengatur jalannya pemerintahan. Raja tinggal di istana yang indah yang dibangun dengan batu utuh atau monoilith yang diukir. Dalam menjalankan pemerintahannya raja bersifat “sosialis”. Hasil surplus pertanian daerah subur didistribusikan ke daerah yang kekurangan. Di bidang sosial Raja sangat menaruh perhatian pada aspek perkawinan. Laki-laki atau perempuan yang sudah dewasa dan belum memiliki pasangan dipilihkan orang lain, lalu dikawinkan dalam upacara umum. Dalam aspek religi bangsa Inca percaya pada dewa matahari. Raja-raja mereka dipercaya memiliki hubungan genealogis atau asal usul keturunan dengan matahari. Hanya tidal: diketahui dengan pasti apakah bangsa Inca juga melakukan upacara pengorbanan manusia seperti bangsa Aztec.

Latar Belakang Lahirnya IPS di Indonesia;>>>> Baca

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan;>>>> Baca

Obedience dan Compliance;>>>> Baca

Nilai Suatu Kajian Pustaka;>>>> Baca

Konsepsi Membaca dan Prinsip-prinsip Pengajaran Membaca;>>>>>>>>> Baca buka semua

DownLoad E-Book Kamus Istilah Sain


DownLoad E-Book Kamus Istilah Sain

Berikut ini beberapa cuplikan dari E-Book kamus istilah sain yang dikemas dalam file chm help jika berkenan silakan mengunduh pada link di bawah cuplikan ini.

1. Atomic model of Rutherford: Model atom Rutherford; Model Struktur atom yang menyatakan bahwa hampir semua massa atom terkonsentrasi di dalam inti yang kecil, sedangkan elektron-elektron yang mengitari inti itu mengisi hampir semua volume atom, dan muatan positif pada inti sama dengan muatan negatif elektron
2. Atomic nucleas; Inti Atom; Bagian atom paling rapat (masif) yang mempunyai muatan positif sebesar Ze; Z = nomor atom unsur dan e = muatan elektron
3. Atomic number: Nomor atom; Cacah proton di dalam inti atom, lambangnya Z, juga disebut bilangan proton (proton number)
4. Atomic transition: Transisi atom [peralihan atom];Perubahan keadaan kuantum suatu atom dari satu tingkat (aras) energi ke tingkat (aras) yang lain
5. Atomic weight: Bobot atom; Massa atom yang didasarkan pada nilai massa 12 yang ditetapkan untuk atom karbon (C-12), disebut juga massa atom relatif (relative mass of atom)
6. Dst…….
7. Black Body: Benda hitam; Permukaan yang menyerap seluruh radiasi yang menimpanya; dengan kata lain permukaan dengan absortivitas sama dengan satu
8. Black body radiation: Radiasi benda hitam; Energi radiasi yang dipancarkan suatu benda hitam pada suhu tertentu, ini terjadi pada laju yang diungkapkan oleh hukum Stefan-Boltzmann, dan dengan distribusi energi spektrum menurut persamaan ; PlanckHukum Radiasi Benda Hitam; Distribusi spektral radiasi benda hitam hanya tergantung pada suhu benda hitam itu dan tidak tergantung pada bentuknya, dan panjang gelombang intensitas pancaran maksimumnya berbanding terbalik dengan suhunya,
9. Bohr atom : Atom Bohr; Model atom dengan struktur menurut postulat dalam teori Bohr
10. Bohr Magneton: Magn eton Bohr; Nilai he/4pmc dari momen dwikutub magnetik elektron yang mengelilingi inti atom Bohr; h = tetapan Planck, e = muatan elektron, m = massa elektron, dan c = kelajuan cahaya
11. Bohr postulates: Postulat Bohr; 1. Torsi Coulomb pada gerak lintasan elektron yang memberi percepatan sentripetal yang diperlukan untuk terjadinya orbit lingkaran yang mantap 2. Orbit yang diizinkan hanyalah yang momentum sudut elektronnya sama dengan kelipatan bulat h/2p 3. Elektron yang bergerak dalam salah satu orbit mantap tidak memancarkan radiasi 4. Pancaran atau serapan radiasi hanya terjadi bila elektron berpindah dari satu orbit ke orbit yang lain
12. Boiling Point: Titik didih; Suhu dimana zat mulai mendidih
13. Dst…..
14. Cosine: Cosinus, berarti perbandingan geometris dari suatu sudut.
15. Coulomb Force: Gaya Coulomb ; Gaya yang dihasilkan oleh interaksi muatan listrik
16. Coulomb Scattering: Hamburan Coulomb; Hamburan partikel bermuatan, misalnya alpha, oleh inti sebagai akibat torsi elektrostatik antara mereka;Bila berkas masuk mengandung satu partikel alpha per centimeter persegi, maka cacah partikel w persatuan sudut ruang yang mengalami simpangan j diberikan oleh persamaan sbb. dengan muatan partikel terhambur dan muatan partikel penghambur, sedangkan m dan p adalah massa dan momentum partikel terhambur.
17. Couple: Secara umum berarti sepasang atau pasangan. Dalam mekanika adalah koppel, yang berarti dua buah gaya sejajar (berarti garis kerjanya tidak berimpit) yang besarnya sama dan arahnya berlawanan.
18. Creation operator: Operator Kreasi;
19. Critical inversion: Inversi kritis; Keadaan yang bersangkutan dengan cacah hunian atom tereksitasi yang harus dipenuhi agar dapat memulai proses laser
20. Critical point: Titik Kritis ; suhu yang membatasi fase uap dan gas dari suatu zat. Gas adalah uap yang suhunya di atas titik kritis. Uap yang suhunya di atas titik kritis, jika dikompresi tidak akan mengalami perubahan fase. Berbeda dengan gas yang suhunya di bawah titik kritis (Uap), jika dikompressi akan mengalami perubahan fae.
21. Critical Pressure: Tekanan kritis ; tekanan yang berhubungan dengan suhu kritis suatu zat
22. Critical volume: Volume kritis ; Volume zat yang bersesuaian dengan suhu kritisnya
23. Cross section: Secara umum berarti penampang. Dalam fisika atom berarti besaran yang nilainya menyatakan kebolehjadian/peluang terjadinya tumbukan antara partikel-partikel.
24. Crux: Salib selatan. Rasi yang terkecil di langit. Ia terletak dekat kutub langit selatan. Salib selatan mengandung nebula suram Kantong Arang, disamping keempat bintang cemerlang yang menandai bentuk salib.
25. Castor: Bintang paling cemerlang kedua dalam rasi Gemini, sebuah rasi di belahan langit Utara. Castor sesungguhnya terdiri dari enam bintang yang dihubungkan oleh gravitasi, meskipun mereka nampak seperti satu dengan mata telanjang.
26. Daur surya: Istilah yang digunakan untuk variasi kegiatan sekitar 11 tahun di matahari. Jumlah bintik matahari, suar, dan prominensa berubah-ubah dalam tiap daur 11 tahun. Namun dalam tiap daur berurutan, kutub magnet utara dan selatan matahari saling bertukar. Jadi dapat dikatakan bahwa daur surya lengkap membutuhkan 22 tahun.
27. Davisson-Germer Experiment: Percobaan Davisson Germer; Percobaan pertama yang menunjukkan difraksi elektron dengan cara berkas elektron diarahkan pada permukaan kristal nikel dan distribusi elektron terhambur balik dari kristal itu diukur menggunakan silinder Faraday.
28. De – : Awalan untuk menyatakan kebalikan dari kata yang mengikutinya. Decompose kebalikan dari compose padanan katanya adalah terurai atau terbagi yang berarti terurai atau terbagi menjadi bagian-bagian.
29. de Broglie Equation: Persamaan de Broglie; Gelombang de Broglie dikaitkan dengan partikel bebas dan gelombang EM dalam ruang hampa dikaitkan dengan foton, di mana panjang gelombangnya sama dengan tetapan Planck dibagi oleh momentum partikel (foton) tersebut, sedangkan frekuensinya sama dengan energi partikel (foton) tersebut dibagi tetapan Planck
30. de Broglie Hypothesis: Hipotesis de Broglie; Sebuah hipotesis yang menyatakan bahwa partikel bersifat sebagai gelombang yang dapat menghasilkan interferensi, difraksi dll
31. de Broglie wavelength: Panjang Gelombang de Broglie; Panjang gelombang yang dimiliki oleh suatu benda bermassa m bila bergerak dengan kelajuan v menurut persamaan
32. Decay time: Waktu peluruhan; Waktu yang diperlukan oleh suatu besaran untuk meluruh sampai batas tertentu dari nilai awalnya
33. Deci: Awalan (satuan) yang nilai konversinya sepersepuluh, Contoh : satu decimeter = sepersepuluh meter.
34. Decrease: Berkurang
35. Define: Mendefinisikan, berarti menetapkan atau memberikan makna dari suatu kata. Kb yang bersangkutan definition padanan katanya definisi. Ks yang bersangkutan definits padanan katanya pasti, tertentu
36. Deflect: Menyimpang, berarti berubah arah dengan sudut tertentu dari arah semula.
37. Deform: Berubah dari bentuk semula
38. Degeneracy: Degenerasi (kemerosotan); Suatu keadaan dengan dua atau lebih keadaan stasioner dari sistem yang sama mempunyai energi yang sama meskipun fungsi gelombangnya berbeda (tidak sama)
39. Degenerate wave function: Fungsi Gelombang terdegenerasi; Fungsi-fungsi gelombang yang berbeda-beda, tetapi memiliki nilai eigen yang sama
40. Eksplorasi: Segala penyelidikan geologi pertambangan untuk menetapkan lebih seksama adanya dan sifat bahan galian.
41. Ekuator: Garis lingkaran besar di bumi, yang membagi bumi menjadi belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Sering juga disebut dengan katulistiwa
42. Elastic: Elastik, kenyal, lenting, berarti sifat benda yang berubah bentuk bila mendapat pengaruh (gaya) dari luar dan kembali ke bentuk semula segera setalah pengaruh luar (gaya) itu dihilangkan. Kb yang berhubungan adalah elasticity yang padanan katanya adalah keelastikan, kekenyalan, kelentingan. Elastic limit padeanan katanya adalah batas keelastikan, batas kekenyalan, batas kelentingan, artinya adalah batas atau nilai terrbesar dari “stress” yang dapat diberikan pada benda yang jika batas atau nilai terbesar itu dilampaui benda akan kehilangan sifat elastiknya. Elastic modulus atau modulus of elasticity adalah perbandingan antara “stress” yang bekerja pada suatu bahan dengan “strain” yang timbul pada bahan itu.
43. Electric: Listrik ; a) electric field : medan listrik ;Gaya listrik persatuan muatan ,medan tersebut mmerupakan medan vektor ,dan arah medannya sesuai dengan arah gaya yang dialami oleh muatan positip bila berada dalam medan listrik.
44. Electric dipole: dipol listrik (P); Besaran yang dihasilkan oleh dua buah muatan listrik yang berdekatan ; harga P=q.d
45. Electrodynamics: elektrodinamis :bagian pembahasan dalam listrik dimana medan listrik berubah terhadap waktu ; Medan listrik yang berubah terhadap waktu bisa menimbulkan medan magnet induksi.
46. Electrolysis: Elektrolisis ;proses perubahan kimia dalam eletrolit dengan cara mengalirkan arus listrik ,biasanya perubahan tersebut berupa penguraian elektrolit menjadi ion positip dan negatip yang mengendap di anoda atau katoda.
47. Electromotive force: Gaya gerak listrik;
48. Electron: Elektron : partikel sub atomik dengan masa m= 9,1 x 10-31 kg; muatannya e = 1,6 x 10-19 C. Muatan ini adalah muatan terkecil yang dimiliki oleh partikel. 1)Electrons lens, lensa elektron. 2) Electron microscope, mikroskop elektron.
49. Electron afinity: Fungsi yang memberikan cacah elektron per satuan volume ruang fase
50. Electron Cloud: Awan elektron; [charge cloud = awan muatan] Penggambaran keadaan elektron dengan anggapan bahwa muatannya tersebar dan menghasilkan distribusi rapat muatan sesuai dengan fungsi distribusi kebolehjadian yang bersangkutan dengan fungsi gelombang schrodinger
51. Electron collision: Benturan elektron; [misal pada percobaan Franck-Hertz] benturan elektron yang dipercepat dengan atom gas menyebabkan transfer energi secara sebagian atau keseluruhan; transfer energi ini membuktikan terkuantissasinya energi elektron dalam atom
52. Fluid: Fluida, zat alir berarti zat yang dapat bahkan mudah mengalir, termasuk di dalmnya adalah zat cair dan gas juga uap.
53. Forbidden transition: Transisi terlarang; Transisi antara dua keadaan sistem kuantum yang peluangnya lebih rendah daripada transisi terizin
54. Force: Sebagai kb benda berarti gaya konservatif ,dan sebagai kk berarti memaksa. Istilah yang berhubungan misalnya adalah Forced system yang berarti sebuah sistem (khususnya memkanik) yang selama bekerjanya dipengaruhi oleh pengaruh/gaya luar. Forced oscillation padanan katanya adalah osilasi paksa, artinya adalah getaran yang berlangsung dibawah pengaruh suatu gaya luar.
55. Fosil: Sisa makhluk hidup, hewan maupun tumbuhan.
56. Dst………….

E-Book Kamus Istilah Sain dikemas dalam file CHM help lengkapnya dapat anda ambil dengan klik download disini

Tulisan yang Lain Silakan Klik

Kesiapan Membaca Permulaan;>>>> Baca

Pengetahuan Dasar dan Keterampilan Musik untuk TK;>>>> Baca

Enzim dan Bioaktif sebagai Penopang Devisa Negara;>>>> Baca

Karakteristik Anak Luar Biasa;>>>> Baca

Sepuluh Harus dan Sepuluh Jangan Dilakukan Bagi Pelamar Kerja Saat Wawancara;>>>>>>>>> Baca

Fungsi dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah

Fungsi dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah

Kepemimpinan Kepemimpinan dapat diartikan sebagai segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan memimpin. Mengartikan kepemimpinan sebagai kegiatan untuk mempengaruhi oranglain yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan.

Kepala Sekolah adalah pimpinan tertinggi di sekolah. Pola kepemimpinananya akan sangat berpengaruh bahkan sangat menentukan kemajuan sekolah. Oleh karena itu dalam pendidikan modern kepemimpinan kepala sekolah merupakan jabatan strategis dalam mencapai tujuan pendidikan. Bagaimana kepala sekolah untuk membuat orang lain bekerja untuk mencapai tujuan sekolah.

Adapun fungsi Kepala Sekolah adalah

a. Kepala sekolah sebagai Penanggung Jawab
Kepala sekolah merupakan personel sekolah yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan kegiatan-kegiatan sekolah. Ia mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh kegiatan pendidikan dalam lingkungan sekolah yang dipimpinnya.
Kepala sekolah tidak hanya bertanggungjawab atas kelancaran jalannya sekolah secara teknis akademis saja, tetapi segala kegiatan, keadaan lingkungan sekolah dengan kondisi dan situasinya serta hubungan dengan masyarakat sekitarnya merupakn tanggungjawabnya pula. Inisiatif dan kreatif yang mengarah pada perkembangan dan kemajuan sekolah adalah merupakan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah.
Kegiatan-kegiatan sekolah yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah seperti 1) Kegiatan mengatur proses belajar mengajar. 2)Kegiatan mengatur kesiswaan.3). Kegiatan mengatur personalia. 4).Kegiatan mengatur pealatan mengajar. 5). Kegiatan mengatur dan memelihara gedung dan perlengkapan sekolah. 6). Kegiatan mengatur keuangan. 7). Kegiatan mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat.

b. Kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah
Fungsi kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah Menurut Aswarni suhud, Moh Saleh dan Tatang M Amirin dalam administrasi pendidikan :
b.1. Perumus tujuan kerja dan pembuat kebijaksanaan (Policy) sekolah
b.2 Pengatur tata kerja (mengorganisasi sekolah) yang mencakup sebagai berikut : 1).mengatur pembagian tugas dan wewenang. 2). Mengatur petugas pelaksana. 3).Menyelenggarakan kegiatan (mengkoordinasikan)

Fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah berarti kepala sekolah dalam kegiatan memimpinnya berjalan melalui tahap-tahap kegiatan sebagai berikut :
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan pada dasarnya menjawab pertanyaan apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukanya, dimana dilakukan siapa dan kapan dilakukan. Kegiatan sekolah seperti tersebut diatas harus direncanakan oleh kepala sekolah . hasilnya berupa rencana tahunan sekolah yang akan berlaku pada tahun ajaran berikutnya.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Kepala sekolah sebagai pemimpin bertugas untuk menjadikan kegiatan-kegiatan sekolah untuk mencapai tujuan sekolah dapat berjalan lancar. Kepala sekolah perlu mengadakan pembagian kerja yang jelas bagi guru-guru yang menjadi anak buahnya. Dengan pembagian kerja yang baik, pelimpahan wewenang dan tanggungjawab yang tepat serta mengingat prinsip-prinsip pegorganisasian kiranya kegiatan sekolah akan berjalan lancar dan tujuan dapat tercapai.
3. Pengarahan (Directing)
Pengarahan adalah kegiatan membimbing anak buah dengan jalan memberi perintah (komando), memberi petunjuk, mendorong semangat kerja, menegakan disiplin, memberikan berbagai usaha lainnya agar mereka dalam melakukan pekerjaan mengikuti arah yang ditetapkan dalam petunjuk, peraturan atau pedoman yang telah ditetapkan.
4. Pengkoordinasian (Coordinating)
Pengkoordinasian adalah kegiatan menghubungkan orang-orang dan tugas-tugas sehingga terjalin kesatuan atau keselarasan keputusan, kebijaksanaan, tindakan, langkah, sikap serta tercegah dari timbulnya pertentangan, kekacauan, kekosongan tindakan.
5. Pengawasan (Controlling)
Pengawasan adalah tindakan atau kegiatan usaha agar pelaksanaan pekerjaan serta hasil kerja sesuai dengan rencana, perintah, petunjuk atau ketentuan-ketentuan lainya yang telah ditetapkan.

c. Kepala sekolah sebagai supervisor
Supervisi adalah tugas pokok dalam administrasi pendidikan bukan hanya tugas pekerjaan para inspektur maupun pengawas saja melainkan juga pekerjaan kepala sekolah terhadap pegawai-pegawai sekolahnya. Supervisi adalah aktifitas menentukan kondisi / syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan pendidikan. Tugas kepala sekolah sebagai supervisor berarti bahwa Ia harus meneliti, mencari dan menentukan syarat-syarat mana saja yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya. Kepala sekolah harus dapat meneliti syarat-syarat mana saja yang telah ada dan tercukupi, dan mana yang kurang maksimal.
Prinsip-prinsip supervisi untuk menjalankan tindakan-tindakan supervisi sebaiknya, kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Supervisi hendaknya bersifat konstruktif, yaitu pada yang dibimbing dan diawasi harus menimbulkan dorongan untuk bekerja.
2. Supervisi harus didasarkan atas keadaan dan kenyataan yang sebenarnya (realistis, mudah dilaksanakan).
3. Supervisi harus dapat memberi perasaan aman pada guru-guru / pegawai sekolah yang disupervisi.
4. Supervisi harus sederhana dan informal dalam pelaksanaannya.
5. Supervisi harus didasarkan pada hubungan professional bukan atas dasar hubungan pribadi.
6. Supervisi harus selalu memperhitungkan kesanggupan sikap dan mungkin prasangka guru-guru atau pegawai sekolah.
7. Supervisi tidak bersifat mendesak (otoriter), karena dapat menimbulkan perasaan gelisah atau antisipasi dari guru atau pegawai.
8. Supervisi tidak boleh didasarkan atas kekuasaan pangkat, kedudukan atau kekuasaan pribadi.
9. Supervisi tidak boleh bersifat mencari kesalahan dan kekurangan.
10. Supervisi tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil dan tidak boleh cepat merasa kecewa.
11. Supervisi hendaknya bersifat preventif, korektif dan kooperatif

Faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan supervisi
1. Lingkungan masyarakat dimana sekolah berada
2. Besar kecilnya sekolah yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah
3. Tingkat dan jenis sekolah
4. Keadaan guru-guru dan pegawai yang tersedia
5. Kecakapan dan keahlian kepala sekolah itu sendiri

Supervisi pada dasarnya pelayanan yang disediakan oleh kepala sekolah untuk membantu para guru dan karyawan agar menjadi semakin cakap/terampil dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman.
Supervisi adalah usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam membantu guru-guru agar semakin mampu mewujudkan proses belajar mengajar. Disamping itu termasuk juga dalam kegiatan melakukan usaha-usaha membantu pegawai nonguru agar semakin mampu melaksanakan tugas administrative yang menunjang peningkatan daya dan hasil guna.
Supervisi kepala sekolah adalah menilai kemampuan setiap personil sekolah dalam melaksanakan tugas-tugasnya, guna membantu yang bersangkutan melakukan perbaikan-perbaikan bilamana diperlukan, dengan menunjukan kekurangan-kekurangan atau kelemahan masing-masing dala bekerja agar diatasi dengan usaha sendiri. Dengan kata lain tujuan supervisi kepala sekolah adalah menumbuhkan kesadaran guru/pegawai untuk berusaha dengan kemampuan sendiri memperbaiki kekurangan atau kelemahannya dalam melaksanakan tugas, berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan kepala sekolah.

Variasidan Jenis Morfem;>>>> Baca

Konsepsi Membaca dan Prinsip-prinsip Pengajaran Membaca;>>>> Baca

Pentingnya pendaftran Tanah;>>>> Baca

Riset dalam Dunia Pendidikan;>>>> Baca

STRATEGI PENGAJARAN MEMBACA DAN MENULIS BAGI PEMBELAJAR PEMULA;>>>> Baca

Sepuluh Harus dan Sepuluh Jangan Dilakukan Bagi Pelamar Kerja Saat Wawancara;>>>>>>>>> Baca buka semua

Membangun Komunikasi Intern yang Efektif di Sekolah

Membangun Komunikasi Intern yang Efektif di Sekolah

1. Pengertian
Dilihat dari ruang lingkupnya komunikasi yang terjadi dalam organisasi sekolah terbagi atas komunikasi intern dan komunikasi ekstern. Komunikasi intern merupakan komunikasi antar personel yang ada di sekolah. Komunikasi harus selalu di kembangkan baik oleh kepala sekolah maupun oleh personel lainya. Komunikasi intern yang baik akan memberikan kemudahan dan keringanan dalam melaksanakan pekerjaan sekolah yang merupakan tugas bersama.
Upaya membina komunikasi intern tidak sekedar untuk menciptakan kondisi yang menarik dan hangat, tetapi akan mendapatkan makna yang mendalam dan berarti bagi pendidikan dalam suatu sekolah. Dengan demikian setiap personel dapat bekerja dengan tenang dan menyenangkan serta terdorong untuk berprestasi lebih baik, dan mengerjakan tugas mendidiknya dengan penuh kesadaran.
2. Prinsip komunikasi Intern
Prinsip-prinsip komunikasi intern yang harus dimiliki oleh kepala sekolah:
a. Bersikap terbuka, tidak memaksakan kehendak tapi bertindak sebagai fasilitator yang mendorong suasana demokratis dan kekeluargaan.
b. Mendorong guru untuk mau dan mampu mengemukakan pendapatnya dalam memecahkan masalah yang dan mendorong supaya guru dan karyawan mau melaksanakan aktifitas dan berkreatifitas.
c. Mengembangkan kebiasaan untuk berdiskusi secara terbuka dan mendengarkan pendapat orang lain.
d. Mendorong para guru dan pegawai untuk mengambil keputusan yang terbaik dan mentaati keputusan itu.
e. Berlaku sebagai pengarah, pengatur pembicaraan, perantara dan pengambil kesimpulan secara redaksional.
Adapun prinsip komunikasi intern yang harus dimiliki oleh seorang pimpinan organisasi selain tersebut di atas adalah sebagai berikut :
a. Pimpinan harus mengadakan persiapan secara seksama sebelum berkomunikasi.
b. Pimpinan harus membangkitkan perhatian komunikator sebelum komunikasi dimulai.
c. Memelihara kontak pribadi selama berkomunikasi.
d. Tunjukan diri sebagai komunikator yang baik.
e. Berbicara secara menyakinkan.
f. Bersikap empatik dan simpatik.
g. Bertindak sebagai pembimbing bukan pendorong.
h. Mengemukakan pesan komunikasi yang menyangkut kepentingan komunikan, bukan kepentingan komunikator semata.
3. Bentuk-bentuk komunikasi intern
a. Komunikasi Kebawah (Downward communication) atau komunikasi kepala sekolah dengan para guru dan karyawan.
Yaitu komunikasi yang bergerak dari pimpinan ke bawahan. Tiap komunikasi yang mengalir dari pimpinan puncak hingga ke bawah mengikuti hierarki adalah komunikasi kebawah. Pendapat lain mengatakan bahwa komuniukasi kebawah adalah komunikasi yang mengalir dari pucuk pimpinan ke berbagai jenjang yang ada dibawahnya, berisi yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi pimpinan.
Dengan demikian komuniksi kebawah adalah komunikasi yang datang dari kepala sekolah SMP Negeri 1 Suruh Kabupaten Semarang.
Tipe-tipe komunikasi kebawah dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Instruksi tugas
Instruksi tugas/pekerjaan yaitu pesan yang disampaikan kepada bawahan mengenai apa yang diharapkan dilakukan mereka dan bagaimana melakukanya. Pesan itu dapat berupa perintah langsung, deskripsi tugas, prosedur manual, program latihan tertentu.
2. Rasional
Rasional pekerjaan adalah pesan yang menjelaskan mengenai tujuan aktivitas dan bagaimana kaitan aktifitas itu dengan aktifitas lain dalam organisasi atau obyek organisasi. Kualitas dan kwantitas dari komunikasi rasional ditentukan oleh filosofi dan asumsi pimpinan mengenai bawahanya. Bila pimpinan menganggap bawahanya pemalas maka pimpinan memberikan pesan yang bersifat rasional ini sedikit tetapi bila bawahan dapat memotivasi dirinya sendiri maka pesan rasional yang disampaikan banyak
3. Ideologi
Pesan mengenai ideologi ini adalah merupakan perluasan dari pesan rasional. Pesan rasional penekananya ada pada penjelasan tugas dan kaitannya dengan perspektif organisasi. Sedangkan pada pesan ideologi sebaliknya mencari sokongan dan antusias dari anggota organisasi guna memperkuat loyalitas, moral dan motivasi.
4. Informasi
Pesan informasi dimaksudkan untuk memperkenalkan bawahan dengan praktik-praktik organisasi, peraturan-peraturan organisasi, kebiasaan dan data lain yang tidak berhubungan dengan instruksi dan rasional.
5. Balikan
Balikan adalah pesan yang berisi informasi mengenai ketepatan individu dalam melakukan pekerjaan. Salah satu bentuk
sederhana dari balikan ini adalah apabila pimpinan tidak mengkritik pekerjaannya, berarti pekerjaanya sudah memuaskan.
b. Komunikasi keatas (Upward Communication) atau komunikasi guru dan karyawan kepada kepala sekolah
Adalah arus komunikasi yang bergerak dari bawah keatas. Pesan yang disampaikan antara lain laporan pelaksanaan pekerjaan, keluhan karyawan, sikap dan perasaan karyawan tentang beberapa hal, pengembangan prosedur dan teknik, informasi tentang produksi dan hasil yang dicapai, dll. Jika arus informasi keatas tidak lancar maka manajemen tingkat atas atau pimpinan kurang mengetahui dan menyadari secara tepat keadaan organisasi pada umumnya.
Alasan pentingnya Komunikasi dari bawah ke pimpinan antara lain, Pertama pimpinan mendapatkan informasi yang di perlukan untuk menilai berbagai kekurangan, sebagai bahan pengambilan keputusan dan mungkin untuk memperbaiki komunikasi kebawah, terutama melalui beberapa jenis balikan. Balikan ini perlu untuk menentukan apakah pegawai-pegawai telah menerima atau mengerti pesan-pesan yang di sampaikan kepada mereka. Kedua, tanpa mekanisme komunikasi keatas melalui mana pegawai yang lebih rendah dapat mengajukan pertanyaan, menyatakan pendapat atau usul, menyatakan rasa tidak puas, menyatakan keluhan atau mengajukan saran-saran mengenai kebijakan yang telah di tetapkan.
Metode komunikasi kebawah dapat dilakukan antara lain :
a. Ketersediaan
Metode-metode yang sudah tersedia dalam suatu organisasi lebih cenderung untuk digunakan. Bila diperlukan dapat ditambah dengan metode lain untuk menjadikan lebih efektif. Dalam hal ini penggunaan metode komunikasi cenderung menggunakan sarana-sarana yang telah tersedia dalam organisasi. Misalnya dalam menyampaikan informasi dari pimpinan dengan menggunakan memo, atau surat perintah dll.
b. Biaya
Pertimbangan biaya yang paling murah akan cenderung dipilih untuk menyebarluaskan informasi yang bersifat rutin dan tidak mendesak. Tetapi bila informasi yang akan dikomunikasikan tidak bersifat rutin dan mendesak maka soal biaya tidak begitu dipertimbangkan agar informasi cepat sampai. Dalam penyampaian informasi keseluruh komponen organisasi pemilihan biaya yang paling murah harus dipertimbangkan organisasi agar penggunaan biaya tidak mengganggu jalannya organisasi dan penyampaian informasi dapat lebih efektif.
c. Dampak
Metode yang memberikan dampak atau kesan yang lebih besar akan sering dipilih atau digunakan daripada metode yang sedang atau kurang dampaknya. Dalam penggunaan metode ini akan dipilih metode yang dapat memberikan kesan yang berarti kepada penerima pesan akan lebih sering digunakan karena hal tersebut akan lebih mempercepat pemahaman dari penyampaian informasi yang disampaikan
d. Relevansi
Metode yang relevan dengan tujuan yang akan dicapai paling sering dipilih. Penggunaan metode komunikasi kebawah harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dari penyampaian informasi tersebut. Misalnya untuk memberikan informasi yang pendek mungkin lebih tepat digunakan metode lisan yang diikuti dengan penggunaan memo. Tetapi jika tujuan untuk memberikan informasi yang kompleks dan rinci maka lebih tepat menggunakan metode laporan secara tertulis.
e. Respon
Pemilihan metode juga dipengaruhi oleh apakah respon terhadap informasi itu diinginkan atau diperlukan. Bila diinginkan maka metode lisan secara tatapmuka lebih efektif dalam bentuk interpersonal maupun rapat. Dalam hal ini adalah efek yang terjadi setelah informasi tersebut disampaikan kepada bawahan, apakah respon dari bawahan bagus atau tidak, maka hal tersebut harus selalu dipertimbangkan oleh pimpinan supaya tika memberikan dampak yang buruk bagi organisasi.
f. Skill
Metode yang paling cocok digunakan adalah metode yang paling sesuai dengan skill si penerima dan si pengirim. Bila si penerima mempunyai latar belakang pendidikan yang kurang, maka metode tulisan yang bersifat kompleks kurang tepat digunakan. Penggunaan metode penyampaian informasi harus memperhatikan kemampuan dari si penerima informasi, agar dapat dicapai efektifitas penyampaian informasi karena kemampuan menerima informasi dari setiap orang berbeda.
Selanjutnya mana metode yang paling efektif dan paling sering digunakan oleh pimpinan adalah penggunaan saluran kombinasi cenderung memberikan hasil yang terbaik. Dengan kata lain, untuk menyampaikan informasi kepada para pegawai dengan tepat. Kombiasi saluran tulisan dan lisan memberikan hasil terbaik. Mengirimkan pesan menggunakan lebih dari satu saluran terasa berlebihan tetapi hal ini ternyata dapat memastikan bahwa pesan tersebut akan selalu diingat oleh bawahan.
Komunikasi keatas mempunyai beberapa fungsi atau nilai tertentu sebagai berikut:
a. Dengan adanya komunikasi keatas pimpinan dapat mengetahui kapan bawahannya siap untuk diberi informasi dari mereka dan bagaimana baiknya pimpinan menerima apa yang disampaikan karyawan.
b. Arus komunikasi keatas memberikan informasi yang berharga bagi pembuatan keputusan.
c. Komunikasi keatas memperkuat apresiasi dan loyalitas bawahan terhadap organisasi dengan jalan memberikan kesempatan untuk menanyakan pertanyaan mengajukan ide-ide dan saran-saran tentang jalannya organisasi.
d. Komunikasi keatas membolehkan, bahkan mendorong desas-desus muncul dan membiarkan pimpinan mengetahuinya.
e. Komunikasi keatas menjadikan pimpinan dapat menentukan apakah bawahan menangkap arti seperti yang dia maksudkan dari arus informasi yang ke bawah.
f. Komunikasi keatas membantu bawahan mengatasi masalah-masalah pekerjaan mereka dan memperkuat keterlibatan mereka dalam tugas-tugasnya dan organisasi.
c. Komunikasi Horisontal (Horizontal Comunication)
Apabila terjadi komunikasi diantara anggota kelompok kerja yang sama, diantara kelompok kerja pada tingkat yang sama, diantara manajer pada tingkat yang sama atau antara bagian atau departemen pada tingkat yang sama, atau antara pegawai-pegawai apa saja yang secara horizontal sama dalam hierarki organisasi, maka komunikasi tersebut adalah komunikasi horizontal. Komunikasi horizontal ini sangat inten dilakukan antar bagian yang memiliki tingkat sekuensi kerja yang tinggi, yang
dimaksudkan untuk menghemat waktu dan memudahkan melakukan koordinasi yang dapat berlangsung secara formal (hubungan-hubungan kerja dalam pembagian struktur kerja diatur secara formal atau secara informal) untuk mempercepat tindakan.
Komunikasi horizontal mempunyai tujuan tertentu diantaranya sebagai berikut :
a. Mengkoordinasikan tugas-tugas. Bagian-bagian tertentu yang sama jenjangnya dalam organisasi kadang-kadang perlu mengadakan rapat atau pertemuan untuk mendiskusikan hala-hal yang memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan organisasi.
b. Saling membagi informasi untuk perencanaan dan aktivitas-aktivitas.
c. Memecahkan masalah yang timbul diantara orang-orang yang berada dalam tingkat yang sama.
d. Menjamin pemahaman yang sama. Bila perubahan dalam suatu organisasi diusulkan maka perlu ada pemahaman yang sama dari semua komponen yang ada dalam organisasi.
e. Mengembangkan sokongan interpersonal. Karena sebagian besar dari waktu kerja adalah berinteraksi dengan teman untuk memperoleh sokongan hubungan interpersonal dari temannya.
Di sekolah memang tidak banyak personel kalau di pandang dari personel dewasa, yaitu guru dan pegawai non guru. Namun jika siswa di pandang sebagai pesonel sekolah maka jumlahnya akan menjadi besar.
Oleh karena itu komunikasi intern yang baik antar berbagai personel tersebut harus di kembangkan sedemikian rupa untuk mencapai hasil optimal. Kurangnya komunikasi akan mengakibatkan kurangnya hasil yang diwujudkan, bahkan kegagalan pencapaian tujuan. Kepala sekolah mempunyai kewajiban untuk membina komunikasi intern dengan sebaik-baiknya agar para guru dan karyawan lainya mampu bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan dan kinerjanya.

Variasidan Jenis Morfem;>>>> Baca

Pentingnya pendaftran Tanah;>>>> Baca

Riset dalam Dunia Pendidikan;>>>> Baca

STRATEGI PENGAJARAN MEMBACA DAN MENULIS BAGI PEMBELAJAR PEMULA;>>>> Baca

Sepuluh Harus dan Sepuluh Jangan Dilakukan Bagi Pelamar Kerja Saat Wawancara;>>>>>>>>> Baca