Pengajaran Remedial untuk Siswa yang Mengalami Kesulitan dalam Pembelajaran

Pengajaran Remedial untuk Siswa yang Mengalami Kesulitan dalam Pembelajaran

Dalam keseluruhan proses pendidikan disekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok, ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung bagaimana proses yang dialami oleh siswa.

Menurut para ahli belajar mempunyai beberapa arti yaitu :

1. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

2. Menurut Gagne belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai
akibat dari pengalaman.

3. Menurut Morris L Bigge belajar ialah perubahan yang menetapkan dalam kehidupan seseorang yang tidak diwariskan secara grafis.

4. Sedangkan menurut Marle J Moskowitz dan Arthur R Orgel belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil langsung dari pengalaman dan bukan akibat dari hubungan dalam system syaraf yang di bawa sejak lahir.

Dari definisi diatas belajar adalah terjadi perubahan dari diri orang yang belajar karena pengalaman. Belajar merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat berbagai unsur yang sering terkait sehingga menghasilkan perubahan tingkah laku. Menurut Gagne dikutip Unsurunsur dari belajar antara lain :

a. Pembelajaran berupa peserta didik, pembelajaran warga belajar dan peserta pelatihan,

b. Rangsangan yaitu peristiwa yang merangsang penginderaan pembelajaran,
c. Memori berisi berbagai kemampuan yang berupa pengetahuan keterampilan dan sikap yang dihasilkan dari aktivitas belajar sebelumnya,

d. Respon adalah tindakan yang dihasilkan dari aktivitas memori.

Aktivitas belajar akan terjadi pada diri siswa apabila terdapat interaksi secara sadar situasi stimulus dengan isi memori sebagai perilakunya berubah dari waktu sebelumnya dan setelah adanya situasi stimulus. Mengenai ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar sebagai berikut :

1. Perubahan yang terjadi secara sadar.
Individu yang belajar akan menyadari dan merasakan adanya perubahan dalam dirinya,

2. Perubahan dalam belajar bersifat kontinyu dan fungsional.
Sebagai hasil belajar perubahan yang terjadi dalam diri individu berlangsung terus menerus dan tidak statis. Satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan dan berguna bagi proses belajar berikutnya,

3. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan negatif.
Dalam belajar perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan bertujuan untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Perubahan bersifat aktif artinya perubahan itu terjadi dengan sendirinya melainkan karena usaha individu sendiri,

4. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara.
Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanen. Ini berarti bahwa tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap,

5. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah.
Perubahan tingkah laku itu terjadi karena tujuan yang akan dicapai. Perbuatan belajar terarah kepada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari,

6. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Perubahan yang diperoleh individu setelah melalui suatu proses belajar, meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku baik dalam sikap kebiasaan, keterampilan, pengetahuan dan sebagainya. Dengan memperhatikan ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam belajar berarti belajar menyangkut proses belajar dan hasil belajar. Hasil dari belajar sangat terkait dengan prestasi belajar pada individu. Hasil belajar merupakan cerminan pencapaian prestasi individu dalam proses belajar dan pembelajaran. Secara umum prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

1. Faktor internal
Yang termasuk faktor internal adalah :
a. Faktor jasmaniah (fisiologis), misalnya : penglihatan, pendengaran, struktur tubuh dan sebagainya.

b. Faktor Psikologis, terdiri atas:
1) Faktor intelektif yang meliputi faktor potensial yaitu kecerdasan dan bakat dan faktor kecakapan yaitu prestasi yang telah dimiliki.
2) Faktor non intelektif, yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi emosi dan penyesuaian diri.

c. Faktor kematangan fisik dan psikis.
2. Faktor eksternal yang meliputi faktor sosial, budaya, lingkungan fisik dan lingkungan fisik dan lingkungan spiritual atau keagamaan.
Faktor-faktor tersebut diatas saling berinteraksi secara langsung ataupun tidak langsung pada diri individu untuk mencapai prestasi belajar.

Pembelajaran

Sesuai dengan pengertian belajar secara umum, bahwa belajar merupakan suatu kegiatan yang mengakibatkan terjadi perubahan tingkah laku, maka pengertian pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik.

Arti khusus pembelajaran dapat didefinisikan sebagai berikut :

1. Behavioristik
Pembelajaran adalah usaha guru membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan (stimulus). Agar terjadi hubungan stimulus dan respon (tingkah laku yang diinginkan) perlu latihan, dan setiap yang berhasil harus diberi hadiah dan atau reinforcement (penguatan)

2. Kognitif
Pembelajaran adalah cara guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir agar dapat mengenal dan memahami apa yang sedang dipelajari. Ini sesuai dengan pengertian belajar menurut aliran kognitif yang menekankan pada kemampuan kognisi (mengenal) pada individu yang belajar.

3. Gestalt
Pembelajaran menurut Gestalt adalah usah guru untuk memberikan materi pembelajaran sedemikian rupa, sehingga siswa lebih mudah mengorganisirnya (mengaturnya) menjadi suatu gestalt (pola bermakna).
Bantuan guru diperlukan untuk mengaktualkan potensi mengorganisir yang terdapat dalam diri siswa.

4. Humanistik
Belajar akan membawa perubahan bila orang yang belajar bebas menentukan bahan pelajaran dan cara yang dipakai untuk mempelajarinya. Dengan demikian pemelajaran adalah memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih bahan pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat dan kemampuannya tentu saja kebebasan yang dimaksud tidak keluar dari kerangka belajar. Dalam penelitian pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran dengan arti kognitif yaitu siswa diberi kesempatan berfikir dan memahami tentang apa yang diajarkan.

Ciriciri pembelajaran yang sesuai dengan ciri-ciri dari belajar yaitu :
1. Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncanakan secara sistematis.
2. Pembelajaran dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam belajar.
3. Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan menantang bagi siswa.
4. Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menarik.
5. Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa.
6. Pembelajaran dapat membuat siswa siap menerima pelajaran, baik secara fisik maupun psikologis.

Sedangkan pembelajaran mempunyai tujuan yaitu membantu siswa agar memperoleh berbagi pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa bertambah, baik kualitas maupun kuantitas. Tingkah laku yang dimaksud meliputi pengetahuan, keterampilan, dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa.

Kesulitan Belajar

Dalam proses belajar dan pembelajaran di sekolah, tidak sedikit factor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan yang dialami siswa untuk mencapai hasil yang diharapkan. Kegagalan yang dialami siswa dimungkinkan adanya berbagai faktor hambatan atau kesulitan belajar, gejala atau pertanda yang dapat dilihat karena adanya kesulitan belajar adalah :

1. Menunjukkan hasil belajar yang rendah yaitu nilai yang dicapai dibawah ratarata kelompok atas.
2. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan yaitu siswa sudah berusaha dengan giat tetapi nilai yang dicapai selalu rendah..
3. Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar yaitu selalu tertinggal dengan teman-teman dalam menyelesaikan tugas dengan waktu yang tersedia.
4. Menunjukkan tingkah laku yang berkelainan seperti suka membolos, datang terlambat dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah.
5. Menunjukkan gejala emosi yang tidak wajar seperti pemurung dan udah tersinggung.
Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu :
1. Faktor Intern yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri, meliputi :

a. Faktor Fisiologis seperti kurang sehat atau sakit, bisa juga karena cacat tubuh
b. Faktor Psikologis meliputi : Intelegensi, bakat, minat, motivasi dan factor kesehatan mental.

2. Faktor Ekstern yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa yaitu keluarga, sekolah,dan lingkungan
Dari faktor-faktor diatas bahwa kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses belajar yang ditandai hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Disamping gejala dan faktor diatas untuk menemukan siswa yang mengalami kesulitan dapat dilihat dari :

1. Tingkat pencapaian tujuan pendidikan
Tiap-tiap mata pelajaran mempunyai tujuan tertentu yang diharapkan dapat tercapai dalam waktu tertentu, siswa yang tidak dapat mencapai tujuan pengajaran mungkin tidak menguasai materi pembelajaran dengan baik dikatakan siswa itu mengalami kesulitan belajar.

2. Kedudukan dalam kelompok
Siswa dikatakan mengalami kesulitan belajar kalau mereka memperoleh prestasi yang memduduki urutan paling bawah dalam kelompoknya atau mereka yang mendapatkan nilai dibawah rata-rata kelompok baik secara keseluruhan maupun setiap mata pelajaran.

3. Perbandingan antara potensi dan prestasi
Siswa dikatakan kesulitan belajar jika dia tidak dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan potensi yang ada pada dirinya.

4. Tingkah laku
Siswa yang mengalami kesulitan belajar akan menunjukkan pola pola tingkah laku yang menyimpang seperti sikap acuh tak acuh, menentang, menyendiri, sering membolos, kurang motivasi dan sebagainya.

Identifikasi Kesulitan Belajar

Pada dasarnya siswa mengalami kesulitan belajar akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Oleh karena itu identifikasi kesulitan belajar merupakan langkah awal dalam serangkaian proses untuk menyembuhkan kesulitan belajar siswa dan meningkatkan prestasi belajar siswa

1. Teknik untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa

a. Observasi
Yaitu cara memperoleh data dengan langsung mengamati terhadap obyek, mencatat gejala-gejala yang tampak pada diri subyek, kemudian diseleksi untuk dipilih yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

b. Teknik Tes
Tes dalam penelitian ini merupakan salah satu teknik identifikasi kesulitan belajar yang dirancang, sehingga setiap soal mempunyai tujuan untuk mengukur penguasaan materi tertentu.

c. Dokumenter
Adalah dengan cara mengetahui sesuatu dengan melihat catatan-catatan, arsip-arsip, dokumen-dokumen yang berhubungan dengan orang yang diselidiki.

2. Prosedur identifikasi kesulitan belajar
Prosedur identifikasi kesulitan belajar adalah langkah-langkah untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa. Adapun langkah yang dilakukan adalah dengan cara :

a. Mengidentifikasi gejala-gejala kesulitan belajar yaitu:

1) Menunjukkan prestasi yang rendah/dibawah rata-rata yang dicapai oleh kelompok kelas.
2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan.
3) Lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar.
4) Menunjukkan sikap yang kurang wajar seperti : acuh tak acuh, berpura-pura dan lain-lain.
5) Menunjukkan tingkah laku yang berlainan.
b. Mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa yang meliputi :

1) Faktor Intern yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri, meliputi :
a) Faktor Fisiologis seperti kurang sehat atau sakit, bisa juga karena cacat tubuh
b) Faktor Psikologis meliputi : Intelegensi, bakat, minat, motivasi dan faktor kesehatan mental.

2) Faktor Ekstern yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa yaitu keluarga, sekolah dan lingkungan

c. Mengetahui kriteria kesulitan yang dialami oleh siswa :
1) Siswa tidak memahami konsep sehingga kurang terampil dalam mengerjakan soal.
2) Siswa tidak dapat menerapkan konsep dalam menyelesaikan soal,
3) Siswa kurang cermat dalam penggunaan konsep.

Pengajaran Remedial

Remedial artinya bersifat menyembuhkan atau membetulkan, atau membuat menjadi baik. Dalam pengajaran remedial yang disembuhkan, yang diperbaiki adalah keseluruhan proses belajar mengajar yang meliputi cara belajar, metode pengajaran, materi pengajaran, alat pengajaran dan lingkungan yang turut serta dalam mempengaruhi proses belajar mengajar.

Proses pengajaran remedial secara langsung ataupun tidak langsung juga menyembuhkan beberapa gangguan atau hambatan kepribadian yang berkaitan dengan kesulitan belajar. Sehingga remidial dapat diarahkan sebagai bentuk khusus pengajaran yang ditujukan untuk menyembuhkan atau memperbaiki sebagian atau keseluruhan kesulitan belajar siswa.

Tujuan dari pengajaran remedial yaitu agar setiap siswa dapat mencapai prestasi belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Remidial merupakan fungsi yang sangat penting dari keseluruhan proses belajar mengajar.

Fungsi dari pengajaran remedial adalah :
1. Fungsi Korektif
Melalui pengajaran remedial dapat diadakan pembetulan atau perbaikan
terhadap suatu yang di pandang masih belum tercapai apa yang diharapkan
dalam keseluruhan proses belajar mengajar.

2. Fungsi Pemahaman
Pengajaran remedial memungkinkan guru, siswa dan pihak-pihak lain dapat
memperoleh pemahaman yang lebih baik.

3. Fungsi Penyesuaian
Dapat membantu siswa untuk lebih dapat menyesuaikan dirinya terhadap tuntutan kegiatan belajar.

4. Fungsi pengayaan
Remedial dapat memperkaya proses belajar mengajar, materi yang tidak diperoleh dalam pengajaran reguler dapat diperoleh dalam pengajaran remidial.

5. Fungsi ekseterasi
Pengajaran ini dapat membantu mempercepat proses belajar baik dalam waktu maupun materi.

6. Fungsi terapeutik
Pengajaran dapat menyembuhkan atau memperbaiki kondisi–kondisi kepribadian siswa yang diperkirakan menunjukkan adanya penyimpangan. Pengajaran remedial ini dapat diterapkan sebagai salah satu cara untuk menanggulangi permasalahan kesulitan belajar.

Pengajaran remidial merupakan suatu bentuk khusus pengajaran yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar melalui suatu pendekatan dan teknik tertentu, hal ini dimaksudkan untuk membetulkan dan memperbaiki atau menyembuhkan sebagian atau keseluruhan (ketidaklengkapan) proses belajar mengajar, sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam keseluruhan proses belajar mengajar disekolah, pengajaran remedial memegang peranan penting terutama dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Pengajaran remidial merupakan pelengkap pengajaran secara keseluruhan karena beberapa hal dibawah ini :

1. Adanya perbedaan individu.

Prestasi belajar yang setingkat tidaklah selalu sama. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan sebagai berikut “setiap individu yang ada didalam sekolah bahkan ada didalam kelas mempunyai pengalaman yang berbeda, mempunyai persepsi belajar yang tidak sama, mempunyai kelebihan dan kekurangan yang bervariasai, mempunyai minat dan perhatian yang berbeda”.
Akibat perbedaan pengalaman individu siswa didalam kelasnya timbul beberapa perbedaan persepsi terhadap materi yang diberikan, sehingga akan mempengaruhi perbedaan prestasi belajar.

2. Guru mempunyai peranan dan tanggung jawab yang besar dalam proses perkembangan siswa. Disamping sebagai pengajar guru juga sebagai pembimbing.

3. Pengertian belajar yang lengkap mengandung arti bahwa dalam proses belajar siswa diharapkan mencapai perubahan tingkah laku secara keseluruhan dan utuh.

4. Pelaksanaan bimbingan disekolah perlu ditunjang oleh kegiatan belajar mengajar sebaik-baiknya

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s