Pelaksanaan KBM dengan Team Teaching

Team teaching adalah salah satu metode mengajar sebuah mata pelajaran yang dilakukan oleh lebih dari seorang guru. Pengajaran dengan menggunakan metode ini, dapat dilakukan oleh dua orang guru hingga lima orang guru. Jadi besar kecilnya team yang tergabung didalamnya disesuaikan dengan objek siswa yang akan diajar.
Atau dapat dikatakan bahwa, metode pembelajaran team teaching adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.

Quinn dan Kanter, mengartikan Team Teaching (tim mengajar) sebagai “Bekerja antara dua tim instruktur yang berkualitas, bersamasama, dalam membuat presentasi”
Sedangkan definisi Team Teaching menurut Ahmadi dan Prasetya,
bahwa Team Teaching (pengajaran beregu) adalah suatu pengajaran yang
dilaksanakan bersama oleh beberapa orang.Tim pengajar atau guru yang menyajikan bahan pelajaran dengan metode mengajar beregu ini menyajikan bahan pengajaran yang sama dalam waktu dan tujuan yang sama pula. Para guru tersebut bersama-sama mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil belajar siswa.
Pelaksanaan belajarnya dapat dilakukan secara bergilir dengan metode
ceramah atau bersama-sama dengan metode diskusi panel.
Maka melihat konsep mendasar dari team teaching, maka metode
ini dapat dilaksanakan pada semua jenjang pendidikan. Mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), SD, SMP, SMA, atau pada jenjang Perguruan Tinggi.

Motode ini mulai dikembangkan dengan dasar piker bahwa pengajaran
sebuah mata pelajaran dengan banyak guru akan lebih efektif
dibandingkan dengan seorang guru saja.
Demikian yang dipaparkan oleh Barbara Leigh Smith, bahwa team
teaching adalah sebuah upaya untuk lebih memberi kesempatan para anak
didik dalam mendapatkan perhatian yang cukup dari guru yang
mengajar.21 Dengan pengertian diatas, maka tujuan dari pelaksanaan team teaching adalah mengajar dengan lebih maksimal kepada anak didik. Hal ini sangat mungkin, karena pelaksanaan metode ini adalah dengan dua orang pengajar atau lebih.

1. Langkah Metode Team Teaching.

Metode Team Teaching adalah metode yang dapat digunakan
dalam pembelajaran berbagai mata pelajaran. Pendidikan Agama Islam
(PAI) adalah salah satu pelajaran yang baru-baru ini sudah mulai diajarkan dengan menggunakan metode team teaching. Penggunaan metode ini dalam pembelajaran PAI ini, bisa dijadikan sebagai alternatif untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar di kelas. Karena team teaching merupakan salah satu bentuk strategi pembelajaran yang melibatkan dua orang guru atau lebih dalam proses pembelajaran siswanya. Maka dengan pembagian peran dan tanggung jawab secara jelas dan seimbang didalamnya, metode team teaching diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi mitra team untuk saling bekerja sama dan saling melengkapi dalam mengelola proses pembelajaran. Sehingga setiap permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran dapat diatasi secara bersama-sama.

Menurut pendapat Burden&Byrd:
There are several advantage of Team Teaching: (1) Group can help
complement the talent of each team member. each person has strengths
weakness and ideal coming from others in group may help cover a
weakness from an individual member.
(2) Team teaching can enhanceclassroom management. Finally team can help establish colleality among teacher, which provide support and encouragement for all team members

Jadi menurut Burden&Byrd, ada beberapa keuntungan dari metode
Team Teaching ini, yaitu: (1) Kelompok dapat saling melengkapi bakat
atau keahlian dari tiap anggota tim. Karena setiap manusia memiliki
kekurangan dan kelebihan. Maka idealnya, satu anggota yang lain dalam
sebuah tim dalam melengkapi kelemahan dari seorang individu lainnya.
(2) Team Teaching dapat meningkatkan manajemen/ pengaturan ruang
kelas. Pada akhirnya, suatu kelompok dapat menjaga “colleality” diantara para guru dengan senantiasa memberikan dukungan dan “ encouragement”
setiap anggota kelompok lainnya (guru).
Keuntungan lain yang diberikan oleh metode Team Teaching ini
adalah peningkatan kerjasama antar guru yang berdampak terhadap
keefektifan kerjasama.23 Yang dalam tugasnya nanti, sebuah kelompok
guru akan menjadi semakin solid dan menyatu, dalam melakukan proses
mengajar terhadap siswa.
Sejauh ini team teaching dapat dikatakan berhasil dalam
mengupayakan sebuah pembelajaran yang efektif terhadap para siswa.
Dengan team teaching terbangun budaya kemitraan yang positif diantara
guru sehingga terjalin kerja sama (kolaborasi) dalam meningkatkan proses
pembelajaran yang lebih baik. Team-teaching juga dapat lebih
mematangkan kegiatan perencanaan dan persiapan mengajar. Dua orang
guru atau lebih bisa saling berdiskusi untuk menyusun perencanaan
pembelajaran, sehingga dapat mengantisipasi berbagai kendala dalam
pelaksanaan pembelajaran.
Team-teaching juga dapat menjamin pengawasan pembelajaran
secara lebih efektif. Dengan melibatkan lebih dari satu orang guru di
dalam satu kelas, maka masing-masing siswa bisa mendapatkan perhatian
yang cukup dalam memahami pelajaran yang diberikan. Hal ini membuat
guru semakin peka terhadap situasi-situasi faktual di kelas. Dengan
motode team-teaching ini, dapat menjalin komunikasi yang intensif antar guru. Apabila team-teaching ini terdiri guru senior dan pemula, maka guru yang berpengalaman (senior) dapat membagi pengalamannya kepada guru pemula dan masing-masing juga saling melengkapi kekurangannya.
Sehingga team-teaching ini secara tidak langsung bisa menjadi sarana
pelatihan dan bimbingan bagi guru pemula yang baru dalam menjalankan
tugasnya.
Sementara itu menurut Wardani, ada beberapa alasan mengapa kita
membutuhkan implementasi atau pelaksanaan Team teaching pada setiap
tingkatan dan jenjang pendidikan di Indonesia. Antara lain adalah sebagai berikut:

a. Team Teaching memberikan keuntungan bagi para guru mengenai
bagaimana agar mereka mampu untuk mengubah teknik pengajaran
sehingga para guru dapat meningkatkan teknik mengajarnya.
b. Team Teaching sesuai dengan perubahan pendidikan dunia yang
membutuhkan kerjasama atau kolaborasi antar guru.
c. Team Teaching adalah salah satu bentuk pelatihan yang memberikan
kesempatan bagi para guru pemula untuk belerja-sama secara
bekelompok dengan guru yang berpengalaman.
Untuk mendapatkan hasil yang baik dari implementasi metode
team teaching dalam pembelajaran PAI ini, maka ada beberapa langkah
yang harus dikonkretkan bagi guru yang tergabung didalam regu mengajar tersebut. Langkah langkah ini dimulai dari menyusun perencanaan pembelajaran secara bersama, sehingga setiap guru yang tergabung dalam team teaching memahami tentang apa-apa yang tercantum dalam isi perencanaan itu dan sistem evaluasi yang akan dilakukan. Menyusun metode pembelajaran secara bersama, sehingga diharapkan setiap anggota tim mengetahui alur proses pembelajaran dan mengetahui tujuan serta arah pembelajaran. Membedah dan mendiskusikan materi dan isi pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa, agar setiap anggota tim dapat saling melengkapi kekurangan pengetahuan yang ada pada diri masing-masing.

Selain itu juga, anggota tim dapat memprediksi berbagai kemungkinan
kesulitan siswa. Dan langkah yang terakhir adalah membagi peran dan
tanggung jawab masing-masing anggota tim, agar dalam proses
pembelajaran di dalam kelas, masing-masing mengetahui peran dan
tugasnya dan dapat saling membantu dalam melaksanakan pembelajaran.
Dan apabila telah selesai dalam melaksanakan pembelajaran, semua
anggota tim dapat duduk bersama untuk mengevaluasi pelaksanaan
pembelajaran, sehingga dapat merumuskan perbaikan-perbaikan untuk
pembelajaran berikutnya.

2. Jenis-jenis Motode Team Teaching

Secara garis besar, metode team teaching terbagi menjadi dua,
yaitu semi team teaching dan team teaching penuh. Semi Team Teaching : yaitu sejumlah guru mengajar mata pelajaran yang sama di kelas yang berbeda. Perencanaan
materi dan metode disepakati dan dirumuskan secara bersama. Atau satu
mata pelajaran yang disajikan oleh sejumlah guru secara bergantian
dengan pembagian tugas, materi dan evaluasi oleh guru masing-masing.
Atau dengan model yang ketiga, yaitu satu mata pelajaran disajikan oleh sejumlah guru dengan mendesain siswa secara berkelompok.25
Jenis yang kedua adalah team teaching penuh, yaitu satu tim
pengajar yang terdiri dari dua orang guru atau lebih, didalam waktu dan kelas yang sama, dan dengan pembelajaran mata pelajaran / materi
tertentu. Dalam jenis team teaching penuh ini, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara bersama dan sepakat.

Dalam jenis team teaching penuh ini, pelaksanaan tugas dan
pencapaian tujuan dilakukan secara bersama-sama. Yaitu mulai
dariperencanaan, pelaksanaan, sampai kepada evaluasi terhadap apa yang telah dilaksanakan.

Karin Goetz dalam jurnalnya Perspectives on Team Teaching
membagi jenis team teaching sebagai berikut:

a. “Supported Instruction”, adalah sebuah bentuk team teaching dimana
salah seorang guru menyampaikan materi ajar dan satu guru lainnya
melakukan kegiatan tindak lanjut dari materi yang telah disampaikan
rekan satu timnya tadi.
b. “Parallel Instruction”, adalah sebuah bentuk team teaching yang
pelaksanaannya siswa dibagi menjadi dua kelompok dan masingmasing
guru dalam kelas tersebut bertanggungjawab untuk mengajar
masing-masing kelompok.
c. “Differencaiated Split Class”, adalah team teaching yang
pelaksanaannya dengan cara membagi siswa ke dalam dua kelompok
berdasarkan tingkat ketercapaiannya. Salah satu guru melakukan
pengajaran remedial kepada siswa yang tingkat pencapaian
kompetensinya kurang (tidak mencapai KKM) sedang guru yang lain
melakukan pengayaan kapada mereka yang telah mencapai dan/atau
yang telah melampaui tingkat ketercapaian kompetensinya (mencapai
atau melebihi KKM).

d. The “Monitoring Teacher”, adalah model lain dari team teaching.
Model ini dilaksanakan dengan cara salah satu guru dipastikan
melakukan peran sebagai pengajar yang memberikan pembelajaran di
kelas, sedangkan yang lainnya berkeliling kelas memonitor perilaku
dan kemajuan siswa.
Di dalam satu jam pelajaran team teaching dapat diterapkan lebih
dari satu model yang berbeda dari model-model team teaching yang telah disebutkan di atas tadi.
Dari penjelasan mengenai team teaching dan model-modelnya
tersebut di atas guru dapat memilih model mana yang dapat dianut
dipersilahkan saja berunding dengan teman satu teamnya kemudian
dirancang bagaiman pembelajaran di kelas sesuai dengan kondisi dan
matapelajaran yang diampunya. Dengan demikian maka team teaching
yang berhasil guna dan berdaya guna akan terwujud tidak hanya sekedar
untuk memenuhi beban tatap muka guru sehingga kurang ada manfaatnya.
Lebih lanjut Wardani mengatakan, bahwa didalam Team Teaching
terdapat dua variasi (jenis). Yang pertama, dua atau lebih guru
merencanakan bersama, tetapi mengajar secara individu, jenis yang
pertama ini dinamakan joint planning. Yang kedua adalah satu kelompok
guru yang terdiri dari dua atau lebih guru, yang mengajar pada jam dan kelas yang sama. jenis yang kedua ini dinamakan full team teaching, Yang terpenting disini adalah guru yang tergabung dalam team harus bekerja bersama-sama untuk menetukan tujuan pembelajaran,
mendisain silabus, menyiapkan RPP beserta skenario pembelajarannya,
bagaimana mengelola kelas bersama-sama, dan mengevaluasi hasil belajar siswa secara bersama-sama pula. Mereka bertukar pikiran dan berbagi pengalaman, berdiskusi, dan bahkan memberikan tantangan kepada siswa agar dapat menentukan pendekatan yang mana yang cocok dalam melakukan proses pembelajaran pada materi-materi yang disepakati dan sesuai dengan tuntutan Standar Isi. Intinya sebuah team teaching harus bersedia berkomunikasi dan bekerjasama di dalam maupun di luar kelas.

Jangan sampai pada saat pembelajaran berlangsung terjadi hal-hal yang
bertentangan yang menyebabkan dampak negatif kepada para siswa.
Untuk menuju kepada team teaching yang solid dan sukses tentunya team
tersebut harus banyak latihan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melakukan team teaching di dalam kelas.
Jadi untuk melaksanakan team teaching para guru dituntut untuk
mempunyai waktu ekstra dalam sinkronisasi pemikiran, pendapat dan ideide cemerlang agar dalam menghadapi kelas mereka adalah satu kesatuan yang kompak dan solid, dan ini perlu pembiasaan serta kedisiplinan yang tinggi. Sebab apabila salah satu anggota team tidak disiplin dan tidak mau

Bahan Pustaka
Ahmadi, A. dan Prasetya, Strategi Belajar Mengajar, Bandung, CV. Pustaka Mulia,

Burden, P. R & Byrd, D. M, 2000, Methods For Effective Teaching (2nd Ed.), Massachusetts: Allyn and Bacon,

Wardani, IGAK. 2001, Team Teaching. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Karin Goetz, Perspectives on Team Teaching, Volume 1, Number 4, 2000,

Keith W Pricards & R. Mc Laren Sawyer, Handbook College: Theory and
Applications, Greenwood Press, ConnecticutLondon, 1994

Quinn, S. & Kanter, S., 1984, Team Teaching: An Alternative to Lecture Fatigue, Paper
in an abstract: Innovation Abstracts

Soewalni, S. (2007). Team Teaching. Makalah Program Pelatihan Applied Approach
2007 di Lembaga Pengembangan Pendidikan UNAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s