Penilaian dan Jenis-jenis Kinerja Organisasi

Penilaian dan Jenis-jenis Kinerja Organisasi

Seperti telah diketahui, bahwa organisai dapat selalu hidup dan
berkembang karena adanya manusia (human being) yang menggerakkannya.
Manusia inilah yang nantinya sebagai aktor dalam sebuah organisasi. Suatu organisasi , baik organisasi atau lembaga pemerintah maupun lembaga yang di namakan perusahaan atau yayasan semua di gerakkan oleh sekelompok orang
(group of humanbeing) yang berperan aktif sebagai pelaku (aktor) dalam
upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan.
Tercapainya tujuan organisasi hanya dimungkinnkan karena upaya
para pelaku yang terdapat pada organisasi lembaga tersebut. Dalam hal ini
sebenarnya terdapat hubugan yang erat antara kinerja perorangan dengan kinerja lembaga atau dengan kinerja perusahaan. Dengan perkataan lain bila kinerja anggota atau karyawan baik maka kemungkinan besar kinerja organisasi atau perusahaan akan baik pula.
Dalam pembahasan ini akan dikemukakan pengertian kinerja menurut
para ahli. Tapi sebelum membahas tentang pengertian kinerja, disini kita lihat
aktifitas atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini penting
sekali dikemuikakan sebelum kita membahas dan mendefinisikan lebih dalam tentang pengertian kinerja organisasi itu sendiri. Sebab segala aktifitas yang dilakukan manusia itu sendiri belum tentu bisa di katakana atau dikatagorikan sebagai pekerjaan.
Adapun yang dapat dikatakan sebagai pekerjaan adalah sebagai
berikut:
1. Bahwa aktifitas dilakukan karena adanya suatu dorongan tanggung jawab
2. Bahwa apa yang dilakukan tersebut di lakukan karena adanya unsure
kesengajaan, sesuatu yang direncanakan, karena adanya unsur
kesengajaan, sesuatu yang direncanakan, karena terkandung didalamnya
suatu gabungan antara rasio dan rasa.

3. Bahwa yang dilakukan itu, karena adanya seuatu arah dan tujuan yang luhur (Aim Goal) yang secara dinamis memberikan makna dari dirinya.
Bukan hanya sekedar kepuasan biologis statis. :32
Dari keterangan di atas, jelas bahwa tidak semua kegiatan atau
aktifitas bisa di katakan pekerjaan. Dan setiap pekerjaan yang di lakukan
manusia pasti ada yang di capainya, hal ini yang bisa di katakan dengan kinerja. Ada beberapa pendapat yang memberikan definisi tentang kinerja antara lain:

Istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual
performace, artinya prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang di capai oleh seseorang. Kata performance itu sendiri merupakan kata benda yang di mana salah satunya adalah sesuatu hasil yang dikerjakan
Adapun salah satu arti dari entries tersebut adalah:
1. Melakukan, menjalankan dan melaksanakan.
2. Memenuhi atau menjalankan kewajiban suatu nazar.
3. Melaksanakan atau menyempurnakan tanggung jawab.
4. Melakukan esuatu yang diharapkan oleh seseora.

Sedangkan Bernardian, John H dan Joyje E.A. Russel, 1993: 379 yang di
kutif oleh Sedarmayanti, kinerja di definisikan sebagai catatan mengenai outcame yang di hasilkan dari suatu aktifitas tertentu, selama kurun waktu tertentu pula.Pendapat lain menyatakan bahwa katakunci dari definisi kinerja adalah:

1. Hasil kerja pekerja.
2. Proses atau organisasi.
3. Terukti secara konkrit.
4. Dapat diukur.
5. Dapat di bandingkan dengan standar yang telah di tentukan.

Sedangkan menurut Anwar Prabu Mangku Negara kinerja atau prestasi
kerja mempunyai pengertian hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai di organisasi dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.35
Berdasarkan hal tersebut di atas maka arti performance atau kinerja adalah hasil kerja yang di capai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan sesuaidengan moral dan etika.

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja

Pengurus atau pegawai adalah ujung tombak bagi keberhasilan suatu
organisasi, karena itu mereka harus dapat melaksanakan tugas yang di
bebankan dengan baik dan diharapkan mereka bisa meningkatkan kinerjanya.
Kinerja organisasi akan meningkat apabila ada faktor yang mempengaruhi.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah
1. Faktor kemampuan.
2. Faktor motivasi.
Faktor kemampuan (ability) secara psikologis terdiri dari kemampuan
potensi(IQ) dan kemampuan reality (knowledge + skill). Artinya pegawai yang memiliki IQ di atas rata-rata (IQ 110-120), dengan pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan seharihari.
Maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang di harapkan. Oleh
karma itu, pengurus atau pegawai perlu di tempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan ke ahliannya (The right man in the right man on the right jo). Faktor motifasi, faktor ini terbentuk dari sikap (attitude) seorang pegawai dalam menghadapi situasi (situation) kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan diri pegawai yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi.
Sikap mental merupakan kondisi mental yang mendorong diri pegawai untuk berusaha mencapai prestasi kerja yang maksimal
Jadi dalam hal ini, semua anggota yang memiliki kemampuan , baik
potensi (IQ) maupun reality akan dapat lebih mudah mencapai kinerja seperti yang di harapkan oleh organisasi bila mereka di ntempatkan pada posisi yang yang sersuai engan keahlian, serta di dorong oleh motifasi yang timbul dari diri sendiri.

2. Jenis-jenis kinerja.

Kinerja suatu organisasi, baik yang bergerak di bidang yang beroerntasi mencari keuntungan, organisasi pemerintah atau organisasi pendidikan
semuanya tergantung kinerja dari peserta organisasi yang
bersangkutan.Meskipun setiap organisasi memiliki ragam tujuan yang berbeda di nilai berkinerja baik bila meraih keberhasilan. Dan hal ini disebabkan etos kerja dalam bentuk kinerjakaryawan sebagai pelaku organisasi yang baik.
Keberhasilan organisasi dengan ragam kinerja tergantung kepada kinerja para peserta organisasi yang bersangkutan. Unsur manusialah yang memegang peranan sangat penting dan menentukan keberhasilan mencapai tujuan organisasi.

Di dalam organisasi di kenal tiga jenis kinerja yakni:

a. Kinerja strategik

Kinerja strategik biasanya berkaitan dengan strategi dalam
penyesuaian terhadap ligkungannya dan kemampuan di mana suatu
organisasi berada. Biasanya kebijakan strategik di pegang oleh topmanajer karena menyangkut strategi menghadapi pihak luar, dan juga
kinerja strategik harus mampu membuat visi kedepan tentang kondisi
makro ekonomi negara yang berpengaruh pada kelangsungan organisasi.

b. Kinerja administratif

Kinerja administratif berkaitan dengan kinerja administrasi
organisasi. Termasuk didalmnya tentang struktur administratif yang
mengatur hubungan otoritas (wewenang) dan tanggung jawab dari orang
yang menduduki jabatan atau bekerja pada unit-unit kerja yang terdapat dalam organisasi. Disamping itu, kinerja administratif berkaitan dengan kinerja dari mekanisme aliran informasi antar unit kerja dalam organisai,agar tercapai sinkronisasi kerja antar unit kerja.
c. Kinerja operasional.
Kinerja operasional berkaitan dengan efektifitas penggunaan setiap
sumber daya yang digunakan organisasi.Kemampuan mencapai efektifitas
penggunaan sumberdaya (modal, bahan baku, teknologi dan lain-lain)
tergantung kepada sumberdaya manusia yang mengerjakan.

3. Penilaian kinerja

Penilaian kinerja adalah proses, dengannya organisasi mengevaluasi
pelaksanaan kerja individu. Dalam penilaian kinerja di nilai kontribusi karyawan kepada organisasi selama periode waktu tertentu. Umpan balik
kinerja (performance feedback) memungkinkan karyawan mengetahui
mengetahui seberapa baik mereka bekerja jika dibandingkan dengan standarsatandar organisasi. Apabila penilaian kinerja di lakukan secara benar, para karyawan, penyelia-penyelia, mereka departemen sumber daya manusia, dan akhirnyaorganisasi bakal di untungkan dengan pemastian bahwa upaya-upaya individu memberikan kontribusi kepada fokus strategi 0rganisi.
Didalam organisasi modern. Penilaian kinerja memberikan mekanisme
penting bagi manajemen untuk dibenarkan dalam menjelaskan tujuan-tujuan dan standar-standar kinerja dan motivasi kinerja individu di waktu berikutnya.
Penilain kinerja memberikan basis bagi keputusan-keputusan yang
mmpengaruhi promosi, pemberhentian, prehatian, transfer dan kondisikondisi kepegawai lainnya.
Suatu organisasi kemungkinan mengevaluasi atau menilai kinerja dalam
beberapa cara. Pada organisasi yang kecil evaluasi ini mugkin sifatnya formal.
Tapi dalam organisasi-organisasi yang besar, evaluasi penilaian
kinerjakemungkinan besar merupakan prosedur yang sistematik di mana
kinerja sesungguhnya dari semua karyawan manajerial, prefesioanal,teknis, di nilai secara formal.
Penilaian kinerja adalah tentang penilaian karyawan dan akuntabilitas.
Dalam dunia yang bersaing secara global, perusahaan atau organisasi
menuutut kinerja yang tinggi. Seiring dengan itu, karyawan-karyawan
membutuhkan umpan balik atas kinerja mereka sebagai sebagai pedoman
perilakunya di masa depan. Penialaian kinerja ada prinsipnya baik mencakup aspek kualitatif maupun kuantitatif dalam pelaksanaan pekerjaan. Penilaian kinerja merupakan salah satu fungsi mendasar personalia, kadang-kadang juga
di sebut telaah kinerj, penilaiaan karyawan, evaluasi kinerja, evaluasi karyawan atau penenti peringkat personalia. Semua istilah tersebut berkenaan dengan proses yang sama. Penilaian kinerja secara keseluruhan merupakan
proses yang berbeda dari evaluasi pekerjaan atau jobevaluation. Penilaian kinerja berkenaan dengan seberapa baik seseorang melakukan pekerjaan yang di tugaskan atau di berikan. Evaluasi pekerjaan menentukan seberapa tinggi harga sebuah sebuah pekerjaan bagi organisasi, Dan dengan demikian, pada kisaran berapa gaji sepatutnya di berikankepada pekerjaan trsebut.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja antara
lain:
1. Karakteristik evaluasi.
2. Diskripsi pekerjaan. Spesifikasi pekerjaan dan standar kinerja pekerjaan.
3. Tujuan-tujuan penilaian kinerja.
4. Sikap karyawan terhadap evaluasi.39

4. Tujuan-tujuan penilaian kinerja

Meskipun penyelia merupakan bagian yang integral dalam proses
penilaian kinerja, banyak penyelia yang mengeluh bahwa penilaian perilaku karyawan mereka adalah tugas yang paling sulit dan tidak menyenangkan
yang harus mereka laksanakan.
Terdapat beberapa tujuan penting dari program penilaian kinerja yang
tidak dapat dicapai oleh metode yang lain. Tujuan pokok sitem penilaian kinerja adalah menghasilkan informasi yang akurat dan sahih tentang perilaku dan kinerja anggota-anggota organisasi. Semakin akurat dan sahih informasi yang dihasilkan oleh sitem penilaian, semakin besar potensinya bagi organisasi, kendatipun semua organisasi sama-sama memiliki tujuan utama mendasar tersebut untuk sitem penilaian kinerja mereka. Terdapat variasi yang sangat besar dalam penggunaan khusus yang dibuat organisasi atas informasi yang dihasilkan oleh sitem penilaian mereka.
Tujuan khusus tersebut dapat di golongkan kepada dua bagian besar:
1. Evaluasi (evaluation).
2. Pengembangan (development).
Kedua tujuan yang dijelaskan di atas saling terkait satu dengan lainnya.
Tetapi memang ada secara tidak langsung berbeda dari segi orentasi waktu,
metode-metode, dan peran atas bawahan. Penilaian untuk kedua tujuan
tersebut haruslah di laksanakan dalam konteks program konseling,
perencanaan karir, penentu tujuan dan pemantuan kinerja yang berkelanjutan.
Dengan mengkombinasikan baik aspek evaluasi maupun aspek
pengembangan. Penilaian kinerja haruslah:
1. Menyediakan basis bagi keputusan-keputusan personalia termasuk
promosi, transfer, demosi atau pemberhentian.
2. Meningkatkan pendayagunaan sumber daya manusia melalui penempatan
pekerjaan yang lebih baik dan spesfikasi kebutuhan-kebutuhan pelatihan.

Bahan Pustaka
Anwar Prabu Mangku Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, 2005, hal
Henry Simamura, Manajeman Sumber Daya Manusia Edisi -2. (yogyakarta:YKPN 1995),
Sedarmayanti, Pengembangan Kepribadian Pegawai, (Bandung : CV Mandar Maju., 2004).
Suyadi Prawirosentono,Manajemen Sumberdaya Manusia Kebijakan Kinerja Karyawan,
(Yoyakarta: BPFE. 1999)
Toto Tasmara,etos kerja pribadi muslim, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1995), hal 27.
Umar Nimran, Perilaku Organisasi, 1997

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s