Proses Membaca

Bagian ini akan membahas membaca tentang proses membaca, mulai dari pengertian membaca, alasan orang membaca, dan kegiatan-kegiatan praktis agar orang bisa membaca text bacaan dengan mudah. Jika pada membaca permulaan, siswa lebih diarahkan pada kelancaran membaca pada membaca lanjut, siswa selain diarahkan pada kelancaran membaca, juga diarahkan pada pemahaman text. Dengan demikian pembelajaran membaca lanjut sangat penting bagi siswa agar siswa dapat memahami berbagai text dalam berbagai mata pelajaran pada khususnya, dan dalam mehami ilmu pengetahuan pada umumnya.

1. Definisi Membaca
Berbagai penafsiran terhadap istilah membaca. Sebagai langkah awal sebaiknya kita samakan persepsi kita. Buatlah definisi mneurut pendapat anda.
Penafsiran istilah membaca dapat dikelompokan seperti dibawah ini :
a. Mengerti, interprestasi, makna, nilai rasa
b. Decode, identifikasi, menguraikan
c. Artikulasi, berbicara, mengucapkan.

Jika Anda menafsirkan (b) berarti Anda ingin mengemukakan hal yang terpenting dalam membaca yakni jika kita tidak tahu arti kata dengan benar kita tidak dapat memahami bacaan. Jika anda menafsirkan (c) berarti Anda ingin menggambarkan pengalaman bahwa pengajaranmembaca digunakan kesempatan untuk mengajarkan lafal dan berbicara. Ini mungkin perlu bagi pemula dan guru tingkat awal. Sebelum membahas kelompok (a) akan sangat membantu jika dibuat daftar bacaan yang pernah anda baca, dan apa yang membuat anda tertarik.

2. Alasan Membaca

2.1. Membaca dengan cara yang berbeda dengan tujuan yang berbeda
Baca kembali daftar bacaan yang sudah dibuat! Mengapa teman anda membacanya ? Bandingkan dengan daftar teman anda. Anda akan menemukan alasan yang berbeda. Alasanalasan kita untuk membaca akan mempengaruhi cara membaca kita. Membaca buku telepon akan berbeda dengan membaca buku dokumen. Tujuan membaca seseorang tidak akan sama dengan tujuan orang lain dalam kegiatan membaca, karena jenis buku bacaan yang dibaca orang berbeda.

2.2. Alasan Autentik Membaca
Kembali ke daftar bacaan yang kita buat. Kita membaca karena ingin mendapatkan sesuatu (fakta, pendapat, hiburan atau bahkan perasaan) bukan sekedar karena tertarik carapengucapannya atau tatabahasanya.

2.3. Mengapa kita membaca bahasa asing ?
Ini akan bermasalah jika dalam daftar yang kita buat tidak ada bacaan asing. Berarti uraian ini hanya akan kita gunakan sebagai pengayaan. Jika pembelajar tidak memerlukan bahasa asing sebagai alat komunikasi berarti bahasa asing hanya untk dipelajari. Satu-satunya alasan adalah untuk belajar membaca. Bahasa asing ini akan eksis untuk pembelajar bahasa asing sebab mereka punya alasan yang autentik untuk membaca, seperti halnya kita membaca.

3. Memperoleh pesan dari teks
Yang kita bahas adalah membaca untuk mendapatkan informasi atau pesan dari teks. Yang penting bagaimana cara pembelajar menangkap pesan dari teks. Sehingga kita harus tahu apa yang dimaksud pesan.
4. Proses Komunikasi
Membaca teks berarti menangkap pesan yang disampaikan penulis dalam teks, sedapatnya mendekati maksud penulis dalam teks. Kesalahan-kesalahan dapat terjadi dalam proses ini

4.1. Apakah pesan pembaca pasif ?
Teks berisi penuh arti. Ini dilakukan penulis, pembaca bertugas membuka pikirannya dan membiarkan arti-arti terserap. Namun belum semua arti terserap. Arti semua bacaan dalam teks tetapi ini bukan jaminan bahwa pembaca akan memahami secara keseluruhan.

4.2. Apa yang menyebabkan teks itu sulit ?
Kesulitan itu mungkin disebabkan
a. Kode yang ada pada teks
b. Pengetahuan pembaca
c. Kompleksitas konsep yang dimaksud
d. Keterbatasan kosakata yang dimiliki atau mungkin kesan intelektual yang harus dibangun.

4.3. Asumsi Penerimaan
Proses komunikasi akan berlangsung dengan baik jika penulis dan pembaca : memiliki kode yang sama, kemampuan kosakata yang dimiliki tidak terlalu jauh, memiliki asumsi yang sama dalam bidang-bidang tertentu. Kesamaan asumsi akan mempermudah penerimaan pembaca.

4.4. Mengidentifikasi Presuppositions
(Perkiraan penulis terhadap yang diketahui pembaca) Presuppositions dapat juga berarti asumsi penulis yang mungkin diketahui pembaca sebelum membaca teks. Ketika menulis artikel penulis harus betul-betul mempertimbangkan hal-hal yang sementara ini diketahui da dirasakan pembaca.

4.5. Memahami keseluruhan
Kesamaan latar belakang antara penulis dan pembaca akan memudahkan komunikasi /menginterprestasi teks. Pembaca tidak banyak mengalami kesulitan. Yang mungkin terjadiadalah kesalahpahaman. Kadang-kadang pembaca mempunyai persepsi yang berlebihan atau bahkan kurang. Kesulitan memahami teks mungkin pula disebabkan asumsi yang keliru dari penulis. Alasan membaca adalah untuk mengerti ide orang lain. Jika antara pembaca dan penulistidak ada perbedaan maka aktivitas membaca seolah tak ada gunanya. Tetapi sebaliknya jika kita tidak mengerti sama sekali, membaca tidak berarti apa-apa. Membaca tidak harus mengerti keseluruhan ? tetapi kita paham apa yang tertulis dari buku yang kita baca

4.6. Keterlibatan pembaca secara aktif
Makna teks tidak hanya tersedia dalam teks tanpa harus diserap secara aktif. Pembaca harus bekerja keras untuk memahami makna yang tercetak. Meskipun benturan-benturan harus banyak dihadapi misalnya penggunaan bahasa kosakata. Pembaca yang baik harus sadar bahwa ia tidak mengerti. Kemudian berusaha memecahkan masalahnya dengan semangat dan semua kelengkapannya, sebagaimana yang dilakukan penulis.

Prinsip kooperatif dikembangkan.
Pembaca berasumsi :
a. Pembaca dan penulis menggunakan kode yang sama
b. Penulis mempnyai kesan
c. Penulis ingin pembacanya memahami pesan yang disampaikan.
Pembaca yang tidak baik kadang-kadang tidak mengerti bahwa ia tidak mengerti.

4.7. Membaca sebagai interaksi
Membaca tidak sekedar proses yang aktif, tetapi merupakan suatu interaksi. Interaksi dalam membaca agak berbeda dengan interaksi dalam berbicara. Ini yang membuat pembaca dan penulis agak sulit. Karena tidak memperoleh timbal balik, penulis tidak tahu baian teks yang mana yang menyebabkan salah pengertian. Dia harus menebak dimana masalah ditempatkan dan urutannya.

4.8. Membuat teks dapat dimengerti
Penulis lebih beruntung dibanding pembicara. Penulis punya waktu untuk membuat teks secara efektif. Pembaca juga mempunyai banyak waktu untuk menyelesaikannya. Pembaca dapat mengulangi kembali ke bagian yang sulit. Pembaca dapat membangun prasangka yang benar dan obyektif.
Model proses membaca mungin dapat dianalogkan dengan mengatur selembar mebel yang telah dirancang dengan sempurna lengkap dengan komponen-komponennya. Penulis dapat mengatur komponen-komponen itu misalnya dengan koherensi dan alat kohesif.

4.9. Prediksi
Perasaan dan pengalaman pembaca akan sangat membantu memprediksi apa yang akan dikatakan penulis selanjutnya. Jika kita terhenti karena ada kata yang tidak dimengerti penyusunan hipotesis akan dapat membantu.
Kita dapat menggunakan pengetahuan baru untuk mengembangkan prediksi berikutnya.Kita dapat melihat kembali bagian teks sebelumnya dan tetap menyimpan di pikiran serta mengrganisasikannya. Jika prediksi kita tepat, kita bisa melihat seberappa banyak kita dapat memprediksi. Ini membantu pula untuk menginterprestsi makna ungkapan yang tidak diketahui.

5. Teks dan Wacana
5.1. Signifikasi dan Nilai
Konsep nilai lebih mudah diilustrasikan melalui percakapan dan mungkin relevan untuk mempelajari teks tulis. Perhatikan ungkapan ini : (Apakah anda dingin ?)
Kita dapat membayangkan berbagai situasi dimana ungkapan ini dikatakan. Pada semua situasi ungkapan ini mempunyai arti sama, satu rasa. Pada keadaan lain mungkin artinya berbeda apa dan mengapa kita mengucapkannya.
Widdowson (1978) menggunakan istilah signifikasi untuk menerangkan arti umum untuksemua ungkapan dan value untuk menerangkan pentingnya ungkapan itu untuk pembicara / situasi tertentu.
Pembaca yang cakap tidak hanya mengerti yang dibaca tetapi juga nilainya. Contoh ungkapan : Udara panas naik

Akan mudah memperkirakan konteks ini dengan variasi nilai misalnya :
– Sebagai alasan
– Sebagai ilustrasi
– Sebagai penolakan
– Sebagai kesimpulan
– Sebagai satu dugaan
– Sebagai penjelasan

Untuk engerti teks memerlukan pengertian tentang nilai setiap ungkapan yang dibuat. Signifikasi dan value sebagaimana perbedaan kalimat lepas dan kalimat dalam penggunaan /konteks.
Pembaca harus meyakini bahwa memahami signifikasi dan value, tugas penulis melakukan
pekerjakaannya dengan baik sehingga menghasilkan teks yang baik.

5.2. Teks dan Bukan Teks
Teks merupakan inti proses membaca, sarana yang membawa pesan penulis kepada pembaca. Kita perlu mempelajari karakteristiknya.

Sebagai contoh :
I. Tidak ada kemungkinan berjalan lagi hari itu.
Angka pajak pendapatan untuk tahun 1984 sudah diumumkan. Apakah ciri-ciri tertentu ungulates ? Kamu yakin kalau kamu tidak memberitahu dia bagaiman ini terjadi ?

II. Seorang lelaki meletakkan beberapa parfum di laci.
James Brown lupa beberapa parfum
Seorang lelaki membelikan parfum untuk Ny. Brown

III. Seorang lelaki membeli parfum untuk Ny. Brown.
Seorang lelaki meletakkan parfum di laci.
James Brown lupa parfum

IV. Suatu hari, James Brown membeli parfum untuk istrinya. Akan tetapi dia meletakkan di
laci dan melupakannya
Dari contoh di atas kita dapat mengidentifikasi yang disebut teks dan bukan teks.

5.3. Koherensi dan Kohesi
Dari teks umum, kita bisa melihat koherensi antar kalimat dan menggunakan alat kohesiuntuk menentukan hubungan antar elemen.Sekilas kita lihat bagaimana koherensi dibuat oleh alat linguistik.
a. Gunakan kata ganti daripada mengulang kata
b. Gunakan “the” untuk hal yang sudah disebut
c. Kata-kata yang berlebihan disembunyikan
d. Hubungan diselipkan untuk menunjukkan bagaimanabagian dari teks saling berhubungan dan memberi indikasi nilai pada setiap bagian.
e. Pilihan kata memberi sumbangan pada koherensi kadang-kadang menggunakan “Variasi Elegant”.
Alat-alat kohesif ini dipakai untuk melihat koherensi teks. Secara tegas Widdowson berpendapat wacana memiliki koherensi sedang teks mempunyai kohesi.

5.4. Koherensi tanpa Kohesi
Koherensi tergantung pada nilai ungkapan yang membentuk wacana bukan pada pengguanaan alat kohesif. Konteks situasi sangat menentukan.
Koheren tanpa kohesi tidak begitu sering muncul dalam wacana tulis. Bagi pembaca mahir ketidakmunculan kohesi mungkin tidak menjadi masalah, tetapi bagi pembaca yang kurang baik tidak adanya kohesi bisa menganggap bacaan tersebut kelihatan tidak koheren. Koheren suatuteks tergantung pada banyak hal termasuk urutan kalimat, referensi, elipsis, hubungan leksikal, penanda wacana yang eksplisit (jadi, dan, akan tetapi, meskipun).

6. Membaca dan Makna
Pembaca memiliki penanda wacana eksplisit untuk mengetahui makna teks, selain itu juga perlu kemampuan lain misalnya kemampuan interprelatif, terutama untuk teks ilmu pengetahuan.Membaca merupakan proses pemindahan pesan. Penulis, pembaca, teks mempunyai sumbangan yang unik dalam komunikasi. Pembaca tidak dapat sekedar duduk dan mengharapkan menyerap arti tanpa usaha, kecuali jika hanya membatasi diri pada fiksi murahan atau bacaan yang sudah diketahui.
Pandangan tentang membaca sebagaimana dikemukakan sebelumnya berkenaan dengan arti,
khususnya dengan pemindahan arti / pesan. Yang menjadi perhatian kita adalah bagaimana mengembangkan kemampuan membaca siswa tingkat menengah.
Penutup :
Bahasan di atas menguraikan membaca dalam arti yang sebenarnya, mengapa kita
melakukannya dan bagaiman caranya. Tangung jawab kita adalah memberikan perhatian terhadap pengajaran membaca agar dapat munculkan pembaca-pembaca mahir.

1 Comment

  1. terimakasih Pak De atas ilmu yang sudah dibagikan.
    saya tertarik mendalami masalah penelitian tindak kelas, khususnya mengenai faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan peserta didik.Mohon dikirim teori tentang hal tersebut dan juga penelitian penelitian yang pernah dilakukan.terima kasih.Horas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s