Pandangan Bottom-up dan Top-down dalam Membaca

Pandangan Bottom-up dan Top-down dalam Membaca

Bottom-up dalam membaca pada dasarnya adalah menguraikan simbol tertulis ke dalam bahasa lisan, dengan arus bagan seperti ini:

Cetakan – perbedaan setiap kata – fonem dan grafem dicocokkan – memadukan – ucapan – arti. Pembentukan arti merupakan proses akhir bahasa itu diterjemahkan ke dalam simbol yang lain (tulisan – lisan). Pendekatan ini tetap bertahan karena penjelasannya yang logis bahwa untuk memahami bacaan harus mengenali huruf.
Pendekatan ini ditentang oleh ahli lain terutama bangsa Inggris dengan alasan bahwa : dalam ucapan tidak selalu sama dengan tulisan, proses merangkaikan setiap huruf akan memperlambat proses membaca sehingga dapat mengganggu pemahaman. Karena adanya kelemahan dalam pendekatan ini maka diusulkan pendekatan lain yang disebut top-down atau pendekatan psikolinguistik.

Cambourne memberikan skema top-down sebagai berikut:
Pengalaman masa lalu – aspek cetakan yang selektif makna – suara/pelafalan. Pendekatan ini lebih menekankan pada rekonstruksi dari pada menguraikan bentuk. Kunci proses ini adalah adanya interaksi antara pembaca (adanya pengalaman masa lalu) dengan teks, faktor psikologis dan linguistik juga perlu dipertimbangkan.

Pendekatan ini ada kelemahannya : tidak memikirkan pembaca pemula dan pembaca lanjut. Karena kelemahan ini maka Stanovich mengusulkan untuk memadkukan pendekatan bottom-up dan top-down yang disebut ‘interactive-compensatory’

1. Teori Skema dan Membaca
Pertama kali teori ini diusulkan oleh Barlett, dengan pandangan bahwa pengetahuan di kepala mengorganisir dan menghubungkan dan mengarahkan kearah proses pemahaman terhadap pengalaman baru yang ada dalam bacaan. Dengan pengetahuan yang ada ini membantu pembaca untuk menebak bagian berikutnya. Widdoson menginterprestasikan teori skema dengan perspektif linguistik. Ada dua tingkatan yakni sistematik (yang berkaitan dengan fenologi) dan skematik (latar belakang pengetahuan pembaca). Skema harus ada pada setiap pembaca agar mudah mengikuti bacaan dan dapat menggunakan skema tersebut.

2. Penelitian membaca dalam bahasa kedua
Aslanian (1985) menyatakan : pengetahuan skematik dapat membantu atau bahkan mengganggu pemahaman terhadap bacaan. Numan (1985) meneliti apakah hubungan tekstual dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan. Kaitan tekstual ini dibagi tiga yakni kaitan logis, referensial, leksikal. Stefensen (1981) persepsi penelitiannya : hubungan tekstual lintas kultural mungkin membantu atau membantu pemahaman pembaca. Walter (1982) dalam penelitiannya mengusulkan strategi menghadapi teks yang sulit, 1) membaca teks secara perlahan, 2) membaca kembali teks tersebut, 3) membuat ringkasan garis besar isi yang dibaca. Pembaca dengan strategi ini banyak mengingat poin umum. Ini dicobakan untuk pembaca yang baik.

3. Membaca dan Konteks Sosial
Konteks sosial akan menentukan dan motivasi membaca. Dalam konteks sosial yang maju, banyak media tulis maka anggota kelompok masyarakat tersebut akan termotivasi untuk membaca. Sebaliknya masyarakat yang terpencil, tanpa media tulis yang harus dibaca maka
anggota kelompok tersebut tidak termotivasi untuk membaca.

4. Jenis Teks Membaca
Bahasa ada untuk memenuhi fungsi tertentu dan fungsi ini yang akan menentukan struktur teks dan isi bacaan. Bermacam bacaan akan kita temui dalam konteks sosial. Skema kita perlukan untuk memahami dan memperoleh informasi baru dari teks tersebut.

5. Pelajaran Membaca
Peran guru dikelas akan banyak mempengaruhi minat dan kemauan siswa membaca. Peran itu dapat difokuskan ketrampilan membuat kesimpulan, pengembangan kelancaran membaca, kosakata, membaca ekstensif. Prinsip-prinsip yang mengacu pada pengajaran efektif: 1) Tujuan pengajaran digunakan untuk mengarahkan dan mengorganisir pelajaran, 20 Teori yang luas tentang membaca B2 3) Waktu dikelas untuk belajar, 4) Aktivitas di kelas untuk pengajaran bukan tes, 5) Struktur pengajaran jelas, 6) Variasi aktivitas membaca, 7) kesempatan umpan balik atas membaca siswa, 8) wacana yang nyata, 9) pengajaran berpusat pada siswa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s