Metode Penelitian yg Dapat Digunakan pada Penelitian Sastra

Metode Penelitian yg Dapat Digunakan pada Penelitian Sastra

1. Metode Kualitatif
Motode kualitatif memberikan perhatian kepada data alamiah yang
berada dalam hubungan konteks keberadaanya. Landasan berpikir metode
kualitatif adalah paradigma positivisme Max Weber, Immanuel kant, dan Wilhlem Dilthey . Objek sosial bukan gejala social sebagai bentuk substantif melainkan makna-makna yang terkandung di balik tindakan yang justru mendorong timbulnya gejala sosial tersebut. Dalam hubungan inilah metode kualitatif dianggap persis sama dengan metode pemahaman atau verstehen. Penelitian kualitatif mempertahankan nilai-nilai.
Dalam ilmu sosial, sumber datanya adalah masyarakat sedangkan data
penelitiannya adalah tindakan-tindakan. Dalam ilmu sastra, sumber datanya adalah karya sedangkan data penelitiannya teks.
Sejalan dengan uraian di atas, ciri-ciri terpenting metode kualitatif . Ciri-ciri yang dimaksud adalah:
1. memberikan perhatian utama pada makna dan pesan, sesuai dengan hakikat objek, yaitu sebagai studi kultural;
2. lebih mengutamakan proses dibandingkan dengan hasil penelitian
sehingga makna selalu berubah;
3. tidak ada jarak antara subjek peneliti dengan objek penelitian, subjek peneliti sebagai instrumen utama sehingga terjadi interaksi langsung di antaranya;
4. desain dan kerangka penelitian bersifat sementara sebab penelitian
bersifat terbuka;
5. penelitian bersifat alamiah, terjadi dalam konteks sosial budayanya
masing-masing.

2. Metode Deskriptif

Metode dskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status
sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sakarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat dekripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki.
Menurut Whitney metode dekriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian dskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tatacara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Dalam metode deskripsi peneliti bisa saja membandingkan fenomena-fenomena
tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif. Adakalanya peneliti
mengadakan klasifikasi serta penelitian terhadap fenomena-fenomena dengan menetapkan suatu standar atau suatu norma tertentu sehingga banyak ahli menamakan metode deskriptif ini dengan nama survei normatif (normative
survey). Dengan metode deskriptif ini juga diselidiki kedudukan (status)
fenomena atau faktor dan melihat hubungan antara satu faktor dengan faktor lain. Metode ini dinamakan juga studi status .

Metode deskriptif juga ingin mempelajari norma-norma atau standarstandar.
Dalam metode ini dapat diteliti masalah-masalah normatif bersamasama
dengan masalah status dan sekaligus membuat perbandinganperbandingan
antarfenomena. Perspektif waktu yang dijangkau dalam penelitian ini adalah waktu sekarang atau sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.

Mengurutkan kriteria pokok metode deskriptif adalah:

A. kriteria umum:
1. masalah yang dirumuskan harus patut, ada nilai ilmiah serta tidak terlalu luas
2. tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu umum
3. data yang digunakan harus fakta-fakta yang terpercaya dan bukan merupakan opini
4. standar yang digunakan untuk membuat perbandingan harus mempunyai validitas

5. harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan
6. hasil penelitian harus berisi secara detil yang digunakan baik dalam
mengumpulkan data maupun dalam menganalisis data serta studi
kepustakan yang dilakukan. Deduksi logis harus jelas hubungannya
dengan kerangka teoretis yang digunakan, jika kerangka teoretis untuk itu telah dikembangkan.

B. kriteria khusus
1. prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai
(value)
2. fakta-fakta ataupun prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai
masalah status.
3. sifat penelitian adalah ex post facto, karena itu tidak ada kontrol
terhadap variabel dan peneliti tidak mengadakan pengaturan atau
manipulasi terhadap variabel; variabel dilihat sebagaimana adanya.
Adapun langkah-langkah umum dalam metode deskrptif adalah:

1. memilih dan merumuskan masalah yang menghendaki konsepsi ada
kegunaan masalah tersebut serta dapat diselidiki dengan sumber yang ada
2. menentukan tujuan dari penelitian yang akan dikerjakan; tujuan ini
harus konsisten dengan rumusan dan definisi dari masalah
3. memberi limitasi dari area atau scope atau sejauh mana penelitian
deskriptif tersebut akan dilaksanakan; seberapa jauh wilayah penelitian akan dijangkau
4. merumuskan kerangka teori atau kerangka konseptual
5. menelusuri sumber-sumber kepustakaan yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan
6. merumuskan hipotesis-hipotesis yang ingin diuji, baik secara eksplisit maupun secara implisit
7. melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data; gunakan teknik
pengumpulan data yang cocok untuk penelitian
8. membuat tabulasi serta analisis (statistik); dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan
9. memberikan interpretasi dari hasil dalam hubungannya dengan kondisi
yang ingin diselidiki dan data yang diperoleh serta referensi khas terhadap masalah yang ingin dipecahkan
10. mengadakan generalisasi serta deduksi dari penemuan-penemuan serta hipotesis-hipotesis yang ingin diuji

Jenis-jenis penelitian deskriptif yang perlu dikenal sehubungan dengan praktik analisis terhadap karya sastra adalah:
1. metode survei: penyelidikan untuk memperoleh fakta-fakta dari
gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara
faktual; dikerjakan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap
hal-hal yang telah dikerjakan orang dalam menangani situasi atau
masalah yang serupa
2. metode deskriptif berkesinambungan: kerja meneliti secara deskriptif yang dilakukan secara terus menerus atas suatu objek penelitian;
penelitian dengan menggunakan metode ini bertujuan menjangkau informasi faktual yang mendetail
3. Studi kasus: penelitian tentang status subjek penelitian yang
berhubungan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan
personalitas; subjek penelitian dapat saja individu, kelompok, lembaga,
maupun masyarakat. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat serta
karakter-karakter yang khas dari kasus ataupun status dari individu
yang kemudian dari sifat-sifat khas di atas akan dijadikan suatu hal
yang bersifat umun
4. Studi komparatif: sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab akibat dengan jalan
menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. Dalam studi komparatif ini, sulit diketahui
faktor-faktor penyebab yang dijadikan dasar pembanding sebab
penelitian komparatif tidak mempunyai kontrol; metode yang
digunakan di dalamnya adalah ex post facto, yaitu data dikumpulkan
setelah semua kejadian yang dikumpulkan telah selesai berlangsung;

Peneliti dapat melihat akibat dari suatu fenomena dan menguji
hubungan sebab akibat dari data-data yang tersedia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s