Konsep Dan Kegiatan Manajemen Kelas

Konsep Dan Kegiatan Manajemen Kelas

Siapapun yang menjalankan usaha tentu telah melaksanakan serangkaian kegiatan merencanakan, melaksanakan dan menilai keberhasilan dan kegagalan usahanya. Disadari atau tidak, mereka telah menempuh proses manajemen. Akan tetapi, alangkah lebih baik apabila dalam praktek usahanya Mereka menerapkan pemahaman yang mendalam tentang ilmu manajemen, tentu usahanya akan lebih terarah dan lebih mudah mencapai tujuan. Ilmu manajemen apabila dipelajari secara komprehensif dan diterapkan secara konsisten memberikan arah yang jelas, langkah yang teratur dan keberhasilan dan kegagalan dapat mudah dievaluasi dengan benar, akurat dan lengkap sehingga dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi tindakan selanjutnya. Organisasi sekolah sebagai lembaga yang bukan saja besar secara fisik, tetapi juga mengemban misi yang besar dan mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. tentu saja memerlukan manajemen yang professional. Dalam proses belajar mengajar di kelas, sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran ada hal yang harus dilakukan oleh guru yaitu mengelola kelas. Mengelola kelas adalah kegiatan mengatur sejumlah sumber daya yang ada di kelas sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai secara efektif dan efisien.
Kegiatan pengaturan sumber daya yang dilakukan di dalam kelas mencakup unsur manusia dan non-manusia, kedua unsure tersebut memiliki kedudukan yang sama penting guna mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang dikehendaki. Unsur non-manusia mencakup keseluruhan unsur fisik kelas, ruangan dan seluruh fasilitas yang ada di kelas baik yang akan dipergunakan langsung dalam proses pembelajaran maupun yang tidak langsung. Unsur yang mendukung langsung seperti meja, kursi dan media pembelajaran yang akan digunakan, sedangkan yang tidak langsung seperti keadaan ruangan kelas, pentilasi dan unsur fisik lainnya. Unsur manusia, adalah sejumlah perilaku yang
mungkin muncul dan akses-akses yang memungkinkan terjadinya gangguan dari sikap dan perilaku siswa di dalam kelas. Kedua unsur tersebut menjadi perhatian utama guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Karena keberlangsungan kegiatan pembelajaran berhasil tidaknya akan sangat ditentukan oleh keteraturan dari kedua unsur tersebut. Pengaturannya harus disesuaikan dengan bahan dan tujuan yang akan dicapai dari kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Secara garis besar kondisi fisik kelas dan sosio-emosional siswa akan mempengaruhi jalannya kegiatan belajar siswa dan kegiatan mengajar guru. Untuk itu diperlukan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengatur kedua unsur tersebut, pemahaman yang dimaksudkan adalah guru harus mempelajari dan mendalami teori-teori dari kegiatan manajemen kelas yang dimaksudkan. Sedangkan keterampilan adalah kemampuan yang dapat dipraktekan oleh guru, untuk dapat memiliki keterampilan tersebut maka guru harus terus menerus mencoba dan mempraktekan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang dirasakannya serta mencari bentuk-bentuk baru sebagai bentuk inovasi dalam kegiatan manajemen kelas. Dalam modul kedua ini disajikan sejumlah konsep dan teori tentang manajemen kelas yang dapat dijadikan sebagai bahan acuan guru dalam mempelajari apa dan bagaimana manajemen kelas itu. Selanjutnya diharapkan guru dapat mempraktekannya secara langsung di dalam kelas sehingga dapat memahami secara jelas tentang manajemen kelas itu.
Setiap ahli memberi pandangan yang berbeda tentang batasan manajemen, karena itu tidak mudah memberi arti universal yang dapat diterima semua orang. Namun demikian dari pikiran-pikiran ahli tentang definisi manajemen kebanyakan menyatakan bahwa manajemen merupakan suatu proses tertentu yang menggunakan kemampuan atau keahlian untuk mencapai suatu tujuan yang di dalam pelaksanaannya dapat mengikuti alur keilmuan secara ilmiah dan dapat pula menonjolkan kekhasan atau gaya manajer dalam mendayagunakan kemampuan orang lain. Dengan demikian terdapat tiga fokus untuk mengartikan manajemen yaitu:
a) manajemen sebagai suatu kemampuan atau keahlian yang selanjutnya menjadi cikal bakal manajemen sebagai suatu profesi. Manajemen sebagai suatu ilmu menekankan perhatian pada keterampilan dan kemampuan manajerial yang diklasifikasikan menjadi kemampuan/keterampilan teknikal, manusiawi dan konseptual.
b) manajemen sebagai proses yaitu dengan menentukan langkah yang sistematis dan terpadu sebagai aktivitas manajemen.
c) manajemen sebagai seni tercermin dari perbedaan gaya (style) seseorang dalam menggunakan atau memberdayakan orang lain untuk mencapai tujuan.
Berikut ini merupakan definisi manajemen dari beberapa ahli yang mencerminkan ketiga fokus tersebut.
a) Encyclopedia of the social sciences (1957); management may be defined as the process by which the execution of a given purpose is put into operation and supervised.
b) Rue dan Byars (1996:9); management is a process that invalesguiding or directional group of people toward organizationl goals or objectivitas.
c) Hersey dan Blanchard (1988:144): merupakan suatu proses bagaimana pencapaian sasaran organisasi melalui kepemimpinan.
d) Stoner (1992:8) manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
e) Millet (1954); management in the process of directing and facilitating in the work of people organization in formal group to achiave a desired goal.
f) Balderton (1957) management is stimulating, and directing of human effort to utilize effectively materials and facilities to attain an objective.
g) Terry (1972); management is getting things done through the effort of other people.
h) Blanchard (2001:3); sebagai management as working with and through individuals and growth to accomplish organizational goals.
i) Sudjana (2000:77); manajemen merupakan rangkaian berbagai kegiatan wajar yang dilakukan seseorang berdasarkan norma-norma yang telah ditetapkan dan dalam pelaksanaannya memiliki hubungan dan saling keterkaitan dengan lainnya. Hal tersebut dilaksanakan oleh orang atau beberapa orang yang ada dalam organisasi dan diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
j) Manajemen sebagai suatu seni yang tercermin dalam pengertian yang dikemukakan American Society of mechanical Engineers; manajemen merupakan ilmu dan seni mengorganisasi dan memimpin usaha manusia, menerapkan pengawasan dan pengendalian tenaga serta memanfaatkan bahan alam bagi kebutuhan manusia. Management is the art and science of organizing and directing human effort applied to control the forses utilizes the materials of nature for the benefit of man.
Dengan demikian manajemen merupakan kemampuan dan keterampilan khusus yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama orang lain atau melalui orang lain dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara produktif, efektif dan efisien.
Manajemen atau pengelolaan diartikan proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan kelas diartikan secara umum sebagai sekelompok siswa yang ada pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Dalam arti sempit kelas menunjukan suatu ruangan (dibatasi 4 dinding) atau tempat dimana murid-murid belajar, tiap bangunan sekolah di bagi kedalam ruangan-ruangan bagunan yang menunjukan ruangan kelas. Dalam arti luas kelas dapat pula diartikan sebagai kegiatan pembelajaran yang diberikan oleh guru kepada murid-murid dalam sutau ruangan untuk sutau tingkat tertentu pada jam tertentu. Kelas yang dimaksudkan disini adalah mencakup kedua pengertian tersebut, yaitu hanya sebagai ruangan yang menunjukan tingkatan tertentu, akan tetapi juga menunjukan kegiatan pembelajaran yang berlangsung.
Dengan demikian, manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Atau dapat dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi/kondisi proses belajar mengajar dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan dapat tercapai.
Menurut Dirjen Dikdasmen yang menjadi tujuan manajemen kelas adalah :
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
4. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Tugas guru seperti mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini. Sekarang aktivitas guru yang terpenting adalah memanaj, mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran. Mengelola kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manjemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif. Manajemen Kelas adalah rentetan kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif, yaitu meliputi : tujuan pengajaran, pengaturan waktu, pengaturan ruangan dan peralatan, dan pengelompokan siswa dalam belajar. (Alam S : 1B) Pengelolaan kelas adalah segala kegiatan guru di kelas yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. (Raka Joni : 1) Pengelolaan kelas adalah berbagai jenis kegiatan yang senagaja dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. (M Entang : 1) Manajemen Kelas adalah kegiatan pengelolaan perilaku murid-murid, sehingga murid-murid dapat belajar, manajemen kelas adalah :
– Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalaui penggunaan disiplin (pendekatan otoriter)
– Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui intimidasi pendekatan intimidasi)
– Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa (pendekatan permisif)
– Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti petunjuk/resep yang telah disajikan (pendekatan buku masak)
– Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik (pendekatan instruksional)
– Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (pendekatan perubahan perilaku)
– Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (pendekatan penciptaan iklim sosio-emosional)
– Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif (pendekatan sistem sosial)
Pengelolan sekolah adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan sesuai dengan kemampuan.
Pengelolaan kelas yang mengharuskan guru melaksanakan berbagai tugas :
1. Perencanaan
2. Mengorganisir
3. Mengkoordinasi
4. Mengarahkan
5. Mengendalikan
6. Mengkomunikasikan
7. Merawat
8. Memupuk

Melibatkan penggunaan unsure variable tertentu
1. Waktu
2. ruang
3. Personel
4. bahan
5. Kewenangan + Tanggungjawab
6. Imbalan dan hukuman
Dalam berbagai konteks
1. Di luar sekolah
2. Di sekolah di luar kelas
3. Di kelas tanpa murid
4. Dengan murid peraturan tapi tanpa perintah
5. Dengan murid memupuk perkembangan pengendalian diri tanpa perintah
6. KBM di kelas
Dalam mewujudkan nilai-nilai tertentu
1. Pencapaian tujuan secara efektif
2. Efisiensi
3. Antara kelompok dan individu-individu
4. Antar peran
5. Antar kepribadian
6. Antar tujuan jangka pendek dan jangka panjang
Melalui pemecahan sejumlah ketegangan
1. Antar sekolah dengan kebudayaan
2. Antar pesan dan kepribadian
3. Antar kelompok dan individu
4. Antar peran
5. Antar kepribadian
6. Antar keadaan sekarang dan yang akan datang
Yang berbeda sifat dan keseriusannya menurut factor-faktor situasional
1. Besarnya kelompok
2. Usia dan latar belakang murid
3. Kesetiakawanan kelompok
4. Konteks organisasi
5. Tujuan
6. Kecukupan ruang dan sumber
Menurut cara-cara yang dipengaruhi oleh pandangan ideologis sekolah dan guru-guru
1. Orientasi tugas
2. Orientasi individu
3. Orientasi Kelompok
Model Konseptual Pengelolaan Kelas (M.C. Wrag : 1997)

Tulisan Lain

  • Mengenal Pembelajaran Kooperatif;>>>baca
  • Fungsi Guru dalam Manajemen Kelas;>>>baca
  • Pendidikan dan Peningkatan Kualitas Moral Bangsa;>>>baca
  • Fitur Umum Anak Anak dalam Mempelajari Bahasa Inggris di SD;>>>baca
  • DownLoad E-Book Kumpulan Cerpen AA Navis dan lain lain;>>>baca
  • 1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s