Memparafrase Syair

Memparafrase Syair

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , parafrasa berarti
(1) pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertian, (2) penguraian kembali suatu teks (karangan) dalam bentuk susunan kata-kata yang lain, dengan maksud untuk dapat
menjelaskan makna yang tersembunyi. Sementara itu, memparafrasakan berarti menguraikan kembali suatu teks dalam bentuk lain.
Istilah parafrasa berhubungan erat dengan karangan terikat, misalnya puisi, syair, sajak, dan lain-lain. Bahwa istilah parafrasa diartikan dengan menyadur puisi ke dalam bentuk prosa atau memprosakan bentuk puisi sebagai karangan terikat ke dalam bentuk karangan yang bebas, dengan inti karangan tetap berkisar pada masalah pokok puisi yang disadurnya. Walaupun pengungkapan puisi umumnya menggunakan gaya bahasa naratif atau bersifat menguraikan, namun hasil saduran atau parafrasa harus tetap
menarik dan penuh pesona di samping harus memperjelas maksud dan tujuan karya itu sendiri.
Hal senada juga dikemukakan Hartadi (1995:87) bahwa parafrasa sama artinya dengan menyadur, yakni mengungkapkan karya sastra dalam bentuk tulisan dari bentuk puisi ke dalam bentuk prosa, dengan tidak mengubah isi puisi sedikit pun.

Baik puisi maupun prosa merupakan hasil karya sastra dari seorang
sastrawan. Dalam puisi, penyair menyampaikan idenya dengan menggunakan bahasa yang padat dan penuh arti sehingga tidak mudah ditangkap atau dimengerti maksudnya. Salah satu cara untuk mengerti ide atau maksud penyair yang terkandung dalam puisinya, yakni dengan membuat parafrasa itu ke dalam bentuk prosa. Sebab, bahasa prosa merupakan bahasa yang mudah ditangkap maksud dan
ide pengarang.
Mengungkapkan isi sebuah puisi secara tertulis ke dalam kalimat bebas bukanlah pekerjaan mudah. Agar memperoleh hasil yang baik, terlebih dahulu harus memahami tema puisi tersebut dan memahami pesan atau amanat apa yang dikemukakan oleh pengarang. Selain itu, kita juga harus mengetahui suasana perasaan atau batin pengarangnya.

Hakikat Syair

Syair merupakan salah satu jenis puisi lama yang paling terkenal dalam khazanah kesusastraan Indonesia lama atau kesusastraan Melayu klasik. Istilah syair berasal dari kata Arab Syi’ir, yang berarti perasaan yang menyadari, kata syair diperoleh dari proses penadhoman dalam ilmu shorof. Jika dirunut melalui ilmu shorof tersebut, kata syair berasal dari kata dasar sya’ara ( ) yang berarti menembang, bertembang, bersyair, yang kemudian dalam proses penadhoman diperoleh kata syaair ( ) yang berarti penembang atau ahli bertembang. Sementara itu, kata syi’ir dipakai untuk menyebut ‘tembang’.
Di dalam Kamus Bahasa Melayu Nusantara (2003:2647), syair berarti
karangan bersajak yang tiap-tiap rangka atau baitnya terdiri dari empat baris atau larik yang sama bunyi hujungnya; sajak atau puisi. Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata syair berarti puisi lama yang tiap bait
terdiri atas empat larik atau baris yang berakhir dengan bunyi yang sama.
Syair merupakan bentuk puisi lama yang digunakan untuk bercerita atau berkisah. Oleh karena tergolong puisi naratif, maka syair tidak pernah terdiri dari satu bait. Sebaliknya, syair selalu terdiri berpuluh-puluh bait, bahkan beratus-ratus bait. Syair juga memiliki aturan yang ketat, yakni (1) tiap bait terdiri dari empat baris, (2) keempat baris itu mengandung isinya, (3) syair untuk menguraikan cerita sehingga tidak cukup hanya satu bait tetapi memerlukan beberapa bait,
(4) pola sajak akhir a-a-a-a, (5) tiap baris terdiri dari dua periodus dan tiap periodus terdiri dari dua patah kata (Baribin 1990:21). Syair tidak terdapat sampiran. Semua baris syair mengandung isi atau makna yang hendak disampaikan
Namun, pada hakikatnya syair merupakan salah satu bentuk kesusastraan Melayu klasik yang berupa karangan bersajak yang tiap-tiap bait terdiri dari empat baris yang bersajak sama. Umumnya persajakan atau rima syair berpola a-a-a-a.
Akan tetapi, patokan tersebut tidaklah baku. Ada pula syair yang berpola a-b-a-b dan a-a-a-b yang keempat barisnya tetap merupakan satu kesatuan arti. Selain itu terdapat pula bentuk syair yang kurang luas penggunaannya, yakni yang terdiri
atas tiga baris dengan rima a-a-b, dan ada juga syair yang hanya terdiri atas dua baris dengan rima akhir a-b atau a-a.

Fungsi Syair

Syair merupakan bentuk puisi lama yang sangat digemari oleh masyarakat Melayu di masa lampau. Syair umumnya berisi suatu cerita atau suatu uraian panjang. Namun, ternyata tidak hanya itu saja. Syair juga berisi cerita anganangan,
sejarah, petuah-petuah, dan juga merupakan pengolahan bebas dari sebuah prosa. Selain itu, yang perlu diingat bahwa syair mengandung nilai-nilai luhur.
Syair bermula dari sastra lisan. Pada masa lampau, syair didendangkan oleh seorang tukang cerita atau yang disebut pawang
Pendendangan syair biasanya dilakukan dalam suatu acara tertentu. Misalnya upacara-upacara adat, pertunjukan seni, dan lain-lain. Bahkan sering pula syair digunakan dalam suatu nyanyian-nyanyian.
Oleh sebab itu, syair berfungsi sebagai media penyampaian pesan-pesan leluhur kepada generasi penerus, baik berupa nasihat atau cerita. Selain itu, syair juga berfungsi sebagai pelipur lara atau hiburan bagi masyarakat.

Macam-Macam Syair

Menurut Fang, syair dapat dibagi menjadi lima golongan
berdasarkan isinya. Adapun macam-macam syair tersebut adalah sebagai berikut.

a. Syair Panji
Syair panji merupakan syair yang berisi cerita atau hikayat dari
kesusastraan Jawa atau cerita panji. Contoh syair yang termasuk syair panji antara lain: Syair Damar Wulan, Syair Ken Tambuhan, Syair Panji Semirang, Syair Anggreni, Syair Undakan Agung Udaya, Syair Wayang Kinudung, dan lain-lain.

b. Syair Romantis
Syair romantis merupakan syair yang berisi dongeng atau angan-angan seorang pengarang. Sebagian besar syair romantis menguraikan tema yang biasa terdapat di dalam cerita rakyat, pelipur lara, dan hikayat. Contoh syair yang termasuk syair romantis antara lain Syair Bidasari, Syair Yatim
nestapa, Syair Abdul Muluk, Syair Sri Banian, Syair Sinyor Kosta, Syair Cinta Birahi, Syair Putri Akal, dan lain-lain.

c. Syair Kiasan
Syair kiasan atau simbolik merupakan syair yang bersifat kias atau sindiran terhadap suatu kejadian atau perbuatan seseorang. Biasanya, pengiasan itu digunakan tokoh-tokoh binatang atau tumbuh-tumbuhan.
Contoh syair yang termasuk syair kiasan antara lain Syair Burung
Pungguk, Syair Kumbang dan Melati, Syair Nuri, Syair Bunga Air Mawar, Syair Nyamuk dan Lalat, Syair Pelanduk Jenaka, dan lain-lain.

d. Syair Sejarah
Syair sejarah merupakan syair yang berisi unsur sejarah atau syair yang berdasarkan peristiwa sejarah. Di antara peristiwa sejarah yang paling penting adalah peperangan. Oleh karena itu, syair perang juga termasuk syair sejarah yang paling banyak dihasilkan. Contoh syair yang termasuk syair sejarah antara lain Syair Perang Mengkasar, Syair Perang di Banjarmasin, Syair Raja Siak, Syair Siti Zubaidah Perang Melawan Cina, dan lain-lain.

e. Syair Agama
Syair agama merupakan syair yang berisi nasihat, pengajaran yang
berhubungan dengan keagamaan. Berdasarkan isinya, syair agama dibagi menjadi empat macam.

1) Syair Sufi
Syair sufi merupakan syair yang dikarang oleh tokoh sufi. Biasanya berisi perenungan-perenungan manusia tentang kehidupan yang dikaitkan dengan ketuhanan. Contoh syair ini ialah syair-syair karya Hamzah Fansuri.

2) Syair yang Menerangkan Ajaran Ialam
Syair ini berisi tentang ajaran-ajaran yang ada dalam agama Islam.
Contoh syair ini antara lain Syair Kiamat, Syair Ibadat, Syair Rukun Haji, dan lain-lain.

3) Syair Anbia
Syair anbia merupakan syair yang mengisahkan riwayat hidup para
nabi. Contoh syair ini antara lain Syair Nabi Allah dengan Fir’aun, Syair Yusuf, Syair Isa, dan lain-lain.

4) Syair Nasihat
Syair nasihat merupakan syair yang bermaksud memberi pengajaran
dan nasihat kepada pendengar atau pembacanya. Contoh syair ini
antara lain Syair Nasihat Bapa Kepada Anaknya, Syair Nasihat, Syair Nasihat Laki-laki dan Perempuan, dan lain-lain.

3 Comments

  1. Banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang saya dapat dari artikel yang anda buat, semoga dapat diterapkan dalam keseharian dan prilaku orang-orang yang membaca artikel anda.
    Terimakasi untuk infonya semoga bermanfaat untuk orang banyak. Salam anomtunggal.

    Mampir juga ke blog saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s