• Download Software Komputer
    Untuk anda yang ingin tahu, ingin belajar, mengubah ketertinggalan menjadi modern. Mengubah kemelataran menjadi kemakmuran.
    Mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Terus aktifitas takkan pernah lelah untuk belajar. CARI ILMU dimana saja, kapan saja dan berguru kepada siapa saja
    Google Groups
    Pencariilmu
    Kunjungi grup ini
    *Melihat Kota tempat weblog ini dikelola dari Satelit
  • Sepuluh Masukan Terkini

    Fatma di Download Diktat Buku Akuntansi…
    rendy di Download Diktat Buku Akuntansi…
    Rina Monika Dewi di Pengertian Etika, Moral dan…
    Dwi gita di Pengertian Politik dan Ilmu…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    Anonymous di PEMBELAJARAN DENGAN MODEL SIKL…
    Linguistik Umum | bo… di Cakupan Semantik
  • Admin

  • ETOLOGI Studi Obyektif tentang Perilaku Hewan

    ETOLOGI Studi Obyektif tentang Perilaku Hewan

    Oleh Suhara

    Perilaku adalah tindakan atau aksi yang mengubah hubungan antara organisme dan lingkungannya. Hal itu merupakan kegiatan yang diarahklan dari luar dan tidak mencakup banyak perubahan di dalam tubuh yang secara tetap terjadi pada makhluk hidup.
    Perilaku dapat terjadi sebagai akibat suatu stimulus dari luar. Reseptor diperlukan untuk mendeteksi stimulus itu, saraf diperlukan untuk mengkoordinasikan respons, efektor itulah yang sebenarnya melaksanakan aksi. Perilaku dapat juga disebabkan stimulus dari dalam. Hewan yang merasa lapar akan mencari makanan sehingga hilanglah laparnya setelah memperoleh makanan. Lebih sering terjadi, perilaku suatu organisme merupakan akibat gabungan stimulus dari luar dan dari dalam.

    Jadi, berdasarkan pernyataan di atas hubungan timbal balik antara stimulus dan respons yang terjadi pada organisme merupakan sebagian studi mengenai perilaku. Studi lainnya menyangkut masalah pertumbuhan dan mekanisme evolusioner dari organisme dan sekaligus evolusi perilakunya.
    Pada dasarnya studi mengenai perilaku sangat erat kaitannya dengan cabang disiplin ilmu lainnya. Misalnya di dalam mempelajari mekanisme kerja suatu hewan tertentu erat kaitannya dengan pengetahuan mengenai fisiologi alat indera, khususnya neurofisiologi, dengan endokrinologi, dan fisiologi otot itu sendiri. Semuanya bertumpu pada masalah studi mengenai sistem koordinasi. Studi mengenai evolusi berhubungan erat dengan ilmu taksonomi, ekologi, dan genetika. Dan studi mengenai fungsi-fungsi perilaku erat kaitannya dengan masalah aspek ekologis dan sosiologis.

    Tujuan, Scope, dan Keterbatasan mengenai Studi Sebab Akibat dalam Perilaku Bawaan.

    Tujuan dari studi ini adalah mengenai perilaku bawaan, maka dibatasi pada masalahmasalah:
    1. Objek yang akan dibahas adalah mengenai perilaku bawaan.
    2. Struktur yang mendasari fenomena yang diobservasi.

    Ilmu Lainnya mengenai Perilaku Bawaan

    Dua aspek penting dalam perilaku bawaan, yaitu:
    1) directiveness dan
    2) fenomena
    subjektif. Hal ini menunjukkan bahwa objek etoligis adalah gabungan dari kedua aspek tersebut dalam mempelajari sebab akibat dari perilaku.

    Directiveness
    Fakta menunjukkan bahwa perilaku merupakan suatu proses yangs ecara langsung berhubungan dengan suatu tujuan atau maksud tertentu. Tujuan atau maksud tersebut merupakan faktor yang mengontrol semua aktivitasnya. Dengan demikian directiveness merupakan suatu bentuk perilaku, seperti juga proses-proses kehidupan lainnya.

    Fenomena Subjektif
    Peneliti-peneliti lain menekankan pada aspek tertentu yang lain dari perilaku. Salah satu contoh fenomena subjektif adalah perilaku “emosional”. Fenomena subjektif tidak mudah atau tidak dapat diobservasi secara objektif. Sebagai contoh: hewan akan berburu jika ia lapar, dan fenomena subjektif ini yang menyebabkan perilaku mencari makan pada hewan tersebut.

    Penyebab Perilaku Lainnya

    Fisiologi. Pengetahuan mengenai fisiologis mengenai kerja saraf dan otot saja tidak cukup untuk mengerti mengenai gerak pada hewan. Hal ini disebabkan karena perilaku merupakan suatu proses yang kompleks pada kontraksi otot.

    Psikologis. Kategori kedua mengenai perilaku adalah psikologi yang memiliki Pengertian yang berbeda dengan fisiologis. Di Amerika kebanyakan psikolog menggunakan metode “behavioristik” yang pada dasarnya merupakan metode objektif sedangkan perilaku merupakan bagian yang bersifat subjektif.

    Studi Objektif mengenai Perilaku

    Beberapa Karakteristik Studi Objektif Tentang Insting

    Deskripsi
    Beberapa karakteristik penting:

    1. Pentingnya mengetahui mekanisme aktivitas otot secara menyeluruh

    2. Untuk beberapa tujuan, deskripsi mengenai perilaku tidak perlu menyeluruh cukup dengan mengamati suatu faktor penyebab yang dapat menimbulkan suatu reaksi tertentu. Misalnya proses pelepasan stimulus mematuk pada anak itik.

    3. Aktivitas suatu jenis hewan akan mengakibatkan suatu respons pada hewan lainnya.

    Etnograms
    Spesies hewan tertentu memiliki pola perilaku yang khas, misalnya penampakan warna. Sebagai contoh:
    1. Diskriminasi warna oleh lebah madu

    Von Hess (1913) menemukan dari eksperimennya dengan menggunakan dua sumber cahaya yang berbeda warna dan intensitasnya ternyata lebah madu mendatangi cahaya yang lebih terang, terlepas dari warnanya. Selanjutnya ia memasang warna merah dengan hijau, lebah akan memilah salah satu warna dengan mengubah intesitasnya.Sehingga disimpulkan secara alamiah lebah madu adalah buta warna. Dengan demikian untuk memperoleh kesimpulan yang akurat maka diperlukan penelitian yang lebih seksama.

    2. Reaksi yang diperlambat (Delayed Respons)

    Delayed Respons (Carr, Hunter) asalnya digunakan untuk menguji daya ingat hewan tertentu. Saat ini digunakan sebagai suatu metode untuk menguji memori. Sebagai contoh adalah perilaku memberi makan dari parasitoid Ammophila campestris. Hewan ini memiliki perilaku yang khas pada saat memberi makan larvanya.
    Hewan betina Ammophila campestris sebelum bertelur menggali lubang terlebih dahulu, kemudian membunuh atau melemahkan ulat sebagai bahan makanan bagi larva yang disimpan dalam tubuh ulat tersebut. Selesai bertelur dengan cara menyuntikan telur ke tubuh ulat, si betina akan menggali lubang yang baru untuk menyimpan ulat yang baru yang berisi telur-telurnya. Selanjutnya induk betina tersebut datang pada lubang-lubang yang telah dibuatnya secara bergiliran dan memasukkan ulat dengan jumlah antara 6 – 7 ekor. Baerends (1941) menemukan bahwa si betina tidak pernah salah mengenai jumlah ulat yang harus dimasukkan ke dalam masing-masing lubang. Dengan melakukan suatu perlakuan merubah jumlah ulat yang ada pada lubang tersebut, Baerends menyimpulkan

    1) dengan mengurangi (dicuri) jumlah ulat dalam lubang akan mendorong si betina menyimpan ulat lebih dari biasanya,

    2) dengan menambahkan ulat pada lubang si betina akan mengurangi jumlah ulat yang dibawanya. Akan tetapi perubahan tersebut baru terjadi dan berpengaruh pada perilaku si betina jika dilakukan sebelum kunjungan yang pertama.Perubahan pada situasi lain tidak akan berpengaruh.

    Kebutuhan dasar untuk Generalisasi

    Perilaku bawaan ditemukan pada berbagai jenis hewan. Misalnya perilaku hewanhewan tertentu yang termasuk taksis (gerak mendekati atau menjauhi sumber stimulus) berbeda dengan gerak refleks yang dimiliki hewan lainnya. Kadang-kadang suatu gerakan yang dilakukan oleh hewan tertentu merupakan gabungan antara gerak tropisme dan gerak refleks atau hanya tropisme saja, misalnya gerakan Planaria dan Daphnia.

    Prosedur Eksperimen
    Prosedur eksperimen yang digunakan dalam penelitian didasarkan atas pengetahuan mengenai pola perilaku secara keseluruhan dari suatu spesies yang akan diteliti. Jadi, metode penelitian yang sama tidak bisa digunakan untuk membandingkan dua jenis hewan yang berbeda.

    Hubungan dengan Kajian Zoologi yang lain.

    Penelitian mengenai kajian “objektif” mengenai perilaku bawaan sangat berhubungan dengan fisiologi, neurofisiologi, sensori (alat indera), fisiologi otot, dan endokrinologi.

    Jadi, kajian mengeani perilaku sangat berhubungan dengan displin ilmu biologi lainnya. Misalnya dengan Ekologi ( contoh perilaku adaptif hewan), Sosiologi (contoh perilaku sosial hewan tertentu, misalnya semut), Taksonomi (contohnya pengenalan karakter morfologis untuk mengetahui perilaku dari hewan “sibling species” yang erlihat secara morfologi hampir serupa, tetapi memiliki perilku yang sangat berbeda, terutama dalam hal reproduksi, ternyata berasal dari spesies yang berbeda) dan Evolusi (contohnya kajian mengenai proses divergensi organ-organ homolog yang akan menentukan perilaku hewan yang memiliki kesamaan secara anatomi dan morfologis).

    Tulisan yang Lain Silakan Klik

    Pengertian Discovery, Invention, dan Innovation;>>>> Baca

    Perbedaan Inovasi dan Modernisasi;>>>> Baca

    Pasar Persaingan Sempurna dan Tidak Sempurna;>>>> Baca

    Riset dalam Dunia Pendidikan;>>>> Baca

    Mengenal Pemikiran Herbert Spencer;>>>> Baca

    Pemerintahan Sebagai Filsafat Politik;>>>>>>>>> Baca

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

    Bergabunglah dengan 324 pengikut lainnya

    %d blogger menyukai ini: