Nilai Suatu Kajian Pustaka

Nilai Suatu Kajian Pustaka

Kajian pustaka sangat membantu peneliti karena:
(1) mengumpulkan gagasan dari peneliti lain yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian
(2) membantu peneliti untuk mengetahui hasil yang dicapai peneliti lain yang hampir mirip dengan penelitian yang sedang dilakukan.

Kajian pustaka yang rinci umumnya perlu dilakukan oleh siswa jenjang magister dan doctor dalam rangka penyelesaian thesis atau disertasi mereka. Oleh karena itu peneliti perlu mempertimbangkan kajian pustaka yang sesuai dengan situasi atau masalahnya demi memperjelas arah penelitian yang akan dilakukannya

Tipe Sumber Kajian

Terdapat tiga sumber informasi yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian yaitu:

(1) Referensi umum: sumber yang dijadikan rujukan utama oleh peneliti, misalnya dari artikel tertentu, karangan ilmiah, buku, dan dokumen lainnya yang berkaitan langsung dengan pertanyaan penelitian. Referensi umum merupakan indeks, yaitu daftar pengarang, judul buku, tempat penerbitan artikel atau wacana atau berupa abstrak. Misalnya Current Index to Journal in Education atau daftar abstrak Psychological Abstract.

(2) Sumber primer: adalah publikasi di mana seseorang melakukan penelitian kemudian diterbitkan. Penulis mengkomunikasikan temuannya secara langsung kepada pembaca. Sumber primer penelitian pendidikan sdslsh journal, misalnya Journal of Research in Science Teaching. Ada journal yang diterbitkan bulanan, tiga kali dalam setahun, dan artikel yang dimuat merupakan laporan hasil penelitian.

(3) Sumber sekunder: adalah publikasi di mana penulis mendeskripsikan hasil karya orang lain. Sumber sekunder adalah buku (text books), ensiklopedia pendidikan, kajian penelitian, atau buku tahunan.

Peneliti yang mencari sumber informasi dianjurkan untuk mencari referensi umum terlebih dahulu baru kemudian sumber primer dan sumber sekunder.

Langkah-langkah Dalam Mengkaji Kepustakaan
(1) Tentukan masalah penelitian setepat mungkin.
(2) Baca dengan teliti sumber sekunder yang relevan
(3) Pilih dan baca dengan teliti satu atau dua referensi umum yang diperlukan
(4) Formulasikan istilah-istilah penting (kata kunci, phrase) yang berkaitan dengan masalah atau pertanyaan penelitian
(5) Carilah referensi umum sebagai sumber primer yang relevan
(6) Temukan dan bacalah sumber primer yang relevan; buat catatan dan simpulkan kata kuncinya.

Mari kita telaah lebih rinci.
1. Menentukan Masalah Penelitian Setepat Mungkin (tidak mengambang atau meragukan)

Peneliti harus menentukan pertanyaan penelitian secara spesifik. Pertanyaan seperti: “Metode mengajar manakah yang paling tepat untuk digunakan?” atau : “Bagaimana seorang kepala sekolah dapat menjadi pemimpin yang efektif?” tampaknya masih samar-samar untuk menentukan referensi umum. Oleh karena itu pertanyaan penelitian harus lebih terfokus, lebih spesifik dan terukur. Misalnya: “Apakah metode diskusi lebih efektif daripada metode ceramah dalam memotivasi siswa untuk mempelajari konsep tentang lingkungan?” “Strategi apakah yang harus dipilih oleh seorang pimpinan agar dapat lebih efektif dalam membina kinerja dan moral stafnya?”

2. Membaca dengan Teliti Satu Atau Dua Sumber Sekunder

Pada saat pertanyaan penelitian telah dirumuskan secara spesifik, maka peneliti perlu mencari satu atau dua sumber sekunder untuk mempelajari hasil penelitian atau penjelasan sebelumnya. Kemudian carilah gagasan pokok dari masalah yang telah terjawab melalui penelitian tersebut. Gagasan pokok ini dapat meningkatkan mutu pertanyaan penelitian Beberapa contoh: Handbook of Research on Teaching: memuat banyak artikel tentang berbagai aspek pengajaran. Umumnya ditulis oleh peneliti pendidikan yang spesialis dalam bidang yang ditulisnya. Bibliografi cukup luas National Society for the Study of Education(NSSE)Yearbooks: diterbitkan setiap tahun dan memuat hasil penelitian dari bebagai topik; setiap buku terdii atas 10-12 chapter tentang berbagai aspek pemasalahan. Juga menerbitkan sejumlah nomor terbitan dari berbagai topik. Daftar nomor terbitan dapat dibaca di bagian belakang buku. Review of Educational research: Terbit empat kali dalam setahun, journal penelitian untuk aneka topik pendidikan. Termasuk bibliografi. Review of Research in Education: terbit tiap tahun; setiap volume memuat survey pendidikan pada topik-topik penting yang ditulis oleh peneliti pendidikan terkemuka Di perpustakaan terdapat kartu catalog yang memuat informasi singkat yang dimasukkan dalam data base computer

3. Memilih Referensi Umum

Setelah membaca sumber sekunder untuk memperoleh gambaran umum masalah, maka peneliti harus menemukan gagasan yang jelas mengenai apa yang akan diteliti. Dalam hal ini ada baiknya meninjau kembali pertanyaan penelitian, apakah perlu dirumuskan kembali agar lebih terfokus. Setelah puas, peneliti dapat memilih satu atau dua referensi umum umtuk mengidentifikasi journal yang berkaitan dengan masalah. Contoh referensi umum sebagai rujukan yang biasa digunakan dalam pendidikan: Education Index: Terbit bulanan, memuat lebih dari 300 publikasi pendidikan, data bibliografi terbatas (pengarang, judul, tempat penerbitan). Dari indeks ini peneliti memilih topik yang sesuai dengan penelitiannya. Biasanya terdapat keterangan khusus di mana peneliti dapat mencari rujukan yang lebih spesifik Resources in Education(RIE): Diterbitkan setiap bulan oleh Educational Resources Information Center(ERIC). Volume ini memuat semua tulisan termasuk dokumen peneliti yang lengkap. Current index to Journals in Education (CIJE): juga diterbitkan bulanan oleh ERIC. Indeks memuat abstrak atau artikel lebih dari 800 publikasi termasuk dari penulis luar negeri tentang masalah pendidikan. Ada pula publikasi tentang disertasi doctor atau tesis master dalam pendidikan, yang berbobot untuk dijasikan sumber rujukan misalnya: Dissertation Abstract International(DAI): referensi utama untuk disertasi yang diterbitkan bulanan DAI memuat abstrak disertasi doctor yang berasal dari hampir 500 Universitas di USA dan Canada.

4. Formulasikan istilah penting

Bila referensi umum telah dipilih, peneliti perlu merumuskan beberapa istilah penting – deskripsi kata untuk membantu menentukan sumber primer. Misalnya untuk pertanyaan penelitian “Apakah siswa belajar lebih baik bila diajar oleh tim pengajar dibandingkan dengan bila siswa diajar oleh guru tunggal?” Carilah kata penting dalam pertanyaan ini – kata kunci apa yang terdapat dalam pertanyaan? Kata kunci dalam pertanyaan ini adalah “tim pengajar” carilah kata serupa dan buatlah daftar padanannya misalnya pengajaran kooperatif, pengajaran bersama dll. Kemudian carilah rujukan artikel yang berkaitan dengan topik ini.
5. Mencari Referensi Umum

Bagaimana caranya? Meskipun tak ada rumus yang baku, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai penuntun:
Carilah terbitan terbaru yang sesuai. Journal bulanan, journal yang terbit tiap empat bulan, journal tahunan
Carilah apakah ada artikel yang sesuai pada terbitan tersebut.
Buatlah daftar rujukan. Jika menemukan artikel yang cocok, rekamlah dalam bentuk kartu lengkap dengan penulis, tahun terbit, judul, volume dan deskripsi isi.
Lanjutkan mencari terbitan lainnya sehingga anda memperoleh gambaran lengkap dari berbagai artikel sebagai kerangka berpikir anda untuk melakukan penelitian.

6. Menemukan Sumber Primer

Setelah mencari refrensi umum, peneliti hendaknya mempunyai sejumlah kartu bibliografik. Langkah selanjutnya adalah mengelompokkan masing-masing sumber, membacanya, membuat catatan singkat yang relevan dengan masalah. Ada dua tipe sumber utama: journal dan laporan penelitian. Membaca sumber utama: Bila semua artikel journal telah terkumpul, mulailah melakukan review/ kajian; mulai dari artikel yang terbaru, kemudian mundur ke artikel-artikel sebelumnya, karena artikel yang terbaru biasanya merujuk pada artikel sejenis yang terbit sebelumnya, dengan demikian peneliti dapat memahami penelitian sebelumnya.

Bagaimana membaca artikel? Bila anda bingung dan tidak tahu cara yang tepat untuk membaca sekian banyak artikel, ada beberapa saran:
Pertama bacalah abstrak atau simpulannya, kemudian bila perlu baca keseluruhan artikel.
Rekam data bibligrafik pada bagian atas kartu catatan
Catatlah hal-hal penting yang menjadi fokus artikel. Artikel umumnya mempunyai bagian-bagian yang standar.
Catatlah hal-hal yang penting secara singkat dan jelas. Termasuk hal-hal penting lainnya yang dapat dirujuk kemudian

Pada masa kini kita dapat mencari artikel journal atau laporan dengan menggunakan computer. Peneliti juga dapat menghubungi penulis dan berkoresponden melaui e-mail. Teknologi masa kini memungkinkan peneliti untuk memperoleh sumber primer dan sekunder lebih cepat dan canggih.

Menuliskan laporan kajian pustaka
Setelah membaca dan mencatat dari berbagai sumber yang dikumpulkan, peneliti dapat mempersiapkan kajian final. Kajian pustaka terdiri dari 5 bagian yaitu:

a. Pendahuluan : menjelaskan secara singkat masalah penelitian dan menyusun pertanyaan penelitian. Peneliti juga menjelaskan alasan memilih masalah tersebut dan pentingnya masalah tersebut untuk dikaji dalam penelitiannya.

b. Kajian pustaka: menjelaskan laporan tentang apa yang telah ditemukan oleh peneliti lain atau membahas masalah penelitian. Kajian penting yang berkaitan dengan masalah biasanya dibahas sebagai subtopik yang lebih rinci agar lebih mudah dibaca. Bagian yang kurang penting biasanya dibahas secara singkat. Bila ada beberapa hasil penelitian yang mirip dengan masalah penelitian, maka dapat dituliskan: “Beberapa penelitian juga telah dilaporkan dengan hasil yang hampir sama ( Adam, 1976; Brown, 1980; Cartwright, 1981; Davis, 1985; Frost, 1987)”

Mari kita simpulkan:
1. Langkah-langkah apa yang perlu dilakukan dalam kajian pustaka?
2. Sebutkan tiga tipe sumber kajian yang perlu diketahui oleh tiap peneliti.
3. Bagaimanakah peran masing-masing sumber kajian tersebut?
4. Apa yang dimaksud dengan ‘kata kunci’?
5. Bagaimana susunan umum suatu kajian pustaka?

Silakan Baca Tulisan yang lain

Empat Masalah Pokok Teoretis;>>>> Baca

Hakekat Penelitian Pendidikan;>>>> Baca

Disonansi Moral Anak Jaman Sekarang;>>>> Baca

Konsepsi Membaca dan…;>>>> Baca

Riset dalam Dunia Pendidikan;>>>>>>>>> Baca buka semua

Tentang Disiplin Kerja;>>>>>>>>> Baca buka semua

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s