VARIASI DAN JENIS MORFEM


VARIASI DAN JENIS MORFEM

1. Variasi Morfem
a. Morf : 1) anggota morfem yang belum ditentukan distribusinya; mis./i/ pada kenai adalah morf.
2) ujud konkret atau ujud fonemis dari morfem; mis. mem- adalah ujud konkret dari meN- yang bersifat abstrak (mem- adalah morf, sedangkan meN- adalah morfem). (Lihat Kridalaksana, 1982: 110)
b. Alomorf (allomorph/morpheme alternant): anggota morfem telah ditentukan posisinya: mis. /ber/, /be/, /bel/ adalah alomorf dari morfem ber-.
1) Alomorf fonologis (phonologically conditioned allomorph): varian morfem yang muncul dalam lingkungan fonologis tertentu; mis. alomorf /məm/ dan /məŋ/ dari morfem meN- terjadi karena pelbagai fonem yang terdapat pada morfem dasar yang mendahuluinya (kemunculannya teramalkan).
2) Alomorf morfologis (morphologically conditioned allomorph): varian morfem muncul dalam lingkungan morfem lain secara tak teramalkan; mis. alomorf /mən/ muncul dalam /meŋukur/ dan /meŋkukur/ karena ada keinginan untuk tetap mempertahankan identitas morfem ukur dan kukur. (Lihat Kridalaksana, 1982: 9).
3) Alomorf zero (zero; zero allomorph): alomorf yang tidak diujudkan dengan fonem, yang berada dalam satu paradigm bersama alomorf lain yang berujud fonem; mis. dalam kata sheep (ing.) terdapat alomorf plural yang dinyatakan dengan zero (alomorf lainnya ialah /s/, /z/, /ez/, dll.) (Lihat Kridalaksana, 1982: 181).

2. Jenis Morfem
a. Berdasarkan hubungan strukturalnya:
1) Morfem aditif (additive morpheme) ialah morfem yang biasanya ditempeli oleh atau ditempelkan kepada morfem lain, meliputi dasar, afiks (prefix, infiks, sufiks, konfiks, simulfiks, suprafiks) dan pengulangan.
2) Morfem replasif (replacive morpheme) ialah morfem yang menggantikan bagian dari dasar atau akar, biasanya berupa bentuk-bentuk fonemis; mis. dalam bah. Ing. /s/ menggantikan /z/; advise (verba) menjadi advice (nomina). Demikian juga /f/ menjadi /v/ dalal half (num.) dan halve (nom.). Bandingkan dengan kata pemuda dan pemudi, mahasiswa dan mahasiswi, dalam Bahasa Indonesia.
3) Morfem subtraktif (subtractive morpheme) ialah morfem yang berupa penanggalan fonem dari dasar atau akar; mis. dalam bahasa Perancis terdapat penanggalan fonem yang menandai perubahan bentuk feminine ke bentuk maskulin: mauvaise /mov z/ (fem.) menjadi mauvais /mov/ (mask.) ‘buruk, jelek’; `petite /ptit/ (fem.) menjadi petit /pti/ (mask.) ‘kecil’; `fausse /fos/ (fem.) menjadi faux /fo/ (mask.) ‘salah, palsu, sumbang’. (Lihat Kridalaksana, 1982: 110; Nida, 1978: 69-75)

b. Berdasarkan distribusi dan/atau fungsinya:
1) Morfem bebas (free morpheme): morfem yang secara potensional dapat berdiri sendiri: rumah, lari, tanah.
2) Morfem terikat (bound morpheme): morfem yang tidak mempunyai potensi untuk berdiri sendiri dan yang selalu terikat dengan morfem lain untuk membentuk ujaran; mis; juang dalam daya juang, temu dalam temu karya, mayur dalam sayur mayur.
3) Morfem dasar terikat: morfem dasar yang hanya dapat menjadi kata bila bergabung dengan afiks atau dengan morfem lain; mis. juang dalam perjuangan, olah dalam olahan, temu dalam bertemu.
4) Morfem kosong (empty morpheme): morfem yang tidak ikut memberikan makna dalam kalimat; mis. there dalam Bahasa Inggris: there is a cat on the roof. (bandingkan dengan A cat is on the roof).
5) Morfem penyambung (linking morpheme): unsure yang diletakkan antara dua kompositum atau dua morfem lain; mis. -o- dalam psikolinguistik atau sosiolonguistik.
6) Morfem leksikal (lexical morpheme): morfem yang jumlahnya tidak terbatas dan sangat produktif; mencakup kata penuh dan afiks derivative, seperti dalam bahasa Inggirs: fire, eat, un-, dan able-. (cari dalam Bahasa Indonesia!).
7) Morfem gramatikal (grammatical morpheme): morfem yang jumlahnya terbatas dan berfungsi sebagai penghubung antara morfem leksikal; mencakup partikel (function word) dan morfem inflektif, seperti dalam Bahasa Inggris: the (art.), when (part.), my (kli.), -s, -ing, -ed (infl.).

c. Berdasarkan wujudnya:
1) Morfem segmental (segmental morpheme): morfem yang terjadi dari fonem atau susunan fonem segmental.
2) Morfem suprasegmental (suprasegmental morpheme): morfem yang terjadi dari fonem suprasegmental; mis. tekanan dalam Bahasa Inggris: transfer (nomen), transfer (verbum); import (nomen), import (verbum). Dalam Bahasa Indonesia terdapat sendi dan nada yang bersifat morfemis; mis. pada contoh: bapak wartawan dan bapak/ /wartawan; ibu guru dan ibu/ / guru.

Diagnosis Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Sd/mi Melalui Analisis Reading Readiness;>>>> Baca

Hakikat Penelitian Kuantitatif;>>>> Baca

Pembelajaran Menulis Berita;>>>> Baca

Pengertian Menulis Wacana Fiksi;>>>> Baca

Karakteristik Anak Taman Kanak-kanak;>>>>>>>>> Baca buka semua

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s