Riset dalam Dunia Pendidikan

Riset dalam Dunia Pendidikan

A. Pengertian Pendidikan
Dalam Dictionary of Education dinyatakan bahwa pendidikan adalah a) sebagai proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan, sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku di dalam masyarakat dimana ia hidup, b) sebagai proses sosial dimana orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terawasi (contohnya : sekolah ), sehingga ia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan emosional yang optimum.

B. Karakteristik Ilmu Pendidikan

Ilmu pendidikan adalah ilmu yang secara sistematis dan sistemik mempelajari interaksi sosial budaya antara peserta didik sebagai subyek dan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang dikehendaki yang menekankan pada pembentukan kemandirian dalam rangka belajar sepanjang hayat.
Ditunjau dari sifatnya, ilmu pendidikan merupakan disiplin keilmuan tersendiri yang otonom. Artinya ilmu pendidikan mengkaji sendiri dan menghasilkan konsep/teori tentang pendidikan seperti : belajar dengan berbuat (learning by doing), belajar mandiri, belajar sepanjang hayat. Disamping itu ilmu pendidikan menerapkan konsep atau teori yang dikembangkan dalam ilmu lain seperti : filsafat, psikologi, sosiologi, antropologi, administrasi/manajemen dan ekonomi yang diperlukan baik untuk memperkaya konsep kependidikan maupun untuk meningkatkan rekayasa pendidikan itu sendiri.
Ilmu pendidikan lebih tepat digolongkan ke dalam rumpun ilmu-ilmu perilaku dan ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu budaya yang bersifat deskriptif dan reflektif. Apa yang menjadi obyek studi ilmu pendidikan ?
Yang menjadi obyek studi ilmu pendidikan ialah berbagai aspek interaksi sosial budaya antara peserta didik dengan pendidik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Bertitik tolak dari filosofis, psikologis dan sosial budaya yang menggambarkan obyek studi ilmu pendidikan, maka terdapat (5) lima komponen inti ilmu pendidikan yang membentuk batah tubuh ilmu pendidikan. Kelima komponen itu adalah:

1. Kurikulum; yaitu komponen yang berkenan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi. Konsep yang dikembangkan dalam teori kurikulum ini antara lain teori tentang tujuan pendidikan, organisasi kurikulum, isi kurikulum dan model-model pengembangan kurikulum.
2. Belajar; yaitu komponen yang berkenaan dengan proses pelaksanaan interaksi yang ditinjau dari sudut peserta didik. Teori yang dikembangkan dalam komponen ini antara lain : jenis dan cara belajar, hierarkis proses belajar dan kondisi-kondisi belajar.
3. Mendidik/mengajar ; yaitu komponen yang berkenaan dengan pelaksnaan interaksi yang ditinjau dari sudut pendidik. Teori yang dikembangkan antara lain bagaimana model mendidik/mengajar, metode/teknik mendidik dan sistem pengelolaan kelas.
4. Lingkungan Pendidikan; yaitu komponen yang berkenaan dengan bagaimana situasi interaksi pendidikan berlangsung beserta unsur-unsur penunjangnya. Teori yang dikembangkan antara lain : perencanaan dan pengelolaan pendidikan, bimbingan konseling, media pendidikan.
5. Penilaian; yaitu komponen yang berkenaan dengan cara mengetahui bagaimana/seberapa jauh tujuan yang diinginkan dicapai melalui interaksi belajar itu terwujud. Teori yang dikembangkan antara lain: model-model penilaian, metode/teknik menilai dan instrumen-instrumen penilaian.

Bidang-bidang spesialisasi dari batang tubuh ilmu pendidikan dapat dikembangkan menurut :
1. Komponen inti, yaitu kurikulum, belajar, mengajar, bimbingan, pengelolaan pendidikan dan penilaian.
2. Lingkungan (setting), yaitu pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah.
3. Jenjang dan jenis antara lain : pendidikan dasar, menengah, tinggi, pendidikan guru dan kejuruan.
4. Bidang studi, antara lain, IPS, MIPA Bahasa dan seni.
5. Kategori peserta didik.
6. Tenaga Kependidikan antar lain : Tenaga struktural, tenaga fungsional dan tenaga teknis.

C. Riset Dalam Pendidikan

Dalam rangka mengkaji dan mengembangkan teori-teori dalam berbagai komponen ilmu pendidikan, digunakan berbagai pendekatan baik secara deduktif maupun induktif/empirik. Pendekatan deduktif diterapkan dalam penetapan konsep dan cara-cara kependidikan yang bersifat umum dan mendasar. Sedangkan pendekatan induktif diterapkan dalam rangka pengkajian dan pengembangan konsep dan cara-cara kependidikan yang bersifat khusus dan teknik.
Penerapan pendekatan induktif/empirik dapat berupa pengujian hipotesis (positivistik), grounded research atau naturalistik serta studi pengembangan.
Bagaimana metode kerja yang dapat diterapkan dalam pengembangan ilmu pendidikan, dapat digunakan berbagai metode seperti content analisis, fenomenologis, ex-post facto, eksperimen, analisis masalah, studi kasus dan field testing.

Sumber:
1. Ikatan sarjana Pendidikan Indonesia, Jurnal Pendidikan No. 2 Mei 1989.
2. Rochman Nata wijaya dan R. Ibrahim, 1992, Ilmu Pendidikan Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan. (Kertas kerja disampaikan dalam temu karya FIP se-Indonesia).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s