• Download Software Komputer
    Untuk anda yang ingin tahu, ingin belajar, mengubah ketertinggalan menjadi modern. Mengubah kemelataran menjadi kemakmuran.
    Mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Terus aktifitas takkan pernah lelah untuk belajar. CARI ILMU dimana saja, kapan saja dan berguru kepada siapa saja
    Google Groups
    Pencariilmu
    Kunjungi grup ini
    *Melihat Kota tempat weblog ini dikelola dari Satelit
  • Sepuluh Masukan Terkini

    Fatma di Download Diktat Buku Akuntansi…
    rendy di Download Diktat Buku Akuntansi…
    Rina Monika Dewi di Pengertian Etika, Moral dan…
    Dwi gita di Pengertian Politik dan Ilmu…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    Anonymous di PEMBELAJARAN DENGAN MODEL SIKL…
    Linguistik Umum | bo… di Cakupan Semantik
  • Admin

  • Penentuan Sampel dalam Penelitian

    Penentuan Sampel dalam Penelitian

    A. Pengertian Sampel
    Sampel adalah contoh, monster, representan atau wakil dari suatu populasi yang cukup besar jumlahnya atau satu bagian dari keseluruhan yang dipilih dan representatif sifatnya. Aktivitas pengumpulan sampel disebut sampling.
    Sedangkan populasi adalah totatlitas semua kasus, kejadian, orang atau hal. Populasi dapat berwujud sejumlah manusia, kurikulum, manajemen, alat-alat mengajar, cara mengajar, peristiwa. Dari semua populasi harus dapat ditegaskan/ditemukan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi bila akan dijadikan obyek penelitian.
    Tujuan peneliti mengambil sampel adalah memperoleh keterangan mengenai obyek penelitian dengan jalan hanya mengamati sebagian saja dari populasi. Hal ini dilakukan karena berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan.

    B. Alasan Penarikan Sampel

    Pengambilan sampel dilakukan karena sering tidak mungkin peneliti mengamati segenap anggota dari populasi yang relatif besar jumlahnya (satu persatu diamati). Misalnya tidak mungkin peneliti mencicipi buah rambutan sebanyak satu truk yang akan diteliti. Akan tetapi syarat utama pengambilan sampel adalah mewakili populasi. Beberapa alasan melakukan penarikan sampel adalah :
    1. ukuran populasi (ada yang sangat besar bahkan tak terhingga)
    2. Waktu, tenaga dan biaya.

    A. Cara-cara Penarikan Sampel
    1. Teknik Random Sampling
    a. Simpel random sampling, dimana pengambilan sampel dilakukan bebas secara acak. Teknik digunakan bila sampel homogen.
    b. Penggunaan Tabel Bilangan Random
    1) Setiap anggota populasi diberi nomor urut.
    2) Menentukan bilangan random dalam tabel (statistik).
    3) Menentukan kriteria desimal.
    4) Menentukan angka permulaan pemilihan secara random.
    5) Memilih nomor yang dimaksud.
    1. Teknik Non Random Sampling

    Dalam teknik ini tidak semua anggota populasi mendapat peluang untuk dijadikan sampel. Ada tiga jenis sampel kategori ini, yaitu :

    a. Sampel Insidental (serampangan)

    Misalnya akan diteliti 100 mahasiswa UPI. Peneliti datang ke kampus sampai ditemukan 100 mahasiswa. Dengan demikian mahasiswa yang diteliti adalah siapa yang ditemukan oleh peneliti di kampus.

    b. Sampel Kuota (jatah)

    Teknik ini hampir sama dengan insidental kampus, hanya sebelum dilakukan pengambilan sampel terlebih dahulu dibuat kategori sampel menurut strata, lalu setiap strata diberi jatah.

    c. Sampel Purposive (tujuan)

    Teknik ini digunakan berdasarkan pertimbangan tertetntu dari peneliti (subyektif). Misalnya peneliti ingin mengetahui bahwa siswa yang cara belajarnya teratur mempunyai prestasi tinggi. Maka peneliti hanya mengambil sampel siswa yang belajarnya teratur dan prestasinya tinggi.

    A. Menentukan Besarnya Sampel
    Pada prinsipnya tidak ada peraturan yang baku berapa persen sampel harus diambil dari suatu populasi. Namun menurut literatur penelitian pada umumnya berpendapat bahwa sampel yang melebihi lebih baik dari pada kekurangan. Artinya akan lebih baik sebanyak mungkin dari populasi. Untuk populasi 10 – 100 sebaiknya diambil seratus persen (100%). Di atas 100 – 300 bisa diambil 70% dan di atas 1000 cukup diambil 20%.
    Jika sampel hanya 10 maka untuk mencari korelasi antara variabel X dengan Y dengan resiko kemungkinan sesat 5% dan memerlukan bilangan korelasi 0,632 (lihat hitungan statistik), sedangkan jika 100, maka diperlukan bilangan korelasi 0,195. untuk meredusir kesesatan perlu diberikan persyaratan yang ketat, terutama sampel kecil.

    B. Faktor-faktor Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Penarikan Sampel
    1. Jumlah populasi dan karakteristiknya sesuai dengan variabel yang diteliti.
    2. Tingkat keberartian dalam membuat estimasi.
    3. Batas maksimum kekeliruan penarikan sampel.
    4. Tujuan penelitian, instrumen dan analisis data yang akan digunakan.
    5. Sumber daya yang tersedia (biaya, waktu, tenaga)

    Sumber :
    1. Nana Sudjana, Penelitian dan Penilaian Pendidikan.
    2. Kartini Kartono, Metode Riset Sosial,
    3. Rochman Natawidjaja, (1988), Pengolahan Data SecaraStatistik, Fakultas Pasca Sarjana UPI Bandung.

    2 Tanggapan

    1. Terima kasih atas segala infonya, smga bermanfaat.

    2. terima kasih pak, seneng bisa menambah ilmu lagi, disini ada blog ku yang baru mulai klik disini

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

    Bergabunglah dengan 323 pengikut lainnya

    %d blogger menyukai ini: