• Download Software Komputer
    Untuk anda yang ingin tahu, ingin belajar, mengubah ketertinggalan menjadi modern. Mengubah kemelataran menjadi kemakmuran.
    Mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Terus aktifitas takkan pernah lelah untuk belajar. CARI ILMU dimana saja, kapan saja dan berguru kepada siapa saja
    Google Groups
    Pencariilmu
    Kunjungi grup ini
    *Melihat Kota tempat weblog ini dikelola dari Satelit
  • Sepuluh Masukan Terkini

    Fatma di Download Diktat Buku Akuntansi…
    rendy di Download Diktat Buku Akuntansi…
    Rina Monika Dewi di Pengertian Etika, Moral dan…
    Dwi gita di Pengertian Politik dan Ilmu…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    Anonymous di PEMBELAJARAN DENGAN MODEL SIKL…
    Linguistik Umum | bo… di Cakupan Semantik
  • Admin

  • PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, DAN TUJUAN IPS

    Pengertian, Ruang Lingkup dan Tujuan IPS

    A. Pengertian IPS
    Rumusan tentang pengertian IPS telah banyak dikemukakan oleh para ahli IPSatau social studies. Di sekolah-sekolah Amerika pengajaran IPS dikenal dengan social studies. Jadi, istilah IPS merupakan terjemahan social studies.
    Dengan demikian IPS dapat diartikan dengan “penelaahan atau kajian tentang masyarakat”. Dalam mengkaji masyarakat, guru dapat melakukan kajian dari berbagai perspektif sosial, seperti kajian melalui pengajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, politik-pemerintahan, dan aspek psikologi sosial yang disederhanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
    Untuk memperoleh gambaran yang lebih luas tentang IPS, maka penting untuk dikemukakan beberapa pengertian social studies dan IPS menurut para ahli.
    • Edgar B Wesley menyatakan bahwa social studies are the social sciences simplified for paedagogieal purposes in school. The social studies consist of geografy history, economic, sociology, civics and various combination of these subjects.
    • John Jarolimek mengemukakan bahwa The social studies as a part of
    elementary school curriculum draw subject-matter content from the social science, history, sociology, political science, social psychology,
    philosophy, antropology, and economic. The social studies have been
    defined as “ those portion of the social science… selected for instructional purposes”
    Demikian beberapa pengertian yang dikembangkan di Amerika Serikat oleh beberapa tokoh pendidikan terkenal. Pengembangan IPS di Indonesia banyak mengambil ide-ide dasar dari pendapat-pendapat yang dikembangkan di Amerika Serikat tersebut. Tujuan, materi, dan penanganannya dikembangkan sendiri sesuai dengan tujuan nasional dan aspirasi masyarakat Indonesia. Hal ini didasarkan pada realitas, gejala, dan problem sosial yang menjadi kajian IPS yang tidak sama dengan negara-negara lain. Setiap negara memiliki perkembangan dan model pengembangan social studies yang berbeda.
    Berikut pengertian IPS yang dikemukakan oleh beberapa ahli pendidikan dan IPS di Indonesia.
    • Moeljono Cokrodikardjo mengemukakan bahwa IPS adalah perwujudan
    dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan
    integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi
    budaya, psikologi, sejarah, geokrafi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi
    manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi
    dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.
    • Nu’man Soemantri menyatakan bahwa IPS merupakan pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP, dan
    SLTA. Penyederhanaan mengandung arti: a) menurunkan tingkat
    kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari di universitas menjadi
    pelajaran yang sesuai dengan kematangan berfikir siswa siswi sekolah
    dasar dan lanjutan, b) mempertautkan dan memadukan bahan aneka
    cabang ilmu-ilmu sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi
    pelajaran yang mudah dicerna.
    • S. Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi
    atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS
    merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran
    manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah,
    ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.
    • Tim IKIP Surabaya mengemukakan bahwa IPS merupakan bidang studi
    yang menghormati, mempelajari, mengolah, dan membahas hal-hal yang
    berhubungan dengan masalah-masalah human relationship hingga benarbenar dapat dipahami dan diperoleh pemecahannya. Penyajiannya harus merupakan bentuk yang terpadu dari berbagai ilmu sosial yang telah terpilih, kemudian disederhanakan sesuai dengan kepentingan sekolahsekolah.
    Dengan demikian, IPS bukan ilmu sosial dan pembelajaran IPS yang
    dilaksanakan baik pada pendidikan dasar maupun pada pendidikan tinggi tidak menekankan pada aspek teoritis keilmuannya, tetapi aspek praktis dalam mempelajari, menelaah, mengkaji gejala, dan masalah sosial masyarakat, yang bobot dan keluasannya disesuaikan dengan jenjang pendidikan masingmasing. Kajian tentang masyarakat dalam IPS dapat dilakukan dalam lingkungan yang terbatas, yaitu lingkungan sekitar sekolah atau siswa dan siswi atau dalam lingkungan yang luas, yaitu lingkungan negara lain, baik yang ada di masa sekarang maupun di masa lampau. Dengan demikian siswa dan siswi yang mempelajari IPS dapat menghayati masa sekarang dengan dibekali pengetahuan tentang masa lampau umat manusia.
    Dengan bertolak dari uraian di depan, kegiatan belajar mengajar IPS
    membahas manusia dengan lingkungannya dari berbagai sudut ilmu sosial pada masa lampau, sekarang, dan masa mendatang, baik pada lingkungan yang dekat maupun lingkungan yang jauh dari siswa dan siswi. Oleh karena itu, guru IPS harus sungguh-sungguh memahami apa dan bagaimana bidang studi IPS itu.

    B. Ruang Lingkup Kajian IPS
    Secara mendasar, pembelajaran IPS berkenaan dengan kehidupan manusia yang melibatkan segala tingkah laku dan kebutuhannya. IPS berkenaan dengan cara manusia memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan untuk memenuhi materi, budaya, dan kejiwaannya; memamfaatkan sumber-daya yang ada dipermukaan bumi; mengatur kesejahteraan dan pemerintahannya maupun kebutuhan lainnya dalam rangka mempertahankan kehidupan masyarakat manusia. Singkatnya, IPS mempelajari, menelaah, dan mengkaji sistem kehidupan manusia di permukaan bumi ini dalam konteks sosialnya atau manusia sebagai anggota masyarakat.
    Dengan pertimbangn bahwa manusia dalam konteks sosial demikian luas,
    pengajaran IPS pada jenjang pendidikan harus dibatasi sesuai dengan
    kemampuan peserta didik tiap jenjang, sehingga ruang lingkup pengajaran IPS pada jenjang pendidikan dasar berbeda dengan jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
    Pada jenjang pendidikan dasar, ruang lingkup pengajaran IPS dibatasi
    sampai pada gejala dan masalah sosial yang dapat dijangkau pada geografi dan sejarah.Terutama gejala dan masalah sosial kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan sekitar peserta didik MI/SD.
    Pada jenjang pendidikan menengah, ruang lingkup kajian diperluas. Begitu juga pada jenjang pendidikan tinggi: bobot dan keluasan materi dan kajian semakin dipertajam dengan berbagai pendekatan. Pendekatan interdisipliner atau multidisipliner dan pendekatan sistem menjadi pilihan yang tepat untuk diterapkan karena IPS pada jenjang pendidikan tinggi menjadi sarana melatih daya pikir dan daya nalar mahasiswa secara berkesinambungan.
    Sebagaimana telah dikemukakan di depan, bahwa yang dipelajari IPS adalah manusia sebagai anggota masyarakat dalam konteks sosialnya, ruang lingkup kajian IPS meliputi (a) substansi materi ilmu-ilmu sosial yang bersentuhan dengan masyarakat dan (b) gejala, masalah, dan peristiwa sosial tentang kehidupan masyarakat. Kedua lingkup pengajaran IPS ini harus diajarkan secara terpadu karena pengajaran IPS tidak hanya menyajikan materi-materi yang akan memenuhi ingatan peserta didik tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan sendiri sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Oleh karena itu, pengajaran IPS harus menggali materi-materi yang bersumber
    pada masyarakat. Dengan kata lain, pengajaran IPS yang melupakan
    masyarakat atau yang tidak berpijak pada kenyataan di dalam masyarakat tidak akan mencapai tujuannya.
    C.Tujuan IPS
    Sama halnya tujuan dalam bidang-bidang yang lain, tujuan pembelajaran IPS bertumpu pada tujuan yang lebih tinggi. Secara hirarki, tujuan pendidikan nasional pada tataran operasional dijabarkan dalam tujuan institusional tiap jenis dan jenjang pendidikan. Selanjutnya pencapaian tujuan institusional ini secara praktis dijabarkan dalam tujuan kurikuler atau tujuan mata pelajaran
    pada setiap bidang studi dalam kurikulum, termasuk bidang studi IPS.
    Akhirnya tujuan kurikuler secara praktis operasional dijabarkan dalam tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran.
    Sub bahasan ini dibatasi pada uraian tujuan kurikuler bidang studi IPS.Tujuan kurikuler IPS yang harus dicapai sekurang-kurangnya meliputi hal-hal berikut:
    • membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial yang berguna dalam kehidupan masyarakat;
    • membekali peserta didik dengan kemapuan mengidentifikasi, menganalisa dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat;
    • membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi dengan
    sesama warga masyarakat dan dengan berbagai bidang keilmuan serta
    berbagai keahlian;
    • membekali peserta didik dengan kesadaran, sikap mental yang positif, dan keterampilan terhadap lingkungan hidup yang menjadi bagian
    kehidupannya yang tidak terpisahkan; dan
    • membekali peserta didik dengan kemampuan mengembangkan
    pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembagan kehidupan,
    perkembangan masyarakat, dan perkembangan ilmu dan teknologi.
    Kelima tujuan di atas harus dicapai dalam pelaksanaan kurikulum IPS di
    berbagai lembaga pendidikan dengan keluasan, kedalaman dan bobot yang sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan yang dilaksanakan.

    Mengenal HAMKA ;>>>> Baca

    Mengenal Umar bin Khattab;>>>> Baca

    Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan;>>>> Baca

    CONTOH SURAT LAMARAN CPNS UMUM;>>>> Baca

    Hakikat dan Teknik Bertanya dalam Mengajar;>>>>>>>>> Baca buka semua

    </blockquote

    20 Tanggapan

    1. Pak.. numpah ngunduh nich…

    2. asslmkm,,,,,
      terimakasih…..pak bleh saya copas……
      untuk tambahan bahan ajar saya…..

    3. boleh tahu tentang Daftar Pustaka tulisan ini
      untuk bahan tesis saya
      terima kasih sebelum dan sesudahnya

    4. trims, materinya sdh sesuai dgn kurikulum kuliah

    5. trims buat materinya,,,,,,,,

    6. thanks atas bahannya..

    7. sebenarnya saya mau belajar tentang ilmu sosial.mungkin gengan belajar qta bisa mengetahui ap? yang telah qta pelajari.

    8. thanks atas materinya :) oke

    9. postingan bagus

    10. gmn sich caranya qt tuch bisa mamahami penddikan ips

    11. thank for yo,sir

    12. gimana yach supaya aku ngerti

    13. makasih materi nya dan insya Allah bisa bermanfaat amin …….
      11092013

    14. Kenapah kita harus pegertian untuk ips

    15. makash ats materinya. .
      sesuai dngan pemblajaran perkuliahan. .
      smga brmanfaat bgi smw. . .amin

    16. makasih
      cukup membantu.

    17. thanx for materinya

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

    Bergabunglah dengan 323 pengikut lainnya

    %d blogger menyukai ini: