Tahapan Menulis Fiksi

Tahapan Menulis Fiksi

Untuk mengetahui sejauh mana tahapan menulis fiksi yang perlu Anda ketahui, berikut ini Akhadiah (2007:7.25) menjelaskan strategi menulis karangan fiksi sebagai berikut:

a. Menentukan tema dan amanat: mau menulis tentang apa? Apakah pesan yang akan disampaikan melalui tulisan itu?
b. Menetapkan sasaran: Siapakah yang akan membaca tulisan itu? Anak-anak, remaja, atau orang dewasa?
c. Merancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur: Kejadian-kejadian apa saja yang akan dimunculkan? Apakah kejadian-kejadian yang akan dimunculkan itu penting? Adakah kejadian penting yang belum tertampilkan?
d. Membagi peristiwa utama itu ke dalam bagian pendahuluan, perkembangan, dan penutup cerita: Peristiwa-peristiwa apa saja yang cocok untuk setiap bagian cerita? Adakah cerita-cerita itu telah tersusun secara logis dan memiliki hubungan sebab akibat yang wajar?
e. Merinci peristiwa-peristiwa utama ke dalam peristiwa-peristiwa pendukung: Kejadian-kejadian penting dan menarik apa saja yang berkaitan dan mendukung peristiwa utama?
f. Menyusun tokoh dan perwatakan, latar, dan pusat pengisahan atau sudut pandang.

Dari keenam strategi yang dikemukakan tersebut dapat kita sederhanakan menjdi tiga tahapan yaitu:

1. Tahapan Pertama
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mencari topik atau tema. Hal tersebut dilakukan dengan cara pikirkanlah masalah apa yang akan Anda tulis. Kemungkinan Anda akan menemukan topik agak banyak. Hal ini wajar saja. Menemukan ide memang tidak mudah tetapi tidak sesulit yang Anda bayangkan. Tuliskan semua hal yang banyak dan berserakan yang Anda alami dan yang menjadi bahan pikiran Anda di atas kertas.

1. Urutkanlah semua yang telah Anda tuliskan tersebut berdasarkan tingkat kepentingan dan Anda tahu pemecahannya. Letakkanlah urutan tertinggi bagi yang paling memenuhi kriteria penting tadi.
2. Jika itu suatu masalah, pikirkan pula apa solusinya
3. Tuliskan kata kunci dari butir–butir yang telah Anda pilih di atas. Usahakan kata kunci yang Anda pilih adalah yang menurut Anda memiliki kesan positif

Kata kunci yang sudah Anda tuliskan itu merupakan ide, gagasan atau bahan Anda menulis.

Topik yang sudah Anda tulis itu di dalam karya fiksi, lebih sering disebut dengan istilah tema. Adakalanya tema disejajarkan dengan amanat meskipun pada dasarnya tema dan amanat itu berbeda. Untuk memudahkan berlatih, Anda boleh menuangkan kedua-duanya sekaligus atau salah satu saja dari tema atau amanat tersebut.

Misalnya Anda melihat banyak orang yang menyia-nyiakan waktu, tidak mau bekerja keras, dan tidak tekun dalam menghadapi persoalan hidup. Tuliskanlah hal tersebut menjadi kata kunci yang akan Anda jadikan bahan tulisan
1. Hidup mandiri /tidak tergantung pada orang lain
2. Mencari ilmu sepanjang hidup
3. Manfaatkan waktu

2. Tahapan Kedua
Langkah selanjutnya cobalah dari kata kunci yang sudah Anda temukan dari topik itu disusun dan ditambahkan pada setiap butirnya dengan beberapa kalimat penjelas. Kalimat-kalimat penjelas itu bisa terdiri dari beberapa kalimat lain lagi yang fokus pembicaraannya sama. Makin banyak kalimat penjelas yang Anda buat, akan semakin rinci cerita yang akan Anda tulis. Oleh karena itu upayakan dalam menambah kalimat penjelas ini lebih rinci sehingga semua kejadian yang akan Anda tulis tidak terlewatkan. Penulisan kalimat-kalimat penjelas itu merupakan langkah pembuatan kerangka karangan.

Perhatikan contoh berikut!

Keadaan di Negri Orang
– Musim semi sudah tiba.
– Kesibukan
– Lamaran ditolak

Membangun kesadaran
– Menetapkan niat
– Membuat Tempe
– Bekerja keras

Surat dari Kampung
– Berita membahagiakan
– Kejadian Tidak Terduga

3. Tahapan Ketiga
Langkah terakhir, cobalah mencari tokoh, yaitu kira-kira pantas berperan sebagai tokoh yang kita pikirkan itu. Hal ini tidak sulit, Anda dapat menggunakan sejumlah nama orang yang Anda kagumi yang Anda kenal. Atau dapat dapat menjadikan nama Anda atau keluarga Anda sendiri. Usahakan ketika Anda memilih tokoh harus yang sesuai dengan karakter yang Anda ingin tonjolkan agar amanat yang diinginkan tercapai. Misalnya nama tokoh ini ”Chairul Azam.” Jangan lupa bahwa calon tokoh bayangan itu harus memerankan karakter yang kita inginkan yaitu : pekerja keras, gigih, tekun, cekatan, dan sabar. Hal lain yang perlu Anda ingat ketika Anda menemukan nama calon tokoh, Anda juga sudah memikirkan apakah tokoh ini memerankan cerita untuk konsumsi anak-anak, remaja, atau orang dewasa. Tentukan pula profesi sang tokoh tersebut, apakah pendidik, pedagang, pegawai, ustad, petani, atau profesi lainnya. Dalam menentukan profesi sebaiknya bidang yang sangat Anda ketahui, karena Anda akan selalu berkisah dengan dunia yang akrab dengan Anda. Demikian pula ketika Anda akan menentukan latar cerita (waktu dan tempat kejadian) Anda usahakan yang Anda kenal dengan baik. Menentukan latar yang logis juga tidak kalah pentingnya dengan urutan yang lain. Agar cerita yang Anda kembangkan dapat menarik pembaca diperlukan kecermatan Anda dalam memilih sudut pandang yang menarik. Sudut pandang di sini sangat menentukan menariktidaknya cerita karena berhubungan dengan cara penyajian. Di sinilah Anda akan dapat melibatkan pembaca dengan penuh atau hanya akan menjadi pencerita yang didengarkan oleh pembaca. Saran penulis usahakan Anda masuk terlibat ke dalam cerita tersebut sehingga kesannya seolah-olah Andalah yang menjadi tokoh tersebut.

Selanjutnya Anda pilih mana kejadian-kejadian yang Anda anggap penting, setengah penting dan kurang penting. Pengelompokan tingkat kepentingan ini berguna agar Anda dapat langsung menentukan mana yang akan dijadikan pendahuluan, perkembangan, dan penutup. Agar setiap bagian cerita itu menarik, dukunglah semua kejadian penting dan setengah penting itu dengan berbagai peristiwa disertai detail-detail yang lengkap. Carilah detil-detil peristiwa yang mendukung peristiwa yang akan Anda ungkapkan sesuai dengan tingkat kepentingannya Yang harus Anda cermati adalah jangan sampai peristiwa yang Anda ceritakan itu tidak masuk di akal pembaca atau tidak logis. Untuk mempertahankan kelogisan peristiwa panduan yang digunakan harus memenuhi hubungan sebab-akibat yang logis. Ingat jangan membuat peristiwa itu aneh, ajaib atau tidak jelas penyebabnya, karena hal tersebut akan menjadikan tulisan Anda tidak logis. Meskipun cerita fiksi bukanlah kebenaran sejarah tetapi kelogisan tahapan peristiwa sangat utama.

Contoh Judul Skripsi bagian 3;>>>> Baca

Aliran Sastra;>>>> Baca

Mengusir Rasa Malas;>>>> Baca

CONTOH SURAT LAMARAN CPNS UMUM;>>>> Baca

Matematika Alam Semesta;>>>>>>>>> Baca buka semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s