Menulis Cerita Pendek bag 1

Menulis Cerita Pendek bag 1

Istilah menulis sering dipertukarkan dengan istilah mengarang. Menurut The Liang Gie (1992 : 17 ) istilah menulis dan mengarang memang bersinonim yaitu dua kata yang mengandung pengertian sama. Pemakaian sinonim dimaksudkan untuk mencegah kesenadaan sehingga baik penulis maupun pembaca akan terhindar dari kebosanan yang berakibat kurang menariknya sebuah tulisan. Oleh karena kesamaan arti inilah untuk selanjutnya penulis menggunakan istilah menulis.

Menulis merupakan suatu perbuatan atau kegiatan komunikatif antara penulis dan pembaca (Ahmadi 1990 :9). Sebuah tulisan sebagaimanapun bagusnya tidak akan dapat diketahui jika tidak dibaca orang lain. Menulis dan membaca seperti sekeping mata uang yang mempunyai dua sisi, yang antara sisi yang satu dengan sisi lainnya saling mendukung dan menyempurnakan. Sebuah gagasan seseorang tidak akan dapat diketahui orang lain jika tidak dituangkan dalam bentuk tulisan.

Menurut Tarigan (1986:8) menulis adalah kegiatan pelukisan lambang-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga dapat membaca lambang-lambang tersebut. Penguasaan menulis itu dimulai dari seseorang mencontoh lambang-lambang yang mengarahkankan orang tersebut menemukan kegunaan bahasa. Orang akan semakin menyadari betapa pentingnya bahasa setelah ia dapat menggunakannya dalam berbagai kesempatan, karena menurut Tom Bello, kebiasaan mengubah wujud dari bahasa lisan menjadi tulisan merupakan proses menemukan bahasa yang efektif untuk mengkomunikasikan pikiran dan perasaan seseorang. Dengan kata lain menulis merupakan kegiatan penyampaian pesan dengan mengoptimalkan penggunaan bahasa tulis. Bahasa tulis yang menjadi media untuk mengupayakan pembaca memahami apa yang disampaikan. Jika pesan secara tertulis itu sampai tepat sasaran, inilah yang disebut komunikatif.

Cerita pendek adalah karangan berbentuk kisahan yang bersifat naratif dan imajinatif, hanya berisi satu ide, satu situasi atau kejadian, berpusat pada satu tokoh dominan sehingga terkesan tunggal yang jumlah katanya antara 500 sampai dengan 10.000. Jadi cerpen itu dari sisi lembaran berkisar antara 3 sampai 20 halaman. Dari sisi penokohan hanya satu tokoh yang dominan. Tokoh yang lain hanyalah memperjelas tokoh sentral sehingga semakin memperdominan tokoh sentral.

Tujuan penulisan cerpen

Semua kegiatan penulisan didasari tujuan yang ingin disampaikan penulisnya. Untuk karangan berbentuk cerpen, tujuan penulisannya adalah menyalurkan persoalan hidup manusia yang seringkali membebani pikiran baik orang lain ataupun penulisnya sendiri..

Begitu banyaknya persoalan manusia yang dihadapi dalam hidupnya, maka cerpen akan memberikan peluang sebanyak persoalan yang ada. Persoalan yang dianggap membebani hampir semua manusia dalam kehidupannya seperti: cinta yang selalu melekat pada manusia sepanjang usianya, maut, tragedi, harapan, kekuasaan, loyalitas, tujuan, makna hidup, serta hal-hal yang transendental di dalam kehidupan manusia.

Langkah menulis cerpen

Temukan ide dari sejumlah persoalan yang Anda pikirkan. Menemukan ide memang tidak mudah tetapi tidak sesulit yang Anda bayangkan. Anda dapat menemukan ide itu melalui cara berikut:

1. Tuliskan semua hal, yang Anda alami dan yang menjadi bahan pikiran Anda yang banyak dan berserakan di atas kertas.
Urutkanlah semua yang telah Anda tuliskan tersebut berdasarkan tingkat kepentingan dan Anda tahu pemecahannya. Letakkanlah urutan tertinggi bagi yang paling memenuhi kriteria penting tadi.
Jika itu suatu masalah, pikirkan pula apa solusinya
Tuliskan kata kunci dari butir–butir yang telah Anda pilih di atas untuk dijadikan bahan tulisan
Usahakan kata kunci yang Anda pilih adalah yang menurut Anda memiliki kesan positif

Contoh:

1. Misalnya Anda terkesan pada seseorang disebabkan ketekunannya. Ia hanya ingin menjadi seorang yang mandiri, bekerja keras, dan mampu mengembangkan usaha dengan berbagai masalah yang dihadapi.

2. Mengisi waktu dengan berbagai aktivitas

3. Senang menuntut ilmu meskipun untuk itu banyak rintangan yang menghadangnya.

Dari ketiga pengalaman berkesan itu kita tarik kata kuncinya yaitu:
Hidup mandiri /tidak tergantung pada orang lain
Mencari ilmu sepanjang hidup
Manfaatkan waktu

Kita coba mencari tokoh siapa yang akan kita jadikan tokoh ini. Misalnya kita beri nama tokoh ini Chairul Azam. Beri karakter sesuai kesan Anda pada ketiga kata kunci tadi misalnya: pekerja keras, cekatan, dan mudah empati. Tentukan tema cerpen yang akan Anda tulis itu apakah remaja, dewasa, anak-anak, atau manula. Tentukan profesi tokoh tersebut, apakah pendidik, pedagang, pegawai, ustad, petani, atau profesi lainnya. Dalam menentukan profesi sebaiknya bidang yang sangat Anda ketahui, karena Anda akan selalu berkisah dengan dunia yang akrab dengan Anda. Demikian pula dengan ketentuan latar

1. Susunlah ide tersebut dengan meramunya berdasarkan bahan-bahan yang seharusnya telah kita miliki sebagai layaknya sebuah bangunan yaitu:

• pengalaman
• imajinasi
• nilai, dan
• tokoh

2. Ramulah semua yang telah Anda dapatkan pada butir 1 dengan jalinan cerita yang diuraikan dengan kata-kata memikat dengan menempatkan latar yang sesuai dan berteima. Hal tersebut bertujuan agar latar membantu tokoh dalam menjelasgambarkan kepada pembaca.
Perhatikan contoh kutipan cerita berikut.

Chairul Azzam

Musim semi sudah tiba. Banyak orang memanfaatkan musim itu dengan sebaik-baiknya. Ada juga yang bahkan tidak pernah merasakan datangnya musim semi. Semua itu lantaran kerasnya kehidupan yang harus mereka hadapi. Lantaran mereka harus terus memeras otak dan menghadapi hidup dengan kucuran keringat dan bekerja tiada henti. Di antaranya Chairul Azzam dan beberapa orang mahasiswa yang bekerja dengannya.

Malam itu di saat banyak mahluk yang mendendangkan lagu cinta, ia masih juga belum istirahat dari pekerjaanya. Sementara teman-temannya satu rumah sudah lama larut bermesraan dengan mimpi indahnya masing-masing.

Azzam masih sibuk berkutat dengan kacang kedelainya yang telah ia beri ragi. Dengan penuh kesabaran ia harus membungkusnya agar menjadi tempe……. Sejak lamarannya pada Anna Althafunnisa telah didahului oleh sahabatnya sendiri. Azzam memutuskan untuk total bekerja. Sejak Ustadz Mujab menyarankan agar ia mengukur dirinya, ia memutuskan untuk total membaktikan diri pada ibu dan adik-adiknya di Indonesia. Ia niatkan itu semua sebagai ibadah dan rahmah yang tiada duanya. Ia juga meniatkannya sebagai tempaan dan pelajaran hidup yang harus ia tempuh di Universitas Kehidupan. Ia yakin semua itu tidak akan sia-sia. Bukankah Allah tak pernah menciptakan sesuatu dengan kesia-siaan.

Ia tidak lagi memiliki mimpi yang melangit tentang calon istri. Ia sudah bisa mengaca diri. Ia yakin jodohnya telah ada, telah disiapkan oleh Allah Swt. Maka ia tidak perlu kuatir. Jodoh adalah bagian dari rizki. RIzki seseorang sudah ada jatahnya. Dan jatah rezeki seseorang tidak akan diambil oleh orang lain. Begitulah yang tergores dalam pikirannya. Maka ia merasa tenang dan tentEram. Tetapi tempaan hidup dan ilmu hidup harus diusahakan. Allah tidak akan menambah ilmu seseorang kecuali seseorang itu berusaha menambah ilmunya. Ia merasa bekerja serius adalah bagian dari upaya menambah ilmu dan bagian dari usaha mengubah nasib.

Sejak peristiwa itu ia merasa harus lebih serius menghadapi hidup. Ia mulai membangun diri untuk berproses tidak hanya sukses secara bisnis, tapi juga sukses secara akademis. Ia mulai menata diri untuk menyelesaikan S1 tahun ini juga, setelah itu ia tetap akan belajar.

Wajahnya tampak lelah. Kedua matanya telah merah. Namun sepertinya ia tak mau menyerah. Dalam kondisi sangat letih, ia harus tetap bekerja. Ia tak mau kalah oleh keadaan. Ia tak mau semangatnya luntur begitu saja oleh rasa kantuk yang terus menderanya. Bila sudah begitu ia selalu ingat perkataan Al Barudi yang selalu melecut jiwanya.
Orang yang memiliki semangat.
Ia akan mencintai semua yang dihadapinya.

Ia melihat jam yang tergantung di dinding kamarnya. Ia menghela nafas dalam-dalam. Sudah masuk ujung malam. Dua jam lagi pagi datang. Ia harus menyelesaikan pekerjaannya dengan segera. Ia harus punya waktu untuk istirahat, meskipun cuma satu jam memejam mata.

Lalu ia berdiri dan menggerak-gerakkan tubuhnya untuk menghilangkan rasa linu dan pegal yang begitu terasa. Dua menit ia melakukan gerakan senam ringan, lalu kembali jongkok, dan kembali membungkus kedelai calon tempe dengan penuh ketelitian dan kesabaran.

Tepat pukul tiga kurang lima menit ia berdiri dan bernafas lega. Pekerjaannya telah usai . Masih ada sedikit waktu untuk istirahat sebelum subuh tiba. Alat-alat kerjanya ia rapikan. Ia letakkan pada tempatnya. Segera ia membersihkan tangannya dan mengambil air wudhu. Sebelum tidur ia sempatkan solat tahajjud dua rakaat dan ditutup witir. Ia mengatur jam bekernya lalu perlahan tidur.

Matanya terpejam, tapi pikirannya masih sadar. Telinganya menangkap suara seseorang mengetuk pintunya. Ia tak jadi tidur. Kenyamanannya buyar. Hatinya sedikit marah karena tidurnya diganggu.

”Ada apa?” ucapnya setengah berteriak. ”Maaf Kang, ini ada surat buat Sampean dari Indonesia.”
Mendengar itu rasa marahnya hilang seketika, berganti rasa bahagia yang luar biasa. Ia langsung bangkit dari tempat tidurnya.

”Surat dari Indonesia?” tanyanya seolah tak percaya.
”Iya Kang dari Indonesia.”
”Dari siapa?”
”Biasa, dari adik sampeyan, dari Husna.”
Azzam langsung melompat dan membuka pintu. Di depan pintu kamarnya Ali berdiri sambil menyodorkan sepucuk surat beramplop coklat muda.

”Siapa yang bawa?” tanya Azzam.
”Seperti biasa, surat tadi jatuh ke rumah Miftah di Abdul Rasul, dan yang membawa ke sini si Miftah sendiri. Ia langsung pergi. Katanya sedang punya janji, ”jawab Ali tenang.

Azzam menerima surat itu dengan hati luar biasa bahagia. Azzam membaca surat itu dengan segenap perasaan rindu dan cintanya.
………………………………
Kak Azzam tercinta!
Aku juga masih ingat surat kakak pertama yang menceritakan kepada ayah bahwa kakak adalah satu-satunya mahasiswa dari Indonesia tingkat pertama yang meraih predikat jayyid jiddan. Sebulan setelah menerima surat kakak ayah tabrakan dengan surat itu masih di dalam sakunya. Sejak itu kau datang tiap bulan dengan kirimanmu yang kau transfer lewat bank ke rekening ibu. Tak lama setelah itu aku tahu dengan detail apa yang kakak lakukan di Mesir untuk kami. Kakak kerja keras membuat tempe, berjualan tempe, dan membuat bakso demi kami. Kakak rela mengorbankan studi kakak demi kami. Kami tahu itu pasti sangat berat bagi kaka. sebab kami tahu mental kakak sejatinya adalah mental berkompetisi dan berprestasi. Sejak SD sampai Madrasah Aliyah kakak selalu rangking satu.

Kak Azzam tercinta,
kami tahu sebentar lagi kakak akan menghadapi ujian. Sudah saatnya kakak menatap masa depan kakak. Kami berharap saat ini kakak kembali konsentrasi ke studi kakak. Kakak harus selesai dan segera pulang. Sementara jangan pikirkan kami dulu. Insyaallah kami kini berkecukupan. Aku kini sudah dua bulan menjadi pengisi rubrik psikologi remaja di radio JPMI Solo, juga diminta sebagai asisten dosen di UNS. Dik Lia sudah menjadi pengajar tetap di SDIT. Gaji kami berdua Insyaallah cukup untuk hidup layak.
………………..
Selamat menempuh ujian. Semoga lulus dan segera pulang ke tanah air. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan taufik-Nya kepada Kakak . Amin

Wassalam,
Dengan sepenuh cinta,
Adikmu

Ayatul Husna.

Azzam membaca surat dari adiknya dengan air mata berderai-derai. Ia langsung tersungkur sujud syukur. Ia merasakan keagungan kasih sayang Allah Swt. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Ia berdoa agar diberi tambahan kekuatan untuk belajar dan diberi tambahan ilmu yang bermanfaat. Ia menguatkan tekad untuk lulus tahun ini juga. Tinggal satu mata kuliah lagi Tafsir halili. Ia harus lebih konsentrasi. Setelah itu baru ia memikirkan biaya untuk pulang.

Pengumuman ujian biasanya keluar bulan Juli. Targetnya awal Agustus ia pulang. Masih ada kira-kira waktu satu bulan. Ia harus memanfaatkannya sebaik-baiknya. Ia ingin menghatamkan belajar Al-Qurannya setiap subuh pada Imam Masjid di dekat apartemennya.. Untuk itu , bisnis tempenya sementara ia percayakan pada Rio. Ia hanya mengontrol dan mengarahkan saja. Namun, ia tetap memerlukan dana untuk pulang. Maka bisnis tempe dan bakso tetap harus jalan sampai hari H ia pulang..

Jam beker Azzam terus berdering. Azzam masih pula pulas. Tiba-tiba ….

Dar…dar…dar..!

Ada suara pintu diketuk dengan keras dan berteriak. Tiga orang polisi menggedor rumahnya mencari pelarian yang diduga bersembunyi dengan salah seorang mahasiswa Indonesia di rumah ini. Kejadian itu membuat Fadhil mahasiswa Aceh yang mengalami trauma berat setelah menyaksikan pembunuhan ayahnya oleh Gam itu pingsan. Ia terus mengalami sakit parah dan menghabiskan uang Azzam hasil jerih payahnya.
(Dikutip dengan perubahan dari Ketika Cinta Bertasbih, Habiburrahman El Shirazy, Republika 2007).

Nah Saudara, sajian tadi hanyalah contoh kecil dari tahapan menulis yang perlu Anda pelajari. Berlatih dan mencoba menulis setiap saat adalah kunci sukses menulis. Tidak ada keterampilan yang tidak memerlukan latihan dan praktik. Demikian pula keterampilan menulis.

Semoga Anda mampu menulis dan mengajarkan siswa Anda menulis dengan baik.

Contoh Judul Skripsi bagian 3;>>>> Baca

Pengetahuan Dasar dan Keterampilan Musik untuk TK;>>>> Baca

Merancang dan Menerapkan Model Pembelajaran IPS Terpadu dengan Menggunakan Pendekatan Humanistik;>>>> Baca

CONTOH SURAT LAMARAN CPNS UMUM;>>>> Baca

Matematika Alam Semesta;>>>>>>>>> Baca buka semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s