• Download Software Komputer
    Untuk anda yang ingin tahu, ingin belajar, mengubah ketertinggalan menjadi modern. Mengubah kemelataran menjadi kemakmuran.
    Mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Terus aktifitas takkan pernah lelah untuk belajar. CARI ILMU dimana saja, kapan saja dan berguru kepada siapa saja
    Google Groups
    Pencariilmu
    Kunjungi grup ini
    *Melihat Kota tempat weblog ini dikelola dari Satelit
  • Sepuluh Masukan Terkini

    Fatma di Download Diktat Buku Akuntansi…
    rendy di Download Diktat Buku Akuntansi…
    Rina Monika Dewi di Pengertian Etika, Moral dan…
    Dwi gita di Pengertian Politik dan Ilmu…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    mifta di Studi Kasus Umum Perpajak…
    Anonymous di PEMBELAJARAN DENGAN MODEL SIKL…
    Linguistik Umum | bo… di Cakupan Semantik
  • Admin

  • Anatomi Krisis

    Anatomi Krisis

    Seorang konsultan krisis terkenal dari Amerika Steven Fink, mengembangkan konsep anatomi krisis. Fink mendeskripsikan krisis seperti layaknya penyakit yang menyerang tubuh manusia, dan membagi tahapan krisis sesuai dengan terminologi kedokteran yang dipakai untuk melihat stadium penyakit yang menyerang manusia sebagai berikut:
    1.tahap prodromal
    2.tahap akut
    3.tahap kronik
    4.tahap resolusi (penyembuhan)
    Menurut Fink keempat tahap tersebut saling terkait dan membentuk suatu siklus. Lama waktu yang ditempuh oleh setiap tahap sangat dipengaruhi oleh sejumlah variabel seperti di bawah ini
    1. Tubuh manusia
    jenis virus
    usia pasien
    Kondisi kesehatan pasien
    Potensi untuk menerima pengobatan
    Keterampilan dokter

    2. Perusahaan
    jenis bahaya
    usia perusahaan
    Kondisi perusahaan
    Potensi untuk menerima treatment
    Keterampilan para manajer

    Apabila krisis yang terjadi tidak terlalu parah, maka waktu yang dibutuhkan oleh masing-masing fase tidak akan terlalu lama. Sebaliknya, apabila krisis yang terjadi termasuk krisis yang berat, dan juga tidak tertangani dengan baik, maka kemungkinan terburuk yang bisa dialami perusahaan adalah colapsnya perusahaan.

    Sebagai elemen yang sangat berperan dalam menangani krisis yang terjadi pada suatu perusahaan/organisasi, maka praktisi humas harus berupaya mempercepat masa turning point krisis dari tahap prodromal ke tahap resolusi

    Kita akan bahas satu persatu dari keempat tahap krisis di atas.

    1.Tahap Prodromal
    Krisis yang terjadi pada tahap ini kadang diabaikan karena perusahaan (sepertinya) masih berjalan secara normal. Tahap ini disebut juga dengan warning stage karena sesungguhnya pada krisis ini sudah muncul gejala-gejala yang harus segera diatasi. Tahap ini merupakan tahap yang menetukan. Apabila perusahaan mampu mengatasi gejala-gejala yang timbul, maka krisis tidak akan melebar dan memasuki fase-fase berikutnya. Naumn seandainya pada tahap ini krisis juga tidak berhasil ditangani, palin tidak perusahaan sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi tahap akut. Tahap prodromal bisa muncul dalam tiga bentuk:
    a.jelas sekali, misalnya karyawan meminta kenaikan upah
    b.samar-samar karena sulitnya menginterpretasikan dan memprediksi luasnya suatu kejadian. Misalnya adanya peraturan pemerintah yang baru, munculnya pesaing baru, dsb.
    c.sama sekali tidak kelihatan. Gejala-gejala krisis tidak terlihat sama sekali. Perusahaan tidak dapat membaca gejala ini karena kelihatannya tidak ada masalah dan kegiatan perusahaan berjalan dengan baik. Pada bentuk ini, ada kalanya perusahaan mempunyai asumsi bahwa “sulit untuk memuaskan semua pihak”, maka merupakan hal yang wajar apabila kemudian ada pihak tertentu yang dirugikan. Namun yang membahayakan dari asumsi tersebut adalah perusahaan tidak memikirkan kerugian tersebut bisa merugikan perusahaan secara perlahan namun pasti.

    2.tahap akut
    Banyak perusahaan beranggapan pada tahap inilah krisis mulai terjadi karena tidak berhasil mendeteksi gejela krisis yang terjadi pada tahap prodromal. Pada tahap ini gejala yang semula samar atau bahkan tidak terlihat sama sekali mulai tampak jelas. Krisis akut sering disebut sebagai the point of no return, artinya apabila gejala yang muncul pada tahap peringatan (tahap prodromal) tidak terdeteksi sehingga tidak tertangani, maka krisis memasuki tahap akut yang tidak akan bisaa kembali lagi. Kerusakan sudah mulai bermunculan, reaksi mulai berdatangan, isu menyebar luas. Namun demikian, seberapa jauh krisis menimbulkan kerugian sangat tergantung dari para akktior yang mengendalikan krisis.

    3.Tahap Kronis.
    Apabila diibaratkan badai, pada tahap ini badai telah berlalu, yang tinggal adalah reruntuhan bangunan akibat badai. Berakhirnya tahap akut dinyatakan dengan langkah-langkah pembersihan. Tahap ini disebut juga sebagai the clean up phase atau the post mortem atau tahap recovery atau selfanalysis. Tahap ini ditandai dengan perubahan struktural, seperti penggantian manajemen, penggantian pemilik, atau bahkan mungkin juga perusahaan dilikuidasi. Perusahaan harus segera mengambil keputusan apakah akan mau hidup terus atau tidak. Kalau ingin hidup terus tentu perusahaan harus sehat dan mempunyai reputasi yang baik.

    4.Tahap resolusi (penyembuhan)
    Merupakan tahap pemulihan kembali kondisi perusahaan. Namun yang perlu diingat, karena tahap-tahap krisis ini merupakan siklus yang berputar, maka bila telah memasuki tahap resolusi perusahaan tetap harus waspada bila proses penyembuhan tidak benar-benar tuntas, krisis akan kembali ke tahap prodromal

    Baca Artikel Lain

    Apa Harus Dilakukan Guru Dalam Pelaksanaan Proses Belajar-mengajar;>>>> Baca

    Metode Berlizt Dalam Pengajaran Bahasa ;>>>> Baca

    Krisis Dalam Organisasi/perusahaan;>>>>>>>>>>>> Baca

    Komunikasi Persuasif Dalam Iklan;>>>>>>>>> Baca

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

    Bergabunglah dengan 323 pengikut lainnya

    %d blogger menyukai ini: