Strategic Management untuk Humas

Strategic Management untuk Humas

Selain berkonotasi jangka panjang, strategic management juga menyandang konotasi “strategi”. Kata strategi sendiri mempunyai pengertian yang terkait dengan hal-hal seperti kemenangan, kehidupan, atau dayajuang. Artinya, menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan mampu atau tidaknya perusahaan atau organisasi menghadapi tekanan yang muncul dari dalam maupun dari luar. Kalau dapat, maka organisasi/perusahaan tersebut akan terus hidup, kalau tidak, ia akan mati seketika. Hidup yang dipertaruhkan sendiri merupakan suatu cakupan waktu yang panjang, bukan sekadar bertahan lalu mati. Maka itu strategi membenarkan perusahaan atau organisasi melakukan tindakan pahit seperti amputasi (pengurangan unit usaha, dirumahkannya karyawan, pemangkasan, dan lain-lain) sepanjang hal itu dilakukan demi kehidupan perusahaan/organisasi dalam jangka panjang.
Strategic management juga dimaksudkan agar perusahaan atau organisasi dapat dikendalikan dengan baik untuk mencapai tujuannya. Oleh karena itu hal yang paling dasar bagi setiap manajer di dalam perusahaan adalah mengetahui dengan pasti arah yang sedang dituju oleh perusahaan dan arah bagian yang dipimpinnya.
Perjalanan sebuah perusahaan menuju sasarannya adalah lebih dari sekadar bepergian dengan kapal pesiar, karena di sepanjang perjalanannya banyak perubahan yang mungkin timbul. Mungkin nakhodanya diganti di tengah jalan, mungkin para awaknya mundur, mungkin ada badai sehingga kapal harus berlabuh di ternpat lain atau mungkin perlu ada sasaran lain yang lebih menarik. Yang jelas perjalanan sebuah perusahaan lebih banyak menemui hal-hal yang tidak pasti di tengah perjalanannya ketimbang mengemudikan sebuah kapal. Lebih jauh, para awak kapal dan nakhoda lebih sering terpaku dengan hal-hal operasional dari hari ke hari daripada memikirkan arah kapalnya dan mempertimbangkan kapasitas yang dimiliki. Yang lebih celaka lagi, mereka semua mempunyai mimpi yang berbeda-beda kendati sudah tidur di atas kapal yang sama. Dan mereka menganggap bahwa mimpi mereka sama dan seakan-akan orang lain mengerti apa isi mimpinya.
Itu semua tidak benar. Dalam sebuah perusahaan atau kapal yang tengah berlayar, bahkan di mana lokasi perusahaan atau organisasi itu hari ini berada saja, tidak banyak yang tahu.
Strategic management memulai pekerjaannya dengan mencari tahu di rnana lokasi perusahaan atau organisasi berada pada hari ini dan menyatukan mimpi-mimpi itu dalam suatu kesepakatan bersama. Mimpi itu dalam istilah strategic management disebut mission/misi
Humas, sebagai salah satu komponen kapal itu, diadakan untuk tuiuan strategis, yaitu untuk membaca rintangan yang muncul dari luar (ketentuan pemerintah yang mematikan, ketidakpahaman karyawan atas sikap penduduk di sekitar pabrik sehingga penduduk bersikap melawan, tindakan pesaing, boikot dari konsumen, sampai pada kesalahan perusahaan yang dibuat tanpa sengaja terhadap publiknya) maupun dari dalam (pemogokan karyawan, pengrusakan, sikap tidak terpuji, dan lain-lain) agar kapal dapat berlayar dengan selamat ke tuiuannya. Humas memberi sumbangan yang sangat besar bagi perusahaan dengan mengembangkan hubungan-hubungan yang harmonis dengan stakeholdersnya agar perusahaan dapat mengembangkan kemampuannya mencapai misinya.

Pearce dan Robinson mengernbangkan langkah-langkah strategic management sebagai berikut:

1.menentukan misi perusahaan termasuk di dalamnya adalah pernyataan yang umum mengenai maksud pendirian, filosofi, dan sasaran.
2.mengembangkan company profile yang mencerminkan kondisi internal perusahaan dan kemampuan yang dimilikinya.
3.penilaian terhadap lingkungan eksternal perusahaan, baik dari segi semangat kompetitif maupun secara umum.
4.analisis terhadap peluang yang tersedia dari lingkungan (yang melahirkan pilihan-pilihan).
5.identifikasi atas pilihan yang dikehendaki yang tidak dapat digenapi untuk memenuhi tuntutan misi perusahaan.
6.pemilihan strategi atas tujuan jangka panjang dan garis besar strategi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.
7.mengembangkan tujuan tahunan dan rencana jangka pendek yang selaras dengan tujuan jangka panjang dan garis besar strategi.
8.implementasi atas hal-hal di atas dengan menggunakan sumber yang tercantum pada anggaran (budget) dan memadukan rencana tersebut dengan sumber daya manusia, struktur, teknologi, dan sistem balas jasa yang memungkinkan.
9.review dan evaluasi atas hal-hal yang telah dicapai dalam setiap periode jangka pendek sebagai suatu proses untuk melakukan kontrol dan sebagai input bagi pengambilan keputusan di masa depan.
Maka jelaslah, langkah yang perlu dilalui melibatkan sejumlah pihak di dalam perusahaan yang terdiri atas berbagai latar belakang. Tujuannya sebenarnya sederhana sekali, yakni menyelaraskan program dan tindakan setiap komponen (bagian) perusahaan menuju suatu sasaran yang sama. Selain itu kegiatan ini terkadang melibatkan ahli-ahli dari luar perusahaan untuk mendapatkan gambaran atas hal-hal yang terjadi di luar kendali perusahaan. Misalnya:
1.Gambaran tentang arah deregulasi dari para perencana ekonomi atau pengamat ekonomi.
2.Gambaran tentang suplai uang atau kredit dari para bankir.
3.Gambaran tentang arah ekonomi secara menyeluruh dari pakar ekonomi.
4.Gambaran tentang perubahan gaya hidup dari para peneliti sosial.
5.Gambaran tentang perubahan sikap masyarakat dari pengamat sosial.
6.Gambaran tentang arah perkembangan teknologi dari pemasok teknologi.
7.Gambaran tentang pasokan tenaga kerja, kualitas dan tuntutan kerja dari ahli kependudukan atau konsultan di bidangnya.
8.Gambaran tentang situasi politik nasional, regional, dan internasional dari pakar ilmu politik.
9.Gambaran tentang sikap pers terhadap perusahaan dari kalangan media, dan sebagainya.
Unsur-unsur yang berada di luar perusahaan itu memang tidak mudah untuk dikendalikan, akan tetapi hal itu menjadi amat berbahaya bila tidak diketahui keberadaan dan perkembangannya. Di kebanyakan perusahaan, para manajer sering memelihara asumsi bahwa mereka sudah cukup tahu dengan membaca perkembangan dari media massa umum. Sikap ini tentu perlu dikoreksi.

Humas dapat memberikan kontribusinya dalam proses strategic management melalui dua cara:

1.melakukan tugasnya sebagai bagian dari strategic management keseluruhan organisasi dengan melakukan survei atas lingkungannya dan membantu mendefinisikan misi, sarana, dan tujuan organisasi/perusahaan. Keterlibatan humas dalam proses menyeluruh ini akan memberi manfaat yang besar bagi perusahaan dan sekaligus bagian humas itu sendiri, khususnya pada level korporat. Tanpa keterlibatan itu humas akan melakukan kegiatannya secara membabi-buta. la hanya menjadi penghias perusahaan yang menghabiskan uang dengan sia-sia.
2.Humas dapat berperan dalam strategic management dengan mengelola kegiatannya secara strategis. Artinya bersedia mengorbankan kegiatan jangka pendek demi arah perusahaan secara menyeluruh.
Kedua sumbangan itu akan dapat dimengerti bila disadari bahwa strategic management mempunyai area kegiatan dalam 3 lapisan, yakni pada
1.lapisan korporat atau organisasi secara menyeluruh;
2.lapisan bisnis atau lapisan khusus, dan
3.lapisan fungsional.
President, chairman, CEO (Chief Executive Officer), direktur utama, direktur, atau pejabat teras atas lainnya adalah orang-orang yang mengambil keputusan strategis pada lapisan pertama. Horison mereka adalah horison korporat secara menyeluruh. Mereka membuat kebijakan umum yang mencerminkan aspirasi para pernegang saham dan stakeholders lainnya. Di perusahaan besar yang menyadari betapa kompleksnya masalah yang dihadapi dan besar kemungkinan menjadi sorotan masyarakat atas segala aktivitasnya, kedudukan humas idealnya ditempatkan pada posisi ini. Artinya, humas amat strategis dan mempunyai jalur yang langsung kepada pemegang saham, top eksekutif, dan masyarakat.
Pada lapisan kedua, duduk para kepala cabang dengan kebijakan yang menyangkut segmen pasar atau jasa khusus. Pada lapisan yang terakhir (fungsional) terdapat fungsi operasi, seperti keuangan, akunting, sumber daya manusia, pemasaran, dan bahkan humas.
Pada lapisan yang terakhir inilah sering kali dalarn prakteknya humas ditempatkan. Karena kedudukannya yang tidak sesuai dengan peranannya, di masa-masa lalu sering sekali terlihat humas tidak dapat menjalankan peranannya secara strategis. Bagian ini diberi tugas melaksanakan tujuan perusahaan, tanpa mengikutkannya dalam perumusannya.
Pada lapisan ini seorang praktisi humas memang menjadi sangat serba salah. la dituntut menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang strategis dan sering dianggap sebagai juru bicara. Tetapi sebenamya ia tak lebih dari sekadar pelaksana biasa yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapisan atas dan bahkan tidak tahu apakah yang dilakukannya itu sesuai dengan aspirasi mereka. Oleh karena itu efektivitas pekerjaan humas amat tergantung pada persepsi pemimpin perusahaan yang tercermin dari penempatan dan ruang lingkup pekerjaan yang didelegasikan kepadanya.
Akhirnya, untuk menjernihkan masalah, perlu didiskusikan kata management dalam strategic management. Dalam bahasa sehari-hari management mengandung arti yang bermacam-macam. Manajemen bisa diartikan sebagai birokrasi, yakni keteraturan, sistem, dan prosedur standar untuk menstandarisasikan perilaku dan kontrol terhadap tindakan. Manajemen juga bisa berarti staf perusahaan yang duduk berdasi di belakang meja manajemen (untuk membedakannya dengan karyawan yang bekerja di lapangan). Ada pula yang menyebut manajemen sebagai suatu sistem yang mengatur kegiatan sehari-hari (operasional).
Dalam materi ini ada baiknya kita menyamakan persepsi kita mengenai pengertian manajemen sebagai berpikir ke depan (atau perencanaan) daripada sekadar sistem atau keteraturan. Karena itu, dalam konsep humas, seorang praktisi humas sangat tidak dianjurkan melakukan hubungan tanpa pertimbangan strategis yang menyangkut analisis terhadap situasi masa depan.
Berdasarkan prinsip-prinsip di atas, model strategic management untuk humas dikembangkan. Di bawah ini menjelaskan model strategic management dalam kegiatan humas (untuk menggambarkan dua peran humas dalam strategic management secara menyeluruh dan dalam kegiatan humas itu sendiri). Tiga tahapan yang pertarna mempunyai cakupan luas, sehingga lebih bersifat analisis. Empat langkah selanjutnya merupakan penjabaran dari tiga tahap pertama yang diterapkan pada unsur yang berbeda-beda.

1.Tahap Stakeholders
Sebuah perusahaan/organisas! mempunyai hubungan dengan publiknya bilamana perilaku organisasi tersebut mempunyai pengaruh terhadap stakeholdersnya atau sebaliknya. Humas harus melakukan survei untuk terus membaca perkembangan lingkungannya, dan membaca perilaku organisasinya serta menganalisis konsekuensi yang akan timbul. Komunikasi yang dilakukan secara kontinu dengan stakeholders ini membantu organisasi untuk tetap stabil.
2.Tahap Publik
Publik terbentuk ketika perusahaan/organisasi menyadari adanya problem tertentu. Pendapat ini berdasakan hasil penelitian Grunig dan Hunt yang menyimpulkan bahwa publik muncul sebagai akibat adanya problem dan bukan sebaliknya. Dengan kata lain publik selalu eksis bilamana ada problem yang mempunyai potensi akibat (konsekuensi) terhadap mereka. Maka publik bukanlah suatu kumpulan massa umum biasa, mereka sangat selektif dan spesifik terhadap suatu kepentingan tertentu (problem tertentu).
Oleh karenanya humas perlu terus-menerus mengidentifikasi publiknya yang muncul terhadap berbagai problem. Biasanya dilakukan melalui wawancara mendalam pada suatu focus group.
3.Tahap Isu
Publik yang muncul sebagai konsekuensi dari adanya problem selalu mengorganisasi dan menciptakan ‘isu’. Yang dimaksud dengan ‘isu’ di sini bukanlah isu dalam arti kabar burung atau kabar tak resmi yang berkonotasi negatif (bahasa aslinya rumor), melainkan suatu tema yang dipersoalkan. Mulanya pokok persoalan demikian luas dan mempunyai banyak pokok, tetapi kemudian akan terjadi kristalisasi sehingga pokoknya menjadi jelas karena pihak-pihak yang terkait saling melakukan diskusi.
Humas perlu mengantisipasi dan bersifat responsif terhadap isu-isu tersebut. Langkah ini di dalam manajemen dikenal sebagai Issues Management. Pada tahap ini media memegang peranan yang sangat penting karena media akan mengangkat suatu pokok persoalan kepada masyarakat dan masyarakat akan menanggapinya. Media mempunyai peranan yang sangat besar dalam perluasan isu dan, bahkan, membelokkannya sesuai dengan persepsinya. Media dapat melunakkan sikap publik atau sebaliknya, meningkatkan perhatian publik, khususnya bagi hot issue, yakni yang menyangkut kepentingan publik yang lebih luas,
Issues Management pada tahap ini perlu dilakukan secara simultan dan cepat, dengan melibatkan komunikasi personal dan sekaligus komunikasi dengan media massa.
Humas melakukan program komunikasi dengan kelompok stakeholders atau publik yang berbeda-beda pada ketiga tahap di atas. Selanjutnya dilakukan langkah-langkah 4-7 berikut ini:
4.Humas perlu mengembangkan tujuan formal seperti komunikasi, akurasi, pemahaman, persetujuan, dan perilaku tertentu terhadap program-program kampanye komunikasinya.
5.Humas harus mengembangkan program resmi dan kampanye komunikasi yang jelas untuk menjangkau tujuan di atas.
6.Humas, khususnya para pelaksana, memahami permasalahan dan dapat menerapkan kebijakan kampanye komunikasi.
7.Humas harus melakukan evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaan tugasnya untuk memenuhi pencapaian objective dan mengurangi konflik yang mungkin muncul di kemudian hari.
Tahap 1 sampai tahap 3 di atas adalah tahap strategis, sedangkan empat tahap selanjutnya merupakan tahap reguler yang biasanya dilakukan oleh praktisi humas

Baca Artikel Lain

Apa Harus Dilakukan Guru Dalam Pelaksanaan Proses Belajar-mengajar;>>>> Baca

Anatomi Krisis;>>>>> Baca

Krisis Dalam Organisasi/perusahaan;>>>>>>>>>>>> Baca

Komunikasi Persuasif Dalam Iklan;>>>>>>>>> Baca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s