Reduplikas Bahasa Tidung di Desa Tanah Merah BAB I

Reduplikas Bahasa Tidung di Desa Tanah Merah Kalimantan Timur

oleh Taruna
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh orang-orang untuk berinteraksi, menyampaikan ide atau gagasan kepada lawan tutur. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia yang digunakan sebagai bahasa pemersatu suku bangsa, karena di Indonesia terdapat beranekaragam bahasa yang kerap disebut dengan bahasa daerah. Salah satu bahasa daerah tersebut adalah bahasa Tidung yang digunakan oleh suku Tidung.
Bahasa Tidung terdapat di bagian utara Kalimantan Timur, yaitu di sepanjang sungai Sembakung, sungai Sebuku, sungai Bulungan, di pulau Tarakan, pulau Tanah Merah, dan sepanjang pesisir dari muara sungai Bulungan ke utara sampai ke daerah Tawau (Malaysia Timur). Khususnya di desa Tanah Merah, mayoritas penduduknya suku bangsa Tidung. Selain bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa Tidung juga dijadikan sebagai bahasa utama oleh masyarakat desa Tanah Merah. Meskipun di desa tersebut sudah dimasuki oleh suku-suku bangsa lain, seperti suku Bugis, Jawa, Timor, Buton, namun bahasa Tidung tetap saja berkembang bahkan tidak sedikit suku-suku yang masuk dapat berbahasa Tidung.
Pada tahun 80-an telah dilakukan penelitian tentang Struktur Bahasa Tidung yang terdiri dari struktur fonologi, morfologi, dan sintaksis oleh tim peneliti Fakultas Keguruan Universitas Lambung Mangkurat yang bekerja sama

dengan Proyek Peneliti Pusat. Meskipun telah dilakukan penelitian tentang bahasa Tidung namun, data dan informasi tentang struktur morfologi bahasa Tidung terutama tentang pengulangan dalam bahasa Tidung yang lazim disebut dengan reduplikasi masih kurang. Pengulangan atau reduplikasi dalam bahasa Tidung hampir mirip dengan pengulangan pada bahasa Indonesia, namun yang menjadi pembeda hanyalah bentuk pengulangannya saja. Misalnya pengulangan kataya/aw —»jalan-jalan, sedangkan dalam bahasa Tidungnya yaitu makow —> mako-makow dari contoh tersebut terdapat perbedaan jenis pengulangan, pengulangan jalan-jalan merupakan jenis pengulangan seluruhnya, sedangkan mako-makow merupakan jenis pengulangan sebagian. Hal inilah yang mendorong penulis melakukan penelitan tentang reduplikasi bahasa Tidung khususnya bahasa Tidung yang digunakan masyarakat desa Tanah Merah guna menambah data dan informasi tentang struktur morfologi khususnya reduplikasi bahasa Tidung.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah perlu dikemukan agar pemecahan masalah dalam penelitian ini lebih terarah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagimanakah reduplikasi bahasa Tidung di desa Tanah Merah?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi mengenai reduplikasi bahasa Tidung di desa Tanah Merah.

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat. Adapun manfaat dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai data dan informasi bagi
masyarakat suku Tidung khususnya, dan para pembaca pada umumnya.
2. hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan referensi atau kajian bagi
penelitian bahasa berikutnya.
E. Penegasan Judul
Judul dalam penelitian ini adalah “Reduplikasi Bahasa Tidung di Desa Tanah Merah”. Untuk memperjelas maksud yang disampaikan dalam penelitian ini, perlu adanya penegasan judul. Penegasan judul tersebut adalah sebagai berikut:
1. Reduplikasi
Reduplikasi adalah pengulangan satuan gramatik, baik seluruhnya maupun sebagian, baik dengan variasi fonem maupun tidak dengan variasi fonem. (Ramlan, 2001:63).
2. Bahasa Tidung
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. (KBBI, 2007: 88). Sedangkan yang dimaksud dengan bahasa Tidung adalah alat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat suku Tidung.

Berdasarkan penjelasan judul di atas, penelitian ini bermasud mempelajari dan meneliti reduplikasi atau pengulangan dalam bahasa Tidung pada masyarakat suku Tidung di desa Tanah Merah.
F. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan usulan penelitian ini terdiri atas tiga bagian. Bab I, yaitu pendahuluan. Bab ini berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan judul, dan sistematika penulisan. Bab II, yaitu kajian teori. Bab ini berisi pengertian bahasa, pengertian reduplikasi, macam-macam pengulangan, dan maksan dan fungsi reduplikasi. Bab III, yaitu metode penelitian. Bab ini berisi pengertian metode penelitian, populasi dan sampel, tempat dan waktu penelitian, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

Baca Artikel Lain

Bahasa Ragam Media Pada Kolom Coffee Break Harian Radar Tarakan Edisi Juli 2008 ( Bab Ii)>>>>> Baca

Belajar, Mengajar Dan Pembelajaran;>>>>> Baca

Prinsip-prinsip Belajar;>>>>>>>>>>>> Baca

Konsep-konsep Pokok Dalam Penelitian Polling;>>>>>>>>> Baca

Prinsip-prinsip Mengaktifkan Siswa Belajar;> Baca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s