BAHASA RAGAM MEDIA PADA KOLOM COFFEE BREAK HARIAN RADAR TARAKAN EDISI JULI 2008 ( BAB I)

BAHASA RAGAM MEDIA PADA KOLOM COFFEE BREAK HARIAN RADAR TARAKAN EDISI JULI 2008 ( BAB I)
Oleh ASTUTIK
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa Indonesia memiliki wialayah pemakaian yang sangat luas dengan berbagai ragam penuturnya.(Alwi, 2000 : 3).Keanekaragaman penuturnya itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah faktor daerah, faktor pendidikan, dan faktor sikap penutur. Di samping ketiga faktor tersebut, sifat bahasa Indonesia yang sangat terbuka itu juga ikut memberi peluang bagi penutur manapun untuk bertutur sesuai dengan karakter kedaerahannya, tingkat pendidikannya, dan kebiasaan bertuturaya. Sejumlah corak bahasa Indonesia pada dasarnya sudah tersedia bagi setiap pemakai bahasa Indonesia (Alwi, 2000 : 5)
Keragaman penutur bahasa Indonesia ini tidak akan dapat dibendung karena hal ini berkembang sejalan dengan perkembangan bahasa Indonesia. Dari segi sejarah, bahasa Indonesia memang diangkat dan dibesarkan dari bahasa Melayu yang sudah lama menjadi alat komunikasi di seluruh wilayah nusantara. Sebagai alat komunikasi, bahasa Melayu telah dipakai oleh berbagai suku bangsa dengan bahasa dan budayanya yang berbeda-beda.
Pemerintah selalu berusaha keras untuk menyeragamkan pemakaian bahasa Indonesia melalui proses pembakuan namun keanekaragaman penutur justru berkembang lebih oesat. Salah satu factor penyebab (walaupun tidak mutlak) adalah factor sejarah bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia.emang harus diakui bahwa
1

terlalu banyak faktor penghalang terhadap usaha pembakuan bahasa Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah. Faktor penghalang yang paling utama adalah norma bahasa Indonesia yang mana yang dapat dipakai untuk mewakili seluruh ragam bahasa di Indonesia dalam pembakuan bahasa Indonesia. Alwi (2000 : 11) mempertanyakan norma bahasa yang mana yang berlaku untuk bahasa Indonesia baku serta golongan penutur mana yang dapat dijadikan sebagai patokan bagi norma itu.
Berbagai ragam bahasa Indonesia yang hidup subur di seluruh wilayah Indonesia justru memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Ragam-ragam bahasa itu hidup dan dipakai secara berdampingan dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya tetapi ada batas-batasnya. Unsur bahasa daerah atau bahasa asing yang masuk sepanjang memperkaya kosa kata atau bangun kalimat hal itu kita anggap wajar. Akan tetapi, unsur bahasa yang lain itu justru mengganggu keefektifan penyampaian informasi di antara kita hendaklah kita hindari. Semua ragam itu dapat digolongkan ke dalam bahasa Indonesia tetapi tidak semuanya dapat digolongkan sebagai bahasa Indonesia yang baik dan benar (Alwi, 2000 : 9)
Bahasa Indonesia ragam media (media cetak : koran, majalah, bulletin, dll) merupakan bagian dari bahasa Indonesia ragam tinggi. Walaupun demikian, tidak semua bagian media cetak menggunakan bahasa Indonesia ragam tinggi. Kolom-kolom tertentu menggunakan bahasa Indonesia ragam rendah. Bahkan pada kolom penulisan artikel resmi pun bahasa Indonesia ragam tinggi lehilangan keelokannya dengan menghilangkan unsur-unsur kebahasaan penting seperti awalan me- atau ber-. Walaupun penghilangan/pelesapan

itu tidak banyak berpengaruh kepada pengungkapan gagasan yang bersifat ilmiah, dia tetap tidak elok, dan tidak taat asas.
Harian Radar Tarakan (HRT) adalah salah satu mediamasa yang menggunakan bahasa tulis dengan cirri-ciri tersebut di atas. Chaer (1995 : 95) mengatakan bahwa secara keseluruhan surat kabar menggunakan ragam jurnalistik dengan cirri-ciri yang khas, tetapi pada rubric editorial atau tajuk rencana digunakan ragam resmi, berita-berita tentang kejadian sehari-haridigunakan ragam usaha, pada rubric pojok digunakan ragam santai, dan pada teks karikatur actual digunakan ragam akrab.
Bahasa Indonesia ragam media pada kolom Coffee Break Harian Radar Tarakan (CBHRT) adalah bahasa Indonesia ragam santai. Chaer (1995 : 93) mengatakan bahwa ragam santai atau ragam kasual adalah variasi bahasa yang digunakan dalam Suasi tidak resmi untuk berbincang – bincang dengan keluarga atau teman karib pada waktu beristirahat. Karena kolom ini menyajikan lelucon-lelucon, bahasanya pun terkesan sangat santai yang dikemas dalam bentuk dialog dengan satu pokok tuturan tertentu, pada waktu, tempat, dan situasi tertentu pula.
Contoh : CBHRT tanggall 3 Mi 2008
Sennit
KETIKA seorang pengendara motor terjatuh di sebuah sarang semut dan dia
mail di tempat tersebut maka malaihat dating menghampirinya
Malaikat: “Apayang menyebabkan Anda meninggal dtmia ? ”
P.Motor : “Saya menabrak dan terjatuh di sarang semut. ”
Malaikat: “Siapayang bertanya kepada anda
P. Motor : “barman anda bertanaya
Malaikat: “ih situ ok! Impe pd bgd gtho. Kita mah nanya semut bukan nanya
. situ!!! P. Motor: ??????

Pada contoh di atas, pembicara (istri) dan pendengar (suami) terlibat dalam suatu peristiwa tutur dengan menggunakan bahasa Indonesia ragam santai. Chaer (1995 : 93) mengatakan bahwa kosa katanya banyak dipenuhi unsur leksikal dialek dan unsur bahasa daerah. Penulis berpendapat bahwa unsur leksikal dialek dan unsur bahasa daerah atau bahkan unsur bahasa asing itulah yang memiliki korelasi emosional yang sangat tinggi sehingga mampu menggugah perasaan pembaca. Hal inilah yang menarik perhatian penulis untuk mengadakan penelitian.+
Unsur-unsur leksikal dialek yang ditampilkan di dalam dialog di atas adalah sebagai berikut: P Motor : barusan anda bertanya
Malaikat: ih situ ok /// mpe bisapd bgdgtho kita amah nanya semut
Bukan nanya situ!!! Penjelasan : 1. barusan adalah leksikal dialek Betaw sepadan dengan ‘baru saja’ dalam
bahasa Indonesia.
2. Ih situ ok adalah Ujaran yang terdiri atas leksikal dialek dan leksikal asing
Ih adalah kata seru mungkin bahasa Indonesia, atau mungkin bahasa daerah
situ adalah kata sapaan bahasa Jawa, dipandankan dengan kata ‘riko’ dan
akhir-akhir ini dipakai sebagai sapaan dalam bahasa Indonesia oleh seba –
gian besar penutur bahasa Indonesia baik intelek maupun awam.
ok adalah istilah asing yang menyatakan ‘persetujuan’ sepadan dengan Istilah ‘hebat’ dalam bahasa Indonesia.
3. mpe adalah leksikal dialek Betawi sepadan dengan ‘sampai’ atau ‘begitu’
dalam bahasa Indonesia.

4. pd adalah singkatan dari ‘percaya diri’ yang akhir-akhir ini berubah
menjadi istilah “gaul” dalam kalangan remaja.
S.bsd adalah singkatan yang biasa dikenal dalam bahasa SMS yang melambangkan leksikal dialek Betawi yaitu ‘banget’. Yang artinya ‘sangat’ atau ‘terlalu’ dalam bahasa Indonesia
6 stho adalah singkatan dalam bahasa SMS dari leksikal dialek Betawi yang artinya ‘begitu’
7. mah adalah kata tambahan dari leksikal dialek Betawi yang sederajat
dengan partikel penegas ‘kan’ sebagai singkatan dari kata ‘bukan’ dalam bahasa Indonesia.
8. Nanya adalah lekdsikal dialek Betawi yang sepadan dengan ‘bertanya’ d
dalam bahasa Indonesia._ B. Alasan Pemilihan Judul
Penulis memilih judul “Bahasa Ragam Media pada Kolom Coffee Break Harian Radar Tarakan” edisi Juli 2008 dengan beberapa pertimbangan, antara lain :
1. Harian Radar Tarakan merupakan koran utama bagi masyarakat kota Tarakan.
2. Kolom Coffee Break pada Harian Radar Tarakan merupakan sajian lelucon yang
sangat berguna bagi masyarakat pembaca di kota Tarakan yaitu sebagai selingan penghibur hati, juga sebagai bahan latihan untuk penajaman pemahaman pembaca terhadap lelucon-lelucon yang bersifat kontemplatif.
3. Penulis memandang perlu untuk membahas lebih jauh tentang insur-unsur leksikal dialek dan unsur bahasa daerah dan bahasa asing yang dipakai di dalan kolom

Coffee Break Harian Radar Tarakan agar masyarakat pembaca di kota Tarakan bisa mengenal /memahami maknanya yang sebenarnya.
4. Belum ada penelitian tentang sajian lelucon dalam kemasan kolom Coffee Break pada Harian Radar Tarakan.
C. Batasan Masalah
Jika dilihat secara utuh, lelucon yang disajikan dalam kolom Coffee Break Harian Radar Tarakan merupakan bahan bacaan yang bersifat kompleks dan kontemplatif. Kita/Pembaca tidak hanya sekadar menikmati lelucon yang disajikan itu tetapi juga ada hal-hal penting yang bersifat aktual dan faktual yang berkaitan langsung dengan kehidupan kita sehari-hari yang tersirat di balik lelucon-lelucon itu. Oleh karena itu, peneliti hanya akan meneliti:
1. Pemakaian unsur-unsur leksikal dialek dan unsur-unsur bahasa daerah untuk
membangun cerita. (Klarifikasi hubungan unsur-unsur itu dengan pengertian kata-
kata dalam bahasa Indonesia.)
2. Makna tersirat yang berkaitan dengan aspek-aspek kehidupan kita sehari-hari.
(Penafsiran makna)
D. Rumusan M asalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana proses penggunaan unsur leksikal daerah dan unsur bahasa daerah dalam
membangun cerita ?
2, Aspek kehidupan apa sajakah yang disiratkan di balik seri-seri lelucon itu ?

£. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan pola pemakaian unsur leksikal dialek dan unsur bahasa daerah.
2. Mengadakan penafsiran dan interpretasi makna tersirat di balik seri-seri lelucon pada
kolom CBHRT
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:
1. mahasiswa Universitas Borneo, khususnya mahasiswa Program Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan . Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan referensi bagi mereka yang ingin mengadakan penelitian dalam budang yang sama.
2. para guru mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah (SMP, SMA)
khususnya guru-guru mata pelajaran bahasa Indonesia di kota Tarakan. Setelah
membaca hasil penelitian ini, diharapkan mereka lebih nersungguh-sungguh dalam
mengajarkan materi pelajaran bahasa Indonesia dengan penekanan pada struktur
linguistik bahasa Indonesia sehingga para siswa memperoleh pengetahuan tentang
kaidah bahasa Indonesia dan dijadikannya sebagai patokan/panduan untuk
menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
3. Masyarakat Umum. Setelah membaca hasil penelitian ini diharapkan masyarakat
umum, khususnya masayarakat pembaca di kota Tarakan untuk dapat membaca
tulisan dalam media masa apa pun dengan lebih cermat dan teliti.
G. Sistematika Penulisan

Penulisan hasil penelitian ini terbagi dalam lima bab yaitu :
1. Bab I adalah Pendahuluan yang terdiri atas Latar Belakang Masalah, Alasan
Pemilihan Judul, Batasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat
Penelitian, Sistematika Penulisan, dan Penegasan Judul.
2. Bab II adalah Landasan Teori yang terdiri atas pembahasan singkat menenai
Sosiolinguistik, Ragam Bahasa, BahasanTulis, Bahasa Lisan, dan Bahasa Ragam
Media
3. Bab III adalah Kajian Pustaka yang terdiri atas Jenis Penelitian, Populasi dan
Sample, Teknik Pengumpulan Data, dan Teknik Analisis Data.
4. Bab IV adalah Pembahasan yang terdiri atas Penyajian Data, Analisis dan
Interpretasi Data
5. Bab V adalah Penutup yang terdiri atas Kesimpulan dan Saran H. Penegasan Judul
Agar tidak terjadi salah tafsir, penulis merasa perlu untuk mempertegas pengertian mengenai kata-kata kunci yang ada pada judul penelitian ini yaitu “Bahasa Ragam Media pada Kolom Coffee Break Harian Radar Tarakan Edisi Bulan Juli 2008”. 1, bahasa ragam media
Bahasa ragam media adalah bahasa ragam juraalistik yang merupakan salah satu dari berbagai ragam bahasa dilihat dari bidang kegiatan. Bahasa ragam media memiliki cirri khas di antaranya adalah ringkasdan komunikatif. Ringkas karena keterbatasan tempat. Komunikatif berarti mudah dipahami dengan tepat
8

2. Kolom Coffee Break
Kolom ini merupakan kolom yang disajikan khusus untuk selingan penghibur hati atau sebagai alat penurun ketegangan setelah membaca peristiwa-peristiwa menegangkan . Echols (1996 : 123) mengatakan coffee break artinya istirahat/jam untuk minum kopi. Jadi, kolom ini disajikan bagi pembaca untuk bersantai sejenak.
3. Harian Radar Tarakan
Harian Radar Tarakan adalah Koran harian yang utama bagi masyarakat pembaca di kota Tarakan yang berlokasi di Jl. Mulawarman, Tarakan.
4. Edisi
Kolom Coffee Break yang diteliti adalah khusus edisi bulan Mi 2008, tanggal 1 sampai dengan tanggal 31 (ada 31 seri lelucon). Jadi, melalui judul ini, penulis bermaksud
a. mendeskripsikan pola pemakaian unsur leksikal dialek dan unsur bahasa daerah.
b. interpretasi makna yang menyiratkan aspek-aspek kehidupan kita di balik seir-
seri lelucon itu.

Baca Artikel Lain

Fungsi dan Makna Afiks dari Bahasa Asing>>>>> Baca

Membaca Karya Sastra ;>>>>> Baca

Tipe Data Statistik ;>>>>>>>>>>>> Baca

elemen statistik;>>>>>>>>> Baca

ilmu Gizi >> Baca

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s