Pertanian Pangan

Pertanian Pangan

Pertanian di dalam pengusahaannya dapat dikategorikan atas sistem pertanian sederhana dan sistem pertanian modern, dengan penekanan berbeda, yaitu berbasis pada tanaman dan hewan piaraan tanpa mengadakan usaha-usaha pemeliharaan tambahan dengan hasil rendah yang dilakukan petani gurem, tetapi dapat menciptakan keseimbangan dan mendukung kehidupan yang ada; berbasis pada suatu teknologi yang menggunakan subsidi energi yang tinggi, spesialisasi pertanian, serta di tempat tertentu hanya diusahakan tanaman dan ternak yang paling sesuai dengan keadaan lingkungannya oleh pengusaha atau dikenal sebagai pertanian dalam konteks sistem terpadu. Pengembangan sektor pertanian dalam mendukung industrialisasi pangan didasarkan pada pendekatan agribisnis, termasuk agroindustri yang dapat memperkuat kaitan mata rantai produksi, penanganan pasca panen, pengolahan dan pemasaran untuk meningkatkan nilai tambah hasil-hasil pertanian pada umumnya, maupun produk pangan pada khususnya. Untuk memenuhi hal tersebut, dikembangkan varietas-varietas yang dibudidayakan maupun yang masih ditangkap dari alam, dengan memperhatikan keterkaitan pelaku pembangunan di sektor pertanian dan tipologi teknologi pertanian yang diimplementasikan.

Usaha pertanian bersandar pada peristiwa fotosintesis yang menghasilkan berbagai bahan seperti bahan makanan, bahan sandang dan papan, sumber energi dan bahan baku yang bersumber dari tumbuhan atau tanaman dan hewan atau ternak bagi kebutuhan hidup manusia, baik digunakan secara langsung dan diubah bentuknya. Dalam hal ini diperlukan lahan usaha, baik yang diambil dari suatu ekosistem alam dengan prinsip usaha pertanian bergeser (sistem ladang berpindah) dan mengubah lahan dalam bentuk yang diperlukan sesuai prinsip usaha pertanian menetap yang lestari, khususnya usaha pertanian campuran yang dinilai baik. Maka dalam praktiknya, kegiatan usaha pertanian dapat dikategorikan atas bentuk (pertanian besar dan pertanian rakyat, baik oleh perorangan maupun rumahtangga pertanian) dan subsektor (pertanian tanaman pangan, perkebunan besar dan perkebunan rakyat, kehutanan, peternakan dan perikanan). Kegiatan produksi sebagai suatu upaya pengorganisasian faktor produksi dapat diindikasikan dari lahan pertanian, pengembangan teknologi budidaya pertanian dan diversifikasi. Hal ini dapat ditunjukkan dari implementasi klasifikasi teknologi di sektor pertanian, standar mutu dan produk unggulan pertanian pangan yang dihasilkan (hortikultura, perkebunan, perikanan dan peternakan) dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang bersifat substitusi impor dan promosi ekspor. Penggunaan lahan pertanian di Indonesia dibedakan atas lahan untuk tegal/kebun/ladang/huma, padang rumput, tambak, kolam/tebat/empang, lahan yang sementara tidak diusahakan, perkebunan negara/swasta dan sawah yang ditanami tanaman pangan, tanaman sayur-sayuran, tanaman buah-buahan dan tanaman perkebunan dalam berbagai bentuk produksinya.

Karakteristik Usaha Tani

Kondisi dan geografis Indonesia memiliki potensi bahan pertanian dan keperluan industri yang beragam, maka dinilai dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional dan berprospek sebagai salah satu sektor unggulan dalam memasuki abad ke-21 dengan keunggulan koperatif dan kompetitif yang dimilikinya untuk menghasilkan barang dan jasa. Usaha tani dapat diklasifikasikan atas: (a) usaha tani gurem yang dicirikan oleh produksi hasil pertanian untuk keperluan sendiri, baik sistem berladang maupun sistem sawah, pekarangan yang ditanami komoditas untuk mendapatkan uang tunai dan halaman di sekitar rumah untuk berbagai keperluan diluar pertanian; (b) usaha tani berorientasi komoditas niaga yang dicirikan oleh efisiensi penggunaan lahan dan tenaga, bersifat bisnis, tanaman industri, pemeliharaan ternak, pemeliharaan tanaman dan usaha pengolahan tanah. UPK adalah sistem pertanian kontrak antara petani dan unit-unit penampung atau pengolah yang paling populer di Indonesia adalah PIR, TRI, TIR ataupun kegiatan agribisnis lainnya yang merupakan bagian dari globalisasi ekonomi. UPK dapat dilihat sebagai hubungan kerja dalam produksi antara petani dengan perusahaan inti, mekanisme pengalihan risiko dan tipologi berdasarkan keterlibatan inti dalam proses produksi, jenis kontrak, karakteristik dan skala usaha inti, serta ada tidaknya perjanjian tertulis. Dalam pengembangan usaha tani dibutuhkan dukungan paket teknologi pada tahapan produksi (pengolahan tanah sampai dengan pemberantasan hama dan penyakit), panen (waktu panen dan sampai dengan alat yang digunakan), pasca panen (pengangkutan sampai dengan masa simpan) dan pengolahan (pengecilan ukuran sampai dengan pengepakan), dalam rangka penguasaan pasar (mutu, harga dan pengiriman) yang tidak lepas dari prinsip ekonomi (prioritas sampai dengan keuntungan).
Sumber buku Manajemen Industri Pangan karya Musa Hubeis

Membaca Karya Sastra >>>>> Baca

Perintah yg efektif dlm Organisasi >>>>>>> Baca

Suap dan Korupsi dalam Organisasi>>>>>>>>> Baca

Soal evaluasi IPS PGSD >>>>>>>>>>>>>> Baca

Industrialisasi Pangan >>> Baca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s