Perintah yang Efektif dalam Organisasi

Perintah yang Efektif dalam Organisasi

Dalam organisasi baik pemerintah maupun nonpemerintah ”perintah” dan ”teguran” dari atasan kepada bawahan merupakan nafas dari organisasi yang tidak boleh berhenti. Apabila organisasi ini berhenti atau dibubarkan, maka seluruh kegiatan organisasi juga akan berhenti. Kegiatan organisasi dapat berjalan karena adanya perintah dari atasan atau pimpinan kepada bawahan. Oleh karena itu secara normal setiap perintah harus dilaksanakan oleh bawahan sesuai maksud dari perintah tersebut.
Perintah
Perintah dalam organisasi dapat berbeda sifatnya, tergantung dari jenis organisasinya seperti contohnya pada organisasi militer. Pada organisasi ini perintah lebih bersifat paksaan, tidak boleh tidak harus dilaksanakan dengan segera, tidak pakai tawar menawar, tidak boleh ada alasan, tidak ada komentar, tidak ada penolakan. Sedangkan apabila melakukan kesalahan dalam menjalankan perintah, maka sanksi dan hukuman sudah siap menunggu.

Bagaimana di organisasi sipil?. Dalam organisasi sipil seperti di lembaga pemerintahan, pendidikan, perusahaan dsb, perintah cenderung bersifat ajakan yang persuasif. Dalam memberikan perintah diupayakan bawahan yang menerima akan merasa senang. Perasaan senang dalam menerima perintah akan membangkitkan semangat dan kesediaan dengan penuh keikhlasan serta tanggung jawab dalam melaksanakan perintah. Namun permasalahannya adalah tidak semua bawahan merespon secara positif setiap perintah yang diberikan. Hal ini sebenarnya wajar saja karena setiap bawahan memiliki karakter dan sifat yang berbeda, termasuk dalam menyikapi perintah dari atasan.

Mengingat sifat dan karakter dan sifat bawahan yang berbeda-beda, sementara dalam organisasi, yang namanya perintah harus jalan, maka atasan berkewajiban untuk mencari cara dan tehnik agar perintah yang diberikan pada bawahan dapat direspon dengan baik.

Dalam praktek, banyak kita jumpai suatu perintah dari atasan yang tidak dikerjakan dengan baik, bahkan ditolak oleh bawahan. Secara spontan mungkin kita bisa mengatakan bawahan tersebut tidak baik, namun kalau kita kaji lebih lanjut bisa jadi perintah diberikan tidak tepat oleh atasan. Oleh karena itu bagaimanapun bentuk perintah dan karakter bawahan, atasan yang harus berusaha bagaimana perintah itu bisa diberikan secara efektif.

Makna Perintah

Pada dasarnya perintah memiliki makna yaitu:
1.Merupakan sarana komunikasi antara atasan dan bawahan dalam rangka melaksanakan tugas organisasi.
2.Pada hakekatnya perintah adalah minta bantuan orang lain dalam hal ini bawahan untuk melaksanakan kegiatan.
2.Merupakan konsekuensi logis dari adanya hirarkhi dalam organisasi dimana atasan harus memberikan perintah yang kemudian dilaksanakan oleh bawahan
3.Perintah yang diberikan kepada bawahan, akan mengandung konsekuensi biaya dan pengorbanan, misalnya: biaya dalam bentuk tunai, biaya dalam bentuk tenaga kerja, biaya dalam bentuk waktu
4.Perintah yang diberikan oleh atasan merupakan suatu bentuk kepercayaan. Hal ini dapat kita lihat bahwa tidak mungkin seorang atasan memberikan perintah kepada seorang yang tidak dipercaya.
5.Sifat perintah ada yang kaku dan luwes
a. perintah yang kaku artinya perintah diberikan dengan nada paksaan karena di belakang perintah ada kekuasaan dan kekuatan, dan sebagai konsekuensi bila bawahan melanggar akan mendapatkan sanksi
b.perintah yang luwes artinya perintah diberikan oleh atasan dengan berbagai cara atau tehnik yang menarik sehingga bawahan akan melaksanakan perintah dengan senang hati.

Macam-macam Perintah
Ada beberapa macam perintah yaitu:

1.Perintah menurut Media
a.perintah secara lisan dapat terjadi dengan alasan
jarak antara atasan dan bawahan terhalang oleh ruang dan
waktu sehingga sulit untuk bertatap muka
perintah yang diberikan harus jelas
sesuai dengan prosedur
sesuai kemampuan bawahan

b.perintah secara tertulis dapat terjadi dengan alasan
kedudukan pimpinan dan bawahan relatif dekat
perintah tidak terlalu penting dan adanya rasa saling percaya yang tinggi
bawahan mampu menangkap perintah secara lisan

2.Perintah menurut Sifatnya
a.perintah yang bersifat tegas dapat diberikan apabila
perintah tersebut sangat penting dan harus segera dikerjakan
adanya pengaruh finansial yang besar
orang yang diperintah suka membangkang/sulit
b. perintah yang bersifat saran atau usul yaitu:
perintah yang tidak harus dikerjakan
waktu pengerjaan perintah tidak terlalu mendesak
c. perintah yang bersifat permintaan apabila
perintah atas pekerjaan yang harus dikerjakan tetapi waktunya tidak mendesak
kemampuan bawahan tidak terlalu tinggi
d.perintah yang bersifat sukarela apabila
bawahan tahu benar manfaat perintah
kesadaran bawahan cukup tinggi
3.Perintah menurut Tingkatannya
a. perintah secara garis besar atau kebijaksanaan yaitu perintah yang diberikan oleh pimpinan yang mengandung pokok pikiran saja. Perintah ini belum dapat diaplikasi oleh bawahan karena perlu dibuat petunjuk dan teknis pelaksanaan

b. perintah detail yaitu perintah yang diberikan pada bawahan untuk dilaksanakan disertai dengan detail-detail pelaksanaan pekerjaan, sehingga bawahan dapat langsung mengerjakan perintah tersebut.

Perintah Dilihat dari Sisi Atasan dan Bawahan

a.Dari Sisi Atasan
Dari sisi atasan, peri ntah dapat diartikan dan dianggap dengan berbagai macam pengertian tergantung persepsi atasan tersebut yaitu:

1.atasan menganggap perintah sebagai bentuk dari amanah yang dibebankan kepundaknya. Dalam hal ini, maka atasan akan memberikan perintah secara bijaksana dengan niatan mengerjakan sebagai ibadah. Pancaran dan ekspresi atasan yang seperti ini akan dirasakan oleh bawahan sebagai suatu yang menyejukkan. Bawahan yang menerima perintah seperti ini akan berupaya mengerjakan dengan sepenuh hati.

2.atasan mengganggap perintah sebagai kosekuensi logis dari jabatan dan hirarki organisasi sehingga dalam memberikan perintah dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Setiap perintah yang diberikan dipertimbangkan secara masak-masak dan dilihat dari berbagai aspek.

3. atasan yang menganggap perintah sebagai sesuatu yang mempunyai nilai strategis, karena dengan perintah tersebut kegiatan dapat berjalan lancar sesuai dengan rencananya.

4.atasan menganggap perintah sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan bawahan. Atasan melalui perintah ini dapat kontak langsung dengan bawahan lewat surat maupun secara lisan5.atasan menganggap perintah sebagai suatu kesempatan melakukan silaturahim bersama bawahannya. Dalam kegiatan ini atasan akan mengetahui permasalahan yang ada dan menyelesaikan secara musyawarah.

6. Atasan yang memiliki sifat negatif akan menganggap perintah sebagai
sarana untuk menunjukkan kekuasaannya
pelampiasan ambisi untuk menguasai dan mengintimidasi bawahan agar mau melaksanakan kehendaknya
hukuman yang kadang berlebihan dan tidak seimbang dengan kemampuan bawahan yang menerima perintah

b.Dari Sisi Bawahan

Dari sisi bawahan yang menerima perintah, perintah yang diterima dapat diartikan dan ditanggapi dengan berbagai macam pengertian tergantung persepsi bawahan tersebut yaitu:
a.siapa yang memberi perintah
b.kepercayaan pimpinan pada bawahan
c.sebagai sarana untuk mengaktualisasikan diri
d.sesuatu yang menyenangkan
e.suatu pembelajaran
f.sebagai paksaan, tekanan, pengikat kebebasan, dan siksaan

Perintah yang Efektif dan Tidak Efektif
Dalam memberikan perintah kepada bawahan, seorang pimpinan haruslah memperhatikan beberapa faktor antara lain:

1. Kemampuan bawahan yang akan diperintah
Agar perintah yang diberikan efektif, maka perlu dilihat apakah bawahan mampu melaksanakan atau tidak. Jika kira-kira tidak mampu jangan diberikan, kecuali atasan memiliki waktu untuk terus menerus memantau

2. Melihat watak dari bawahan
Di sini atasan dalam memberikan perintah perlu menyesuaikan apakah bawahan tersebut termasuk orang yang rajin, pemalas, memiliki perasaan yang peka, banyak ide, suka membangkang, cepat atau lamban dalam menangkap perintah

3.Sifat pekerjaan
Dalam memberikan perintah, atasan harus melihat apakah perintah yang diberikan sesuai dengan orang yang akan diberi perintah, seperti:
a.berat ringannya pekerjaan
b.perlu kecepatan atau tidak
c.membahayakan atau tidak

4. Melihat kondisi fisik bawahan
Kondisi fisik bawahan perlu dilihat antara lain dari segi kesehatan, emosi, dan pikiran

5. Sesuai hirarki
Perintah sebaiknya disesuaikan dengan hirarki, jangan sampai meloncati tata tertib yang dapat menyinggung orang lain yang berakibat perintah tidak terlaksana dengan baik

6. Diberikan secara bertahap
Perintah sebaiknya dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan bawahan. Andaikata harus sekaligus, perlu diperhitungkan jadwal kerja dan skala prioritas

7. Diberikan secara persuasif
Perintah sebaiknya dilakukan dengan mengajak bawahan untuk berperan serta melaksanakan kegiatan organisasi
Atasan yang memberikan perintah secara tepat dan efektif akan diperoleh beberapa manfaat yaitu:
a.bawahan akan melaksanakan perintah dengan senang, sehingga potensi bawahan dalam melaksanakan perintah akan maksimal
b.motivasi dan semangat meningkat karena merasa dihargai sehingga pekerjaan akan selesai tepat waktu
c.bawahan akan menerima perintah yang diberikan atasan tanpa penolakan karena hal tersebut sudah menjadi kewajibannya
d.efektivitas perintah lebih tinggi karena selain semangat bawahan yang tinggi, percepatan waktu dan hasil kerja yang optimal dapat tercapai.

Pengertian Bahan Ajar >>>>> Baca

Birokrasi Pemerintahan >>>>>>> Baca

Ketrampilan Sosial >>>>>>>>>>>>> Baca

Soal evaluasi IPS PGSD >>>>>>>>>>>>>> Baca

Industrialisasi dan Keuntungan Komparatif >>> Baca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s