Convention The Rights of The Child

Konvensi tentang Hak‑hak Anak

Yang dimaksud seorang anak adalah setiap manusia yang berusia di bawah 18 tahun kecuali, berdasarkan undang-undang yang berlaku bagi anak-anak, kedewasaan dicapai lebih cepat.

Para negara Peserta Konvensi ini, akan menghormati dan menjamin hak-hak yang dinyatakan dalam Konvensi ini bagi semua anak yang berada dalam wilayah yurisdiksi mereka tanpa diskriminasi dalam bentuk apapun, tanpa memandang ras, warna kulit, jenis kelamin, asal usul etnik atau sosial, kepemilikan, ketidakmampuan, kelahiran maupun kedudukan lain dari orang tua atau walinya yang sah.

Para negara Peserta akan mengambil semua langkah yang tepat untuk menjamin agar anak dilindungi dari segala bentuk diskriminasi atau hukuman berdasarkan kedudukan, kegiatan, pendirian yang dinyatakan atau keyakinan orang tuanya, walinya yang sah, atau anggota keluarganya.

Dalam segala tindakan yang menyangkut anak, baik yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kesejahteraan sosial milik pemerintah maupun swasta, pengadilan, pejabat-pejabat pemerintah maupun badan-badan legislatif, kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi pertimbangan utama.

Para negara Peserta berusaha untuk menjamin agar anak memperoleh perlindungan dan perawatan yang diperlukan demi kesejahteraannya dengan mempertimbangkan hak dan kewajiban orang tua atau walinya yang sah, dan untuk tujuan ini, akan mengambil semua langkah legislatif dan administratif yang tepat.

Para negara Peserta akan menjamin bahwa lembaga-embaga, pelayanan-pelayanan dan sarana-sarana yang bertanggung jawab atas perawatan dan perlindungan anak akan menyesuaikan diri dengan standar yang ditetapkan oleh pihak yang berwewenang, terutama dalam bidang-bidang keselamatan, kesehatan, dalam jumlah dan kesesuaian petugas serta wewenang pengawasannya.

Para negara Peserta akan mengambil semua langkah legislatif, administratif dan langkah-langkah lainnya, guna pelaksanaan hak-hak yang diakui dalam Konvensi ini. Dalam hal yang menyangkut hak-hak ekonomi, sosial dan budaya, Negara Peserta akan mengambil langkah-langkah hingga batas maksimal sesuai sumberdaya yang ada dan, jika diperlukan, dalam kerangka kerja sama internasional.

Para negara Peserta akan menghormati tanggung jawab, hak dan kewajiban para orang tua, atau, di mana terjadi, anggota keluarga atau komunitas sesuai adat kebiasaan setempat, para wali atau orang lain yang secara hukum bertanggung jawab atas diri anak itu, untuk memberikan, dalam cara yang sesuai dengan perkembangan kemampuan anak, bimbingan dan pedoman yang tepat dalam pelaksanaan oleh anak-anak atas hak-hak yang diakui dalam Konvensi ini.

Para negara Peserta mengakui bahwa setiap anak mempunyai hak yang melekat untuk hidup.

Para negara Peserta akan menjamin sampai batas kemungkinan maksimum kelangsungan hidup dan perkembangan anak.

Anak akan didaftarkan segera setelah lahir dan akan mempunyai hak sejak lahir atas sebuah nama, hak memperoleh kewarganegaraan, dan sedapat mungkin, hak untuk mengetahui dan diasuh oleh orang tuanya.

Para negara peserta akan menjamin pelaksanaan hak‑hak ini sesuai dengan hukum nasional dan kewajiban‑kewajiban mereka berdasarkan instrumen‑instrumen internasional yang relevan di bidang ini, terutama apabila anak akan menjadi tidak berkewarganegaraan.

Para negara Peserta berusaha untuk menghormati hak-hak anak untuk mempertahankan identitasnya, termasuk kewarganegaraannya, namanya dan hubungan keluarganya sebagaimana yang diakui oleh undang-undang tanpa campur tangan yang tidak sah.

Apabila seorang anak secara tidak sah dirampas sebagian atau seluruh identitasnya, para negara Peserta akan memberikan bantuan dan perlindungan guna memulihkan kembali identitasnya secepatnya. Para negara Peserta akan menjamin agar anak, di luar kehendaknya, tidak akan dipisahkan dari orang tuanya, kecuali jika pejabat-pejabat yang berwewenang memutuskan sesuai perundang-undangan dan prosedur yang berlaku bahwa pemisahan demikian perlu demi kepentingan terbaik anak. Keputusan demikian, yang bisa dikaji ulang secara yuridis, mungkin perlu untuk kasus khusus seperti antara lain yang melibatkan penganiayaan atau penelantaran anak oleh orang tua, atau bilamana orang tua berpisah sehingga keputusan mengenai tempat tinggal anak harus diambil.

Para negara Peserta akan menghormati hak anak yang terpisah dari salah satu atau kedua orang tuanya untuk memelihara hubungan pribadi dan untuk menemui kedua orang tuanya secara teratur, kecuali jika hal itu bertentangan dengan kepentingan terbaik bagi si anak.

Jika pemisahan seperti itu disebabkan oleh Negara Peserta, seperti penahanan, pemenjaraan, pengasingan, deportasi, atau kematian (termasuk kematian yang timbul oleh sebab apapun selama yang bersangkutan berada dalam tahanan Negara) dari salah satu atau kedua orang tua atau anak itu sendiri, maka Negara Peserta akan berdasar permintaan memberikan kepada orang tua, anak atau kalau perlu, anggota keluarga lainnya informasi esensial mengenai keberadaan (para) anggota keluarga yang terpisah itu kecuali jika pemberian informasi tersebut bertentangan dengan kesejahteraan anak. Para negara Peserta selanjutnya akan menjamin bahwa pengajuan permintaan seperti dimaksud tidak dengan sendirinya membawa akibat‑akibat yang merugikan bagi (para) pihak yang bersangkutan.

Para negara Peserta akan menjamin anak-anak yang mampu mengembangkan pandangan-pandangannya, hak untuk menyatakan pandangan itu secara bebas dalam segala hal yang berpengaruh pada anak, dan pandangan anak akan dipertimbangkan secara semestinya sesuai usia dan kematangan anak.

Anak berhak atas kebebasan berpendapat; hak ini mencakup kebebasan untuk mencari, menerima dan memberi segala macam informasi dan gagasan, terlepas dari perbatasan wilayah, baik secara lisan, tertulis atau dalam bentuk cetakan, dalam bentuk karya seni atau melalui media lain yang dipilih anak.

Penggunaan hak ini bisa dikenai pembatasan tertentu, tetapi hal ini hanya bisa dilakukan dengan undang‑undang dan hanya jika diperlukan :

(a) untuk menghormati hak-hak atau reputasi orang lain; atau

(b) untuk melindungi keamanan nasional atau ketertiban umum, atau kesehatan atau moral masyarakat.

Para negara Peserta akan menghormati hak anak atas kebebasan berpikir, berhati nurani dan beragama.

Para negara Peserta akan menghormati hak dan kewajiban orang tua dan jika ada, wali yang sah, untuk memberikan pengarahan kepada anak dalam penggunaan haknya dalam suatu cara yang konsisten dengan perkembangan kemampuan anak.

Kebebasan anak untuk mengamalkan ajaran agama atau keyakinannya hanya boleh dibatasi dengan undang-undang dan hanya jika diperlukan untuk melindungi keselamatan, ketertiban, kesehatan atau moral umum atau hak-hak dasar dan kebebasan orang lain.

Para negara Peserta mengakui hak-hak anak atas kebebasan berserikat dan kebebasan berkumpul dengan damai.

Tidak ada pembatasan yang boleh dikenakan atas penggunaan hak-hak ini selain pembatasan yang sesuai dengan undang-undang dan yang diperlukan dalam suatu masyarakat demokratis demi kepentingan keamanan nasional atau keselamatan umum, ketertiban umum, perlindungan terhadap kesehatan dan moral umum atau perlindungan terhadap hak-hak dan kebebasan orang lain.

Tidak ada seorangpun anak akan dikenai campur-tangan semena-mena atau tidak sah terhadap kehidupan pribadinya, keluarga, rumah atau surat menyuratnya, atau mendapat serangan tidak sah atas harga diri dan reputasinya.

Tulisan lain

Konsep dan Perilaku Monopoli >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Baca

Struktur Spasial Perekonomian Kota dan Aglomerasi Ekonomi >>> Baca

Struktur Sosial Budaya, Pranata Sosial Budaya, dan Proses Sosial Budaya >>> Baca

Analisis Pasar Tenaga Kerja di Tingkat Regional dan Model Ekonomi Basis >>> Baca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s