Convention Againt Torture And other Cruel, In Human or Degrading Treatment or Punishment

Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan
Atas Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi,
atau Merendahkan Martabat Manusia

Penganiayaan berarti perbuatan apa pun yang dengannya sakit berat atau penderitaan, apakah fisik ataupun mental, dengan sengaja dibebankan pada seseorang untuk tujuan-tujuan seperti memperoleh darinya atau orang ketiga informasi atau suatu pengakuan, menghukum dia karena suatu perbuatan yang dia atau orang ketiga telah melakukannya atau disangka telah melakukannya, atau mengintimidasi atau memaksa dia atau orang ketiga, atau karena alasan apa pun yang didasarkan pada diskriminasi macam apa pun, apabila sakit atau penderitaan tersebut dibebankan oleh atau atas anjuran atau dengan persetujuan atau persetujuan diam-diam seorang petugas pemerintah atau orang lain yang bertindak dalam suatu kedudukan resmi. Istilah tersebut tidak mencakup sakit atau penderitaan, yang timbul hanya dari hal-hal yang melekat atau insidental pada sanksi-sanksi yang sah.

Setiap Negara Peserta akan mengambil tindakan-tindakan legislatif, administratif, pengadilan atau lainnya untuk mencegah perbuatan-perbuatan penganiayaan di dalam setiap wilayah yang berada di bawah yurisdiksinya.

Tidak ada keadaan-keadaan pengecualian apa pun, apakah suatu keadaan perang atau ancaman perang, ketidakstabilan politik internal atau keadaan darurat umum lain apa pun, dapat dijadikan sandaran sebagai pembenaran tindakan penganiayaan.

Sebuah perintah dari pejabat yang lebih tinggi atau wewenang umum tidak dapat dijadikan sandaran sebagai pembenaran tindakan penganiayaan.

Tidak satu pun Negara Peserta dapat mengeluarkan (“mengusir”) atau mengekstradisi seseorang ke Negara lainnya apabila ada alasan-alasan yang kuat untuk meyakini bahwa dia akan berada dalam keadaan bahaya karena dijadikan sasaran penganiayaan.

Untuk tujuan menentukan apakah ada alasan-alasan semacam itu, maka para penguasa yang berwenang harus memperhitungkan semua pertimbangan yang relevan termasuk, apabila berlaku, keberadaan di Negara yang bersangkutan suatu pola tetap pelanggaran hak-hak asasi manusia yang besar, mencolok atau massal.

Setiap Negara Peserta akan menjamin bahwa semua perbuatan penganiayaan adalah merupakan pelanggaran menurut hukum pidananya. Hal yang sama berlaku pada usaha untuk melakukan penganiayaan dan pada suatu perbuatan oleh orang apa pun yang merupakan keterlibatan atau keikutsertaan dalam penganiayaan.

Tulisan Lain

PERENCANAAN PROGRAM KOMUNIKASI >>>>>>> Baca

HAKEKAT IPS SEBAGAI PROGRAM STUDI >>> Baca

KONSEP DASAR ILMU SOSIAL >>>>>>>>>> Baca

LIBERTARIANISM, SISTEM KOMUNIS >>> Baca

KARL MARX Dan EMILE DURKHEIM>>> Lihat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s