ANALISIS LETAK KALIMAT UTAMA DALAM KARANGAN SISWA KELAS I SMA BAB II

BAB II LANDASAN TEORI
A. Karangan
Tarigan (1982:3) mengatakan bahwa menulis atau mcngarang merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipcrgunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak sccara tatap rnuka dengan orang Iain. Dalam kegiatan menulis penulis haruslah terampil memanfaatkan struktur bahasa dan kosa kata. Keterampilan menulis tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur.
Karangan adalah hasil dari Inspirasi seseorang yang dituangkan melalui tulisan. Nurdin (2005:231) mengatakan bahwa karangan adalah bcntuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh.
Berdasarkan penjelasan tersebut, peneliti menyimpulkan karangan adalah hasil dari inspirasi seseorang yang dituangkan dalam bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang.
Keraf (1979:107) menyatakan bahwa tema adalah suatu amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Untuk menulis suatu karangan, penulis harus memilih suatu topik atau pokok pembicaraan. Langkah-langkah dalam menyusun karangan adalah sebagai berikut. 1. Menentukan topik dan tema
Ciri-ciri topik yang baik adalah sebagai berikut:
a menarik perhatian penulis;
b. dikuasai oleh penuiis;
c. menarik dan aktuai;
d. ruang lingkupnya tcrbatas.
Topik yang dapat dijadikan inspirasi dalam mengarang, diantaranya:
a. pengalaman pribadi;
b. hobi dan keterampilan;
d. pendapat pribadi;
e. peristiwa aktuai;
f. masalah-masalah umum, seperti keagamaan, sosial, dan politik;
g. kilasan biografis;
h. kejadian khusus.
Setelah pencntuan topik, langkah selanjutnya adalah merumuskan tema. Perumusan tema hendaknya memperhatikan hal-hal berikut:
1.Kejelasan, tema hendaknya dirumuskan dengan kalimat yang jelas, tidak
bertele-tcle dan berbeiit-belit. Kejelasan tema sangat menentukan arah
pengembangan karangan.
2.Kesatuan, tema yang baik memiliki satu gagasan sentral. Sentralitas gagasan
ditandai oleh jumlah masalah pokok yang hendak digarap pcnulis.
3. Keaslian dapat diukur dari beberapa sudut, pertama dari pilihan pokok persoalan, dari sudut pandang, pendekatannya, dari rangkaian kalimat-kalimatn, dan dari pilihan kata. 2. Merumuskan judul karangan
Judul karangan yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut.
3.Relevan, ada hubungan dengan isi karangan.
4.Provokatif, dapat menimbulkan hasrat keingintahuan pcmbaca.
5.Singkat mudah dipahami dan mudah pu!a diingat.
B. Alinea
Ah’nea bukanlah suatu pembagian secara konvensional dari suatu bab yang terdiri dari kalimat-kalimat, tetapi lebih dalam maknanya dari kesatuan kalimat saja. Alinea tidak lain dari suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. la merupakan himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk scbuah gagasan. Alinca akan menjadi lebih jelas oleh uraian-uraian tambahan, untuk menampilkan pokok pikiran secara lebih jelas (Keraf,1979 : 62 ).
Pendapat lain Nurdin, (2005:137) mengatakan paragraf (alinca) adalah suatu kesatuan pikiran yang merupakan kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Paragraf merupakan himpunan dari berbagai kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan. Dalam suatu paragraf, gagasan tersebut menjadi lebih jelas oleh uraian-uraian tambahan untuk menampilkan pokok pikiran secara lebih jelas.
Berdasarkan dua pendapat di atas, dapat disimpulam bahwa alinea dan paragraf mengandung pengertian yang sama mengungkapkan satu ide pokok.. Oleh karena itu, kita dapat menggunakan kata paragraf atau kata alinca. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa alinea suatu kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat dengan uraian-uraian tambahan maksud dan tujuannya untuk menampilkan pokok pikiran secara lebih jelas, yang dalam ragam tulis ditandai
10
olch baris pertama menjorok kedalam. Pendapat lain dikemukakan oleh Hayon ( 2007 : 32 ), seberapa besar jumlah kalimat yang mengisi sebuah paragraf tidak dapat ditetapkan secara pasti. Yang diketahui hanyalah sebuah paragraf memiliki kalimat utama yang berisi gagasan utama.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat diambil suatu pengertian bahwa sebuah paragraf seharusnya terdiri atas lebih dari satu kalimat. Walaupun demikian, kadangkala ditemukan sebuah paragraf hanya dibentuk oleh sebuah kalimat bahkan banyak kalimat sampai menempati satu halaman.
Pembahasan suatu gagasan yang sama dalam suatu rangkaian kalimat memudahkan orang untuk mengerti pokok pembicaraan pada paragraf itu. Orang akan mudah memahami isi tulisan atau karangan secara kcseluruhan dan akan tertarik untuk mencruskan bacaannya.
Telah diuraikan sebelumnya bahwa paragraf biasanya diartikan sebagai kumpulan beberapa kalimat, namun ada paragraf hanya dibentuk oleh sebuah kalimat. Menurut Keraf,( 1979:63) hal tersebut disebabkan karena pertama, paragraf itu kurang baik dikembangkan oleh penulisnya ; penulis kurang memahami alinea. Kedua, memang sengaja dibuat oleh pengarang, karena ia sekcdar mengemukakan gagasan itu bukan untuk di kembangkan, atau pengembangannya terdapat pada paragraf berikutnya.
C. Macam-macam Alinea
Keraf (1979:63) dalam bukunya yang berjudul Komposisi menyatakan bahwa berdasarkan sifat dan tujuannya alinea dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
11
1. Alinea Pembuka
Alinea pembuka berfungsi sebagai pembuka, pengantar karangan atau pokok pikiran dalam bagian karangan. Sifat-sifat dari alinea ini harus menarik minat dan perhatian pembaca. Alinea pembuka yang pendek jauh lebih baik, karena alinea-alinea yang panjang akan menimbulkan kebosanan pembaca.
2. Alinea penghubung
Yang dimaksud dengan alinea penghubung adalah semua alinea yang terdapat antara alinea pembuka dan alinea penutup. Inti persoalan yang akan dikemukakan terdapat dalam alinea-alinea penghubung. Oleh karena itu, dalam membentuk alinea-alinca penghubung harus diperhatikan agar hubungan antara alinea dengan alinea itu teratur, serta disusun secara logis. Sifat alinea-alinea penghubung tergantung pula dari jenis karangannya. Dalam karangan yang bersifat deskriptif, naratif atau eksposisi, argumentasi dan persuasi, alinea-alinca itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan yang logis. Bila uraian itu mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa alinea disiapkan sebagai dasar atau landasan, untuk kemudian melangkah kcpada alinea-alinea yang menekankan pendapat pengarang
3. Alinea Penutup
Alinea penutup adalah alinea yang dimaksudkan untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan. Dengan kata lain alinea ini mengandung kesimpulan pendapat yang telah diuraikan dalam alinea-alinea penghubung.
Alinea yang baik menurut Keraf ( 1979:67) harus memenuhi tiga syarat, yaitu: kohesif, koherensi, dan pengcmbangan alinea.
12
a. Kohesif
Yang dimaksud dengan kohesif dalam alinea adalah keterikatan atau hubungan yang erat semua yang membina alinea itu secara bersama-sama menyatakan satu hal, suatu tcma tertentu. Dengan demikian, tiap alinea hanya mengandung satu pikiran utama atau satu tema. Oleh sebab itu, dalam pengembangannya tidak boleh terdapat unsur-unsur yang sama sekali tidak berhubungan dengan tema atau pikiran tersebut akan menyulitkan pembaca dalam memahami. Jadi, dalam tiap alinea hanya boleh ada satu pikiran utama atau kalimat utama.
b. Koherensi
Yang dimaksud dengan koherensi adalah hubungan yang logis antar bagian karangan. Kekompakan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang lain membentuk alinea. Kepaduan yang baik itu terjadi apabila hubungan timbal balik antara kalimat-kalimat yang membangun alinea itu baik, wajar dan mudah dipahami tanpa kesulitan. Gunanya agar pembaca dengan mudah mengikuti jalan pikiran penulis.
c. Pengembangan alinea
Yang dimaksud pengembangan alinea adalah penyusunan atau perincian gagasan-gagasan yang membangun alinea. Pengembangan alinea mencakup dua persoalan utama yaitu pertama, kemampuan memerinci secara maksimal gagasan utama alinea ke dalam gagasan-gagasan bavvahan, dan kedua, kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan bawahan ke dalam suatu uraian yang teratur. Berdasarkan pola mengembangan alinea di bagi menjadi sepuluh, yaitu Generalis,
15
alinea ini. Semua kalimat sama penting, dan bersam-saraa membentuk kesatuan alinea.

Baca Artikel Lain

Fungsi dan Makna Afiks dari Bahasa Asing>>>>> Baca

Membaca Karya Sastra ;>>>>> Baca

Pendekatan-Pembelajaran Bbhs Indonesia Masa Depan;>>>>>>>>>>>> Baca

Pengorganisasian-Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia;>>>>>>>>> Baca

Istilah Populer dalam Pasar Modal >> Baca

4 Comments

  1. sebelumnya terima kasih, tulisan anda membantu saya dalam penyusunan skripsi saya..
    sama halnya dengan sdr wakit di atas, daftar pustaka untuk semua sitiran di atas judulnya apa?jika berkenan saya boleh minta daftar pustakanya juga?
    terima kasih..

  2. BAIK SEKALI MAU DONK DIAJARI , ,……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….????????????????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s