Prosedur Akademik Penambahan Mata Pelajaran pada KTSP

Prosedur Akademik Penambahan Mata Pelajaran pada KTSP

Sekolah dapat menambah mata pelajaran pada pengembangan KTSP yang telah ditetapkan secara nasional. Mata Pelajaran dalam KTSP dapat dikembangkan ataupun ditambah oleh sekolah dengan mata pelajaran yang sesuai dengan kondisi lingkungan serta ciri khas satuan pendidikan yang bersangkutan. Semua tambahan tersebut tidak mengurangi kurikulum yang berlaku secara nasicnal dan tidak boleh menyimpang dari jiwa dan tujuan pendidikan nasional.
Penambahan mata pelajaran tidak dapat dilakukan secara serampangan tetapi harus memenuhi prosedur tertentu baik prosedur akademik dalam penyusunan kurikulum maupun prosedur administratifnya. Hal ini mengingat bahwa pilihan bahan ajar merupakan masalah yang kritis, karena tersedianya banyak mata ajaran yang dapat dipilih di satu pihak, dan terbatasnya waktu belajar di pihak lain.
Prosedur penambahan mata pelajaran yang memenuhi prosedur akademik dilakukan sebagai berikut:
1) Harus ada pengkajian secara berhati-hati tentang aspek filsafat, aspek sosiologis atau kebutuhan masyarakat, serta kecocokannya dengan tingkat perkembangan anak.
2) Harus memenuhi prinsip-prinsip pembinaan dan pengembangan kurikulum, yaitu prinsip: (i) relevansi, maksudnya adalah adanya kesesuaian dengan lingkungan baik lingkungan sosial, geografis maupun lingkungan keluarga, (ii) prinsip efektivitas, yaitu sejauh mana penambahan mata pelajaran itu menyumbang pencapaian tujuan sekolah, (iii) prinsip efisiensi, yaitu sampai seberapa jauh sumber-sumber yang ada di lingkungan itu mendukung pelaksanaan pelajaran itu, serta (iv) prinsip kontinuitas,
yaitu apakah mata pelajaran itu merupakan prasyarat untuk mata pelajaran lain atau dapat dikembangkan lebih lanjut di tingkat yang lebih tinggi.
Karena penambahan mata pelajaran akan mengakibatkan perubahan dalam berbagai aspek pengelolaan, penambahan itu harus memenuhi persyaratan administratif, sebagai berikut:
1) Usul penambahan itu dapat datang dari berbagai pihak seperti siswa, guru, kepala sekolah, komite sekolah, anggota masyarakat, dan/atau pengawas.
2) Usul itu dibicarakan di dalam rapat kelompok guru sejenis atau kelompok kerja guru, dan kemudian dibicarakan dalam sidang dewan guru yang dipimpin oleh kepala sekolah.
3) Untuk memberikan pertimbangan akademik tentang usul tersebut, dapat diundang narasumber yang dianggap mampu memberikan masukan dan pertimbangan apakah penambahan tersebut dapat dipertanggungjawabkan..
4) Rapat dewan guru hendaknya memberikan tugas kepada tim kecil untuk menyiapkan dokumen garis-garis besar program mata pelajaran itu untuk dievaluasi dalam rapat dewan guru.
5) Jika rapat dewan guru telah menyetujuinya maka penambahan mata pelajaran ini diusulkan kepada Kepala Bidang (yang sesuai dengan jenis/tingkat) pada Kantor Dinas Pendidikan Kota yang selanjutnya akan diteruskan ke Kepala Dinas Depdiknas Kota setempat.
6) Kepala Dinas Diknas Kota akan mengeluarkan persetujuan tentang penambahan mata pelajaran.

Pengembangan Bahan Kajian pada Mata Pelajaran pada KTSP dapat dilakukan oleh sekolah untuk memperkaya pelajaran tersebut dengan catatan tidak bertentangan dan mengurangi kurikulum yang telah ditetapkan secara nasional. Pemerkayaan bahan kajian ini dapat dilakukan pada berbagai tingkat seperti :
1) Dilakukan oleh Guru Bidang Studi
Guru merupakan orang yang paling mengetahui apakah materi pelajaran itu cukup untuk kepentingan siswa maupun kepentingan masyarakat. Pengetahuan guru ini diperoleh dengan mengikuti perkembangan bidang studi yang diajarkan melalui kegiatan interaksi kolegial seperti seminar, rapat kerja, hasil membaca buku, laporan hasil penelitian orang lain maupun hasil penelitiannya sendiri, dan sebagainya. Guru diharapkan mampu memahami penelitian orang lain dan juga diharapkan mampu melaksanakan penelitian ‘ sederhana tentang bahan ajar dan proses belajar-mengajar yang dilakukannya.
2) Dilakukan oleh Kelompok Guru Bidang Studi Sejenis
Kelompok guru yang mengajar mata pelajaran yang sama baik dari sekolah itu sendiri maupun dari luar sekolah sebaiknya sering. melakukan pertemuan untuk saling belajar tentang mata pelajaran yang diajarkan. Kesempatan ini dapat dipergunakan untuk memperluas atau memperdalam mata pelajaran yang diajarkan di kelas mereka.
3) Dilakukan oleh Guru Bersama Kepala Sekolah
Kepala sekolah dapat memberikan dorongan dan kemudahan kepada guru untuk mengembangkan mata pelajaran yang diajarkannya dengan, misalnya, melengkapi perpustakaan, mendorong guru untuk melakukan penelitian, memberikan kesempatan guru untuk mengambil inisiatif dalam mengembangkan mata pelajaran tersebut atau memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti program peningkatan mutu, baik melalui penyegaran, penataran atau pendidikan lanjut.
4) Dilakukan oleh Pengawas
Pengawas merupakan orang yang diharapkan mengetahui tentang berapa jauh keluasan dan kedalaman mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dan melakukan penilaian apakah hal tersebut sudah memadai atau perlu diperluas dan diperdalam lagi. Dari hasil penilaian itu pengawas dapat memberikan saran dan petunjuk kepada guru dalam usaha mengembangkan mata pelajaran yang diajarkannya.
5) Dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)
Fungsi LPTK bukan hanya sekadar menghasilkan tenaga guru, tetapi juga menghasilkan temuan-temuan penelitian dalam usaha memperbaiki kinerja sistem pendidikan dalam segala aspeknya. Oleh karena itu, LPTK lebih banyak mempunyai kesempatan untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan mata pelajaran sebagai akibat perkembangan ilmu, di samping temuan-temuan dalam bidang perkembangan anak dan perkembangan kebutuhan masyarakat akan isi pendidikan. Oleh karena itu, pada tempatnyalah LPTK memberikan jasa atau diminta jasanya dalam peningkatan, perluasan atau pendalaman bidang studi yang diajarkan di sekolah-sekolah.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s