Psychological Method, The Linguistic Method dan Eclectic Method

Psychological Method, The Linguistic Method dan Eclectic Method

Berikut akan melihat 3 metode pengajaran bahasa sekaligus yaitu metode psikologi, metode linguistik dan metode pilihan. Metode psikologi ini ada hubungannya dengan metode langsung. Dasarnya adalah visualisasi mental dan asosiasi gagasan-gagasan. Beberapa ciri utamanya adalah: Benda benda, gambar-garnbar, diagram-diagram, kartu-kartu dipergunakan untuk menciptakan citra mental (mental image), dan menghubungkan citra mental itu dengan kata-kata. Kata kata ini disusun dalam kelompok-kelompok kalimat idiomatis pendek-pendek yang dihubungkan dengan benda-benda. Kelompok-kelompok seperti itu membentuk suatu unit pelajaran. Pelajaran dikumpulkan dalam bab-bab, beberapa bab membentuk suatu seri,
Pada taraf pertama pengajaran terutama oral, selanjutnya sebagian didasarkan pada buku. Bahasa itu tidak dipakai, tetapi dimana perlu kadang di pakai juga. Karangan baru diajarkan setelah melalui beberapa pelajaran lebih dahulu. Tata bahasa diajarkan sejak permulaan dan membaca, baru kemudian diajarkan.
Metode Linguistik (The Linguistic Method)
Metode linguistik yang disebut orang juga “Oral-Aural Method” dipandang sebagai metode pengajaran bahasa yang termodern. Metode ini berlandaskan “approach” ilmiah. Prinsip-prinsipnya dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Bahan yang akan diajarkan didasarkan atas analisa deskriptif bahasa yang akan diajarkan dan bahasa ibu pembelajar, sehingga diketahui dengan jelas persamaan dan perbedaan kedua bahasa itu dalam hal bunyi-buriyi bahasanya, kata-katanya, strukturnya.
2. Sistem bunyi-bunyi bahasa harus diajarjcan lebih dahulu.
3. Pola penyusunan bahasa, termasuk strukturnya diajarkan setelah pembelajar menguasai lebih dahulu bunyi-bunyi bahasanya.
4. Pelajaran tentang kata-kata harus dimanfaatkan untuk pembelajaran bunyi-bunyi bahasa dan pola-pola penyusunan strukturnya.
5. Penjelasan-penjelasan tentang tata bahasa perlu diberikan dan dalam hal ini dipergunakan bantuan bahasa ibu pembelajar.
6. Mengajarkan tata bahasa mestilah dijalinkan dalam latihan-latihan pemakian bahasa agar anak-anak dapat menggunakan uola-pola bahasa itu secara otomatis.
7. Penutur asli sebaiknya dipakai out Jv menciptakan latihan-latihan pemakaian bahasa yang lebih mendekati pemakian bahasa itu sebagaimana yang terdapat dalam masyarakat bahasa itu.
8. Memberikan contoh-contoh pemakaian bahasa dalam nubungan pemakaiannya yang sesungguhnya sama pentingnya dengan memberikan penjelasan-penjelasan pengertian kata-kata dan strukturnya. Hal ini harus dilakukan dalam pemakaian bahasa yang sesungguhnya.
9. Titik berat pengajaran diletakkan pada penguasaan bahasa lisan secara otomatis.

10. Setiap bahasa dipandang sama dan harus diperlakukan sama pula. Tiap bahasa harus dipandang sama baiknya.
11. Latihan-latihan yang intensif diutamakan • untuk dapat menghilangkan kebiasaan
kebiasaan berbahasa ibu dalam menggunakan bahasa baru itu.

Ada ahli-ahli yang kurang percaya akan ketmg-gulaa^metode ini. Mereka kurang percaya bahwa mempelajari bahasa lisan lebih dahulu akan dapat membanju peiajaran membaca dan mengarang. Hal ini didasarkannya atas kenyataan bahwa sering kaliTbah_asa lisan tidak sama dengan bahasa tertulisnya.
Kelemahan lainnya adalah bahwa seringkali latihan-latihan yang intensip dalam pengajaran sukar dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya dan bila pengajar kurang bijaksana melakukan latihan-latihan ini, maka peiajaran akan berubah menjadi peiajaran yang sangat membosankan. Pembuatan buku peiajaran memerlukan persiapan yang berat. Pengajar terlebih dahulu harus mendapat latihan yang mencukupi. Semuanya ini memerlukan waktu dan biaya yang banyak.
Walaupun demikian, kalau sesuatunya dapat dipersiapkan sebagaimana mestinya, tidaklah dapat disangkal bahwa hasil-hasil yang dicapainya sangat baik. Mengajarkan bahasa dengan metode ini dapat mengurangi pemborosan waktu dan hasil yang dicapai sesuai dengan tujuannya.
Metode Pilihan (Eclectic Method)
Metode Elektik sesungguhnya adalah metode yang disusun berdasarkan gabungan segi segi terbaik dari metode langsung dan metode-metode tergolong tak langsung. Dalam metode ini bahasa ibu dipakai untuk memberi penjelasan-penjelasan dan terjemahan seperlunya untuk mempercepat proses pengajaran, menghindari salah paham dan mencegah pemborosan waktu. Keterampilan-keterampilan berbahasa diajarkan umumnya dalam urutan sebagai berikut:berbicara melukiskan pemahaman dan akhirnya membaca. Kegiatan-kegiatan yang diberikan mencakup latihan-latihan bercakap-cakap, membaca bersuara dan tanya jawab. Terjemahan-terjemahan tertentu diberikan dimana perlu, tata bahasa diajarkan secara deduktif dan beberapa alat ttantu audio-visual digunakan kalau perlu. Berbeda dengan metode-metode murni, metode ini ientur mudah disesuaikan dengan kebutuhan. Pada umumnya dewasa ini metode elektik ini lebih banyak dipakai orang oleh karena dengan metode elektik pengajar atau penulis buku-buku pelajaian, dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang dihadapinya tanpa perlu menghadapi berbagai kesukaran sebagaimana yang ditentukan oleh pemakaian salah satu metode murni, Kelemahan kelemahan metode tertentu, seperti metode langsung dan metode tak langsung dapat dihindarkan, oleh karena penyusunan metode elektik ini hanya didasarkan pada segi-segi yang menguntungkan dari berbagai metode itu. Dengan cara demikian penyesuaian pcngajaran dengan metode secara kaku dapat dihindarkan, sebab dengan metode eklektik metodelah yang disesuaikan dengan keperluan-keperluan pengajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s