Metode Terjemahan dalam Pengajaran Bahasa

Metode Terjemahan dalam Pengajaran Bahasa

Metode terjemahan adalah metode yang banyak dipakai dalam pengajaran bahasa asing. Prinsip yang dijadikan landasan dalam metode ini adalah bahwa penguasaan bahasa asing yang dipelajari itu dapat dicapai dengan jalan latihan-latihan terjemahan dari bahasa yang diajarkan ke dalam bahasa ibu murid atau sebaliknya. Latihan-latihan terjemahan ini merupakan latihan-latihan utama dalam metode ini.
Urutan bahan yang diberikan dalam pelajaran biasanya sama dengan urutan bahan yang diberikan dalam metode tata bahasa. Pilihan terhadap kata-kata yang diberikan didasarkan atas leks yang dipakai. Dalam setiap pelajaran diberikan aturan-aturan tata bahasanya, daftar kata-kata beserta terjemahannya dalam bahasa ibu murid dan latihan- latihan terjemahan dari dan ke bahasa yang diajarkan ini.
Metode terjemahan terutama ditujukan untuk bahasa tertulis. bukan untuk bahasa lisan. Oleh karena itu. latihan-latihan untuk penguasaan bahasa lisan tidak terdapat dalam metode ini. Dengan demikian tujuan yang dapat dicapai dengan metode ini hanya terbatas pada membaca, mengarang dan terjemahan, sedangkan kemampuan berbicara diabaikan.
Segi-segi yang menguntungkan dalam metode ini adalah
1) Metode ini praktis. dapat dipakai pada setiap jenis dan keadaan sekolah, tidak memerlukan banvak tenaga dan biaya. Guru yang mengajarkannya tidak perlu terlatih betul dalam bahasa yang diajarkannya itu. Guru tak perlu menguasai betul ucapan tata bahasa dan vokabuler bahasa yang diajarkannya itu. Tang perlu dikuasainya hanyalah teks yang akan dipergunakannya. Metode ini mudah dilaksanakan dan dapat dipakai dalam kelas yang jumlah muridnya besar Dalam pengajaran bahasa asing tampaknya metode ini banyak sekali terpakai, dan di Indonesia tampaknya metode ini masih banvak terpakai dewasa ini.
2) Dalam tempo yang cepat guru dapat menanamkan pengetahuan tentang kata-kata.
Hal ini dimungkinkan oleh pemakaian bahasa ibu murid dalam hampir setiap situasi pengajaran. Dengan jalan memberikan terjemahan. memberikan penjelasan-perjelasan dan batasan-batasan dalam bahasa ibu murid tentang bahan yang diajarkan itu dapatlah dihindarkan pemborosan waktu dan tenaga yang tak perlu
3) Pembelajar dapat segera menguasai arti kata-kata yang diajarkan dan kebingungan pembelajar terhadap arti kata-kata dan aturan-aturan tata bahasanya dapat dicegah. Oleh karena latihan membandingkan kedua bahasa itu. maka kesalahan-kesalahan pemakaian bahasa bagi pembelajar dapat dihindari.

Kelemahan-kelemalian yang terdapat dalam metode ini adalah sebagai berikut :
a) Tujuan yang dapat dicapai hanya terbatas pada pengetahuan kata-kata dan aturan aturan tata bahasanya, dan membaca, walaupun yang terakhir ini membaca yang dapat digolongkan kepada membaca yang kurang baik. Kemampuan mengarang dan berbicara tidak dapat dicapai dengan sebaik-baiknya.
b) Untuk mencapai pengetahuan dan penguasaan kata-kata media yang dipakainya kurang sempurna. Tak ada kata-kata atau ungkapan-ungakapan yang terdapat dalam suatu bahasa tersedia ekivalennya yang persis sama dengan bahasa lain. Cara mempelajari kata-kata yang terbaik adalah melihatnya dalam konteks pemakaiannya. Pengertian kata-kata yang sesungguhnya hanya dapat diperoleh dengan jalan rnemperluas pengaiaman dalam bahasa itu. Kata-kata selalu mempunyai nilai tertentu dalam setiap pemakaiannya. Pengertian kata- kata yang sesungguhnya hanya dapat diperoleh dengan jalan memperluas pengaiaman dalam bahasa itu. Kata-kata selalu mempunyai nilai tertentu dalam setiap pemakaiannya. Kata-kata hanya mempunyai satu arti tertentu dalam setiap pemakaiannya, Ikatan yang timbul antara kata-kata bahasa itu dan bahasa ibu berkat latihan-latihan terjemahan itu pada hakekatnya bukanlah suatu keuntungan, sebab jika menggunakan bahasa dari itu mereka selalu akan teringat akan hubungannya dengan bahasa ibunya. Dengan demikian hubungan itu pada hakekatnya hanya merupakan halangan bagi kelancaran dalam menggunakan bahasa baru itu.
c) Walaupun untuk penguasaan bahasa pasif, keuntungan langsung yang diperoleh dari pemakaian metode ini sesungguhnya tidak ada, oleh karena kebiasaan menterjemahkan kata demi kata merupakan penghalang bagi usaha menangkap pengertian yang terkandung dalam kelompok kata. Menangkap pengertian yang terkandung dalam kelompok kata merupakan hal yang sangat penting dalam perbuatan membaca yang baik.
d) Oleh karena waktu yang terbanyak dipergunakan adalah untuk latihan-latihan terjemahan, maka waktu yang dapat dipakai untuk latihan-latihan kemampuan berbicara menjadi terbatas sekali.
e) Pencampuradukan pemakaian bahasa baru dengan bahasa ibu selalu akibatnya kurang baik, oleh karena pikiran menjadi ragu-ragu kalau ada suatu waktu harus dipindahkan menggunakan bahasa yang satu ke bahasa yang lain. Hal seperti inipun akan terjadi, walapun kedua bahasa itu sudah dikuasai dengan baik.
f) Bagi pembelajar mengemukakan pikiran dalam bahasa ibu lebih mudah terasa daripada dalam bahasa baru yang dipelajarinya. Jika pengajar terlalu membiarkan pembelajar menggunakan bahasa ibunya, kemauannya menggunakan bahasa baru akan menjadi kurang karena bahasa baru itu terasa sukar baginya, walaupun pembicaraannya itu masih dalam batas-batas vokabuler yang telah diketahuinya.
g) Pada kelas-kelas yang lebih tinggi tujuan pelajaran sering berpindah kepada terjemahan itu sendiri. Pada kelas-kelas permulaan hal ini hams dicegah oleh karena untuk dapat melakukan terjemahan-terjemahan itu diperlukan penguasaan bahasa, tata bahasa dan vocabulary dan hal ini belum dicapai dalam pembelajaran
h) Metode terjemahan merupakan penghalang bagi latihan-latihan berbicara dan latihan latihan kebiasaan membaca yang baik

Baca Tulisan Lain

Teori Belajar Konsep-dan Strategi penerapannya-di-kelas ;>> Baca

pemerolehan bahasa anak-usia 4-6-tahun;>>>>>> Baca

pengorganisasian materi pembelajaran bahasa Jndonesia >>>>>> Baca

Strategi-pembelajaran Membaca >>> Baca

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s