Hakikat Metode Pembelajaran Bahasa

Hakikat Metode Pembelajaran Bahasa

Apa sesungguhnya metode itu ? Jika kita mencoba memperhatikan berbagai metode yang ada sekarang, pertanyaan yang timbul ialah apakah sesungguhnya metode itu ? Jawaban terhadap pertanyaan ini tampaknya tergantung pada orang yang memberi jawabannya. Ada sebagian yang mengatakan “penentuan bahan yang akan diajarkan”, adapula yang mengatakan “cara-cara penyajian bahan”, dan sebagainya. Yang jelas apa yang dinamakan metode itu mencakup beberapa faktor, yaitu penentuan bahan, penentuan urutan bahan, cara-cara penyajian, dan sebagainya semuanya itu dilandaskan pada suatu sistem tertentu untuk mencapai tujuan tertentu pula.
Ada kalanya seorang pengajar perlu menggunakan beberapa metode dalam menyampaikan suatu pokok bahasan tertentu. Dengan variasi beberapa metode selain tidak membosankan, pada suatu saat dapat mengatasi kekurangan pengajar dalam hal-hal tertentu.
Tak ada satu metodepun yang dianggap paling baik diantara metode-metode yang lain. Setiap metode mempunyai karateristik tertentu dengan segala kelebihan serta kelemahan masing-masing. Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, pokok bahasan maupun situasi dan kondisi tertentu, tetapi tidak tepat untuk situasi lain. Juga suatu metode yang dianggap baik untuk suatu pokok bahasan tertentu, tetapi ada kalanya belum berhasil dengan baik jika digunakan oleh pengajar lain.
Metode Pembelajaran Bahasa
Pada dasarnya antara metode pembelajaran bahasa dan metode-metode lain, tak banyak bedanya. Apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran bahasa pada hakikatnya adalah apa yang dimaksud oleh tujuan pembelajaran itu sendiri. Semua situasi pembelajaran, apakah baik atau jelek, mencakup beberapa aspek; yaitu, a) pemilihan bahan, b) peningkatan bahan dan c) cara-cara penyajian mated pembelajaran serta cara-cara
pengulangan mated tersebut..
a. Pemilihan materi perlu dilakukan, karena tidaklah mungkin membelajarkan semua hal yang tercakup dalam bidang ilmu yang sangat luas itu. Oleh karena itu terpaksa perlu diadakan pemilihan, mana diantaranya yang diajarkan sesuai dengan tujuan pembelujaran yang akan dicapai. Peningkatan dan penentuan urutan pemberian materi secara sekaligus diajarkan. Dalam hal ini terpaksa pembelajaran bagian-bagian tertentu lebih dulu dad bagian-bagian yang lain. Cara-cara penyajian materi perlu dipikirkan karena tak mungkin diajarkan sesuatu dengan hasil baik jika tidak dipikirkan cara-cara penyajian mana yang dapat memperoleh hasil sebagaimana yang diinginkan oleh tujuan yang ingin dicapai. Pengulangan pemberian materi perlu diberikan, karena tak mungkin mempelajari sesuatu keterampilan hanya dari satu contoh. Semua keterampilan akan tergantung pada frekuensi
latihan yang diperoleh.
.
b. Apakah bahasa itu ?

Bahasa adalah suatu pengertian yang luas dan kompleks. Bahasa adalah suatu sistem. Pertama adanya sistem bunyi. Sistem bunyi ini kenyataannya membentuk sistem bentuk. Dalam pemakaiannya sistem bentuk membentuk sistem struktur. Akhimya sistem sistem itu membentuk sistem arti. Sistem-sistem ini dianalisis untuk dapat menentukan apa yang harus diajarkan. Analisis itu akan menghasilkan,
1. Adanya bunyi-bunyi bahasa
2. Adanya bunyi-bunyi bahasa yang mempunyai arti.
3. Adanya bentuk-bentuk yang mempunyai arti.
4. Adanyajenis-jenis urutan tertentu jika bentuk-bentuk yang mempunyaim arti itu muncul bersama-sama.
5. Adanya sistem bentuk-bentuk dan pola-pola urutan membentuk unit-unit arti.

Hasil analisis adalah bahan mentah yang akan dijadikan bahan dalam penyusunan metode. Cara-cara penyajian
a. Aspek linguistiknya : mana yang harus disajikan lebih dulu, apakah bahasa tertulis atau bahasa lisan.
b. Aspek penyajiannya : apakah benda dan situasi yang dipakai sebagai alat bantu adalah benda-benda dan situasi-situasi yang sesungguhnya atau diciptakan kemudian? Apakah gambar-gambar, film, film strip, tape recorder atau gabungannya dipakai sebagai aiat atau sebagai alat bantu? Kapan, dan bagaiman cara penggunaannya.

Pengulangan dalam rangka pembentukan keterampilan.
Bagaimana cara-cara yang dipakai untuk menumbuhkan kebiasaan berbahasa yang baik? Berapa banyak tugas tugas yang diberikan untuk bercakap-cakap, mendengar, membaca dan mengarang? Kapan dan bagaimana cara melakukannya? Bagaimana cara yang dilakukan untuk mengetahui apa yang telah diajarkannya itu dipahami atau dikuasai oleh pembelajar? Apakah dengan ulangan, tugas-tugas atau dengan cara-cara lain? Bagaimana melakukannya?
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa menerapkan suatu metode sesuai dengan suatu metode sesuai dengan kemampuan berpikir, kemudahan pembelajar menerima materi.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s