Home Visit Tindakan Preventif Mengurangi Permasalahan Sekolah

“Home Visit” = Tindakan Preventif Mengurangi Permasalahan Sekolah

Program Pembimbingan Siswa Melalui Kunjungan RumahTidak jarang manajemen sekolah menghadapi suatu masalah rumit yang berhubungan dengan tingkah laku siswanya, tingkah laku gurunya ataupun stafnya di sekolah. Kadang masalah yang sederhana kelihatannya remeh akan menjadi masalah rumit manakala manajemen sekolah tersebut tidak cepat segera mengatasi secara tuntas.
Interaksi yang terjadi di sekolah antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, guru dengan guru, guru dengan staf, dan antar staf di sekolah terkadang memunculkan suatu permasalah rumit yang harus dihadapi pihak manajemen sekolah. Bentuk permasalahan itu bisa bermacam-macam, seperti masalah kinerja, kekompakan, kerukunan antar pegawai, masalah kesejahteraan, iklim, budaya sekolah, dan masalah belajar pembelajaran siswa di sekolah. Masalah yang terakhir inilah yang akan dibahas dalam tulisan ini.Tepatnya pendekatan pemecahan masalah belajar siswa melalui kunjungan ke rumah orang tua siswa atau Home Visit (H V).
Komunikasi langsung dengan orang tua dapat dibangun dengan baik dan harmonis melalui H V. Di sini guru diminta keiklasannya untuk bisa menyisihkan waktu dan tenaganya di luar tugas utamanya mengajar di kelas. H V merupakan salah satu cara membantu, menolong dan memberi bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan-kesulitan belajar dan masalah pribadi siswa HV ini banyak sekali manfaatnya jika dimengerti benar-benar maksud serta dikuasai teknik-teknik yang diperlukan.
HV banyak sekali tujuan atau maksudnya antara lain untuk mendapatkan data atau informasi yang lengkap dan konkrit tentang keadaan siswa yang bersangkutan, dan memberitahukan secara langsung kepada pihak keluarga yang bersangkutan. Kegiatan dalam HV dapat berbentuk pengamatan dan wawancara, terutama tentang kondisi rumah tangga, fasilitas belajar, dan hubungan antar anggota keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan siswa. Masalah siswa yang dibahas dapat berupa bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan bidang bimbingan karier.
Sebenarnya HV merupakan tugas dari guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah, namun mengingat belum semua sekolah di negeri ini yang memiliki guru BK yang berlatar belakang pendidikan BK , maka tugas HV dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran, guru kelas, guru pembimbing atau wali kelas.
Pertimbangan diperlukannya HV adalah (1) Jika permasalahan yang dihadapi siswa ada sangkut pautnya dengan masalah keluarga; (2) Keluarga sebagai salah satu sumber data yang dapat dipercaya tentang keadaan siswa; (3) Dalam kegiatan HV diperlukan kerja sama antara guru dengan orang tua; (4) Faktor situasi keluarga memegang peranan penting terhadap perkembangan dan kesejahteraan anak.
Sebelum mengadakan H V perlu persiapan-persiapan yang cukup matang, perencanaan, pengadministrasian Secara umum persiapan yang perlu dilakukan pertama menentukan tujuan H V tersebut dengan jelas. Rencana H V ini perlu dirundingkan dengan guru-guru lain semisal Guru Rumpun dan Kepala Sekolah. Kedua Pelajari keadaan keluarga yang akan dikunjungi, melalui informasi- informasi yang ada. Informasi primer bisa didapat dari catatan yang ada disekolah, jika informasi dirasa belum cukup bisa mencari informasi melalui sumber-sumber lain, guru, teman kerja ataupun tetangga calon keluarga yang akan di kunjungi. Ketiga mempersiapkan materi atau bahan yang akan dibicarakan dan ditanyakan. Tulislah materi pokok yang akan ditanyakan secara sitematis, sehingga dalam H V nantinya tidak kehilangan arah pembicaraan. Sesuaikan bahan yang akan dibicarakan dengan tujuan H V. Keempat mempersiapkan bagaimana cara menulis atau mencatat hal-hal yang akan diperoleh. Pertimbangkan apakah perlu mencatat data pada saat H V atau data itu dicatat setelah selesai H V. Jangan lupa memberitahukan kepada keluarga yang bersangkutan, sebelum mengadakan H V. Usahakan pemberitahuan ini melalui surat resmi dari sekolah. Selama HV hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain :
 Usahakan mempergunakan bahasa sederhana yang bisa dipahami dalam keluarga tersebut, misalnya bahasa daerah
 Jangan berusaha untuk mendekte alau menasehatkan sesuatu kepada keluarga tersebut tanpa diminta oleh mereka. Sebab hal ini akan dapat menimbulkan kesan-kesan dan situasi yang negatif, dan bahkan mungkin dapat merusak situasi yang dikehendaki.
 Kadang-kadang ada keluarga yang meminta persoalannya dibicarakan secara langsung dan terbuka, tetapi ada pula yang sebaliknya dan bahkan ada keluarga yang tidak memperkenankan anaknya ikut mendengar persoalannya. Hal ini tentu tergantung dari pandangan keluarga tersebut dan masalah yang dihadapinya.
 Lama HV tergantung pada kebutuhan dan situasi keluarga di saat itu. Karena ada keluarga yang merasa gembira bila dikunjungi oleh guru, tetapi ada pula keluarga yang tidak bersikap demikian.
 Setelah HV selesai hendaknya diadakan tindak lanjut, seperti membuat laporan, dan menangani persoalan siswa secara intensif
Oleh karena program HV besar sekali manfaatnya dalam rangka membangun komunikasi dengan orang tua, maka hendaknya manajemen sekolah dapat menggunakan pola ini untuk mengatasi persoalan yang sering muncul antara sekolah dengan siswa dan keluarganya. Jangan sampai persoalan yang seharusnya dapat diatasi dengan baik antara sekolah dan orang tua siswa, mencuat menjadi persoalan besar yang tidak mudah diselesaikan.

Baca Tulisan Lain

Individu dan Masyarakat Industri >>>>>>>>>>
dit atas Berbagai Siklus >>>>>>>>>
Kupas Tuntas Sosiologi Organisasi Bag 2 >>>>>>>>>
ISTEM KOMUNIKASI KELOMPOK>>>>>>>
Teori Umum tentang Perilaku>>>>>>>>

5 Comments

  1. salam dari bandung pak!
    materinya bagus sekali dan banyak membantu pekerjaan saya. tapi saya ingin mengetahui lebih banyak bagaimana melaksanakan tahapan2 home visit, adakah bentuk catatan khusus dalam home visit. trima infonya

  2. ass. mungkin ini hanya berbagi pengalamn dengan pembaca, yang saya rasakan supaya HV berjalan lancar tanpa ada hambatan antara anak, guru, & orang tua, tahap pertama tentunya seorang guru harus bisa memposisikan bahwa dirinya segagai teman, maka anak akan lebih dekat dan akan lebih mengetahui tentang keadaan anak tsbt. setelah itu barulah kita arahkan satu persatu antara anak & ortunya dengan waktu yang berbeda, dengan menggunakan bahasa yang lemah lembut dan penuh kasih sayang, insyaaloh berjalan lancar, … mungkin itu yang sudah saya gunakan. dan bisa berjalan lancar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s