Pertumbuhan Fisik atau Jasmani Anak

Pertumbuhan Fisik atau Jasmani Anak

Apabila kita perhatikan anak-anak yang sedang berbaris di depan kelas dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan ukuran jasmani. Ada anak yan; tinggi, pendek, kurus dan t>emuk dengan beraneka ragam bentuknya.
Nampaknya pada arak-anak tersebut secara fisik kurang segar sebagaimana seharusnya, hd ini disebabkan antara lain kelebihan berat badannya. Terdapat berbagai perilaku dilakukan oleh anak-anak waktu pulang sekolah, sebelum mereka sampai di rurmh seperti mendapat kecelakaan karena terlalu banyak berlompatan, berlarian dan sebagainya. Di samping itu setelah sampai di nmali banyak anak-anak yang bermain di luar rumah, namun banyakjuga yang tinggal di dalam rumah dengan melihat TV atau bermain-main di rumah sendirian dengan tenang dan tidak mengganggu orang lain. .
A. PERTUMBUITAN SELAMA PERTENGAHAN MASA KANAK-KANAK
1. Tingkaf Pertumbuhan

Pada usia anak 10 tahun baik laki-laki maupun perempuan, badannyz bertambah berat kurang lebih 3,5 kg dan tingginya bertambah. Namun setelal remaja anak perempuan pada usia 12-13 talni’i berkembang lebih cepai daripada anak laki-laki. Menurut Tanner, (1973 : 35) anak berusia 7 tahun tidak akan banyak berubah sampai berusia 9 tahun, hal ini dalam keadaan normal.
Tingkat pertumbuhan anak sangat berbeda antara ras, bangsa dan tingkal sosial ekonominya. Menurut penelitian yang-dilakukan di berbagai tempat di dunia terdapat rentangan sebesar 9 inci atau 22,5 cm di antara anak-anak dalam ukuran pendek, misalnya di Asia Tenggara, Oceania, dan Amerika Selatan, sedangkan anak-anak dari Eropa Utara dan Tengah, Australia Timur, dan Amerika -Serikat pertumbuhannya lebih tinggi (Meredith, 1969). Walaupun terdapat perbedaan keturunan, pertumbuhan tersebtit juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan mereka. Anak-anak yang tumbuh paling tinggi biasanya dalam hidupnya tidak mengalami kekurangan gizi atau infeksi penyakit yang merupakan masalah utama dalam kehidiipan. Di samping itu juga karena perbedaan tempat tinggal biasanya anak-anak yang tinggal. di rumah yang bagus akan Iebih matang daripada anak-anak yang-berasal dari kel’.iarga kurang marnpu serta lingkungan kurang baik dan tidak sehat.
2. Nutrisi dan Pertumbuhan ‘
Pada usia pertengahan biasanya anak-anak mempunyai nafsu makan yang bagus. Mereka banya!: makan karena kegiatannya menuntut energi yang. banyak, dan dalam usia ini berat badannya meningkat dua kali lipat. Untuk mendukung pertumbuhan spontan ini, anak-anak memerlukan 2.400 kalori setiap hari, 34 gram protein, dan rata-rata karbohidrat yang tinggi paling minimum harus tetap dipertahankan (E.R.Williams & Cakiendo, 1984). Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lamban, karena nutrisi tersebut hanya untuk mempertahankan hidup dan energi, sedangkan protein lebih untuk meningkatkan pertumbuhan. Apabila makanan tidak dapat mendukung kedua proses tersebut sepenuhnya maka pertumbuhannya menjadi tidak optimal.
Nu’risi juga mempunyai implikasi sosial. Anak tidak dapat bermain dan’ tetap tinggal diam karena tidak mendapatkan makanan yang cukup. Pengaruh kekurangan nutrisi tersebut juga dapat berlangsung lama sekali. Suatu studi yang memerlukan jangka waktu lama di Guatemala, di mana diteliti nutrisi yang merupakan masalah yang serins, ditemukan balnva sejak kelahiran sampai usia 2 tahun dapat dijadikan petunjuk (predietor) yang sangat bagus bagi perilaku sosial pada usia pertengahan kanak-kanak. Untuk 138 anak-anak usia 6-8 tahun yang diteliti, semuanya mendapatkan ekstra kalori dan vitamin akan totnpi hanya sebagian ynnp, memperoleh protein. Anak-anak yang lidak meniperoleh ekslra protein pada w;iklu mndanya (kanak-kanak) cenderung bersikap pasif, dnn tergantung pada .orang dewasa; sedangkan bagi anak-anak yang meniperoleh nutrisi yang cukup mereka bersifat gembira dan Iebih bersikap sosial dengan teman bermainnya (D.E: Barrety, Radke-Yarrow, & Klein, 1982).
Lebili lanjut dikemukakan balnva kekurangan nutrisi dapat menimbulkan berbagai masalah dalam hubungan keluarga. Para peneliti menemukan bahwa bayi yang kekurangan nutrisi, mereka tidak memiliki energi untuk berhubungan atau merespons perhatian ibunya. Sebaliknya anak kecil (infant) menjadi kurang responsif dan kurang mengembangkan kemampuan antarpribadi, (13.M. Lester, 1979). Demikian pula apabila seorang ibu kekurangan nutrisi,.kejadian tersebut makin buruk (Rosetti, Ferrira, 1978).
Dalam kaitan ini hubungan antara nutrisi dan perkembangan kognitil juga menjadi jelas. Anak-anak Afrika di Kenya yang menderita kekurangar gizi mendapat skor yang paling rendah dalam tes kemampuan verbal dan jugs dalam tes metrik yang meminta anak-anak memi’ih satu pola yang cocok dengan pola yang lain. (Sigman, Neumann, Jansen & Bwibo, 1989). Suati program bagi anak-anak yang orang tuanya berpenghasilan rendah pada kelas 3 -.kelas 6 mereka mendapat sarman dari sekolah di Masachusetts dan dapal meningkatkan skor mereka dalam tes kemampuan (A.F. Meyers, Sampson Weltzman, Rogers, & Keyne, 1989)
3. Kesehatan dan Kebugaran Anak

Perkembangan vaksin untuk berbagai penyakit kanak-kanak telah membuat kanak-kanak usia pertengahan selamat dalam hidupnya. Pemberian vaksinasi sangat baik bagi anak-anak usia ini daripada anak-anak yang lebili rendah usianya. Hal ini terbukti dengan adanya imunisasi di sekolah. Hal ini juga mertipakan :;uatu alasan mengapa tingkat kematian anak-anak usia sekolah tersebut paling rendah sepanjang tahun
B. BEBERAPA ASPEK KESEHATAN DAN KEBUGAKAN MASA KANAK-KANAK
Terdapal beberapa aspek yang perlu mendapai perhatian bertalian dengan kesehatan dan kebugaran karak-kanak, yaitu:
I. Obesity
Kegemukan pada anak-anak merupakan isu utama di Amerika Serikat sejak tahun 1970-an, terutama pada anak-anak usia 6-11 tahun. Dalam suatu studi terhadap anak berusia 6 tahun sebanyak 2600 anak kulit putih, dan anak-anak di bawah usia 12 tahun yang terdaftar pada rencana pertahanan kesehatan kurang Iebih 5,5% anak usia 8-10 tahun didiagnosa sebagai kegemukan (Gortmaker, Diet?,, Sobol, & Wehler, 1987; Starfield et d.,1984). ,Apa penyebab kegomukan tersebut? Menurut hasil penelitian yang pada iimumnya sering kali bersifat korelasional, berarti balnva kita tidak dapat menarik beberapa kesimpulan berdasarkan sebab-akibat. Sekalipun demikian terdapat suatu basis yang kuat dan dapnt dipercaya bahwa kelebihan berat badan sering kali disebabkan oleh kurang berolahraga dan terlalu banyak makan. Menurut hasil penelitian anak yang diadopsi ternyata mempunyai korelasi positif dengan orang tua aslin/a, namun tidak ada korelasi sama sekali dengan orang tua yang me.igaJopsinya (A.J. Stunkard, Foeh, & Hrubec, 1986). Di samping itu lingkungan juga berpengaruh besar terhadap kegemukan, biasanya justru terdapU pada masyarakat yang sosial ekonominya kurang, terutama bagi para wanilanya. Anak gemuk biasanya kurang aktif dibandingkan dengan anak hin yang kurang gemuk dan suka menonton TV (Dietz, & Gortmaker, 1985; Kolata, 1986).
Anak-anak gemuk biasanya tidak trnibuh menjadi gemuk pada muianya, namun mereka menjadi gemuk setelah dewasa. (Kolata, 1986) dan anak dewasa yang gemuk menghadapi berbagai risiko dan masalah kesehatan, misalnya tekanan darah, diabetes dan jantung. Sekalipun demikian anak yang
gemuk masih. dapat dipelihara dengan baik, antara lain diubah cara makamiya, latihan olah raga secara teratur dengan melibatkan orang tuanya (L H.Epatein & Wing, 1987). Sebaiknya orang tua jangan membiasakan- memberi hadiah makanan yang manis-manis terhadap anaknya yang berperilaku baik, sebaiknya menyediakan makanan kecil yang beraneka .ragam dan berhenti membelikan makanan yang banyak mengandung kalori tinggi atau berlebihan.
2. Kondisi Medis pada masa kanak-kanak
Pada umumnya semua anak sering mendapat sakit, namun- peryakit tersebut berlangsung singkat. Selama studi 6 tahun disimpulkan pada umumnya anak-anak mendapat sakit yang akut dalam waktu singkat dengan berbagai kondisi medis, biasanya kena virus atau flu, dan hanya satu dari 9 anak yang menderita penyakit kronis seperti migraine (kepala pusing) atau penglihatan jarak dekat
Terdapat 80% anak yang sering dirawat karena luka. Di samping itu juga banyak terdapat penyakit seperti sakit tenggorokan, radang tenggorokan, infeksi telinga, dan gangguan emosional yang sering kali menjadi bertambah pada waktu anak mendekati usia puber (Starfield et al, 1984).
3. Penglihatan
Pada anak usia sekolah, penglihatannya lebih tajam daripada waktu-waktu sebelumn’ya. Anak-anak yang berusia di bawah 6 tahun cenderung memiliki penglihatan jarak jauh, sebab mnta mereka belum mating (matured) dan dibentuk secara berbeda daripada orang dewasa. Namun setelah usia tersebut, maka mereka bukan hanya lebih matang. tetapi juga dapat memfokuskan penglihatan lebih baik.
SekaFpun demikian penglihatan a.iak dari kalangan kurang mampu tidak dapat bcrkembang secara normal. Sepuluh persen dari anak berusia 6 tahun mengalami kurang penglihatan, dan tujuh person mengalami gangguan pandangan jarak jauh; dan kondisi semacam ini meningkat menjadi 17% pada usia 1 1 tahun (U.S Department of Health Education, and Welfare, USDHEW, 1976).
4. Kesehatan Gigi
Pada usia 6 tahun anak mengalami tanggal gigir.ya yang pertama kali, yang selanjutnya diganti dengan gigi yang tetap setiap tahun sebanyak empat gigi untuk tahun kelima berikutnya. Lebih kurang setengah dari anak usia 5-17 tahun di AS tidak me’miliki gigi rusak (U.S Department of Health ana Human Services USD/IFfS, 1981, 1988). Dewasa ini di Amerika terdapat 36% lebih sedikit mengalami gangguan gigi daripaJa hasil penelitian pada tahun 1980-an, di mana teidapat rata-rata hampir 5 kemsakan atau kehilangan gigi atau giginya tanggal (USDHHS, 1981,1988).
5. Kebugaran Anak
Pada dewasa ini latihan fisik bagi anak-anak sangat baik jika dibandingkan dengan tahun 1960-an. Jantung dan paru-pam mereka bentuknya kurang baik dibandingkan dengan anak-anak yang suka berolahraga daripada anak-nnak usia pertengahan tahun. Mengapa anak-anak tersebut sangat jelek bentuk jasmaninya? Hal im disebabkan mereka kurang aktif berolahraga, dan hanya setengah dari keias mereka yang mengikuti pendidikan jasmani di sekolah dan hanya sebagian kecil yang suka berolahraga secara individual, misalnya berenang, senam, lari, berjalan kaki atau bersepeda. Sedangkan sebagian besar menghabiskan waktunya untuk menonton program TV di rumah. Hanya mereka yang aktif dalam perkumpulan olahraga secara kelompok atau tim yang memiiiki bentuk rubuh yang baik dan sehat.
Sumber Buku Perkembangan Peserta Didik Karya Mulyani Sumantri dan Nana Syaodih

Baca Tulisan Lain

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku dalam Berkomunikasi >>>>Lihat

Profesi Akuntan Publik dan Pelaporannya >>>>>>>Lihat

Pengetahuan Dasar Tari >>>>Lihat

Perencanaan Pembelajaran Seni Rupa di Taman Kanak-kanak >>>>Lihat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s