Sistem Distribusi Masyarakat

Sistem Distribusi Masyarakat

Sistem distribusi suatu masyarakat menyangkut aspek dinamis (dinamika sistem distribusi), yaitu mekanisme pendistribusian barang dan jasa, dan aspek statis (struktur sistem distribusi), yaitu bagian-bagian dari sistem yang berpengaruh pada pendistribusian barang dan jasa.

Bagian-bagian itu adalah kelas yang berkaitan dengan kekuasaan, hak istimewa dan kehormatan. Jadi tipe kelas dapat dibedakan menjadi kelas kekuasaan, kelas privilege dan kelas prestige. Dari ketiga variabel tersebut, kelas kekuasaan merupakan pusat perhatian, sebab ia menentukan distribusi privilege dan prestige.

Dalam teori distribusi yang berdasar pada dalil sifat manusia dan masyarakat, surplus atas barang dan jasa dalam suatu masyarakat akan didistribusikan atas dasar kebutuhan dan kekuasaan.

Struktur sistem distribusi terdiri dari individu, kelas dan sistem kelas. Masing-masing bagian itu menggambarkan tingkatan yang berbeda dari sebuah organisasi dalam sistem

distribusi. Konsep Kelas (Class) merupakan konsep sentral dari bagian-bagian struktur tersebut. Terdapat perbedaan pandangan tentang kelas dari Marx, Weber dan Lesnki.

Menurut Marx, kelas muncul ketika dalam masyarakat terdapat surplus barang, dan orang atau kelompok yang dapat menguasai alat produksi membentuk kelas yang berkuasa baik secara ekonomi maupun politik.

Sementara menurut Weber, Kelas terbentuk apabila sekelompok orang berada dalam kondisi kelas yang sama. Kelas diartikan sebagai himpunan manusia yang berada dalam situasi kelas tertentu.

Kelas menurut Lesnki adalah suatu pengelompokan orang-orang dalam suatu masyarakat yang berada dalam posisi sama yang berkaitan dengan bentuk-bentuk kekuasaan, hak istimewa dan kehormatan.

Sistem kelas merupakan suatu hierarki (jenjang) kelas yang di-ranking dari beberapa kriteria tunggal. Setiap anggota masyarakat secara simultan dapat menjadi beberapa kelas dalam sistem kelas pekerjaan, kekayaan, ras-etnik, pendidikan, usia dan jenis kelamin. Sistem kelas bisa konsisten dan bisa menjadi tidak konsisten (inkonsistensi).

Sistem distribusi tidaklah tepat dan seragam. Dari berbagai masyarakat terdapat berbagai pola yang terbentuk dan berubah. Variasi pola itu dapat dijelaskan oleh dua hal distribusi, yaitu kebutuhan dan kekuasaan. Hukum kebutuhan menjelaskan bahwa pola sistem distribusi oleh kebutuhan yang ada dalam masyarakat. Di mana semua orang dibagi secara sama. Pola ini terdapat pada masyarakat yang orientasi produksinya untuk pemenuhan kebutuhan. Sedangkan pada masyarakat yang orientasi produksinya untuk surplus, sistem distribusi ditentukan oleh kekuasaan, dan dikelola secara tidak sama.

Sistem distribusi masyarakat dapat dijelaskan atas dua dasar, yaitu kebutuhan dan kekuasaan. Atas dasar kebutuhan maka, sistem distribusi terjadi secara sama antaranggota yang tidak suka bersaing. Sedangkan atas dasar hukum menunjukkan adanya keperluan atas sesuatu kekuatan di antara orang-orang untuk mengatur distribusi barang dan jasa kepada masyarakat.

Di dalam masyarakat ada kemungkinan terjadinya suatu transformasi atau perubahan dari sistem distribusi yang diatur melalui dasar kebutuhan menjadi pengatur atau kekuasaan, proses perkembangan itu dapat terjadi siklus antara aturan berdasar kebutuhan (hak) menjadi dasar kekuasaan dan akhirnya kekuasaan atas dasar hak. Perubahan akan terjadi bergantung pada perkembangan masyarakat.

Institusionalisasi kekuasaan adalah suatu proses pelembagaan kekuasaan di dalam masyarakat. Proses ini bertahap dan berkembang. Institusionalisasi mempunyai beberapa bentuk yang berbeda menurut dasar penilaiannya: ia dapat dibedakan atas cara bertindaknya menjadi authority dan influence. Sedangkan atas dasar keberadaannya dibedakan menjadi Power of position dan Power of property.

Dalam proses institusionalisasi kekuasaan maka, dapat dipahami adanya proses perputaran politik dan peran-peran kelas-kelas dalam masyarakat. Pada akhirnya semua akan membentuk suatu dasar kekuasaan yang dapat diterima untuk mengatur sistem distribusi dalam masyarakat.

Sumber buku Sosiologi Distribusi Karya Drajat Tri Kartono

Baca Tulisan Lain

Pengenalan Manajemen Setrategi>>> Lihat

Lingkungan Sosial Budaya >>> Lihat

Pengembangan Organisasi >>> Lihat

Akuntansi Dasar>>>>>>>>> Lihat

Sosiologi Komunikasi Massa >>> Lihat

Teknik-teknik Intervensi Sosial >>> Lihat

6 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s