Analisis Sistem Informasi bag 2

Analisis Sistem Informasi

Bag 2

Elemen Sistem Telekomunikasi

Telekomunikasi adalah pergerakan informasi melalui transmisi elektronik di antara tempat-tempat yang berlainan. Jaringan telekomunikasi digunakan dalam beberapa variasi aplikasi, terutama dalam permintaan atau pengambilan informasi dan pemasukan data sumber.

Elemen kunci sistem telekomunikasi adalah terminal, modem, pengeras, dan saluran telekomunikasi. Terminal bertugas mentransmisikan, dan atau menerima informasi, tergantung apakah terminal ini dumb atau intelligent. Ciri khas atau utama dari intelligent terminal adalah kemudahan pemrograman oleh pengguna.

Fungsi utama modem adalah mengubah sebuah pesan dari bentuk digital menjadi analog dan kembali menjadi digital untuk keperluan pengiriman informasi. Saluran telekomunikasi membawa informasi dari sumber ke tujuannya. Bentuk saluran ini dapat berupa saluran telepon, kabel coaxial, atau microwave.

Transmisi dan Lalu Lintas Data

Terdapat tiga jenis saluran (channel): simplex (transmisi satu-arah), half-duplex transmisi dua-arah, tetapi hanya satu dalam sekali, dan full-duplex (transmisi dua-arah bersamaan). Jalur telekomunikasi membawa data secara tidak berbarengan (satu huruf setiap kali) atau berbarengan (satu aliran atau sekaligus). Jelas sekali bahwa bentuk berbarengan lebih efisien untuk data dalam jumlah besar, kebutuhan kecepatan tinggi, hanya saja jauh lebih mahal dari tidak berbarengan.

LAN dapat dibedakan dengan jelas dengan melihat sejauhmana jangkauannya, kecepatan transmisi, dan kemudahan dalam menambah alat. LAN adalah bagian penting dari rencana strategis untuk otomatis kantor (office automation), dengan tujuan menyediakan pertukaran sumber informasi bagi banyak pengguna. LAN berada di wilayah tertentu, mentransmisi informasi dalam bentuk digital, dan menyediakan penyambungan yang mudah antara terminal dalam jaringan.

Persiapan Pelaksanaan Analisis Sistem

Dalam mempersiapkan suatu analisis sistem, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah (1) menentukan alasan perlunya dilaksanakan analisis sistem, (2) menentukan cakupan sejauh mana analisis sistem akan dilaksanakan (3) menyusun proposal untuk pelaksanaan analisis sistem (4) mengetahui dengan pasti sumber data yang akan dipergunakan (5) menentukan kerangka atau metode yang akan dipergunakan di dalam pengumpulan data (6) mengetahui teknik-teknik untuk menganalisis data dan (7) membuat laporan akhir hasil analisis sistem.

Proses Perancangan

Dalam merancang sebuah sistem secara umum, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah: (1) definisi rancangan sistem, elemen-elemen yang harus diketahui dan langkah-langkah dasar dari proses perancangan, (2) prinsip-prinsip dasar perancangan sistem, (3) panduan khusus untuk perancangan fungsi subsistem di dalam sistem, (4) alternatif rancangan dasar, dan (5) mempersiapkan proposal perancangan sistem secara umum.

Proses Evaluasi Sistem

Dalam mengevaluasi sebuah sistem informasi perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap:

  1. persyaratan-persyaratan desain secara umum,

  2. sistem perangkat keras/lunak pengganti atau baru, dan

  3. evaluasi/analisis biaya.

Ada tiga kategori untuk persyaratan umum desain sistem, yaitu persyaratan yang melekat pada organisasi, persyaratan fungsional dan persyaratan kesesuaian. Untuk mengevaluasi perangkat komputer yang akan digunakan, ada beberapa standar penilaian yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. modularitas,

  2. compatibilitas,

  3. realibilitas,

  4. kemudahan pemeliharaan, dan

  5. pelayanan purna jual.

Sementara itu untuk pengusulan perangkat komputer yang dibutuhkan, ada tiga alternatif yang dapat ditempuh, yaitu mengajukan usulan komputer dengan kemampuan yang spesifik, mengajukan usulan komputer dengan menentukan jenis dan kebutuhan sistem informasi atau menerima usulan dari sebuah rekanan untuk pengadaan komputer. Analisis atau evaluasi atas biaya yang harus dikeluarkan untuk pengadaan perangkat komputer dalam hal yang paling menentukan dapat tidaknya sebuah sistem informasi diimplementasikan. Biaya pengadaan komputer tersebut dapat dilihat dari jenisnya, perilaku, fungsi dan waktu. Yang tidak kurang pentingnya untuk diperhatikan adalah biaya lain selain biaya di atas yang di antaranya adalah biaya sarana penunjang seperti listrik, AC, dan lain-lain, juga biaya instalasi dan biaya pelatihan.

Desain Sistem Terperinci

Desain sistem informasi yang terperinci meliputi desain input terperinci dan desain output terperinci. Di dalam desain input, peranan dokumen dasar yang berbentuk formulir memegang peranan penting karena bertindak sebagai penangkap data untuk sistem informasi. Oleh karena itu, untuk merancangnya banyak hal-hal yang harus diperhatikan yang di antaranya adalah pemilihan kertas, ukuran dan warnanya, di samping itu juga berbagai jenis nomor yang harus dicantumkan di dalam dokumen dasar dan juga berbagai jenis caption yang harus dipergunakan sesuai dengan keperluannya. Oleh karena data yang akan dimasukkan ke dalam dokumen dasar begitu banyaknya maka diperlukan cara-cara untuk mengurangi jumlah masukannya yang di antaranya adalah dengan menggunakan kode yang dapat mewakili objek data. Sementara itu di dalam desain input terperinci, penggunaan laporan sebagai hasil dari sistem informasi memegang peranan penting. Tabel dan grafik adalah dua bentuk laporan yang paling banyak digunakan. Dilihat dari kegunaan dan kualitas isinya, tabel terdiri dari empat macam, yaitu notice report, equipoised report, variance report, dan comparative report. Sedangkan grafik yang sering digunakan adalah bagan garis, bagan batang dan bagan pastel yang penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhannya.

Implementasi Sistem

Langkah-langkah yang harus dilakukan analisis sistem dalam rangka mengimplementasikan sistem adalah: (1) Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kepada personel, yang dapat dilakukan dengan seminar, pelatihan prosedural, tutorial, simulasi, dan pelatihan langsung (2) Menguji sistem, yang dilakukan baik terhadap program maupun terhadap sistemnya dengan cara-cara simulasi logis, data acak, data yang sebenarnya, pengujian produksi, dan pengujian pengawasan (3) Konversi sistem, yaitu proses perubahan sehubungan dengan pengumpulan, penyimpanan, pemanggilan kembali, pemrosesan dan pelaporan data/informasi, yang jenisnya adalah konversi peralatan, konversi metode pemrosesan data dan konversi prosedural (4) Implementasi sistem, dan (5) Tindak lanjut dari implementasi.

Manajemen Sistem Informasi

Manajemen sistem informasi menggambarkan bagaimana harus mengelola sistem informasi yang telah diimplementasikan. Upaya-upaya manajemen yang dapat dilakukan adalah (1) kegiatan-kegiatan manajemen umum, yang di antaranya meliputi menetapkan pola induk sistem, penerimaan, pelatihan penempatan pegawai, dan merinci tanggung jawab kerja pegawai, (2) pengelolaan pemeliharaan sistem, yang disebabkan oleh karena keadaan darurat, rutin, keperluan laporan khusus dan peningkatan sistem, (3) audit sistem, yaitu memeriksa sistem secara berkala atau tidak berkala yang jenisnya meliputi audit pasca implementasi, audit operasional rutin, audit keuangan dan audit sistem, (4) mengatasi perubahan individu akibat implementasi sistem, yang membahas mengenai perlunya pendekatan-pendekatan khusus agar supaya individu mau bekerja sama mensukseskan penggunaan sistem informasi, yaitu melalui peningkatan hubungan interpersonal.

Sumber buku Analisis Sistem Informasi Karya Agus Rusmana, Engkus Kuswarno, Purwati Hadisiwi

PERENCANAAN PROGRAM KOMUNIKASI >>>>>>> Lihat

HAKEKAT IPS SEBAGAI PROGRAM STUDI >>> Lihat

KONSEP DASAR ILMU SOSIAL >>>>>>>>>> Lihat

LIBERTARIANISM, SISTEM KOMUNIS >>> Lihat

KARL MARX Dan EMILE DURKHEIM>>> Lihat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s