Mengorganisasikan Pesan dalam Perencanaan Komunikasi

 

Mengorganisasikan Pesan

dalam Perencanaan Komunikasi

Dalam perkembangan bisnis modern, manajemen perencanaan pesan menjadi faktor penting untuk meyakinkan khalayak. Empat poin pokok dalam perencanaan pesan yaitu; (1) Bagaimana menggunakan hasil analisis khalayak/calon penerima gagasan untuk perencanaan komunikasi (2) Mengembangkan gagasan dan pokok utama dari gagasan yang akan disampaikan, (3) Menyusun sketsa pesan, dan (4) Mempersiapkan umpan balik kegiatan komunikasi.

Analisis khalayak merupakan proses pemeriksaan seluruh faktor objektif/empiris yang berkaitan dengan khalayak, untuk memperoleh pemahaman secara menyeluruh tentang mereka sebagai penerima pesan. Metode yang dapat digunakan untuk analisis khalayak adalah pengamatan/observasi, mengajukan pertanyaan, survei khalayak, dan mempertimbangkan karakteristik khalayak.

Syarat Gagasan utama yang dibuat untuk perencanaan komunikasi harus ringkas, langsung pada pokok persoalan, dan memperlihatkan hasil yang akan diperoleh bila kegiatan dilakukan. Selanjutnya pokok utama merupakan tulang punggung pesan yang merencanakan garis besar subdivisi utama. Syarat pokok dari sebuah pesan, harus menyokong, menggambarkan, atau mendeskripsikan gagasan utama dengan bahasa yang ringkas dan jelas agar khalayak mampu mencerna isi pesan yang disajikan.

Sketsa pesan merupakan kerangka kerja yang di dalamnya mengandung topik-topik dasar yang mendukung tujuan komunikasi, dan informasi faktual yang menjabarkan masing-masing topik.

Dalam proses komunikasi secara tatap muka, umpan balik muncul dalam dua jenis yaitu tanggapan verbal dan isyarat nonverbal. Kedua jenis umpan balik tersebut dapat digunakan oleh komunikator sebagai sumber informasi yang menunjukkan sikap sebenarnya dari khalayak terhadap gagasan yang disampaikan.

Pengorganisasian pesan komunikasi merupakan faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan kegiatan komunikasi yang berusaha mempengaruhi atau meyakinkan khalayak sasaran. Ada empat format umum organisasi pesan yang dapat membantu menyusun gagasan komunikator, yaitu format kronologis, format kausal, format pengembangan motivasional, dan format satu pihak lawan dua pihak.

Kesimpulan dalam presentasi harus mampu meringkas pokok-pokok kunci, memusatkan tema dan tujuan, mengingatkan pentingnya isi, memberikan jalan tindakan yang jelas, dan meminta pertanyaan.

Fungsi pendahuluan dalam mempresentasikan gagasan atau ide adalah: memperoleh perhatian yang menyenangkan, meningkatkan keramahtamahan dan kebaikan, memberikan alasan penting menyimak, mengarahkan khalayak terhadap isi.

Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk menarik perhatian orang lain dalam pendahuluan, yaitu: intensitas, humor, kebaruan ide yang disajikan; dan menciptakan ketegangan khalayak.


Struktur Pesan

Struktur pesan yaitu susunan pokok-pokok gagasan yang menyatu menjadi satu kesatuan pesan yang utuh. Untuk merancang struktur pesan harus memperhatikan sikap khalayak sasaran terhadap pesan dan tujuan komunikator.

Ada dua kelompok struktur pesan yang dapat dibuat, yaitu pro-kontra dengan kontra-pro dan satu sisi dengan dua sisi. Dalam struktur pro-kontra, komunikator mendahulukan argumen atau gagasan yang selaras dengan pendapat atau sikap khalayak, selanjutnya gagasan yang bertentangan dengan sikap khalayak disajikan pada bagian akhir pembicaraan. Sebaliknya dalam struktur kontra-pro, komunikator mengawali presentasinya dengan mengemukakan gagasan yang berlawanan, selanjutnya presentasi ditutup dengan argumentasi pro khalayak.

Kemudian struktur satu sisi artinya komunikator hanya menyajikan gagasan pada satu dimensi saja, misalnya aspek baik atau keuntungan saja yang dibicarakan dari pesan tersebut tanpa memperhatikan kerugian yang akan diterima. Sedangkan pada struktur dua sisi, komunikator menyajikan program yang akan dilaksanakan dengan melihat sisi keuntungan dari kerugian secara proporsional.


Gaya Pesan dan Himbauanan Pesan

Menggayakan pesan artinya mengolah bahasa demi terciptanya gaya dalam upaya menjelaskan isi pesan demi tercapainya efektivitas komunikasi. Menggayakan pesan bermanfaat untuk: memperoleh perhatian yang lebih besar, mempertinggi pengertian atau pemahaman, membantu pengingatan, dan meningkatkan daya tarik persuasif.

Ada perbedaan prinsip gaya antara komunikasi lisan dan komunikasi tulisan, yaitu gaya tulisan lebih formal dalam struktur dan isi dibandingkan komunikasi lisan, gaya lisan lebih berulang-ulang, dan gaya lisan lebih personal.

Ada dua belas prinsip yang dapat digunakan untuk memaksimalkan bahasa, yaitu: (1) Memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu, (2) Menggunakan kata-kata pendek dan menghindari kata-kata yang panjang, (3) Menggunakan kata-kata yang konkret, (4) Menggunakan kata-kata secara ekonomis, (5) Menggunakan kata-kata positif, (6) Menghindari jargon yang sudah usang, (7) Menggunakan gaya percakapan, (8) Menyusun kalimat secara ringkas, (9) Mengutamakan kalimat aktif, (10) Mampu mengembangkan paragraf secara efektif, (11) Mengembangkan koherensi, dan (12) Berusaha untuk mengedit dan menulis ulang hasil penulisan.

Dalam menggayakan pesan seorang penulis juga dapat mengatur pola-pola kalimat atau frase dan menggunakan kiasan yang menarik. Untuk pengaturan pola kalimat dapat digunakan teknik-teknik omisi, inversi, suspensi, antitesis, paralelisme, repetisi, dan alitersi. Sedangkan untuk menggunakan kiasan dapat dilakukan dengan cara metafora, tamsil, dan personifikasi.

Imbauan pesan adalah aspek yang digunakan untuk menyentuh (stimulasi) khalayak oleh komunikator dalam menyampaikan pesan, agar khalayak berubah. Ada beberapa jenis imbauan yang digunakan dalam Psikologi Komunikasi, yakni imbauan rasional dan emosional, takut dan ganjaran, dan imbauan motivasional.

Imbauan rasional adalah imbauan didasarkan pada asumsi pokok tentang manusia sebagai makhluk berpikir. Manusia sebagai pribadi rasional, selalu mendasarkan setiap tindakannya pada pertimbangan logika. Sedangkan Imbauan emosional artinya pendekatan komunikasi lebih diarahkan pada sentuhan-sentuhan afeksi, seperti marah, suka, benci, dan lain-lain.

Imbauan takut digunakan bila komunikator menghendaki timbulnya kecemasan khalayak dalam menyampaikan pesan. Imbauan ini efektif dalam kadar yang moderat, sedangkan kadar takut yang rendah dan tinggi cenderung tidak berhasil.

Imbauan ganjaran diberikan dengan pendekatan keuntungan yang diperoleh bila khalayak mengikuti perilaku tertentu. Jenis imbauan ini menggunakan asumsi bahwa, makhluk hidup akan mempertahankan perilaku tertentu bila perilaku itu memberikan keuntungan.

Imbauan motivasional didasarkan pada jenis-jenis kebutuhan yang harus dipenuhi manusia. Kebutuhan tersebut menjadi potensi, yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas persuasif.

Menurut piramida kebutuhan dari Maslow, kebutuhan manusia dapat disusun berdasarkan urutan prioritas pemenuhan. Prioritas kebutuhan tersebut adalah; (1) Kebutuhan Dasar, seperti kebutuhan makan, minum, dan udara, (2) Kebutuhan keamanan, (3) Kebutuhan untuk berorganisasi/berkelompok, (4) Kebutuhan akan cinta dan penghargaan, (5) Kebutuhan untuk aktualisasi diri.

Kode,Isi dan Perlakuan Pesan

Pengembangan strategi penyusunan pesan dalam perencanaan pesan dan media komunikasi (perencanaan komunikasi) perlu mem-pertimbangkan kode pesan, isi pesan, dan perlakuan pesan. Perencanaan pesan dalam ketiga aspek tersebut menyangkut unsur-unsur dan strukturnya.

Pengkodean pesan menyangkut pengkodean pesan verbal maupun pesan nonverbal. Pengkodean pesan berarti menuangkan gagasan oleh sumber ke dalam lambang-lambang yang berarti agar dapat ditafsirkan sama oleh penerima sehingga menghasilkan efek perilaku yang sesuai dengan yang diharapkan. Pengkodean pesan harus didasarkan pada kondisi khalayak sasaran yang hendak dituju.

Isi pesan adalah materi atau bahan yang dipilih oleh sumber (komunikator) untuk menyatakan maksudnya. Isi pesan yang disampaikan meliputi informasi-informasi yang disampaikan, kesimpulan-kesimpulan yang diambil, dan pertimbangan-pertimbangan yang diusulkan. Dalam merencanakan isi pesan, kita harus mempertimbangkan jenis komunikasi yang akan dilakukan. Untuk jenis komunikasi informatif, isi pesan harus singkat dan jelas, menggunakan istilah-istilah yang sederhana, menggunakan data kongkret, dan memasukkan bahan-bahan yang menarik perhatian. Untuk jenis komunikasi persuasif, isi pesan harus mengandung unsur-unsur: menarik perhatian, meyakinkan, dan menyentuh atau menggerakkan.

Perlakuan atau pengolahan pesan adalah keputusan-keputusan yang dibuat oleh sumber dalam memilih dan menyusun kode-kode dan isi pesan. Pengolahan pesan merujuk pada keputusan-keputusan mengenai cara-cara yang akan ditempuh datang menyampaikan pesan.


Sistematika Penyusunan Pesan

Hasil-hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa penyajian pesan yang tersusun lebih efektif daripada penyajian pesan yang tidak tersusun. Cara-cara penyusunan pesan dalam suatu kegiatan komunikasi pertama-tama dibahas dalam retorika dengan mengikuti pola-pola yang disarankan oleh Aristoteles, yakni pengorganisasian pesan: deduktif, indukrtif, kronologis, spasial, dan topikal. Selain itu, penyusunan pesan juga dapat dilakukan secara psikologis mengikuti sistem berpikir manusia, yang disebut oleh Alan H. Monroe sebagai motivated sequence (urutan bermotif).

Hollingsworth menyarankan tugas-tugas dalam penyusunan pesan meliputi: perhatian, minat, kesan, keyakinan, dan pengarahan Raymond S. Ross menyarankan: perhatian, kebutuhan, rencana, keberatan, penegasan kembali, dan tindakan. Hovland, Jenis, dan Kelly menyarankan: perhatian, pengertian, dan penerimaan. Miller dan Dollard menyarankan: dorongan, responsif, dan ganjaran. Alan H. Monroe menyarankan urutan penyusunan pesan terdiri dari: tahap membangkitkan perhatian, tahap membangkitkan kebutuhan, tahap pemuasan, tahap visualisasi, dan tahap tindakan

Sumber buku Perencanaan Pesan dan Media Karya Nina Winangsih Syam danDadang Sugiana

Baca Artikel Lain

 

 

  • Pembelajaran dengan model siklus belajar (learning cycle) >>>lihat

  • Pembelajaran geografi dengan menggunakan model pemberian >>>lihat

  • Pemilihan metode mengajar yang efektif
    untuk sekolah dasar >>> lihat

  • Understanding students’ needs and
    instructional design >>>>>> lihat

  • Perbedaan individual dan jenis kebutuhan anak usia sekolah dasar >>> lihat

  • Orientasi moral anak taman kanak-kanak>>>>>>>>>>>>>>>> lihat

Home 

Home