Perjalanan Hidup dan Karya Comte serta Pandangannya

Perjalanan Hidup dan Karya Comte serta Pandangannya

tentang Ilmu Pengetahuan

Auguste Comte adalah seseorang yang untuk pertama kali memunculkan istilah “sosiologi” untuk memberi nama pada satu kajian yang memfokuskan diri pada kehidupan sosial atau kemasyarakatan. Saat ini sosiologi menjadi suatu ilmu yang diakui untuk memahami masyarakat dan telah berkembang pesat sejalan dengan ilmu-ilmu lainnya. Dalam hal itu, Auguste Comte diakui sebagai “Bapak” dari sosiologi.

Auguste Comte pada dasarnya bukanlah orang akademisi yang hidup di dalam kampus. Perjalanannya di dalam menimba ilmu tersendat-sendat dan putus di tengah jalan. Berkat perkenalannya dengan Saint-Simon, sebagai sekretarisnya, pengetahuan Comte semakin terbuka, bahkan mampu mengkritisi pandangan-pandangan dari Saint-Simon. Pada dasarnya Auguste Comte adalah orang pintar, kritis, dan mampu hidup sederhana tetapi kehidupan sosial ekonominya dianggap kurang berhasil.

Pemikirannya yang dikenang orang secara luas adalah filsafat positivisme, serta memberikan gambaran mengenai metode ilmiah yang menekankan pada pentingnya pengamatan, eksperimen, perbandingan, dan analisis sejarah.


Pemikiran Auguste Comte Tentang Individu, Masyarakat, dan Perubahan Sosial

Perkembangan masyarakat pada abad ke-19 menurut Comte dapat mencapai tahapan yang positif (positive stage). Tahapan ini diwarnai oleh cara penggunaan pengetahuan empiris untuk memahami dunia sosial sekaligus untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik.

Sosiologi adalah menyelidiki hukum-hukum tindakan dan reaksi terhadap bagian-bagian yang berbeda dalam sistem sosial, yang selalu bergerak berubah secara bertahap. Hal ini merupakan hubungan yang saling menguntungkan (mutual relations) di antara unsur-unsur dalam suatu sistem sosial secara keseluruhan.

Penjelasan mengenai gejala sosial, menurut Comte dapat diperoleh melalui 1) kajian terhadap struktur masyarakat berdasarnya konsep statika sosial, dan 2) kajian perubahan atau perkembangan masyarakat berdasarkan konsep Comte yang disebut dinamika sosial (social dynamics). Comte mendefinisikan statika sosial sebagai kajian terhadap kaidah-kaidah tindakan (action) dan tanggapan terhadap bagian-bagaian yang berbeda dalam suatu sistem sosial (Ritzer, 1996). Sedangkan dinamika sosial adalah studi yang berupaya mencari kaidah-kaidah tentang gejala-gejala sosial di dalam rentang waktu yang berbeda. Berbeda dengan itu, statika sosial hanya mencari kaidah- kaidah gejala sosial yang bersamaan waktu terjadinya.

Sumber Buku Teori Sosiologi Klasik Karya Boedhi Oetoyo, dkk.

4 Comments

  1. penjelasan pakde sofa menurut saya cukup jelas. hanya saja menurut saya perlu banyak penguraian adalah bagaimana comte menemukan 3 teori sosial yaitu religius, metafisika, dan positivisme. harusnya hal itu yang perlu mendapat penjelasan lebih. kemudian ada bagian yang kurang gamblang, yang jika tulisan bapak dibaca oleh mahasiswa baru, yaitu pada bagian mengapa comte bisa mencetuskan teori “positivisme”, perlu penjelasan menurut saya pada bagian akhir, bahwa sebenarnya comte kurang konsisten teorinya jika dia masih hidup sampai sekarang. dia sama sekali bukan orang yang konsisten, hal tersebut dipengaruhi karena pada waktu itu comte hidup pada 2 bentuk masyarakat, yaitu: masyarakat yang menuntut dogma dan doktrin di masyarakat pada waktu untuk digeser(positivis) dan masyarakat yang tetap ingin mempertahankan hal itu. di satu sisi comte menginginkan kehidupan masyarakat yang damai dan tentram dan di satu sisi dia tidak ingin masyarakat meninggalkan dogma dan doktrin yang ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s