Kajian Empiris Organisasi Industri

Kajian Empiris Organisasi Industri

Hasil kajian empiris yang berkaitan dengan struktur- perilaku-kinerja industri sangat erat hubungannya dengan persoalan-persoalan ekonomi mikro. Hal ini tergambar jelas pada beberapa buku yang telah diterbitkan, antara lain Industrial Organization and Economic Development yang merupakan kumpulan karangan untuk menghormati Mason. Kemudian, disusul Blair yang menuliskan Economic Concentration dengan anak judul Structure Behavior and Public Policy.

Beberapa aspek yang dipelajari organisasi industri dalam kaitannya dengan struktur- perilaku-kinerja industri adalah pertama, kebebasan memilih dan berusaha; kedua, peluang yang sama, baik dalam makna pembeli dan penjual maupun dalam kesempatan dan pemerataan pendapatan; ketiga, keadilan dan kewajaran; keempat, aspek kesejahteraan masyarakat; dan kelima menyangkut kemajuan.

Beberapa hasil penelitian Brain mengungkapkan bahwa kajian ekonomi industri masih dapat menggunakan peralatan teori ekonomi mikro yang dilengkapi oleh bahan-bahan empirik. Namun, asumsi-asumsi yang terdapat dalam persaingan murni menjadi kurang relevan karena dalam kajian-kajian ini lebih sering membahas mekanisme pasar tidak sempurna. Stigler, Bain, Shepherd, William, Caves dan beberapa nama lainnya merupakan ahli ekonomi yang banyak memberikan kontribusi terhadap perkembangan analisis struktur-perilaku-kinerja industri.


Batasan-batasan dalam Kajian Organisasi Industri

Dalam peristiwa jual beli ada satu aspek yang kurang terlihat oleh pembeli, baik nyata maupun abstrak, yaitu pembeli sebenarnya berhadapan dengan satu atau lebih penjual. Pengertian ini telah memasuki wilayah pengertian struktur karena berkaitan dengan kejadian-kejadian dalam struktur pasar.

Pada proses penyederhanaan analisis sering kali terjadi pengelompokan barang-barang atas golongan tertentu. Penggolongan ini dibakukan oleh Organisasi Industri pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO) yang terkenal dengan International Standard Industrial Classification (ISIC). Penggolongan terbesar dengan kode satu digit misalnya untuk sektor pertanian yang merupakan sektor satu, pertambangan dan penggalian yang merupakan sektor dua, industri pengolahan dan manufaktur adalah sektor tiga, sedangkan gas, listrik dan air minum masukkan ke golongan empat, dan seterusnya.

Penggunaan klasifikasi dalam mengumpulkan dan memperlancar pertumbuhan industri ini dapat mempermudah dalam penyajian data sehingga pembahasan data baik untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dalam jangka waktu tertentu maupun dalam wilayah tertentu dapat dilakukan dengan cepat. Analisis komoditi lebih melihat industri sebagai proses pengolahan produk sehingga diperlukan data yang spesifik. Data industri yang tersedia di negara maju jauh lebih lengkap sehingga pembahasan tentang struktur-perilaku-kinerja industri dapat dilakukan secara lebih mendalam.

Sumber Buku Ekonomi Industri karya Nurimansjah Hasibuan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s