Akuntansi dan Laporan Keuangan

Akuntansi dan Laporan Keuangan

Penyusunan dan Penyajian Laporan keuangan mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan yang ditetapkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-IAI. Saat ini, secara garis besar Standar Akuntansi Keuangan berisi 59 PSAK beserta Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan yang melandasinya dan 4 IPSAK. Standar Akuntansi Keuangan yang ditetapkan oleh IAI merupakan hasil adaptasi dari International Accounting Standards.

  • Pengadopsian Standar Akuntansi Internasional ke dalam Standar Akuntansi Keuangan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia sebagai salah upaya harmonisasi dan dinamisasi praktik akuntansi keuangan internasional dalam usaha menjawab tantangan di era globalisasi.

  • Akuntansi sering disebut dengan “bahasa bisnis” karena akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang menyediakan laporan-laporan bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi sebuah perusahaan. Akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi agar dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijaksanaan. Informasi tersebut disajikan dalam bentuk laporan akuntansi atau lebih dikenal dengan istilah laporan keuangan.

  • Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.

  • Terdapat empat jenis laporan keuangan utama, yakni neraca (laporan perubahan posisi keuangan), laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Pelaporan keuangan (financial reporting) mencakup tidak hanya laporan keuangan, tetapi juga media-media lain yang dapat digunakan untuk mengomunikasikan informasi baik yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan proses akuntansi. Misalnya, laporan tahunan kepada para pemegang saham tidak hanya berisi laporan keuangan utama, seperti tercantum di atas, tetapi juga informasi lain, seperti rasio-rasio keuangan yang dianggap penting, ikhtisar jumlah atau saldo rekening-rekening tertentu.

  • Pihak-pihak yang terkait dengan laporan keuangan adalah IAI, Bapepam, BEJ, Kantor Pajak dan Kantor Akuntan Publik (Auditor) serta para pemakai laporan keuangan lainnya. Dengan cara yang berbeda masing-masing pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas (dapat dipercaya dan diandalkan, relevan, serta tepat waktu).


Kerangka Konseptual Akuntansi dan Profesi Akuntan

  1. Di dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan perusahaannya, manajemen memiliki keleluasaan untuk memilih alternatif prinsip atau metode akuntansi yang dimaksudkan untuk mencerminkan secara akurat kondisi ekonomi perusahaan dalam kaitannya dengan bisnis dan transaksi-transaksi operasinya. Untuk itu, diperlukan suatu acuan dalam praktik akuntansi di dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangannya. Kerangka dasar akuntansi dan pelaporan keuangan ditetapkan sebagai maksud untuk mendefinisikan secara luas tentang tujuan, istilah dan konsep-konsep yang berkaitan dengan praktik akuntansi yang pada akhirnya sangat diperlukan untuk menetapkan ruang lingkup dan batas-batas akuntansi dan laporan keuangan.

  2. Kerangka tersebut memuat hal-hal berikut. (1) Tujuan laporan keuangan. (2) Asumsi dasar. (3) Karakteristik kualitatif laporan keuangan. (4) Unsur laporan keuangan. (5) Pengakuan dan pengukuran unsur laporan keuangan. (6) Konsep modal dan pemeliharaan modal.

  3. Asumsi dasar dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan adalah dasar akrual dan kelangsungan usaha. Terdapat empat karakteristik laporan keuangan, yakni dapat dipahami, relevan, keandalan dan dapat dibandingkan. Unsur-unsur laporan keuangan antara lain adalah aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban, laba, rugi, setoran kepada pemilik, distribusi kepada pemilik.

  4. Secara umum sekurang-kurangnya terdapat tiga pihak yang berkarier dalam bidang akuntansi, yang terkait dengan akuntansi dan pelaporan keuangan, yaitu akuntan manajemen (akuntan perusahaan), akuntan publik dan para pemakai laporan.


Laporan Laba Rugi dan Laporan Perubahan Ekuitas

  1. Laporan keuangan suatu perusahaan terdiri atas berikut ini.

    1. Laporan Laba Rugi.

    2. Laporan Perubahan Ekuitas.

    3. Laporan Neraca.

    4. Laporan Arus Kas.

  1. Laporan keuangan merupakan hasil pencatatan, pengelompokan, pengikhtisaran catatan data, penerapan prinsip-prinsip dan kebiasaan akuntansi, dan penggunaan data pengalaman pribadi penyusunnya. Oleh sebab itu, tak mengherankan apabila laporan keuangan mengandung keterbatasan-keterbatasan sebagai berikut.

    1. Bersifat Historis.

    2. Bersifat Umum.

    3. Pemakaian taksiran dan pertimbangan pribadi.

    4. Berisi informasi yang material saja.

    5. Bersifat konservatif.

    6. Menekankan pada makna ekonomis, tidak pada bentuk hukumnya.

    7. Menggunakan istilah teknis akuntansi.

    8. Mengandung berbagai alternatif metode akuntansi.

    9. Tidak dapat menyajikan informasi kualitatif yang bersifat nonkeuangan.

  1. Penyajian laporan laba rugi dapat dilakukan dalam 2 bentuk sebagai berikut.

    1. Bentuk multiple step (langkah bertahap).

    2. Bentuk single step (langkah tunggal).

  2. Dalam bentuk Langkah Bertahap laporan laba rugi berisi informasi sebagai berikut.

    1. Penjualan.

    2. Harga Pokok Penjualan atau Beban Penyediaan Jasa.

    3. Laba Kotor.

    4. Beban Usaha.

    5. Laba Usaha.

    6. Pendapatan dan Beban Lain-lain.

    7. Laba Sebelum Pos Luar Biasa.

    8. Pos-pos Luar Biasa.

    9. Pengaruh Kumulatif dari Perubahan Prinsip Akuntansi.

    10. Laba Sebelum Pajak Penghasilan.

    11. Pajak Penghasilan.

    12. Laba Bersih.

  3. Dalam laporan laba rugi bentuk langkah tunggal hanya dikenal satu jenis laba saja, yaitu laba bersih.

  4. Untuk menggambarkan perubahan hak milik perusahaan yang tertanam dalam perusahaan, perlu disusun Laporan Perubahan Ekuitas. Laporan ini dapat digabungkan dengan Laporan Laba Rugi, apabila informasi perubahan jumlahnya tidak banyak. Dalam perseroan laporan ini sering disebut Laporan Perubahan Laba Ditahan karena umumnya perubahan modal terjadi pada pos Laba Ditahan saja. Namun, apabila perubahan juga terjadi pada pos-pos modal pemilik yang lain maka perlu disusun laporan perubahan ekuitas secara lengkap.

Pos-pos Luar Biasa

  1. Para akuntan (termasuk IAI) sekarang cenderung untuk menggunakan konsep all-inclusive dalam penyusunan perhitungan laba rugi untuk suatu perusahaan.

  2. Satu-satunya pos juga dibebankan atau dikredit langsung ke rekening Laba Ditahan adalah penyesuaian periode sebelumnya yang diakibatkan karena koreksi kesalahan, dan perubahan akuntansi tertentu yang memerlukan penyusunan kembali laporan keuangan periode sebelumnya.

  3. Seluruh laba atau rugi luar biasa dan yang jarang terjadi langsung ditutup ke rekening Ikhtisar Laba rugi dan dilaporkan dalam perhitungan laba rugi.

  4. Transaksi yang tidak biasa, material, dan jarang terjadi disajikan secara terpisah sebagai kelompok pos-pos luar biasa. Pos-pos lain yang jumlahnya material, tetapi tidak dapat dikelompokkan sebagai pos luar biasa dilaporkan dan diungkapkan secara terpisah.

  5. Penyesuaian kumulatif yang terjadi akibat perubahan prinsip akuntansi diungkapkan secara terpisah sebelum laba bersih.

  6. Penghentian segmen kegiatan dari suatu perusahaan diklasifikasikan secara terpisah dalam perhitungan laba rugi sesudah laba dari kegiatan yang terus berjalan dan sebelum pos-pos luar biasa.

Neraca

  1. Neraca adalah laporan yang menunjukkan posissi keuangan dari suatu perusahaan pada saat tertentu. Posisi keuangan ini meliputi keadaan aktiva, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan. Dengan cara menghubungkan pos-pos tertentu dlam neraca, kita dapat menilai keadaan likuiditas, solvabilitas dan fleksibilitas keuangan perusahaan. Oleh karena itu, neraca harus disusun secara sistematis dengan menggunakan klasifikasi yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

  2. Klasifikasi dan penyajian pos-pos dalam neraca dilakukan sebagai berikut.

    1. Aktiva Lancar. Disajikan sesuai dengan urutan likuiditasnya, artinya pos yang segera dapat dicairkan menjadi uang tunai disajikan di urutan paling atas.

    2. Investasi. Investasi perusahaan pada perusahaan anak atau pada perusahaan afiliasi harus disajikan secara terpisah.

    3. Aktiva tetap. Dapat dibedakan menjadi aktiva tetap berwujud dan aktiva tidak berwujud. Pos-pos aktiva tetap disajikan dalam neraca menurut kekekalannya. Aktiva tetap yang umurnya paling panjang disajikan paling atas, sedangkan aktiva tetap yang umurnya lebih pendek disajikan di bawahnya.

    4. Aktiva lain-lain. Klasifikasi aktiva lain-lain digunakan untuk menampung pos-pos aktiva tidak lancar yang tidak dapat dikelompokkan dalam klasifikasi di atas.

    5. Kewajiban lancar. Pos-pos kewajiban lancar disajikan sesuai dengan urutan likuditasnya. Utang lancar yang segera dibayar disajikan dalam urutan teratas.

    6. Kewajiban jangka panjang. Penyajian kewajiban jangka panjang harus mengungkapkan ikatan-ikatan yang ada dalam kontrak utang jangka panjang yang bersangkutan, seperti tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, aktiva yang dijadikan jaminan dan sebagainya.

    7. Ekuitas pemilik. Ekuitas merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan, yaitu hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Ekuitas disajikan dalam neraca berdasarkan kekekalannya. Jenis modal yang sifatnya paling kekal disajikan paling atas, dan yang kurang kekal disajikan di bawahnya.

  3. Neraca dapat disusun dengan menggunakan bentuk akun (rekening) atau bentuk laporan. Dalam bentuk rekening (bentuk skontro) aktiva dilaporkan pada sisi sebelah kiri dan kewajiban serta modal pemilik pada sebelah kanan. Dalam bentuk laporan, bagian aktiva, kewajiban dan modal pemilik disusun secara vertikal (dari atas ke bawah). Bentuk laporan ini lebih populer karena dapat membandingkan 2 buah neraca atau lebih untuk tahun-tahun yang berurutan.

Catatan Atas Laporan Keuangan

  1. Selain pos-pos yang terdapat dalam buku besar perusahaan, dalam neraca juga perlu disajikan informasi tambahan yang dapat berupa peristiwa bersyarat, kebijaksanaan penilaian dan kebijaksanaan akuntansi yang digunakan, kontrak-kontrak jangka panjang dan peristiwa kemudian.

  2. Teknik penyajian informasi tambahan dapat dilakukan dalam bentuk tanda kurung, catatan kaki, skedul pendukung, referensi silang dan rekening kontra.


Ruang Lingkup Laporan Arus Kas

  1. Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan dalam suatu periode akuntansi.

  2. Tujuan laporan arus kas adalah menyediakan informasi sumber dan penggunaan kas dan setara kas selama periode akuntansi serta rekonsiliasi kas di awal periode dengan kas di akhir periode ditambah saldo setara kas.

  3. Bentuk umum dari laporan arus kas menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas yang terbagi ke dalam tiga kategori, yakni: arus kas yang berasal dari aktivitas operasi; arus kas yang berasal aktivitas investasi dan arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan.

  4. Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (principal revenue producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Arus kas yang berasal dari aktivitas operasi dapat dilaporkan dengan menggunakan di antara dua metode baik langsung maupun tidak langsung.

  5. Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.

  6. Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan.

  7. Arus kas dari aktivitas operasi berasal dari aktivitas produksi normal perusahaan dan penjualan barang dan jasa.

  8. Arus kas dari aktivitas investasi berasal dari aktivitas pembelian atau penjualan aktiva tetap, bangunan, peralatan, piutang wesel dan investasi.

  9. Arus kas dari aktivitas pendanaan berasal dari kenaikan atau penurunan pendanaan utang dan pendanaan ekuitas dan dari pembayaran dividen kepada pemegang saham.

Penggunaan Laporan Arus Kas

  1. Laporan arus kas merupakan laporan yang relatif masih baru, efektif berlaku di Indonesia sejak tahun 1994. Laporan arus kas dapat disusun dengan menggunakan metode langsung atau metode tidak langsung. PSAK No.2 mengimbau agar laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung.

  2. Klasifikasi arus kas bervariasi di antara berbagai negara. Tetapi pada umumnya terdapat 3 kategori arus kas, yaitu (1) arus kas dari aktivitas operasional, (2) arus kas dari aktivitas investasi, dan (3) arus kas dari aktivitas pendanaan (financing). Standar akuntansi Inggris membuat klasifikasi arus kas yang paling lengkap. Di Inggris arus kas dikelompokkan menjadi delapan kategori.

  3. Ada delapan pola arus kas. Arus kas operasional yang positif menunjukkan kondisi keuangan lebih baik dari pada arus kas operasional yang negatif. Arus kas investasi yang negatif menunjukkan perusahaan sedang melakukan perluasan usaha, sedangkan apabila arus kas investasi negatif menggambarkan perusahaan berusaha mencari dana untuk menutup defisit arus kas operasional. Arus kas pendanaan yang positif menunjukkan perusahaan mencari sumber pendanaan dari luar untuk menutup defisit arus operasional atau untuk melakukan ekspansi. Sedangkan arus kas pendanaan yang negatif menunjukkan perusahaan sedang melunasi pinjaman kepada para kreditor atau mengembalikan modalnya kepada para pemegang saham.

Sumber buku Akuntansi Keuangan Menengah karya Sugiarto

102 Comments

    • untuk mempelajari akuntansi perpajakan sebenarnya ga begitu susah (menurut saya pribadi) yang penting saudara memahami dengan pasti kata demi kata dalam undang2 perpajakan uu no 28 tahun 2007 tentunya dengan beberapa perubahan pada bagian PPN. hal yang terpenting selanjutnya saudara harus mengetahui beban apa saja yang boleh di kurangkan (deductable) ataupun penerimaan apa saja yang boleh di masukkan ke dalam perhitingan pajak (kalau boleh di hapal lebih baik ^^).
      dan beberapa perlakuan istimewa yang diterapkan berkaitan degan pajak.. intinya,, sering2 baca UU dan latihan soal..
      SEMANGAT yusiyu!!

  1. Asm….
    Pak saya minta tolong. dijelaskan secara singkat dalam penyajian laporan keuangan secara bertahap di sertai contohnya dari mulai dokumen dasar, pencatatan dll.
    saya masih bingung dalam pembuatan laporan keuangan,
    tolong ya pak. terima kasih

  2. Senada dengan Fitria asnimar, saya juga ingin sekali diberikan contoh pengelompokan akun akun keuangan Rumah Sakit dan contoh contoh membuat laporan keuangan RUmah Sakit yang di bawah Yayasan (neraca,labarugi dan sebagainya)
    Terimakasih pak

  3. trnyata blajar akuntansi keuangan ga segampang yg saya pikirkan..cm btuh pemahaman aja..ma kaci ya bwt infonya..
    tlng dong jelasin tentang akuntansi pemerintahan coz u yg pling susah bwt aku memahaminya

  4. Bapak yang terhormat,

    Mohon diberikan contoh Laporan Keuangan Lengkap untuk Perusahaan Penerbit tapi laporannya terpisah dari percetakannya, jadi seolah olah kita beli ke percetakan tapi design dan naskah dari kita,
    terimakasih Bapak
    Ditunggu ya Bapak

  5. Pakde Sofa yang terhormat,
    Saya sedang belajar membuat laporan keuangan untuk usaha kecil/menengah bidang jasa keuangan, mohon dikirim ke email saya tampilan contoh-contoh dalam bentuk tabel, seperti: neraca, laporan laba/rugi, perubahan ekuitas, laporan arus kas dan perhitungan pajak.
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

    Hormat saya,
    Duarsyah A.

  6. Yang terhormat
    Saya sedang belajar tentang perbankan tetapi yang saya tanyakan disini adalah bagaimana cara/rumus tentang laporan keuangan yaitu:
    1.laporan rugi/laba
    2.laporan perubahan modal
    3.Laporan neraca
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
    Hormat saya
    Andre siaredna

  7. alhamdulillah, ini yang sedang sy cari.
    TAPI MAAF PAK,…
    kasih contoh pembukuannya dong. skarang sy sedang mengembangkan koperasi pesantren dan sekarang koperasinya ada di 3 tempat . laporannya di pusat dan laporan di cabangnya gmana.

    terimakasih pak.

    wassalamualaikum

  8. Salam kenal Pak de Sofa,
    senada dgn P Duarsyah, saya juga mohon bantuan diajar membuat laporan keuangan untuk usaha kecil/menengah bidang jasa keuangan, mohon dikirim ke email saya tampilan contoh-contoh dalam bentuk tabel, seperti: neraca, laporan laba/rugi, perubahan ekuitas, laporan arus kas dan perhitungan pajak. Mohon bantuannya Pak de Sofa,karena saya baru merintis usaha mendirikan sekolah.

    Terima kasih bantuannya, salam
    Morin

  9. terima kasih..ternyata ada juga situs ini..ini yg saya butuhkan.
    kebetulan setahun yg lalu sy kuliah di salah satu pts jurusan akuntansi syariah, tp materinya tidak memuaskan.serasa bosen.sy butuh yang praktis.karena sy sudah langsung terjjun ke dunia usaha, perusahaan manufacktur / home industry lah.ada trik pembukuannya g pa? untuk materi akuntansi sy dah tau,tp penerapannya dlm praktek gmana ya…?
    antara teori dan praktek terkadang ada yg tidak sama.
    tolong pa..jawabannya kirim ke e-mail aja.
    trima kasih banyak…..

  10. salam kenal pak🙂
    sebelumnya saya mau berterima kasih, tulisan bapak ini sangat berguna dan sangat membantu untuk tugas saya . .
    tapi saya masih bingung bagaimana cara penerapan akuntansi dalam laporan keuangan, dan hubungan antara akuntansi dan laporan keuangan.
    balas ke email saja ya pak, terima kasih🙂

  11. Salam kenal pak…Saya ingin sistem akuntansi perkoperasian yang akurat pak, sy bekerja di Koperasi.
    Terus saya mau tanya apakah neraca lajur masih digunakan dalam sistem akuntansi sekarang ini? Tolong di balas yah pak ..

  12. salam kenal saya agus kls 10 ak1
    bolhkh sy minta tolong kpd bapak. Soalnya saya lagi bingung ??? saya tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru sy.
    Ini pak soalnya :
    1. perbedaan saham dan obligasi dari segi keuntungan.
    2. apa yang dimaksud dg piutang pada pemegang saham.
    3. apa yang dimaksud dengan “biaya yang ditangguhkan pembebanannya seperti biaya survei sebelum perusahaan menjalankan operasi dan biaya emisi saham.
    4. apa yang dimaksud uang muka penjualan yang belum direalisasi.
    5. apa yang dimaksud dg uang jaminan yang diterima pelanggan.
    6. apa yang dimaksud dg beban.
    balas cepat soalnya sya btuh bgt.

  13. Salam kenal Pak,..
    saya bisnis laundry kiloan. Selama ini pembukuan saya cuman buku kas saja 2 (1 untuk pemasukan n yg 1 utk operasional). saya belum tau cara membuat laporan keuangan yg cocok utk laundry saya shg bs lsg kelihatan laba dan ruginya,..
    terima kasih

  14. Assalamu alaikum,
    aku punya masalah akuntansi,kenapa yach pak, kas masuk lebih kecil dibanding dgn kas keluar?
    apa yang salah yach? padahal saya sudah hitung tapi kenapa hasilnya begitu yah.
    tolong donk bantu pecahin masalahku ini.
    makasih.

  15. maaf saya mau tanya maslah keuangan tentang percetakan,,,
    ini dunia baru bagi saya,,,coz latar belakang saya perbankan,,
    lap keuangan yang sesuai percetakan???
    akun yang di gunakan apa saja??
    sistem manual yang akan saya gunakan,??
    periode yang di gunakan??/
    thanks

  16. pak sya mw tanya,,
    sya sedang ada tugas untuk mencari contoh laporan akuntansi dalam bentuk pendek dan dlm bentuk panjang,,, dr situ sya hrs mencari pernyataan dari si akuntan publik/auditing,, mohon bantuanya pak, mungkin anda mempunyai contohnya bs krm k email sya,,
    sebelum dan sesudahnya sya ucapkan trimakasih.. ditunggu secepatnya ya pak,,

  17. salam kenal saya Rolando
    bolhkh sy minta tolong kpd bapak. Soalnya saya lagi bingung ??? saya tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dosen sy.
    Ini pak soalnya :
    1. Neraca lajur 10 kolom,
    2. bagaimana proses penyelesaian neraca lajur tersebut
    3. bagaimana membuat jurnal penyesuaiannya

    balas cepat soalnya sya btuh pak

  18. Boz..,,,,…
    minta tolong berikan contoh gambaran bentuk dari laporan penyajian laporan keuangan RS yang profit oriented….
    misalnya penyajian L/R dan Neraca pada RS…
    saya mau mengaitkan nya ke dalam HPP persediaan obat untuk hasil tugas riset kuliah saya.
    Plizzzz Help Me……

  19. Aslkm…
    trima kasih sekali atas sharing ilmunya sangat bermanfaat buat saya. saya ngerti secara teori tapi ketika praktek bingung gimana ya jika datanya atau dokumen2nya dari awal hanya ada kas keluar dan kas masuk, tolong jelaskan pak prosesnya pencatatannya sampai laporan keuangan itu disajikan. Tolong ya pak. terima kasih sblmnya. Wasalam…

  20. Aslkm…
    trima kasih sekali atas sharing ilmunya sangat bermanfaat buat saya. saya kurang ngerti ketika praktek gimana ya jika datanya atau dokumen2nya dari awal hanya ada kas keluar dan kas masuk, tolong jelaskan pak prosesnya pencatatannya sampai laporan keuangan itu disajikan. Tolong ya pak. terima kasih sblmnya. Ini Email saya ag_myn@yahoo.co.id Wasalam…

  21. salam kenal pak..

    saya ingin bertanya begini,apa bila ada perusahaan yg secara legalitas baru berdiri..1 januari 2010 tp sudah memiliki kantor beserta isinya seperti meja,kursi,komputer dan lainya..sejak bulan juni 2009..
    pertanyaan saya ;
    1.Bagaimana pencatatan aset tersebut untuk perusahaan tersebut pak?? apakah bisa itu diakui sebagai penyerahan modal??
    2. Bagaimana jurnalnya pak??
    3. Dalam laporan keuangan, sisi modal apakah harus sesuai dgn yg tercantum di akte pendirian?? Bagaimana kalo modal yg disetor itu belum diserahkan semua seperti yg tercantum di akte pendirian??

    terima kasih atas jawabannya..mohon di jawab via email..

  22. Assalammu’alaikum wr wb,Pak sy mau menanyakn bagaimana cara kita akan paham tentang akuntansi,terus saya mau minta materi akuntansi keuangan 2 dan akuntansi keuangan lanjutan 1,kiranya bapak mau membantu karena saya perlukan terima kasih pak salam kenal.

  23. Assalammu’alaikum wr wb,Pak sy mau menanyakn bagaimana cara kita akan paham tentang akuntansi,terus saya mau minta materi akuntansi keuangan 2 dan akuntansi keuangan lanjutan 1,kiranya bapak mau membantu karena saya perlukan terima kasih, pak salam kenal.
    (Mohon di jawab via Email)

  24. Ass.. bolehkah sy bergabung.. karna sy ingin mengetahui akuntansi lbh dlm lg..
    ada beberapa yg ingin sy tanyakan.. bagaimana perlakuan akuntansi apabila suatu perusahaan melakukan pembagian deviden pada pertengahan tahun / ditahun berjalan.
    (mhn dibls lwt email & tks atas bantuannya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s