Pemantauan Hama dan Musuh Alami

Pemantauan Hama dan Musuh Alami

1. Pemantauan membantu untuk mengetahui jenis-jenis hama dan musuh alami, kepadatan populasi, waktu memulai pengendalian, dan keberhasilan usaha pengendalian.

2. Keterkaitan antara kepadatan hama dan kerusakan tanaman merupakan dasar dari PHT.

3. Kepadatan hama serangga dapat diketahui melalui pengambilan sampel. Ada tiga metode utama dalam pengambilan sampel, yaitu metode mutlak (absolut), metode nisbi (relatif), dan indeks populasi. Metode mutlak mengukur jumlah serangga yang sebenarnya di dalam populasi. Metode nisbi tidak melibatkan satuan habitat, tetapi dalam satuan usaha. Pendugaan populasi dengan metode indeks populasi didasarkan pada produk atau pengaruh hama.

4. Teknik pengambilan sampel yang umum digunakan meliputi teknik in situ, menjaring, menggunakan perangkap, dan menggunakan teknik tidak langsung.

5. Empat aspek penting dalam program pengambilan sampel adalah tahap perkembangan serangga, jumlah sampel, waktu pengambilan sampel, dan pola pengambilan sampel.

6. Pengambilan sampel beruntun penting dalam pengelolaan hama. Biasanya jumlah sampel hanya sedikit jika populasi serangga berukuran sangat kecil (di bawah ambang ekonomi) atau sangat besar (di atas ambang ekonomi). Lebih banyak sampel dibutuhkan jika populasi berukuran sedang (berada di antara nilai ambang atas dan bawah).

7. Rerata, varian, dan kesalahan baku adalah penghitungan yang paling umum digunakan untuk mengevaluasi hasil pengambilan sampel. Dengan mengetahui varian kita dapat menghitung kisaran nilai atau interval kepercayaan (confidence interval). Interval kepercayaan dapat diatur pada berbagai tingkat kepastian. Namun, kebanyakan keputusan pengelolaan hama didasarkan pada tingkat kepercayaan 95-99%.

Evaluasi Dampak Musuh Alami

1. Dua metode pendekatan untuk mengevaluasi dampak musuh alami adalah (a) pendekatan analisis tabel kehidupan, dan (b) pendekatan percobaan.

2. Tujuan utama dari evaluasi musuh alami adalah menentukan apakah telah terjadi pengaturan populasi mangsa atau inang dan mengidentifikasi agen-agen yang bertanggung jawab dalam pengaturannya.

3. Analisi tabel kehidupan dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dinamika populasi dan regulasi serta masalah-masalah praktis dari pemanfaatan musuh alami.

4. Ahli ekologi menerapkan konsep kekuatan membunuh (killing power) atau nilai membunuh (kill value) yang disingkat menjadi k value ketika menghitung persentase mortalitas total yang disebabkan oleh musuh alami.

5. Faktor kunci (key factor) adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kematian hama. Faktor kunci akan mengikuti naik dan turun mortalitas generasi total.

6. Pekerja pengendalian hayati tertarik pada faktor mortalitas terkait kepadatan karena tidak hanya sekadar mengurangi jumlah hama, tetapi juga dapat mengatur kelim-pahan hama. Mortalitas yang terkait dengan kepadatan hama akan mencegah populasi hama tumbuh terlalu besar dan melindunginya dari kepunahan.

7. Faktor mortalitas terkait dengan kepadatan hama dapat diketahui dengan cara memplotkan nilai k pada tahap tertentu terhadap jumlah hama pada tahap tersebut dari beberapa generasi.

8. Evaluasi dampak musuh alami dengan metode percobaan terdiri atas metode penambahan, metode penyingkiran musuh alami, dan metode interferensi. Pada pendekatan percobaan dilakukan perbandingan antara populasi hama dengan musuh alami dan populasi hama tanpa musuh alami.

9. Metode penambahan dilakukan dengan membandingkan perubahan kepadatan hama di lokasi pelepasan musuh alami dengan lokasi kontrol tanpa musuh alami. Evaluasi efektivitas musuh alami dalam metode penyingkiran dilakukan dengan membanding-kan kepadatan populasi hama di dalam kurungan atau penghalang lain dengan dan tanpa musuh alami. Metode interferensi dilakukan melalui penyingkiran musuh alami (dengan semut, insektisida, atau tangan) di dalam petak percobaan. Kepadatan populasi hama di dalam petak tersebut lalu dibandingkan dengan yang ada di dalam petak tidak terganggu.

Sumber Buku Pengendalian Hayati Karya Adi Basukriadi

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s