Ruang Lingkup Akuntansi bag 2

Ruang Lingkup Akuntansi

Bag 2

Perseroan

Perseroan adalah badan hukum yang dapat memiliki harta kekayaan, menandatangani perjanjian, mengadakan utang-piutang dan hak serta kewajiban seperti orang-orang pribadi. Perseroan dikatakan sebagai perseroan tertutup bila saham-sahamnya hanya dimiliki oleh kalangan orang tertentu saja dan dikatakan sebagai perseroan terbuka kalau saham-sahamnya dapat dibeli oleh masyarakat bebas.

Modal saham perseroan dapat terdiri atas saham biasa dan saham prioritas (saham preferen). Saham prioritas adalah saham yang memiliki hak-hak lebih tertentu, seperti hak untuk memperoleh dividen lebih dahulu, hak suara, hak pembagian dividen yang pasti dan hak pembagian kekayaan lebih dahulu. Sehubungan dengan masalah pembagian dividen saham prioritas dapat dibedakan menjadi:

  1. Saham prioritas yang kumulatif, partisipasi

  2. Saham prioritas yang kumulatif, non-partisipasi

  3. Saham prioritas yang non-kumulatif, partisipasi

  4. Saham prioritas yang non-kumulatif, non-partisipasi.

Ciri-ciri yang membedakan bentuk perusahaan perseroan dengan persekutuan adalah sebagai berikut.

Perseroan merupakan badan hukum tersendiri, oleh sebab itu tanggung jawab harta kekayaan dan utang ada di tangan perseroan itu sendiri. Oleh karena itu, pemilik perseroan hanya bertanggung jawab terhadap jumlah uang yang telah ditanamkan di perseroan tersebut. Dalam hal ini tidak ada tanggung jawab renteng. Hak pemilikan perseroan yang ditandai dengan surat saham dapat dengan mudah dipindahtangankan, dengan demikian pemilikan perseroan lebih luwes dibandingkan dengan persekutuan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa laba yang dibagikan kepada para pemilik akan dikenakan pajak dua kali. Pertama, pada saat laba diperoleh perseroan akan dikenakan pajak penghasilan untuk perseroan dan kedua, pada saat laba diterima pemegang saham akan dikenakan pajak penghasilan atas nama pemegang saham pribadi. Selain itu perseroan pada umumnya dikenakan peraturan-peraturan pemerintah yang lebih banyak dibandingkan dengan persekutuan atau perusahaan perseorangan. Namun bentuk perseroan lebih disukai oleh perusahaa-perusahaan besar dibandingkan dengan bentuk perusahaan yang lain.

Transaksi Modal

Perseroan adalah merupakan badan hukum. Oleh sebab itu perseroan dapat bertindak (melakukan transaksi) atas namanya sendiri. Perseroan dapat memiliki aktiva atas nama sendiri dan perseroan dapat berutang juga atas namanya sendiri. Tanggung jawab pemilik (pemegang saham) terbatas pada jumlah uang yang telah mereka setorkan saja. Artinya bila suatu perseroan bangkrut, maka kreditur tidak berhak menagih (menuntut) harta pribadi pemilik perseroan. Pada umumnya pemilikan saham perseroan lebih mudah untuk diperjualbelikan tidak seperti halnya pada pemilikan dalam persekutuan.

Modal perseroan terdiri atas saham-saham, saham-saham ini dapat dibedakan menurut jenisnya yang dapat diikhtisarkan sebagai berikut.

Penyajian modal saham dalam neraca harus dapat menjelaskan berapa jumlah modal saham statutairnya dan berapa jumlah yang telah ditempatkan. Akun modal dalam perseroan dapat dibedakan menjadi:

  1. jumlah nominal saham;

  2. jumlah kelebihan setoran di atas nominalnya (agio saham); dan

  3. jumlah laba yang belum dibagikan kepada para pemegang saham.

Bila perseroan menerbitkan saham tanpa nilai nominal maka harus ditentukan jumlah (nilai) yang ditetapkan. Nilai yang ditetapkan ini dianggap sebagai nilai nominalnya. Pada saat perseroan melakukan emisi saham, maka akun kas atau aktiva lain akan didebet, akun modal saham dikredit sebesar nominalnya (pari), dan kelebihan setoran dicatat dalam akun sendiri yang disebut akun agio saham.

Akun modal saham selain dipisahkan ke dalam akun modal saham dan agio saham juga harus diadakan akun modal untuk setiap jenis saham. Klasifikasi modal sendiri pada perseroan dapat dibedakan sebagai berikut.

Bila saham perseroan pada saat emisi ditukarkan dengan aktiva selain kas, maka aktiva yang diterima sebagai setoran tersebut dicatat sebesar harga pasarnya, selisih antara harga pasar aktiva tersebut dengan nominal saham dicatat sebagai agio atau disagio saham. Bila harga pasar aktiva tersebut tidak dapat ditentukan, aktiva tersebut dapat dicatat sebesar harga pasar dari saham perseroan pada saat pertukaran terjadi. Selisih harga pasar saham dengan nominalnya akan dicatat sebagai agio (disagio).

Dalam neraca selain disajikan jumlah modal secara keseluruhan, juga sering disajikan nilai buku per lembar saham. Nilai buku per lembar dihitung dengan cara membagi alokasi modal sendiri ke setiap jenis saham dengan jumlah lembar yang beredar untuk setiap jenisnya. Nilai buku ini menunjukkan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap harga pasar saham di bursa.

Biaya organisasi (biaya pendirian) adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka mendirikan perseroan. Biaya organisasi ini pada umumnya akan disajikan dalam neraca sebagai aktiva permanen. Bila dirasa biaya organisasi tidak akan bermanfaat, maka biaya organisasi diamortisasi dan dibebankan secara sistematis sebagai biaya.

Klasifikasi Modal

Klasifikasi modal saham dalam neraca harus diungkapkan dengan jelas. Penyajian modal saham dalam neraca harus mengungkapkan berapa jumlah modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal yang ada dalam portofolio. Selisih antara jumlah yang disetor pemegang saham dengan nominal saham dicatat sebagai Premium Modal Saham. Nama lain dari akun ini adalah Agio Modal Saham. Akun Modal Sumbangan digunakan untuk menampung sumbangan-sumbangan yang diterima perseroan. Aktiva yang diterima sebagai sumbangan dinilai sebesar harga pasar dari aktiva tersebut ketika diterima perusahaan.

Adanya pendapatan yang tidak dikenakan sebagai pajak dan biaya yang tidak dianggap sebagai beban oleh peraturan pajak mengakibatkan besarnya pajak menurut perhitungan akuntansi dan perpajakan berbeda. Bila perbedaan ini diakibatkan karena perbedaan waktu maka selisih yang terjadi dicatat dalam akun penangguhan utang PPh.

Sering kali terjadi untuk mencegah laba yang ditahan dibagikan sebagai dividen, perusahaan menyisihkan sebagian laba yang ditahan. Untuk penyisihan ini digunakan akun penyisihan laba yang ditahan (misalnya penyisihan untuk ekspansi) guna memindahkan jumlah dari akun laba yang ditahan ke akun penyisihan ini.

Jenis Dividen

Perusahaan dapat membagikan dividen dalam bentuk kas, aktiva lain, atau saham bonus. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembagian dividen adalah masalah:

  1. Kapan utang dividen harus dicatat

  2. Kepada siapa dividen akan diterimakan

  3. Kapan pembayaran dividen akan dilakukan.

Agar perusahaan dapat membagikan dividennya, maka perusahaan tersebut harus:

  1. Mempunyai saldo laba yang ditahan cukup besar

  2. Jumlah kas yang cukup

  3. Memutuskan secara resmi tentang pembagian dividen.

Dividen tunai tidak boleh dibagikan kepada pemilik saham treasury sedangkan dividen saham dapat dibagikan kepada pemilik saham treasury dapat pula tidak. Pembagian dividen tunai akan menyebabkan laba yang ditahan berkurang dan aktiva perusahaan berkurang. Sedangkan pembagian dividen saham tidak akan mengurangi jumlah modal saham. Pembagian ini hanya akan mengakibatkan perubahan bentuk modal dari laba yang ditahan menjadi modal saham. Pemecahan saham adalah usaha perseroan untuk menurunkan harga pasar sahamnya dengan cara menambah jumlah lembar saham yang beredar. Penambahan ini dilakukan dengan cara menurunkan nilai nominal saham. Kejadian ini tidak akan mempengaruhi bentuk susunan modal dan untuk itu tidak perlu dicatat dalam pembukuan.

Bila dalam perseroan terdapat akun penyisihan, maka laporan laba yang ditahan dibagi menjadi dua bagian:

  • menjelaskan bagian laba yang ditahan yang disisihkan, dan

  • menjelaskan bagian laba yang penggunaannya tidak dibatasi. Jumlah dari kedua bagian ini kemudian disajikan dalam neraca.

Konsep Nilai Tunai

Konsep nilai tunai timbul karena orang lebih suka memiliki uang pada saat sekarang daripada memiliki sejumlah uang pada masa yang akan datang. Oleh sebab itu sejumlah uang yang sama di masa akan datang akan mempunyai nilai lebih rendah bila dihitung nilainya pada saat sekarang. Nilai tunai dari sejumlah uang tersebut dapat dihitung sebagai berikut.

di mana, Po = nilai tunai (nilai sekarang)

Pn = nilai uang pada akhir periode ke n

i = tingkat bunga yang diperhitungkan

Untuk menghitung nilai tunai dapat menggunakan tabel bunga yang berisi nilai dari . Dengan tabel tersebut kita dapat dengan mudah menghitung nilai tunai.

Utang Jangka Panjang

Pada prinsipnya utang obligasi dicatat sebesar harga pokoknya (costnya) yaitu harga yang terjadi pada saat transaksi. Bila harga pokok utang obligasi berbeda dengan nominalnya, maka selisihnya dicatat dalam akun tersendiri, yaitu akun diskonto atau premium obligasi. Akun ini adalah bagian dari akun utang obligasi. Oleh sebab itu dalam penyajiannya di neraca digabungkan dengan akun utang obligasi.

Diskonto obligasi terjadi bila tingkat bunga obligasi lebih kecil daripada tingkat bunga efektif pada saat obligasi tersebut dikeluarkan. Dan sebaliknya premium utang obligasi terjadi bila tingkat bunga obligasi lebih tinggi daripada tingkat bunga efektifnya. Diskonto dan premium ini harus diamortisasi dan dibebankan sebagai beban bunga selama umur obligasi. Dalam hal ini perusahaan dapat menggunakan salah satu dari dua metode amortisasi yaitu garis lurus dan bunga efektif.

Utang obligasi dapat dilunasi sebelum jatuh temponya (ditebus). Bila harga tebusan tidak sama dengan nilai bukunya, maka penebusan utang obligasi ini akan menimbulkan laba atau rugi penebusan utang obligasi. Bila laba atau rugi penebusan utang jangka panjang ini jumlahnya cukup tinggi, maka jumlah tersebut dalam laporan laba rugi disajikan dalam pos-pos luar biasa. Jumlah yang disajikan adalah jumlah bersihnya, dikurangi pajak penghasilan.

Investasi

Investasi dapat dibedakan menjadi investasi jangka pendek dan jangka panjang. Untuk membedakannya investasi jangka pendek dicatat dalam akun surat-surat berharga atau efek, sedangkan investasi jangka panjang dicatat dalam akun investasi. Bentuk investasi dapat berupa deposito, obligasi atau saham dari perusahaan lain.

Dalam investasi jangka panjang, bila jumlah saham yang dibeli dari suatu perusahaan 20% atau lebih, maka perusahaan harus menggunakan metode pencatatan pemilikan (equity method). Dalam metode ini saldo akun investasi akan berfluktuasi, yaitu di debet untuk bagian laba yang diperoleh perusahaan anak dan di kredit untuk bagian dividen yang diumumkan perusahaan anak. Selain itu juga di kredit bila ternyata perusahaan anak mengalami kerugian. Metode pencatatan yang lain, adalah metode harga pokok perolehan (cost method). Dalam metode ini jumlah atau saldo akun investasi akan tetap sama besarnya. Akun investasi hanya berubah bila terjadi pembelian atau penjualan investasi saja.

Pencatatan investasi dalam obligasi merupakan kebalikan dari pencatatan pengeluaran obligasi. Hanya saja dalam pencatatan investasi obligasi tidak dikenal akun diskonto atau premium, namun demikian diskonto atau premium obligasi ini juga diamortisasi sampai dengan tanggal jatuh tempo obligasi yang bersangkutan.

Untuk menentukan besarnya amortisasi setiap bulan atau setiap enam bulan, perusahaan dapat menggunakan salah satu dari dua metode yang ada yaitu: metode garis lurus dan bunga efektif.

Proses Produksi dan Biaya Produksi

Dalam usaha pabrik dikenal 3 macam persediaan:

  1. Persediaan bahan baku berupa bahan yang tersedia untuk diproses menjadi produk jadi.

  2. Persediaan barang dalam proses, berupa barang yang pada akhir suatu periode tertentu (biasanya pada akhir tahun buku) belum selesai diproses, belum menjadi produk jadi dan masih memerlukan produk lebih lanjut.

  3. Persediaan produk jadi, berupa barang-barang yang siap untuk dijual atau dipasarkan.

Selain kegiatan perdagangan, usaha pabrik mempunyai kegiatan pokok proses produksi yang memerlukan tiga unsur biaya : biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Untuk kegiatan proses produksi diperlukan laporan harga pokok produksi, sedangkan untuk kegiatan perdagangan diperlukan laporan laba rugi. Kedua laporan tersebut di atas memerlukan data untuk menentukan atau menghitung pemakaian bahan baku, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik dalam kegiatan proses produksi, serta harga pokok penjualan.

Akuntansi Biaya

Dalam sistem akuntansi biaya pesanan (job-order-cost system) informasi yang sangat penting yang harus dapat disajikan oleh sistem itu adalah informasi biaya proses produksi untuk setiap pesanan. Informasi ini disajikan oleh akuntansi kartu-kartu pesanan (job-order-cost sheet). Sedangkan informasi biaya proses produksi secara kolektif, keseluruhan, dicatat dalam rekening barang dalam proses.

Selain itu juga merupakan hal yang penting dalam sistem akuntansi biaya pesanan adalah alokasi biaya overhead pabrik. Sulit untuk ditelusuri terjadinya biaya overhead pabrik pada tiap-tiap pesanan. Biaya overhead pabrik merupakan biaya yang bersifat umum, artinya biaya untuk kepentingan semua pesanan. Oleh karena itu timbul masalah pembebanan biaya overhead pabrik itu, masalah ini dipecahkan dengan menggunakan tarif. Dengan tarif akan menimbulkan masalah baru lagi, yaitu biaya overhead yang sesungguhnya terjadi mungkin tidak sesuai dengan yang dibebankan ke proses produksi. Dengan timbulnya masalah lebih atau kurang pembebanan, ada cara-cara tertentu untuk menghapus kelebihan atau kekurangan itu akan tetapi untuk sementara dalam modul ini disesuaikan saja pada harga pokok penjualan.

Pengertian akun induk dan akun-akun dalam buku besar pembantu juga digunakan dalam sistem ini, umpamanya akun barang dalam proses dan kartu pesanan.

Bagaimana cara membuat tarif biaya overhead pabrik? Pada dasarnya sangat sederhana. Langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai berikut.

  1. Menaksir jumlah biaya overhead pabrik untuk satu periode yang akan datang periode yang akan dijalani.

  2. Menaksir jumlah kegiatan yang akan dihubungkan dengan alokasi biaya overhead pabrik umumnya jumlah jam tenaga kerja langsung atau jumlah upah langsung selama periode yang sama dengan butir 1.

  3. Menentukan tarif sebagai berikut. diperoleh tarif dalam % untuk setiap jumlah upah langsung, atau jumlah rupiah tertentu untuk setiap Rp1,00 upah langsung.

  4. Tentukan pembebanan lebih atau kurang untuk Departemen 1 beserta jumlahnya.

  5. Sama dengan pertanyaan no. 4 di atas bagi Departemen 2.

Akuntansi Usaha Pabrik II (Sistem Akuntansi Biaya Proses)

Sistem akuntansi biaya proses cocok diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang proses produksinya kontinu, di mana antara produk yang satu dengan produk yang lain sulit untuk dibedakan. Biaya produksi yang terjadi dibebankan pada setiap departemen produksi dan pada periode tertentu diadakan penentuan biaya produksi per unit dengan menyusun laporan harga pokok produksi. Biaya produksi per unit dihitung dengan membagi biaya yang terjadi pada departemen tertentu dengan jumlah unit yang dihasilkan departemen tersebut dalam periode tertentu, biasanya satu bulan. Bila dalam pabrik terdapat departemen pembantu, yaitu departemen yang tidak secara langsung ikut melakukan proses produksi, maka biaya yang terjadi di departemen pembantu tersebut dialokasikan ke departemen produksi yang menikmati jasanya. Dasar alokasi yang digunakan adalah besarnya manfaat yang diterima oleh masing-masing departemen produksi.

Bila dalam Departemen Produksi terdapat persediaan barang dalam proses, maka sebelum menghitung biaya pengolahan per unit harus dihitung terlebih dahulu unit ekuivalen produksi. Unit ekuivalen produksi adalah jumlah unit yang seharusnya diproduksi seandainya tidak terdapat persediaan barang dalam proses awal maupun proses akhir. Setelah itu barulah biaya pengolahan per unit ekuivalen produksi dengan cara membagi pengolahan dengan unit ekuivalen produksi.

Sistem Akuntansi dan Pengendalian Intern

Sistem akuntansi terdiri atas metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan dari suatu perusahaan atau unit organisasi. Sistem akuntansi yang baik harus dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan perusahaan dan mempertimbangkan pengendalian intern di dalam perancangannya. Tahap sistem akuntansi terdiri atas analisis sistem, perancang sistem dan implementasi dan pengembangan sistem.

Elemen pengendalian intern terdiri atas lingkungan pengendalian, penilaian risiko, prosedur pengendalian, pemantauan dan informasi serta komunikasi. Apabila kelima elemen ini ada pada suatu organisasi, maka tujuan pengendalian intern akan dapat dicapai dengan lebih baik. Tujuan pengendalian intern adalah menjamin (1) tercapainya tujuan perusahaan (2), keandalan laporan keuangan dan (3) dipatuhinya undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Sistem akuntansi komputer memiliki tiga keunggulan dibandingkan dengan kemutakhiran informasi yang dihasilkan. Prinsip yang digunakan dalam sistem akuntansi komputer tidak berbeda dengan konsep yang digunakan dalam sistem akuntansi manual. Oleh sebab itu, biarpun penggunaan sistem akuntansi komputer semakin meluas, namun mempelajari sistem akuntansi manual masih diperlukan

Sumber Buku Pengantar Akuntansi Karya Sugiarto

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s