Medongkrak Mutu Sekolah Dasar

Mendongkrak Mutu Sekolah Dasar

Konsep Tentang Mutu

Mutu merupakan keinginan pelanggan, mutu yang tinggi merupakan kunci untuk suatu rasa kebanggaan, tingkat produktivitas dan cermin kemampuan dalam penghasilan. Di mana tujuan mutu harus merupakan produk dan jasa yang dapat memberikan kepuasan bagi pelanggannya.

Mutu dalam pendidikan bukanlah barang akan tetapi layanan, di mana mutu harus dapat memenuhi kebutuhan, harapan dan keinginan semua pihak/pemakai dengan fokus utamanya terletak pada peserta didik (leaners). Mutu pendidikan berkembang seirama dengan tuntutan kebutuhan hasil pendidikan yang berkaitan dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang melekat pada wujud pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Aspek dan Indikator Mutu

Dalam pengelolaan sekolah yang efektif dan berorientasi pada mutu pendidikan memerlukan suatu komitmen yang penuh kesungguhan dalam peningkatan mutu, berjangka panjang (human investment) dan membutuhkan penggunaan peralatan dan teknik-teknik tertentu. Komitmen tersebut harus didukung oleh dedikasi yang tinggi terhadap mutu melalui penyempurnaan proses yang berkelanjutan oleh semua pihak yang terlibat yang dikenal dengan istilah MMT (Manajemen Mutu Terpadu).

MMT sering disebut sebagai manajemen yang didukung oleh sejumlah fakta dan data yang relevan dan utuh, artinya data dan fakta tersebut benar dan bukan hasil rekayasa yang dibuat untuk memenuhi kepentingan satu pihak atau persyaratan tertentu.

Ketika aspek-aspek dan indikator pengelolaan lembaga pendidikan dapat dijalankan dan diarahkan ke sebuah mutu yang tinggi. Maka keberhasilan dari pencapaian mutu tersebut harus merupakan integrasi dari semua keinginan dan partisipasi stakeholder (semua yang berkepentingan) dalam pencapaian hasil akhirnya.

Strategi Pengembangan Mutu

Kekuatan dalam perubahan memperlihatkan fenomena yang terus berkelanjutan dalam pemenuhan akan perubahan tersebut. Akhirnya akan mendorong dalam upaya pemilihan strategi yang dapat diterapkan pada kondisi-kondisi yang terduga maupun tak terduga yang kemudian muncul.

Banyak orang mengetahui kasus seperti ini bukan merupakan kasus pendidikan – sektor swasta, di mana sekolah-sekolah bersaing dalam menawarkan layanan spesial mereka – tempat – keahlian orang-orang – hasil (spesifikasi fokus dalam kurikulum), harga – semua ini disebut sebagai 4Ps (place, people & skills, product, price).

Akhirnya, keberhasilan strategi sangat bergantung pada kemampuan dalam kepemimpinan untuk membangun komitmen, menghubungkan strategi dan visi yang tetap, mengatur sumber-sumber yang mendukung terlaksananya strategi.

Alat/media dasar yang akan bermanfaat dalam menguji posisi Anda sekarang dalam kerangka penentuan strategi. Strategi yang dapat dilakukan adalah dengan analisis SWOT.

Analisis SWOT, kepanjangan dari S = strength artinya kekuatan, W = weaknesess artinya kelemahan, O = opportunitiy, artinya peluang/kesempatan, dan T = Threat artinya ancaman. Tujuan analisis ini untuk mengetahui posisi sekolah, apakah sudah maju atau masih tertinggal dalam mutu pendidikannnya.

Perencanaan Mutu Sekolah Dasar

Terdapat hubungan yang erat antara perencanaan manajemen. Hal ini dikarenakan perencanaan merupakan salah satu fungsi yang utama dan pertama dari kegiatan manajemen. Setiap proses kegiatan manajemen akan diawali dengan perencanaan.

Secara konseptual dapat ditarik batasan bahwa perencanaan dapat diartikan sebagai sebuah proses kegiatan pemikiran dan penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum melakukan tindakan yang sebenar-benarnya dalam rangka mencapai tujuan.

Terdapat beberapa bentuk perencanaan, baik dilihat dari ruang lingkup, jangka waktu, materi, daerah, umum atau kekhususannya. Diantaranya dilihat dari ruang lingkupnya, terdiri (1) Rencana kebijaksanaan (policy plan), (2) Rencana Program (program plan), (3) Rencana proyek (project plan) dan (4) Rencana operasi (operation plan). Sedang dilihat dari jangka waktunya, terdapat : 1) Rencana jangka lama (long run), 2) Rencana jangka panjang (purpose), 3) Rencana jangka sedang (aim), 4) Rencana jangka pendek (goal). Dilihat dari segi materi, ada (1) rencana personel (personnel plan), (2) Rencana finansial (financial plan), (3) Rencana pendidikan (education plan), (4) Rencana logistik (logistic plan). Sedang dari dilihat dari sudut daerah (1) Rencana pedesaan dan rencana antarpedesaan, (2) Rencana perkotaan dan rencana antar perkotaan, (3) Rencana daerah dan rencana antardaerah, (4) Rencana nasional dan rencana internasional; serta Dilihat dari umum khususnya maka (1) Rencana umum (general plan), (2) Rencana khusus (special plan).

Semua jenis atau bentuk perencanaan tersebut dalam pengembangannya, dapat melalui proses (1) penyusunan rencana,2) penyusunan program rencana; penjabaran dari perincian kegiatan, pembiayaan, penentuan subbagian yang akan dilakukan menurut ukuran skala prioritas, (3) pelaksanaan rencana; kegiatan-kegiatan operasi yang telah direncanakan dan diprogramkan, (4) pengawasan terhadap pelaksanaan rencana, dan (5) evaluasi terhadap proses perencanaan.

Semua tindakan pengembangan perencanaan, harus benar-benar diarahkan pada peningkatan mutu sekolah yang diharapkan. Dengan demikian, fungsi manajemen sekolah dalam upaya meningkatkan mutu SD dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

Visi dan Misi Sekolah Dasar

“Visi merupakan sesuatu yang akan menghasilkan kesuksesan yang berarti” (Polale, 1973). Konsep dari visi harus mencakup dua komponen, yaitu filosofi penuntun dan gambaran yang nyata. (Collins & Porras, 1991).

Visi ditentukan untuk mendasari berbagai aspek kegiatan organisasi maka visi itu mulai direalisasikan. Visi sekolah diharapkan bisa memenuhi harapan stakeholder sehingga mampu mencapai keberhasilan yang diinginkan,

Visi harus memberikan gambaran yang jelas, tentang masa depan yang diinginkan termasuk tantangannya yang harus memenuhi kebutuhan siswa, syarat-syarat dari sebuah pernyataan visi adalah (1) menantang, yaitu harus jelas dan mungkin dicapai, (2) jelas, yaitu tidak mengundang interpretasi yang salah, (3) mudah diingat: pernyataannya tidak lebih dari 20-25 kata, (3) didasari nilai-nilai yang diyakini, (4) memungkinkan keterlibatan-pernyataan yang tidak mengekang, (5) terlihat, yaitu harus merupakan sesuatu yang bisa digambarkan, (6) mampu mengarahkan: harus mendapat respons dari semua pihak, (7) sebuah tuntunan: merupakan sesuatu yang mampu menjadi ukuran untuk tindakan semua pihak sehari-hari, (8) dihubungkan kepada siswa tes akhir sebuah visi adalah apakah ia memiliki hubungan dengan tindakan dan prestasi siswa.

Dengan memenuhi kriteria di atas visi akan berfungsi baik jika (1) sebagai sumber informasi inspirasi, (2) sebagai acuan bagi para pembuat keputusan, dan (3) merupakan kendaraan untuk menggabungkan kekuatan dalam sebuah organisasi.

Sedangkan misi adalah pernyataan tentang tujuan yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang dapat ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang dapat diperoleh, serta cita-cita di masa depan. Proses perumusan misi yang dapat dijalankan adalah (1) tunjuklah satu orang yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan semua pesan, hasrat, keinginan, baik formal, maupun informal yang dihadapi oleh organisasi, (2) kelompok membuat analisis mengenai semua pihak yang terkait dengan organisasi, (3) sesudah analisis pihak-pihak yang terkait rampung maka tiap anggota mengisi formulir misi dengan rumusan masing-masing, kemudian disusul dengan diskusi kelompok, (4) apa yang dirumuskan oleh kelompok tadi harus sudah merupakan rencana misi, (5) kalau pernyataan misi sudah disepakati, pernyataan ini harus dipegang dan dipergunakan sebagai acuan dan petunjuk dalam mengidentifikasi isu-isu strategis, merumuskan strategi yang efektif, menyiapkan visi keberhasilan, dan dapat memecahkan konflik di antara kelompok, (6) segera setelah rumusan akhir dicapai dan ditetapkan, misi itu harus disosialisasikan kepada semua anggota organisasi.

Makna Strategi

Strategi diartikan sebagai suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya suatu organisasi untuk mencapai sasarannya melalui hubungannya yang efektif dengan lingkungan dalam kondisi yang paling menguntungkan. Strategi menghasilkan dan akan mengarahkan organisasi tentang apa, mengapa, siapa yang bertanggung jawab, berapa biaya, berapa lama dan hasil apa yang hendak diperoleh. Lingkup strategi perencanaan yang harusnya menjadi pilihan utama bagi sekolah meliputi (1) perencanaan tujuan sekolah, menetapkan apa yang diinginkan, (2) perencanaan alat, kebijakan, program-program, praktik, jenis kegiatan, (3) perenca-naan sumber daya, human element maupun material elemen, (4) perencanaan organisasi, desain organisasi, (5) implementasi dan perencanaan pengendalian.

Bagaimanakah pelaksanaan strategi tersebut diwujudkan dalam konteks operasional? Secara sederhana dapat dijawab, yaitu dengan cara melanjutkan perbuatan merencanakan pada perbuatan melaksanakan. Agar dapat disimak berikut disajikan model yang dianggap dapat menggambarkan langkah strategis dalam pengembangan sekolah yang meliputi tindakan perencanaan dan diikuti dengan pelaksanaannya, yaitu (1) perumusan tujuan, (2) identifikasi sasaran dan strategi sekarang, 3) analisis lingkungan, (4) analisis sumber daya: kekuatan dan kelemahan organisasi, (5) identifikasi peluang dan ancaman strategi, (6) analisis senjang: penentuan tingkat perubahan sekarang, (7) pengambilan keputusan strategis; alternatif, evaluasi alternatif, pilihan alternatif,(8) implementasi strategi, (9) pengukuran dan pengendalian kemajuan.

Berdasarkan model tersebut dapat diidentifikasi, bahwa langkah 1 sampai dengan 7 adalah berada pada tahapan perencanaan, sedangkan langkah delapan dan sembilan berada pada tahapan pelaksanaan.

Pengorganisasian Mutu Sekolah Dasar

Dalam mengelola sekolah sering kali memerlukan seni dan pengetahuan. Hal ini berarti kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah harus memiliki seni dalam pengelolaan sekolah serta berbekal teori yang memadai. Seni dan teori diperlukan oleh kepala sekolah dalam menggerakkan anak buahnya, melaksanakan pekerjaan, mengawasi pekerjaan dan hasil yang dicapainya. Tahap pengorganisasian dalam pengelolaan sekolah menuntut kepala sekolah untuk dapat menetapkan dan memfungsikan organisasinya dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya.

Dalam implementasi pengorganisasian mutu, seluruh kegiatan atau aktivitas manajemen dalam organisasi dapat diwujudkan dengan melalui kegiatan administratif, seperti pengelompokan orang-orang, penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing ke arah terciptanya aktivitas yang berdaya guna dan berhasil guna dalam pencapaian tujuan yang telah ditentukan.

Fungsi Pengorganisasian

Dalam kegiatan pengorganisasian sekolah, kepala sekolah sebagai penggerak utama berperan dalam memfungsikan organisasi dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya. Pengorganisasian guru, staf administrasi, pustakawan, tenaga laborant dan penjaga sekolah dilakukan berdasarkan pada fungsi-fungsi manajemen sekolah secara tepat. Dalam pelaksanaan program/kegiatan-kegiatan sekolah masing-masing tenaga edukatif maupun administratif tersebut perlu untuk diorganisasikan agar efektivitas dan efisiensi kerja dapat tercapai.

Memfungsikan pengorganisasian sekolah dalam melihat kemampuan dan karakteristik guru serta staf lainnya sehingga dapat menempatkan orang-orang yang tepat pada pekerjaan/tempat/posisi yang tepat (the right man on the right place/job) maka tidak akan terjadi adanya beban kerja yang berlebihan dalam satu orang atau kelompok serta ketidaksesuaian dengan kemampuan.

Pada dasarnya komponen sekolah yang bermutu belum tentu akan mampu mendukung keberhasilan kegiatan pengorganisasian mutu sekolah. Maka, antara keduanya harus dikelola dalam fungsi-fungsi manajemen pengorganisasian mutu yang tepat, efektif dan efisien.

Struktur Organisasi Mutu

Pelaksanaan peningkatan mutu memosisikan organisasi untuk dapat menyusun dan menetapkan struktur dari proses pencapaian mutu tersebut. Dalam organisasi, istilah struktur diartikan sebagai susunan komponen-komponen dalam organisasi.

Penyusunan sebuah struktur organisasi sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor (1) tujuan organisasi dan struktur organisasi akan disesuaikan dengan tujuan organisasi yang akan dicapai, (2) teknologi yang digunakan, (3) manusia, yaitu orang-orang yang terlibat dalam organisasi (pendidikan, kemampuan, jumlah dan lain-lain) akan mempengaruhi struktur organisasi yang dibangun, dan (4) besar kecilnya organisasi, organisasi yang kompleks akan menyebabkan struktur organisasinya kompleks pula.
Struktur organisasi dalam rangka analisis memiliki unsur-unsur sebagai berikut

  1. Spesialisasi kegiatan-kegiatan.

  2. Standardisasi kegiatan-kegiatan

  3. Koordinasi kegiatan-kegiatan

  4. Sentralisasi dan desentralisasi

Untuk merealisasikan program organisasi berdasarkan struktur organisasi mutu di tingkat Sekolah Dasar dapat memilih model-model implementasi yang meliputi Model Struktural, Model Fungsional, Model Kebijakan, Model Kewenangan, Model Integrasi.

Kepemimpinan Mutu Sekolah Dasar

Dalam rangka perubahan dan transformasi diperlukan seorang pemimpin yang memiliki mental kuat dan prima, mampu mengatasi masalah dan tantangan, memiliki visi, dan berani mencoba inovasi. Kepemimpinan merupakan sumber daya yang paling pokok dalam organisasi dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. Kepemimpinan juga merupakan pola hubungan dan bentuk kerja sama antara orang-orang yang dinamis. Kepemimpinan juga harus mampu memberikan arah rangsangan kepada kelompoknya, demi kemajuan organisasi.

Mutu merupakan kehidupan organisasi atau dengan kata lain tanpa mutu organisasi akan lumpuh dan perlahan mati. Dalam rangka era globalisasi pola-pola kepemimpinan gaya tradisional harus disesuaikan dengan perubahan zaman, dan pola kepemimpinan yang bersifat dinamis ke arah pencapaian mutu harus diterapkan. Dalam dunia pendidikan kepemimpinan mutu yang diterapkan oleh pimpinan pendidikan harus mampu menciptakan iklim sosial yang baik. Keterampilan-keterampilan dalam memimpin sangat diperlukan. Menurut Katz (1978), 3 keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin di antaranya adalah human relation skill, technical skill, dan conceptual skill.

Indikator Kepemimpinan Mutu yang efektif di Sekolah Dasar

Setiap organisasi pasti dihadapkan pada permasalahan dan perbedaan-perbedaan di dalamnya, misalnya perbedaan antara tujuan perorangan, tujuan organisasi dan manajemen dalam rangka pengembangan organisasi, Rensis Likert mengidentifikasi tiga variabel yang bermanfaat dalam rangka efektivitas organisasi berdasarkan waktu yang meliputi; variabel kausal, variabel antara dan variabel keluaran.

Selama ini, pemimpin hanya menitikberatkan pada produk atau hasil akhir dari suatu proses, tanpa menghiraukan faktor-faktor yang mendukung di dalam produksi. Pimpinan dikatakan berhasil apabila ia dapat mengupayakan secara optimal pencapaian setiap tujuan yang ada dalam organisasi termasuk prestasi dari pencapaian prestasi organisasi itu sendiri. Segala upaya yang dilakukan oleh pemimpin tergantung kepada komitmen yang dimilikinya dalam hubungannya dengan organisasi yang dipimpinnya. Kepemimpinan mutu dikatakan efektif dalam suatu organisasi, apabila pimpinannya kreatif. Inovatif dengan berinteraksi pada gagasan-gagasan lain atau lingkungan sosial, hal tersebut berhubungan dengan perilaku kepemimpinan dalam kerangka Total Quality Management (TQM).

Aspek-aspek yang Berpengaruh dalam Kepemimpinan Mutu di Sekolah Dasar

Apabila kita menyimak uraian-uraian sebelumnya, terlihat bahwa tugas seorang pemimpin sangatlah berat. Pemimpin dituntut untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan kelompoknya. Akan tetapi untuk menjawab setiap tuntutan yang muncul diperlukan adanya komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan anggota kelompok.

Titik tolak dari keberhasilan menjalankan tugas dari seorang pemimpin adalah memperhatikan aspek-aspek perilaku yang dapat mengarahkan kepada efektivitas kepemimpinan. Perilaku-perilaku tersebut meliputi jaringan kerja (networking), dukungan (supporting), mengelola konflik dan membangun tim (managing conflict and team building), motivasi (motivating), recognizing and rewarding, planning and organizing, problem solving, consulting and delegating, monitoring operation and environment, informing, clarifying roles and objectives.

Pangawasan Mutu

Pengawasan mutu produk barang tampaknya lebih mudah karena dapat dilihat dan diraba (tangible). Pemeriksaan mutu barang dapat dilakukan oleh ahli di bidangnya. Barang-barang yang akan dipasarkan terhindar dari kerusakan (zero defect). Tujuan akhir dari pemeriksaan ini agar produk barang yang dipasarkan dapat memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan.

Pengawasan mutu pendidikan dapat dilaksanakan sejak input/masukan (siswa) masuk sekolah, mengikuti proses belajar mengajar di sekolah dan hingga menjadi lulusan dengan berbagai kompetensi yang dimilikinya.

Untuk melihat perkembangan mutu pendidikan di sekolah, kepala sekolah dan staf guru-gurunya dapat (a) memanfaatkan data yang ada di sekolah yang berhubungan dengan mutu sekolah dan mengolahnya menjadi diagram, (b) brainstorming (tukar pikiran), (c) menggunakan statistik mutu (statistical process control) yang memuat informasi tentang rata-rata mutu pendidikan, standar deviasi/simpangan baku dari mutu pendidikan di sekolah.

Guru sebagai pelaksana utama pendidikan di sekolah diharapkan memiliki wawasan mutu pembelajaran yang baru diterapkan dalam PBM di kelasnya. Langkah ini merupakan pendekatan mutu proses dan secara langsung akan mendukung mutu produk/mutu akhir pendidikan berupa lulusan yang bermutu.

Teknik Kendali Mutu

Keberhasilan lembaga persekolahan dapat dilihat dari sudut dan tingkat kepuasan dari pelanggannya, yaitu pelanggan sekolah yang dikategorikan pelanggan internal maupun pelanggan eksternal. Hal ini memberikan arti bahwa ukuran sebuah keberhasilan sekolah dapat dilihat dari layanan yang diberikannya. Apakah layanan yang diberikan itu berada pada taraf yang sama atau sesuai dengan harapan pelanggan atau bahkan melebihi, seperti apa yang diharapkan oleh pelanggannya.

Gugus Kendali Mutu adalah salah satu teknik dalam upaya pengendalian mutu sekolah, di mana kelompok-kelompok personel sekolah melakukan kegiatan pengendalian dan peningkatan mutu secara teratur, sukarela dan berkesinambungan melalui penerapan prinsip-prinsip dan teknik-teknik pengendalian mutu. Selain teknik tersebut, dapat pula dilaksanakan teknik pengawasan mutu yang berdasarkan data seperti checklist, diagram, grafik, diagram sebab akibat, brainstorming, dan statistical process control.

Strategi Kendali Mutu

Pengendalian mutu dapat diartikan sebagai proses manajerial yang di dalamnya terkandung hal-hal (1) melakukan evaluasi terhadap kinerja nyata, (2) proses membandingkan kinerja nyata dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan, dan (3) melakukan tindakan-tindakan/aksi-aksi atas perbedaan-perbedaan yang dapat ditemukan.

Dalam pelaksanaan pengendalian mutu, strategi pengendalian mutu ke arah peningkatan mutu pendidikan secara implementatif pengawasan/ pengendaliannya diarahkan pada optimalisasi komponen pendidikan. Tujuannya adalah mendorong kearah terciptanya situasi yang kondusif dalam meningkatkan mutu proses belajar mengajar. Komponen-komponen yang terkait dengan hal tersebut di atas adalah (a) komponen input manajemen, (b) komponen proses pendidikan, (c) komponen murid, dan (d) komponen hasil belajar.

Sumber Buku Managemen Berbasis Sekolah Karya Nanang Fattah dan Mohammad Ali

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s