Peran Perpustakaan dalam Membina Minat Baca Bag 2

Peran Perpustakaan dalam Membina Minat Baca

Bag 2

Pembinaan Koleksi Perpustakaan

Pembinaan koleksi merupakan faktor yang memegang peranan penting untuk menunjang fungsi dan tugas perpustakaan sebagai pusat sumber informasi. Selain itu, untuk menarik minat pembaca agar tetap mau mengunjungi perpustakaan adalah dengan memberikan pelayanan yang baik terhadap pengunjung oleh para pelaksana perpustakaan.

Beberapa faktor yang harus diperhitungkan dalam pembinaan bahan pustaka agar dapat menunjang tercapainya peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pendayagunaan sumber-sumber informasi dan untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan tersebut, antara lain:

  1. keadaan daerah dan masyarakat di mana perpustakaan berada (ekologi setempat);

  2. sistem pendidikan nasional dan objektivitas sekolah setempat, karena perpustakaan harus searah dengannya;

  3. sistem perpustakaan nasional dan apakah ia merupakan salah satu dari subsistem perpustakaan.

Ketiga faktor ini akan memberikan arah dan warna koleksi suatu perpustakaan yang bersangkutan. Keragaman koleksinya tidak hanya terbatas pada jenis dan isinya saja, tapi juga dalam penjenjangannya dari yang bersifat elementer, lebih maju, dan paling maju.

Secara garis besarnya pemrosesan bahan-bahan pustaka meliputi:

  1. pendaftaran bahan-bahan (administratif);

  2. pengklasifikasian dan pembuatan katalog (teknis).

Setelah kedua segi itu selesai dikerjakan, barulah bahan-bahan tersebut siap disusun pada rak-rak atau kabinet-kabinetnya. Hal ini berarti bahan-bahan tersebut telah siap untuk dipinjamkan dan disebarkan. Proses-proses tersebut meliputi:

  1. pemeriksaan bahan pustaka;

  2. inventarisasi atau pendaftaran;

  3. klasifikasi;

  4. katalogisasi.

Pelayanan Perpustakaan

Pelayanan adalah proses atau kegiatan yang berkaitan dengan pendayagunaan koleksi dan fasilitas yang tersedia di perpustakaan. Dengan kata lain, pelayanan merupakan proses berkesinambungan, suatu kegiatan yang terus-menerus dalam upaya mempertemukan koleksi dan fasilitas perpustakaan di satu pihak dengan masyarakat pemakai di pihak lain.

Pelayanan informasi adalah pelayanan yang bersifat memberi tahu para pemakai perpustakaan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan perpustakaan. Pelayanan tersebut meliputi tata cara penggunaan perpustakaan, alur kegiatan perpustakaan, dan pemberian informasi lainnya seperti buku baru, rencana promosi perpustakaan, pameran buku, dan sebagainya.

Pelayanan referensi adalah pelayanan pemberian bantuan secara langsung dan bersifat lebih personal oleh perpustakaan kepada masyarakat yang dilayani yang sedang mencari atau membutuhkan keterangan-keterangan tertentu.

Memasyarakatkan Perpustakaan

Pemasyarakatan atau promosi perpustakaan adalah usaha-usaha atau tindakan-tindakan yang dilakukan untuk memberikan dorongan, penggalakkan atau untuk bantuan memajukan perpustakaan. Selain itu, dalam usaha pengembangan perpustakaan perlu juga dilakukan kerja sama antarperpustakaan..

Salah satu bentuk kerja sama antarperpustakaan adalah dengan melaksanakan jaringan kerja sama antarperpustakaan. Konsep jaringan sebenarnya merupakan perluasan konsep kerja sama perpustakaan. Kalau pada konsep kerja sama perpustakaan melibatkan dua perpustakaan atau lebih maka pada konsep jaringan meliputi dua perpustakaan atau lebih dan atau organisasi lain yang berkecimpung dalam pola bersama pertukaran informasi melalui komunikasi untuk keperluan fungsional. Kerja sama antarperpustakaan diperlukan karena tidak satu pun perpustakaan dapat berdiri sendiri. Dalam arti, koleksinya mampu memenuhi kebutuhan informasi pemakainya.

Dalam usaha meningkatkan minat baca perlu kita ketahui terlebih dahulu, bahwa tingkat kemampuan membaca sangat bervariasi dan sangat bergantung pada minat dan kesanggupan masyarakat pemakai perpustakaan.

Salah satu kegiatan yang sebaiknya dilakukan dalam kegiatan perpustakaan adalah bimbingan membaca. Fungsi utama bimbingan membaca adalah menolong pemakai untuk menafsirkan apa yang dibacanya dan bagaimana reaksinya terhadap bacaan tersebut. Pengguna harus didorong dan dibimbing dalam mengekspresikan reaksi mereka terhadap apa yang dibacanya dan diberi kebebasan untuk memilih pengertian dari ekspresinya sendiri. Dasar dari bimbingan membaca adalah pengetahuan pemakai secara individual, minat, kebutuhan, kemampuan, dan pengetahuannya terhadap materi bacaan itu sendiri.

Sumber buku Pembinaan Minat Baca Karya Mudjito

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s