Pelayanan Perpustakaan Bag. 1

Pelayanan Perpustakaan

Bag 1

Tujuan dan Fungsi Pelayanan Perpustakaan

  1. Perlayanan perpustakaan meliputi layanan:

    1. pada berbagai jenis perpustakaan,

    2. ruang baca,

    3. sirkulasi bahan pustaka,

    4. rujukan,

    5. abstrak dan indeks,

    6. informasi mutakhir,

    7. literatur dan sebagainya.

  2. Perpustakaan adalah pelayanan. Pelayanan berarti kesibukan. Bahan-bahan pustaka sewaktu-waktu harus tersedia bagi mereka yang memerlukannya. Tidak ada perpustakaan kalau tidak ada layanan.

  3. Suatu tanda yang menunjukkan profesi pustakawan adalah kegiatan layanan dan pustakawan harus selalu memperhatikan kebutuhan pembacanya dalam bidang literatur. Perpustakaan menjadi penting jika berhasil menyediakan bahan pustaka secara cepat dan tepat. Agar dapat mengerjakan itu semua dengan baik maka bagian layanan teknis harus mengolah bahan pustaka sebaik-baiknya.

  4. Fungsi perpustakaan tidak boleh menyimpang dari tujuan perpustakaan, sesuai tujuan lembaga tempat perpustakaan itu bernaung. Fungsi perpustakaan antara lain:

    1. Fungsi Informasi.

    2. Fungsi Edukasi.

    3. Fungsi Rekreasi.

    4. Fungsi Pelestarian dan Deposit

    5. Fungsi Penelitian.

  5. Tujuan utama perpustakaan ialah melayani pembaca memperoleh bahan perpustakaan yang mereka perlukan. Bahan perpustakaan yang terkumpul dipakai di tempat dan dibawa pulang. Bahan perpustakaan yang banyak tetapi rendah pemakaiannya menunjukkan bahan perpustakaan itu kurang baik.

  6. Agar pembaca mengetahui apa yang ada di perpustakaan maupun kegiatan-kegiatan perpustakaan yang lain perlu diadakan promosi. Tanpa promosi produk perpustakaan tidak diketahui oleh pembaca. Hal ini sangat merugikan kedua belah pihak: yaitu pembaca maupun perpustakaan. Perpustakaan yang dipakai pembaca merangsang pustakawan berbuat banyak dan bersifat aktif. Dengan demikian perpustakaan menjadi maju.

  7. Masalah rendahnya minat baca bukan milik negara-negara baru berkembang saja tetapi juga milik negara-negara maju. Banyak anak dari negara maju menjadi “buta huruf” setelah menyelesaikan sekolah mereka, karena enggan membaca lagi.

  8. Perpustakaan sekolah memberikan pelayanan kepada guru, murid, dan orang tua murid. Guru-guru dipacu untuk memakai perpustakaan sehingga mereka juga dapat menyuruh murid-murid untuk mencari bahan yang ada di perpustakaan. Perpustakaan sekolah melatih murid agar dapat mencari informasi secara mandiri.

  9. Layanan kepada masyarakat tidak memandang perbedaan ras, umur, jenis kelamin, dan dasar pendidikan. Karena itu cakupan koleksi luas sekali. Ini dimaksudkan agar perpustakaan dapat memberikan kepuasan kepada mereka. Juga tingkat ke dalaman materi koleksi begitu luas dari yang paling sederhana sampai yang paling sulit. Fungsi perpustakaan umum adalah untuk rekreasi dan penelitian. Fungsi pendidikan tak dapat ditinggalkan, sebab ada masyarakat yang tak dapat melanjutkan pelajaran formal. Mereka dapat belajar di perpustakaan umum sampai memiliki pengetahuan yang setaraf dengan mereka yang terpelajar. Bahkan mungkin melebihi mereka karena kebiasaan belajar mandiri membuka kesempatan untuk belajar seumur hidup.

  10. Pelayanan pada perpustakaan khusus diberikan kepada sekelompok pemakai khusus dalam bidang yang khusus pula. Tetapi jika masyarakat luar menghendaki, mereka dapat menggunakan perpustakaan tersebut atas persetujuan penyelenggara perpustakaan.

Perpustakaan perguruan tinggi melayani sivitas akademika dalam lingkungan perguruan tinggi tersebut. Layanan ditekankan untuk menyukseskan program pendidikan dan pengajaran di perguruan tinggi tersebut. Perpustakaan hendaknya memberi kesempatan kepada pembaca untuk mengadakan penelitian, misalnya dalam membuat makalah kecil sampai penelitian kompleks yang melibatkan banyak pihak. Hasil penelitian tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Layanan Ruang Baca

Layanan ruang baca merupakan bagian pokok dalam kegiatan layanan perpustakaan, selain layanan sirkulasi dan layanan teknis. Dalam sajian ini layanan ruang baca dibagi menjadi:

  1. layanan ruang baca buku rujukan

  2. layanan ruang baca berupa meja baca perorangan

  3. layanan ruang baca berupa meja baca kelompok

  4. fasilitas untuk ruang baca yang baik

  5. perluasan dan ruang baca berupa ruang untuk diskusi

  6. ruang baca yang berupa ruang kerja bagi pembaca perpustakaan

  7. ruang santai.

Tujuan pokok bahasan di atas dapat diuraikan sebagai berikut.

  1. Layanan ruang baca buku rujukan
    Buku rujukan adalah bahan perpustakaan yang sangat penting karena dari buku-buku ini berbagai pertanyaan dapat dijawab. Dalam ruangan ini, biasanya ada petugas atau pustakawan rujukan yang siap sedia memberikan bantuan. Jawaban pertanyaan rujukan tidak semuanya diperoleh dari buku, tetapi dapat juga dari pengalaman petugas perpustakaan.
    Lengkap tidaknya koleksi buku rujukan menunjukkan mutu layanan yang diberikan perpustakaan. Buku-buku rujukan tidak boleh dipinjam ke luar perpustakaan. Perpustakaan yang sudah maju dan mempunyai biaya biasanya menyediakan mesin foto kopi.

  2. Layanan ruang baca berupa meja baca perorangan
    Layanan ini sebenarnya sekedar perluasan dari fasilitas ruang baca. Maksudnya, untuk memberikan kenyamanan bagi mereka yang menghendaki ketenangan khusus. Dengan fasilitas ini seolah pembaca memiliki ruang khusus di perpustakaan yang tidak boleh diganggu orang lain. Ia juga merasa bahwa dirinya tidak mau mengganggu orang lain. Suasana nyaman dapat meningkatkan semangat belajar atau membaca di perpustakaan.

  3. Layanan ruang baca berupa meja baca kelompok
    Ruang baca jenis ini terdapat di berbagai perpustakaan. Ada kelemahan dan keunggulan meja baca jenis ini. Kelemahannya ialah saling mengganggu di antara para pembaca. Keunggulannya, pertama, menghemat ruang dan fasilitas perpustakaan, karena adanya ruang baru itu. Kedua, karena melihat teman sebangkunya membaca, ia sendiri mungkin akan berbuat demikian.

  4. Fasilitas untuk ruang baca yang baik
    Ruang baca hendaknya dilengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan. Pemasangan AC atau jendela yang luas, dapat memperlancar sirkulasi udara. Penerangan harus memadai. Sinar yang baik adalah sinar alami. Dianjurkan, perpustakaan memiliki pengontrol sinar pada setiap jendela, misalnya dengan krey (blind fold).

  5. Perluasan dari ruang baca berupa ruang untuk diskusi
    Ruang ini dapat digunakan oleh sekelompok pembaca yang memiliki minat yang sama untuk membahas sesuatu. Buku-buku dibawa dari perpustakaan kemudian dibicarakan bersama di sana.

  6. Ruang baca yang berupa ruang kerja bagi pembaca perpustakaan
    Ruang ini dapat digunakan untuk pembaca remaja dan anak-anak agar mereka dapat berkarya. Meskipun perpustakaan menyediakan fasilitas dan mengeluarkan biaya, tetapi nilai kegiatan ini sangat tinggi.

  7. Ruang santai
    Ruang ini dapat digunakan oleh pembaca yang telah lelah membaca agar segar kembali. Sambil beristirahat ia dapat membaca dan menonton televisi.

    Berbagai Cara untuk Meningkatkan Mutu Layanan Perpustakaan

Upaya untuk meningkatkan mutu layanan perpustakaan tidak boleh dipisahkan dengan kegiatan pustakawan sehari-hari. Banyak upaya yang dapat dikerjakan, misalnya:

  1. sikap ramah dan penampilan pustakawan yang baik dalam memberikan layanan,

  2. menyediakan brosur tentang kegiatan yang ada di perpustakaan,

  3. mengadakan berbagai perlombaan di perpustakaan: lomba membaca, lomba menggambar, lomba membaca puisi, dan sebagainya,

  4. mengadakan study tour bersama di perpustakaan,

  5. mengundang tokoh masyarakat atau seorang pakar untuk berceramah, menceritakan pengalaman mereka, dan sebagainya,

  6. membuat jadwal kegiatan yang teratur, memetik dari bahan yang dimiliki perpustakaan,

  7. berbagai kegiatan lainnya yang tidak termasuk di atas

Sirkulasi Bahan Pustaka

Bagian sirkulasi menyangkut masalah peredaran bahan-bahan perpustakaan yang dimiliki oleh perpustakaan dengan para pemakainya. Yang dibahas adalah masalah peminjaman, misalnya bahan-bahan yang boleh dipinjam, jangka waktu peminjaman, jam buka perpustakaan, dan statistik untuk membuat laporan perpustakaan. Umumnya perpustakaan meminjamkan buku hanya pada masyarakat di lingkungan tertentu.

Jenis bahan yang boleh dipinjam, ada yang terbatas pada buku-buku saja, adapula yang meminjamkan majalah, pamflet, atau bahan-bahan pustaka lainnya.

Untuk melancarkan pekerjaan bagian sirkulasi ini, perlu dibuatkan buku petunjuk yang memuat keterangan mengenai:

  1. peraturan penggunaan bahan perpustakaan,

  2. macam-macam bahan yang boleh dan tidak boleh dipinjamkan,

  3. kebijakasanaan mengenai masalah lewat waktu, uang denda, dan penggantian buku-buku yang hilang atau rusak,

  4. keterangan mengenai jam buka perpustakaan

  5. keterangan mengenai tanda-tanda pada bahan pustaka,

  6. dan keterangan lain-lain yang dianggap perlu untuk diketahui petugas bagian sirkulasi, petugas bagian lain, atau para peminatnya.

Tujuh pekerjaan utama bagian sirkulasi adalah:

  1. pendaftaran peminjam,

  2. prosedur peminjaman,

  3. pemungutan denda,

  4. pengawasan buku-buku tandon (reserves books),

  5. perpanjangan waktu,

  6. statistik peminjaman, dan

  7. pinjam antarperpustakaan.


Pengawasan Buku Tandon

Buku tandon atau buku reserve harus diatur peminjamannya seefektif mungkin. Buku harus dimasukkan sebagai buku tandon jika buku tersebut diminati banyak pembaca, sedangkan jumlahnya sangat terbatas. Yang termasuk buku jenis ini umumnya buku ajar atau buku teks. Artikel majalah untuk mendukung suatu mata kuliah pada sebuah perpustakaan perguruan tinggi juga bisa dimasukkan ke dalam jenis buku yang di-reserve ini. Prinsipnya peredaran buku tandon harus merata.

Perpanjangan waktu peminjaman dapat dilaksanakan melalui telepon atau datang ke perpustakaan. Kalau sebuah buku tidak dipesan oleh seseorang, maka buku dapat diperpanjang. Sedangkan jika buku tersebut dipesan untuk dipinjam bagi orang lain, buku tersebut tidak boleh diperpanjang

Buku yang terlambat dari batas waktu peminjaman harus dikenakan denda. Denda ini tidak memandang bulu. Baik itu seorang dosen; pimpinan lembaga, maupun seorang bawahan yang tak mampu membayarnya. Hal ini dilakukan untuk menanamkan disiplin bagi semua pihak.

Statistik peminjaman perlu dibuat dari statistik harian, mingguan, bulanan sampai statistik tahunan. Statistik ini berguna untuk mengukur perkembangan layanan perpustakaan. Pinjam antarperpustakaan perlu digalakkan mengingat kegiatan tersebut banyak sekali manfaatnya bagi kualitas pelayanan perpustakaan. Perpustakaan di mana saja tentu memiliki keterbatasan. Tidak mungkin bisa membeli seluruh buku yang terbit di dunia walau satu bidang saja. Untuk mengatasi hal yang demikian perlu diadakan kerja sama antarperpustakaan

Waktu pelayanan atau jam buka perpustakaan harus ditentukan dengan teliti berdasarkan uji coba berkali-kali atau berdasarkan statistik. Hal ini dimasudkan agar tidak sia-sia dalam pelayanan. Jam buka pada waktu masyarakat tidak mungkin bisa mengunjungi perpustakaan adalah hal yang sia-sia. Perlu pula diusahakan kesempatan seluas mungkin untuk buka perpustakaan sehingga pengunjung dapat datang sesuai waktu yang dimilikinya.

Perpustakaan universitas perguruan tinggi hendaknya mengusahakan buka sepanjang hari, jika saja perpustakaan mampu menyelenggarakannya. Terutama pada musim ujian, hendaknya waktu buka perpustakaan lebih lama. Bahkan kalau perlu dibuka hari Minggu, walau hanya beberapa jam.

Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai ialah:

  1. Tujuan minimum.

    1. Memungkinkan mengetahui bahan yang dipinjam.

    2. Mengetahui siapa yang meminjam bahan tersebut.

    3. Menjamin kembalinya bahan yang dipinjamkan.

    4. Memungkinkan pelaksanaan kerja yang dipinjamkan.

    5. Mendapatkan angka-angka mengenai jumlah bahan-bahan yang dipinjamkan dan jumlah peminjam.

  2. Syarat-syarat minimum.

    1. Sistem yang dipakai hendaknya mudah digunakan oleh peminjam dan sederhana dalam pelaksanaannya oleh pegawai.

    2. Sistem yang dipakai hendaknya murah.

  3. Tujuan Tambahan.

    1. Memungkinkan menyusun daftar dari pembaca-pembaca yang nakal

    2. Memungkinkan menyusun statistik tentang penggunaan buku.

  4. Syarat-syarat tambahan:

    1. Sistem yang dipakai hendaknya dapat disesuaikan dengan bermacam-macam masa peminjam.

    2. Sistem yang dipakai hendaknya mengurangi kemacetan dalam pelayanan kepada peminjam.

    3. Penggunaan sistem baru hendaknya tidak merupakan peningkatan biaya yang menimbulkan masalah baru.

Yang dimaksud overnight loan ialah peminjaman semalam untuk buku-buku yang sebenarnya tidak boleh ke luar perpustakaan. Pada dasarnya buku referensi tidak untuk dipinjam ke luar, sebab sewaktu-waktu dipakai pengunjung.

Bahan audio visual adalah bahan yang sangat bermanfaat untuk belajar mandiri maupun belajar kelompok. Untuk layanan peminjaman mandiri, disediakan study carrel meja untuk belajar sendiri. Biasanya layanan semacam ini untuk perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan umum.

1 Comment

  1. saya mau minta tlng nich
    saya ada tugas kuliah mencari artikel tentang layanan tandon dan sirkulasi ada yg bs bantu nggak??
    kl bs secepatnya. saya mohon bantuan pengelola bila th infonya. artikelnya dpt dkrm ke email saya. sebelum dan sesudahnya terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s