Partikel Lah dalam Bahasa Banjar

Usulan Penelitian

Judul:  Partikel Lah dalam Bahasa Banjar: Tinjauan Deskriptif Bahasa Banjar Masyarakat Kota Tarakan.

oleh : Dayana Mandasari

 BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Sebagai alat komunikasi antaranggota masyarakat, bahasa terdiri atas dua bagian utama yaitu bentuk dan makna yang disampaikan oleh penuturnya. Ragam yang ditinjau dari sudut pandangan penutur dapat diperinci menurut patokan daerah, pendidikan, dan sikap penutur. Ragam daerah sajak lama dikenal dengan nama logat atau dialek. Bahasa yang menyebar luas selalu mengenal logat. Masing-masing dapat dipahami secara timbal balik oleh penuturnya, sekurang-kurangnya oleh penutur dialek yang daerahnya berdampingan.

Bahasa Banjar merupakan salah satu bahasa daerah yang berada di Kalimantan digunakan sebagai alat komunikasi sesama masyarakat Banjar. Bila masyarakat Banjar berbicara sesama penuturnya maka akan terdengar sangat kontras bahwa bahasa Banjar memiliki dialek yang khas. Dalam logat daerah terdapat ciri-ciri khas yang spesifik meliputi tekanan, turun-naiknya nada, panjang pendeknya bunyi bahasa membangun aksen yang berbeda-beda. Pada bahasa Banjar juga ditemukan bentuk penekanan-penekanan dalam bertutur disebut partikel, seperti partikel pang, lah, atau lih, gan atau gin,dan ai.

Apabila seseorang bertutur secara umum, biasanya ditemukan atau didengar adanya sebuah penekanan-penekanan terhadap kata yang digunakannya. Penekanan tersebut dapat berwujud kata, seperti pula, juga, hanya, kah, lah, tah, dan pun. Penekanan-penekanan kata tersebut dalam struktur Bahasa Indonesia memiliki bentuk yang khusus, yaitu sangat ringkas atau kecil yang mengemban fungsi-fungsi tertentu yang biasa disebut dengan partikel. Partikel tidak hanya digunakan dalam bahasa Indonesia saja, tetapi di dalam bahasa daerah pun terdapat penekanan-penekanan dalam bertutur yang memiliki bentuk, fungsi, dan struktur ungkapan yang khas. Partikel lah dalam Bahasa Banjar memiliki perilaku yang berbeda dengan partikel yang lain.

Contoh :

  • Saumpama ikam ada duit kadada badanyalah jua.

Meskipun kamu ada uang tidak ada barangnya juga’ .

  • Ikamlah nang maambil duitku?

engkaukah yang mengambil uangku?’

Pada kalimat kalimat (1).partikel lah berfungsi sebagai ungkapan, tetapi pada kalimat (2).partikel lah berfungsi penegas dalam kalimat tanya. Berdasarkan kenyataan tersebut, peneliti berusaha meneliti partikel lah dalam bahasa Banjar.

B. Alasan Pemilihan Judul

Penulis memilih judul Partikel Lah dalam Bahasa Banjar: Tinjauan Deskriptif Bahasa Banjar Masyarakat Kota Tarakan. Pemilihan judul tersebut berdasarkan pertimbangan sebagai berikut :

  1. bahasa Banjar merupakan salah satu bahasa daerah yang perlu dilestarikan;

  2. bahasa Banjar memiliki sistem yang berbeda dengan bahasa daerah yang lain, terutama penggunaan partikel lah;

  3. sepengetahuan penulis, belum ada penelitian partikel lah khususnya di kota Tarakan.

  1. Pembatasan Masalah

Bahasa Banjar memiliki bermacam–macam partikel yaitu gin, pang, lah, kah, aja, ja, ha, dan am. Peneliti membatasi masalah pada partikel lah. Hal ini dilakukan untuk menemukan perilaku partikel lah secara tuntas dalam bahasa Banjar.

  1. Rumusan Masalah

Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah :

    1. bagaimana bentuk partikel lah dalam bahasa Banjar ?

    2. bagaimana fungsi dan makna partikel lah dalam bahasa Banjar ?

E. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan:

  1. bentuk partikel lah dalam bahasa Banjar masyarakat kota Tarakan;

  2. fungsi dan makna partikel lah dalam bahasa Banjar masyarakat kota Tarakan.

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :

  1. untuk mengetahui kaidah penggunaan partikel lah dalam bahasa Banjar di daerah kota Tarakan;

  2. sebagai bahan acuan dan pedoman penelitian yang berikutnya khususnya penelitian bahasa Banjar;

  3. dapat dijadikan acuan untuk mempelajari bentuk, fungsi, dan makna partikel lah dalam bahasa Banjar.

G. Penegasan Judul

Judul penelitian ini adalah Partikel Lah dalam Bahasa Banjar: Tinjauan Deskriptif Bahasa Banjar Masyarakat Kota Tarakan. Adapun penegasan judul dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Partikel

Partikel adalah semacam kata tugas yang memiliki bentuk khusus, yaitu sangat ringkas atau kecil, yang mengemban fungsi–fungsi tertentu (Keraf ,1991:114).

  1. Bahasa Banjar

Bahasa Banjar adalah bahasa yang dipergunakan oleh suku Banjar. Secara geografis suku ini pada mulanya mendiami seluruh Kalimantan Selatan. Namun akibat perpindahan penduduk dan percampuran penduduk Bahasa Banjar tersebar sampai di Kalimantan tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

  1. Tinjauan Deskriptif

Tinjauan deskriptif adalah pandangan mengenai suatu fakta, keadaan, variabel, dan fenomena-fenomena yang terjadi saat sekarang (ketika penelitian berlangsung) dan menyajikan apa adanya. Tinjauan deskriptif termasuk salah satu jenis penelitian kategori penelitian kualitatif (Subana,2001:26).

  1. Masyarakat

Masyarakat adalah sehimpunan orang yang hidup bersama dalam suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan tertentu.

  1. Kota Tarakan

Kota Tarakan berada di wilayah propinsi Kalimantan bagian Utara, merupakan kota pusat pelayanan dimana peneliti akan mengadakan penelitian mengenai partikel lah yang digunakan oleh etnis Banjar yang berdomisili di daerah Sebengkok.

Jadi, maksud judul penelitian ini adalah peneliti berusaha meneliti dan menemukan perilaku partikel lah dalam bahasa Banjar, yang digunakan oleh masyarakat Banjar di daerah Sebengkok sesuai dengan fenomena yang ada saat ini.

H. Sistematika Penulisan

Sistematika dalam penulisan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

BAB I terdiri atas, pendahuluan berisi latar belakang, alasan pemilihan judul, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan judul, dan sistematika penulisan.

BAB II terdiri atas, landasan teori berisi pengertian bahasa, bahasa Banjar, pertautan bahasa Banjar, pengertian partikel, macam-macam partikel dalam bahasa Indonesia, dan partikel bahasa Banjar.

BAB III terdiri atas, metode penelitian berisi pengertian metode penelitian, jenis penelitian, tempat dan waktu, populasi dan sampel, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

BAB IV terdiri atas, hasil penelitian berisi deskripsi data dan analisis data.

BAB V terdiri atas, pembahasan berisi pembahasan data dan hasil penelitian mengenai bentuk fungsi dan makna partikel lah dalam bahasa Banjar masyarakat kota Tarakan.

BAB VI terdiri atas, penutup berisi kesimpulan dan saran-saran.

3 Comments

  1. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    *ikam-lah nang maambil duitku, bukanlah kalimat tanya. lah, dalam konteks kalimat ini adalah pernyataan, jadi tidak dapat diberi tanda tanya.
    Alih ke bahasa Indonesia tidak dapat “engkah yang mengambil uangku? dalam bahasa Banjar kalimatnyamenjadi “ikam-kah nang maambil duitku?Lah mempunya arti berbeda apabila kalimatnya; ” ikam-lah nang maambilakan”. lah disini mengandung makna kalimat perintah atau minta tolong, karena ada akhiran “kan” pada kata maambil. Alih ke bahasa Indonesia menjadi ” Tolong ya kamu yang mengambilnya”. Maaf kalau pendapat saya berbeda. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s