Pendekatan Ketrampilan Proses dalam Belajar Mengajar

Pendekatan Ketrampilan Proses dalam Belajar Mengajar

Belajar merupakan suatu kegiatan yang berlangsung secara kontinyu, dimulai sejak manusia lahir dan meliputi tentang banyak hal. Berbagai hal mulai dari yang kecil sampai hal-hal yang besar dapat dikatakan sebagai proses belajar. Anak kecil yang berusaha untuk berjalan sendiri dapat dikatakan sedang belajar. Pengertian belajar senantiasa menjadi topik yang selalu berkembang dari waktu ke waktu. Ini terbukti dari banyaknya teori belajar yang muncul dan berkembang, khususnya dikalangan para ahli atau pengamat pendidikan. Hal itu disebabkan karena ada banyak kegiatan yang bisa dianggap sebagai proses belajar.
“ Menurut pendapat yang tradisional, belajar itu hanya menambah dan mengumpulkan sejumlah ilmu pengetahuan.”
Sardiman memberikan batasan tentang definisi belajar sebagai berikut: “Belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan, misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya. Juga belajar itu akan lebih baik kalau si subjek belajar itu mengalami atau melakukannya, jadi tidak bersifat verbalistik.”
Sedangkan pengertian belajar yang lebih modern bahwa “Belajar sebagai setiap perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan terjadi sebagai hasil latihan dan pengalaman”.
Dari pendapat-pendapat diatas penulis menyimpulkan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seseorang sehingga menghasilkan perubahan tingkah laku yang relatif tetap pada orang tersebut.
Tujuan belajar merupakan tujuan yang sangat penting dalam sebuah proses belajar mengajar. Penentuan tujuan belajar akan mempermudah guru untuk mendesain program dan kegiatan pengajaran serta membuat evaluasi hasil belajar siswa. Untuk mencapai tujuan belajar tersebut, seorang guru harus dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa. ” tujuan belajar itu ada tiga jenis yaitu: untuk mendapatkan pengetahuan, penanaman konsep dan ketrampilan, serta pembentukan konsep.”
Tujuan-tujuan tersebut dapat bersifat eksplisit (instructional effects) yang berupa pengetahuan dan ketrampilan serta dapat bersifat implisit (nurturant effects) misalnya sifat terbuka, demokratis, berfikir kritis, kreatif, dsb. Jika tujuan belajar tersebut dapat tercapai, akan terlihat adanya perubahan-perubahan pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik pada diri siswa sesuai dengan tujuan yang ditetapkan

Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
Dalam proses belajar mengajar, ada beberapa faktor yang mempengaruhi siswa dalam mencapai keberhasilan belajar. Secara umum faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1) Faktor internal, meliputi kecerdasan, kesiapan, motivasi, bakat siswa, dsb.
2) Faktor eksternal, meliputi strategi belajar mengajar oleh guru, lingkungan belajar siswa, dsb

Pengertian mengajar
Dalam kegiatan belajar mengajar, mengajar merupakan kegiatan sekunder yang dimaksudkan untuk dapatnya terjadi kegiatan belajar yang optimal. Dalam kegiatan ini, guru bertindak sebagai pengelola kegiatan belajar mengajar, katalisator belajar mengajar, dan peranan lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif. Banyak para ahli memberikan batasan mengenai pengertian mengajar.
Beberapa teori tersebut antara lain:
1) Definisi yang lama: mengajar ialah penyerahan kebudayaan berupa pengalaman-pengalaman kecakapan kepada anak didik kita. Atau usaha mewariskan kebudayaan masyarakat pada generasi yang berikut sebagai generasi penerus.
2) Definisi dari Prof. Dr. De Queluy dan Prof. Gazali MA, mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat.
3) Definisi yang modern di negara-negara yang sudah maju: Teaching is the guidance of learning. Mengajar adalah bimbingan kepada anak dalam proses belajar.
Rochman Nata Wijaya memberikan batasan mengajar sebagai upaya guru untuk “membangkitkan” yang berarti menyebabkan atau mendorong seseorang (siswa) belajar. Sedangkan Hasibuan J.J memberikan batasan mengajar adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Gagne memberikan pengertian mengajar sebagai : usaha untuk membuat siswa belajar yaitu usaha untuk terjadinya perubahan tingkah laku.
Dari uraian di atas dapat diperoleh gambaran atau pengertian mengajar merupakan suatu usaha sadar dan disengaja oleh guru untuk membuat siswa belajar.
Pendekatan Ketrampilan Proses
“Pendekatan pengajaran adalah jalan atau arah yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam mencapai tujuan pengajaran, dilihat dari sudut bagaimana materi itu disusun dan disajikan.”
Proses mengajar merupakan peristiwa yang menyediakan berbagai kesempatan bagi peserta didik untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Proses belajar itu sendiri menyangkut perubahan aspek-aspek tingkah laku, seperti pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Pendekatan Ketrampilan Proses dapat diartikan sebagai wawasan atau anutan pengembangan ketrampilan-ketrampilan intelektual, sosial, dan fisik yang bersumber dari kemampuan-kemampuan mendasar yang pada prinsipnya telah ada pada diri siswa.
Beberapa alasan yang melandasi perlunya penerapan Pendekatan Ketrampilan Proses dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari antara lain:
1) Perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung semakin cepat sehingga tak mungkin lagi para guru mengajarkan semua fakta dan konsep kepada siswa.
2) Para ahli psikologi umumnya sependapat bahwa anak-anak mudah memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh yang kongkret, contoh-contoh yang wajar sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, dengan mempraktekkan sendiri upaya penemuan konsep melalui perlakuan terhadap kenyataan fisik, melalui penanganan benda-benda yang benar-benar nyata.
3) Penemuan ilmu pengetahuan tidak bersifat mutlak seratus persen, penemuannya bersifat relatif.
4) Dalam proses belajar mengajar seyogyanya pengembangan konsep tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan nilai dalam diri anak didik

Berdasarkan keempat alasan inilah perlu dicari cara belajar mengajar sebaik-baiknya.
Beberapa kelebihan pendekatan ketrampilan proses yaitu:
1) Pendekatan ketrampilan proses memberikan peserta didik pengertian yang tepat tentang hakikat ilmu pengetahuan.Mereka lebih langsung mengalami rangsangan ilmu pengetahuan dalam kegiatan belajarnya dan lebih mengerti fakta serta konsep ilmu pengetahuan.
2) Proses pengajaran yang berlangsung memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja dengan ilmu pengetahuan, bukan sekedar mendengar cerita atau penjelasan guru mengenai suatu ilmu pengetahuan.
3) Pendekatan ketrampilan proses mengantarkan peserta didik untuk belajar ilmu pengetahuan baik sebagai proses ataupun sebagai produk ilmu pengetahuan sekaligus. (
Terdapat dua jenis ketrampilan-ketrampilan proses yaitu:
1) Ketrampilan-ketrampilan dasar (basic skills) yang meliputi mengobservasi, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan
2) Ketrampilan-ketrampilan terintegrasi yang mencakup mengidentifikasi variabel, membuat tabulasi data, menyajikan data dalam bentuk grafik, menggambarkan keterhubungan antar variabel, mengumpulkan dan mengolah data, menganalisa penelitian, menyusu hipotesis, mengidentifikasikan variabel secara operasional, merancang penelitian, dan melaksanakan eksperimen.

Namun secara umum, beberapa ketrampilan proses yang penting untuk diketahui antara lain :
1) Mengamati
Mengamati merupakan ketrampilan yang paling dasar yang harus dikembangkan.Kegiatan mengamati dunia sekitar mengenai berbagai objek dan fenomena alam baik yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif akan menghasilkan suatu data dan informasi yang selanjutnya dapat mendorong peserta didik untuk melakukan kegiatan-kegiatan belajar seperti mempertanyakan kembali, memikirkannya, menafsirkan, menguraikan dan meneliti lebih lanjut.

2) Mengklasifikasikan
Ketrampilan ini merupakan memilih atau menggolongkan berbagai objek, peristiwa dan segala sesuatu hal yang terjadi di sekitar kehidupan peserta didik.Hasil dari suatu pengamatan biasanya memperlihatkan adanya perbedaan-perbedaan atau kesamaan-kesamaan ,hubungan-hubungan, kesesuaian atas dasar tujuan atau menurut fungsinya,dsb.
3) Mengkomunikasikan
Ketrampilan ini merupakan kemampuan dasar yang sangat penting untuk dimiliki peserta didik karena fungsinya yang vital bagi segala urusan yang kita lakukan dalam kehidupan ini.Peserta didik harus dilatih untuk dapat berkomunikasi secara efektif. Proses pengajaran amatlah terbuka bagi pelatihan ketrampilan mengkomunikasikan, misalnya kebiasaan untuk mau bertanya dalam kegiatan belajar, berani berpendapat, mengekspresikan ide atau perasaan, memahami pembicaraan orang lain, mendapatkan fakta atau informasi, mendemonstrasikan suatu temuan ilmu pengetahuan, menuliskan suatu laporan, berdiskusi, membaca peta, dsb.
4) Mengukur
Ketrampilan ini merupakan kemampuan untuk dasar membandingkan, mengklasifikasikan, mengkomunikasikan, memprediksi, menyimpulkan , dsb.
5) Memprediksi
Ketrampilan ini merupakan kemampuan untuk melakukan antisipasi atau membuat suatu ramalan tentang berbagai hal yang terjadi dimasa yang akan datang. Peserta didik dituntut untuk melakukan perkiraan berdasarkan konsep-konsep keilmuan yang dimilikinya, kecenderungan yang terjadi disekitarnya, keterhubungan fungsional antar fakta yang diperolehnya,dsb.
6) Menyimpulkan
Ketrampilan ini merupakan kemampuan untuk menyatakan hasil pertimbangan atau penilaian atas kondisi suatu objek atau segala peristiwa yang terjadi. Pertimbangan atau penilaian ini dilakukan atas dasar fakta, konsep dan prinsip-prinsip pengetahuan yang diketahui. Ketrampilan ini berkaitan erat dengan ketrampilan mengamati, mengumpulkan informasi, menganalisis atau mengolahnya, dan selanjutnya ketrampilan menyimpulkannya.
7) Merancang Penelitian
Perancangan suatu penelitian yang dilakukan secara cermat dan penuh kesungguhan akan menghasilkan sesuatu yang berguna dan bermakna bagi kehidupan ini. Hasil-hasil penelitian ini sangat berkaitan dengan rekonstruksi ilmu pengetahuan yang telah ada, sekaligus menjadi dasar bagi kehidupan umat manusia.
8) Bereksperimen
Bereksperimen bagi peserta didik, berarti mereka terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat ilmiah dan kegiatan-kegiatan pemecahan masalah. Ketrampilan bereksperimen merupakan salah satu ketrampilan terintegrasi, artinya membutuhkan ketrampilan-ketrampilan lain dalam pelaksanaannya.

Metode Pembelajaran

“Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan oleh guru dengan peserta didik dalam suatu situasi pendidikan atau pengajaran untuk mewujudkan tujuan yang ditetapkan.” Untuk itu setiap guru dituntut kemampuannya untuk menggunakan berbagai metode mengajar yang bervariasi.
Metode merupakan cara-cara yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi pengajaran yang benar-benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dan tercapainya prestasi belajar anak yang memuaskan.
Beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru adalah :
1) Metode ceramah
Metode ceramah adalah metode yang paling populer dan banyak digunakan oleh guru.Selain mudah penyajiannya, juga tidak memerlukan banyak media.Metode ceramah atau kuliah mimbar adalah penyajian pelajaran oleh guru dengan cara memberikan penjelasan secara lisan kepada peserta didik. Penggunaan metode ceramah sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengusai bahan, forum/audience, ketrampilan bahasa dan intonasinya.
Tujuan metode ceramah adalah menyampaikan bahan yang bersifat informasi (konsep, pengertian-pengertian dan prinsip-prinsip) yang banyak dan luas serta untuk penemuan-penemuan yang langka dan belum luas. Secara spesifik metode ceramah bertujuan untuk:
a) Menciptakan landasan pemikiran peserta didik melalui produk ceramah
b) Menyajikan garis-garis besar isi pelajaran dan permasalahan penting yang terdapat dalam isi pelajaran
c) Memperkenalkan hal-hal baru dan memberikan penjelasan secara menyeluruh dan menyinggung penjelasan teori dan prakteknya
d) Sebagai langkah awal untuk metode yang lain dalam upaya memperjelas prosedur yang harus ditempuh peserta didik
Penggunaan metode ceramah dilakukan apabila:
a) Peserta didik benar-benar memerlukan penjelasan, misalnya karena bahan baru atau guru menghindari kesalahpahaman
b) Tidak ada sumber bahan pelajaran bagi peserta didik
c) Menghadapi peserta didik yang banyak jumlahnya serta sukar untuk menerapkan metode yang lain
d) Menghemat waktu, biaya dan peralatan
Kelebihan dan keterbatasan metode ceramah
a) Kelebihan metode ceramah
(1) Murah, dalam arti efisien dalam pemanfaatan waktu dan menghemat biaya pendidikan denga seorang guru yang menghadapi banyak peserta didik
(2) Mudah, dalam arti materi dapat disesuaikan dengan keterbatasan peralatan, dapat disesuaikan dengan jadwal guru terhadap ketidaktersediaan bahan-bahan tertulis
(3) Meningkatkan daya dengar peserta didik dan menumbuhkan minat belajar dari sumber lain
(4) Memberikan wawasan yang luas daripada sumber lain karena guru dapat menjelaskan topik dengan mengkaitkannya dengan kehidupan sehari-hari

b) Keterbatasan metode ceramah
(1) Dapat menimbulkan kejenuhan kepada peserta didik , apalagi jika guru kurang dapat mengorganisasikannya
(2) Menimbulkan verbalisme pada peserta didik
(3) Materi ceramah terbatas pada apa yang diingat guru
(4) Merugikan peserta didik yang lemah dalam kemampuan mendengarkan
(5) Menjejali siswa dengan konsep yang belum tentu diingat terus
(6) Tidak merangsang perkembangan kreativitas peserta didik
(7) Proses transformasi ilmu satu arah, yaitu dari guru kepada peserta didik
2) Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi digunakan guru untuk memperagakan atau menunjukkan suatu prosedur yang harus dilakukan peserta didik yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan kata-kata saja. Metode demonstrasi didefinisikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang memahami atau ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan.
Tujuan penggunaan metode demonstrasi adalah:
a) Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dimiliki peserta didik atau dikuasai peserta didik
b) Mengkonkritkan informasi atau penjelasan kepada peserta didik
c) Mengembangkan kemampuan pengamatan pandangan dan penglihatan para peserta didik
Kelebihan dan keterbatasan metode demonstrasi
a) Kelebihan metode demonstrasi
(1) Membuat pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkrit serta menghindari verbalisme
(2) Memudahkan peserta didik memahami bahan pelajaran
(3) Proses pengajaran akan lebih menarik
(4) Merangsang peserta didik untuk lebih aktif mengamati dan mencobanya sendiri
(5) Dapat disajikan bahan pelajaran yang tidak dapat dilakukan dengan metode yang lain
b) Keterbatasan metode demonstrasi
(1) Memerlukan ketrampilan guru secara khusus
(2) Keterbatasan dalam sumber belajar, alat pelajaran, situasi yang harus dikondisikan dan waktu untuk mendemonstrasikannya
(3) Memerlukan banyak waktu
(4) Memerlukan kematangan dalam perancangan dan persiapan
3) Metode Eksperimen
Metode eksperimen atau percobaan diartikan sebagai cara belajar mengajar yang melibatkan peserta didik dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan itu.
Tujuan penggunaan metode eksperimen adalah:
a) Agar peserta didik mampu mengumpulkan fakta-fakta, informasi atau data yang diperoleh
b) Melatih peserta didik merancang, mempersiapkan, melaksanakan dan melaporkan percobaan
c) Melatih peserta didik menggunakan logika berpikir induktif untuk menarik kesimpulan dari fakta, informasi atau data yang terkumpul melalui percobaan
Kelebihan dan keterbatasan metode eksperimen
a) Kelebihan metode eksperimen
(1) Membuat peserta didik percaya pada kebenaran kesimpulan hasil percobaannya sendiri
(2) Peserta didik aktif mengumpulkan data, fakta atau informasi yang diperlukan melalui percobaan yang dilakukan
(3) Dapat menggunakan prosedur metode ilmiah dan berpikir ilmiah
(4) Memperkaya pengalaman dengan hal-hal yang bersifat objektif, realistis dan menghilangkan verbalisme
(5) Hasil belajar menjadi kepemilikan peserta didik dan sifatnya bertahan lama
b) Keterbatasan metode eksperimen
(1) Memerlukan peralatan percobaan yang lengkap
(2) Membutuhkan waktu yang relatif lama
(3) Menimbulkan kesulitan bagi guru dan peserta didik bila kurang berpengalaman dalam penelitian
(4) Kegagalan atau kesalahan dalam bereksperimen akan berakibat pada kesalahan menyimpulkan.

Tulisan Lain

  • Pornografi dalam Perspekti Sejarah;>>>baca
  • Fungsi Guru dalam Manajemen Kelas;>>>baca
  • Pendidikan dan Peningkatan Kualitas Moral Bangsa;>>>baca
  • Teori Belajar Sosial Bandura;>>>baca
  • Contoh Judul Skripsi untuk Pendidikan dan Olah Raga;>>>baca
  • About these ads

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 297 pengikut lainnya.