Masalah Penelitian

Masalah Penelitian

Apa yang dimaksud dengan “masalah penelitian”?
Masalah penelitian adalah masalah yang layak untuk diteliti
Merupakan masalah yang menimbulkan ketidakpuasan, atau tidak sesuai dengan harapan.
Sesuatu yang dirasa menyulitkan sehingga perlu diubah
Suatu proses yang tidak berjalan baik
Kondisi yang perlu ditingkatkan
Kesulitan yang harus diatasi
Pertanyaan yang memerlukan jawaban

Pertanyaan penelitian Pada umumnya masalah penelitian merupakan pertanyaan yang akan menjadi fokus penyelidikan dan menentukan metode yang akan digunakan. Berikut ini adalah contoh pertanyaan penelitian yang menentukan arah bagi metodologi yang akan digunakan;
1. Apakah pembelajaran yang berpusat pada siswa lebih mampu meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan pembelajaran tradisional? (penelitian eksperimental)
2. Pembelajaran seperti apakah yang umumnya terjadi setiap hari di sekolah dasar ? (penelitian etnografi)
3. Apakah dalam buku sains SD terdapat miskonsepsi? (Analisis isi)
4. Bagaimana kita dapat memprediksi siswa manakah yang mengalami kesulitan belajar pada topik tertentu? (penelitian korelasional)
5. Bagaimana sikap orangtua terhadap program konseling di sekolah? (penelitian survey)

Pertanyaan di atas seringkali muncul dalam tugas guru atau peneliti berdasarkan observasi atau pengalamannya, dan pertanyaan ini seringkali memerlukan penyelidikan yang lebih mendalam. Untuk itu seorang peneliti perlu mengumpulkan sejumlah informasi untuk menjawabnya. Ada pula pertanyaan yang sulit dijaring informasinya, misalnya:
Apakah filsafat perlu dimasukkan dalam kurikulum SMA?
Apa makna kehidupan?

Pertanyaan pertama, berkaitan dengan nilai : baik dan buruk; perlu dan tidak perlu; jadi, tidak dapat diamati. Namun pertanyaan pertama di atas dapat menjadi pertanyaan penelitian bila kalimatnya diubah: “Apakah masyarakat merasa perlu memasukkan filsafat dalam kurikulum SMA?” Dengan pertanyaan di atas, kita dapat mengumpulkan data untuk menjawab pertanyaan penelitian Pertanyaan kedua bersifat metafisika, di luar jangkauan pengalaman kita dan bersifat transendental. Pertanyaan ini memerlukan jawaban yang bersifat akumulasi dari sejumlah informasi. Karakteristik pertanyaan penelitian
1. Pertanyaan bersifat feasible; dapat diselidiki sesuai dengan tenggat waktu, energi dan dana yang terbatas
2. Pertanyaan jelas : dapat dipahami oleh orang lain
3. Pertanyaan bermakna untuk diteliti karena akan memberikan kontribusi penting secara keilmuan
4. Pertanyaan hendaknya menyelidiki hubungan meskipun tidak selalu

Baik kita bahas satu persatu

1. Pertanyaan penelitian harus feasible Pertanyaan penelitian yang feasible adalah pertanyaan yang dapat diteliti melalui sumber-sumber yang ada. Pertanyaan tertentu misalnya tentang „eksplorasi ruang angkasa‟, atau „efek jangka panjang terhadap para astronaut yang mengikuti program penelitian ruang angkasa‟ jelas memerlukan dana yang sangat besar dan waktu yang lama. Dalam bidang farmasi, kedokteran, pertanian, dan militer, penelitian dilakukan oleh orang yang terlibat langsung dalam kegiatan praktek. Namun dalam bidang pendidikan, masih penelitian yang dilakukan oleh guru masih sangat kurang. Pada umumnya dilakukan oleh orang di „luar‟ sekolah, seperti Dosen dan mahasiswanya yang ditunjang oleh waktu dan dana yang terbatas, sehingga mungkin saja fisibilitasnya tidak ada. Contoh:
a. Bagaimana pendapat siswa tentang program pembelajaran berbasis komputer untuk topik tentang sintesis protein? (feasible)
b. Bagaimanakah efeknya terhadap hasil belajar siswa, bila masing-masing siswa memiliki komputer pribadi untuk digunakan selama satu semester? (tidak terlalu feasible)

2. Pertanyaan penelitian harus jelas Pertanyaan penelitian harus mencerminkan apa yang akan diteliti, atau yang menjadi fokus penelitian Contoh:
a. Apakah pembelajaran berorientasi humanistic efektif?

Bagi sebagian orang kata yang digarisbawahi di atas mungkin jelas, tetapi orang lain mungkin tidak memahami apa yang dimaksud dengan “pembelajaran berorientasi humanistic” tersebut. Apa karakteristiknya? Bagaimana strategi pembelajarannya? Bagaimana kegiatan pembelajarannya? Apa kegiatan siswa dan kegiatan guru? Media apa yang digunakan? Pertanyaan di atas akan lebih jelas bila diubah menjadi: “Bagaimanakah efektifitas pembelajaran yang berorientasi humanistic?”
b. “Bagaimana perasaan guru terhadap kelas khusus bagi anak cacat?”

„Guru‟ dalam pertanyaan diatas perlu diklarifikasi: guru kelas berapa? Mengajar apa? Siswa usia berapa yang dilibatkan? Pengalaman belajar apa yang diberikan? „Perasaan guru‟ juga ambiguous. Apakah bererti pendapat guru? Reaksi emosional guru? Atau tentang kegiatan guru? „kelas khusus‟ dan „anak cacat‟ juga perlu diklarifikasi. Dalam konsep pendidikan saat ini banyak istilah yang perlu dijelaskan, misalnya: kurikulum inti, kegiatan pembelajaran, pengelolaan yang efektif, pendekatan konstruktivistik, dll. Oleh karena itu perlu ada penjelasan istilah, yang dapat dilakukan melalui :
(a) pendekatan kamus : ada banyak keterbatasan; kurang dianjurkan
(b) definisi istilah melalui contoh.
(c) mendefinisikan variabel penelitian secara operasional, bagaimana kegiatan dilakukan, bagaimana data dijaring, termasuk variabel bebas ataukah variabel tak bebas.

Definisi operasional sangat membantu dalam menjelaskan variabel Penjelasan istilah sangat penting bagi peneliti untuk menentukan arah bagi teknik pengumpulan dan analisis data. 3. Pertanyaan penelitian harus bermakna Maksudnya berharga untuk diteliti dan memiliki kontribusi secara keilmuan karena suatu penelitian memerlukan energi, waktu, materi, dana, dan sumber-sumber lain yang perlu dihargai maka hasilnyapun perlu dihargai sebagai karya penelitian. Untuk itu peneliti perlu bertanya tentang: Apa manfaat hasilnya? Apakah mempunyai implikasi untuk meningkatkan praksis pembelajaran? Apakah untuk menentukan arah kebijakan? Apakah untuk perencanaan program? Ada 2 kelemahan proposal yaitu (1) terlalu banyak asumsi (2) terlalu membesar-besarkan implikasi penelitiannya. 4.Pertanyaan bersifat etis Rumusan pertanyaan hendaknya tidak menyinggung perasaan pihak lain, baik secara langsung maupun tak langsung. Kalimat sopan dan tertata dengan baik. Tambahan: untuk penelitian korelasional atau kausal komparatif, pertanyaan penelitian hendaknya menceminkan hubungan yang akan dikaji. Untuk penelitian lain kadang-kadang juga memerlukan pertanyaan yang mencerminkan hubungan. Kesimpulan
Masalah penelitian sebaiknya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
Pertanyaan penelitian hendaknya dapat memberi arah bagi proses penelitian
Pertanyaan penelitian yang baik memiliki 4 ciri: feasible , jelas, bermakna, dan etis.; kadang-kadang perlu mencerminkan adanya hubungan
Ada 3 cara menjelaskan istilah: definisi kamus, definisi melalui contoh, dan definisi operasional
Definisi operasional menggambarkan tentang bagaimana suatu istilah diukur

Silakan Baca Tulisan yang lain

Klasifikasi Bank;>>>> Baca

Teks, Tekstologi, dan Kritik Teks;>>>> Baca

Disonansi Moral Anak Jaman Sekarang;>>>> Baca

Konsepsi Membaca dan…;>>>> Baca

Riset dalam Dunia Pendidikan;>>>>>>>>> Baca

Hakekat Penelitian Pendidikan;>>>>>>>>> Baca

About these ads

Satu Tanggapan

  1. izin saya simpan pak artikel ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 298 pengikut lainnya.