PROSES PEMBENTUKAN KATA BAHASA INDONESIA DAN ISTILAH-ISTILAH TEKNIS MORFOLOGI

PROSES PEMBENTUKAN KATA BAHASA INDONESIA DAN ISTILAH-ISTILAH TEKNIS MORFOLOGI

1. Pengertian Morfologi:
a. Bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dari arti kata.
b. Ilmu yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik.
c. Bagian atau cabang ilmu bahasa yang menitikberatkan perhatiannya kepada proses pembentukan kata-kata.
d. Bagian atau cabang ilmu bahasa yang mempelajari proses pembentukan kata dari morfem-morfem.

2. Pengertian Fonologi atau Fonemik:

Bagian atau cabang ilmu bahasa yang menyelidiki/mempelajari bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya.
3. Pengertian Sintaksis:

Bagian atau cabang ilmu bahasa yang mempelajari hubungan kata dengan kata dalam satuan yang lebih besar (frase, klausa, dan kalimat).
4. Pengertian Semantik:
a. Bagian dari struktur bahasa yang berhubungan dengan makna dari ungkapan.
b. Cabang semiotika (ilmu lambang-lambang) yang mempelajari hubungan antara lambing dan referennya.

5. Pengertian Leksikologi:

Bagian atau cabang ilmu bahasa yang mempelajari komponenbahasa yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa (leksikon). 2

6. Proses Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia

Dalam Bahasa Indonesia sekurang-kurangnya terdapat tujuh macam proses pembentukan kata (proses morfologis), yakni
a. Derivasi Zero: proses pembentukan kata yang menghasilkan bentuk yang sama dengan dasarnya.

D + DZ KATA (duduk + DZ DUDUK)
b. Afiksasi: proses pembentukan kata melalui penempelan afiks pada dasar.

D + AF KATA (kata + ber- BERKATA)
c. Reduplikasi: proses pembentukan kata melalui pengulangan dasar, baik seluruhnya maupun sebagian; baik disertai perubahan bunyi maupun tidak.

D + R KATA (balik + R BOLAK-BALIK)
d. Komposisi atau pemajemukan: Proses pembentukan kata melalui penggabungan dua buah dasar atau lebih.

D + D2 KATA (banting + tulang BANTING-TULANG)
e. Derivasi Balik: Proses pembentukan kata melalui analogi yang salah atas proses pembentukan kata yang lazim.

D + DB KATA (mungkir + DB PUNGKIR DIPUNGKIR)
f. Abreviasi: Proses pembentukan kata melalui penghilangan sebagian dasar, baik setelah melalui penggabungan maupun tidak.

D (D + D) + PEM KATA
1) Pemenggalan: ibu + PEM BU
2) Kontraksi : tak + akan TAKKAN
3) Akronim : peluru + kendali RUDAL
4) Penyingkatan: Republik + Indonesia RI

(Lihat Kridalaksana, 1988: 56) 2
g. Pergantian intern (internal change): Proses pembentukan kata melalui perubahan di dalam kata dasar.

D + PI KATA (pemuda + PI PEMUDI) (Lihat Parera, 1988: 19-20)

7. Istilah-istilah Teknis Morfologi
a. Satuan gramatik (Ramlan) atau satuan lingual (Sudaryanto): satuan-satuan yang mengandung arti, baik arti leksikal maupun arti gramatikal.

b. Satuan gramatik bebas dan satuan gramatik terikat.
1) Satuan gramatik bebas adalah satuan gramatik yang pada tataran morfologi dapat berdiri sendiri sebagai kata, tidak bergantung pada kehadiran satuan lain.
2) Satuan gramatik terikat adalah satuan gramatik yang pada tataran morfologi baru dapat menjadi kata setelah ditempeli oleh atau ditempelkan kepada satuan lain (tergantung pada kehadiran satuan lain).

c. Bentuk tunggal dan bentuk kompleks (satuan gramatik tunggal dan satuan gramatik kompleks)
1) Bentuk tunggal adalah bentuk yang hanya terdiri atas satu satuan gramatik.

Bila satuan gramatik tersebut bebas secara morfologis, bentuk itu disebut kata tunggal (monomorphemic word).
2) Bentuk kompleks adalah bentuk yang terdiri atas dua atau lebih satuan gramatik.

Bila bentuk itu bebas secara mjorfologis, bentuk tersebut merupakan kata kompleks (polymorphemic word). Dengan demikian, pada tataran morfologi terdapat empat macam satuan gramatik, yaitu (1) satuan gramatik tunggal yang bebas, (2) satuan gramatik tunggal yang terikat, (3) satuan gramatik kompleks yang bebas, dan (4) satuan gramatik kompleks yang terikat

Diagnosis Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Sd/mi Melalui Analisis Reading Readiness;>>>> Baca

Teknologi Informasi Dan Dampak Sosial;>>>> Baca

Strategic Management untuk Humas;>>>> Baca

Segmentasi Pasar;>>>> Baca

Alat Bantu Mengukur dan Menghitung;>>>>>>>>> Baca buka semua

About these ads

2 Tanggapan

  1. makasih atas ilmunya ya …aku jadi makin ngerti tentang kosakata…
    by :aulia di Cibinong

  2. makasih atas pemberitahuan.nya

    by.mazruri nx smk siliwangi ams banjarsari

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 304 pengikut lainnya.