KONSEP, FUNGSI DAN PRINSIP BIMBINGAN DI TAMAN KANAK-KANAK

KONSEP, FUNGSI DAN PRINSIP BIMBINGAN DI TAMAN KANAK-KANAK

Kebutuhan akan layanan bimbingan di taman kanak-kanak muncul dari karakteristik dan masalah-masalah perkembangan yang terjadi pada masa kanakkanak. Pada masa perkembangan anak taman kanak-kanak, masalah dapat menghambat pencapaian perkembangan masa berikutnya, dan juga mempengaruhi aspek-aspek perkembangan lainnya.
Layanan bimbingan sebagai suatu upaya bantuan yang diberikan guru pada anak dilaksanakan secara bersama-sama dengan proses pembelajaran yang terjadi. Artinya guru pada saat mengajar dapat pula berperan sebagai pembimbing anak. Layanan bimbingan memiliki beberapa fungsi dan prinsip-prinsip yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan bimbingan di taman kanak-kanak.

A. Makna Bimbingan di Taman Kanak-kanak

Proses pendidikan dapat dilakukan melalui tiga bentuk kegiatan, yaitu bimbingan, pengajaran dan latihan. Melalui proses bimbingan anak dibantu untuk dapat mengembangkan berbagai aspek kemampuan yang dimilikinya, dan bilamana anak mengalami kesulitan atau hambatan dalam proses perkembangannya, maka layanan bimbingan juga perlu membantu agar permasalahan yang dihadapi tidak menghambat proses tumbuh kembang anak.
Pengajaran juga menjadi suatu kegiatan yang dilakukan dalam upaya menyiapkan anak didik untuk dapat berperan di masa yang akan datang, karena melalui suatu proses kegiatan yang terencana dan ditangani oleh pihak yang berkompeten dapat terselenggara suatu proses pendidikan yang bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga apa yang dicita-citakan diharapkan dapat tercapai.

Latihan menjadi suatu kegiatan yang tak kalah pentingnya dalam pelaksanaan proses pendidikan karena untuk mencapai sumber daya manusia yang bermutu tidak cukup hanya dibekali berbagai kemampuan yang bersifat kognitif afeksi saja, tetapi pada anak didik perlu dikembangkan berbagai kemampuan psikomotornya melalui berbagai latihan.
Kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan dalam pelaksanaannya tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi kegiatan ini dilakukan secara terintegrasi yang bermuara pada tercapainya penyiapan peserta didik yang bermutu. Terintegrasi dalam pemahaman di atas dimaksudkan bahwa kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan dilaksanakan secara bersama-sama dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan
pendidikan yang diharapkan.

Ilustrasi tentang pelaksanaan ketiga kegiatan di atas dapat disimak berikut ini. Ibu Ani adalah salah seorang guru di taman kanak-kanak sedang mengajar di depan kelas. Ibu Ani menjelaskan kepada anak didik tentang berbagai alat transportasi yang dapat digunakan manusia. Alat-alat itu dapat berupa mobil, sepeda, kereta api, pesawat terbang atau kapal laut. Ibu Ani pada saat itu sedang berperan sebagai pengajar karena bu Ani memberikan penjelasan tentang sesuatu materi kepada anak
didik.
Pada kesempatan berikutnya Ibu Ani mengajak anak untuk membuat alat-alat transportasi dengan menggunakan kertas lipat. Ibu Ani memberi contoh bagaimana membuat pesawat terbang dari kertas lipat. Diajarinya anak-anak dengan memperagakan secara langsung membuat pesawat terbang dari kertas lipat. Kegiatan ini mendorong anak didik untuk dapat melatih otot-otot halusnya, dengan kegiatan melipat anak menggerakkan jari jemarinya dan berusaha untuk melatih sedikit demi sedikit keterampilan anak dalam membuat pesawat terbang melalui kertas lipat.
Melalui kegiatan seperti ini, ibu Ani melatih kemampuan anak untuk terampil membuat pesawat terbang melalui kertas lipat. Ketika ibu Ani mengajak anak-anak untuk membuat pesawat terbang dari kertas lipat, ditemukan ada anak yang sedang menangis. Ibu Ani mencoba mendekati anak tersebut dan bertanya mengapa anak menangis. Bu Ani berusaha untuk meredakan tangisnya dan mendorong (memotivasi) anak untuk mau melakukan kegiatan tersebut seperti teman-temannya.

Ibu Ani tidak memaksa anak untuk mengerjakan tetapi dengan penuh kesabaran Ibu Ani memotivasi anak untuk belajar. Upaya ibu Ani dalam memahami kondisi dan kemampuan anak serta berusaha untuk membantu kesulitan anak dalam melakukan suatu aktivitas tertentu di atas menunjukkan bahwa ibu Ani berperan sebagai pembimbing.

Kegiatan bimbingan sebagai salah satu bentuk kegiatan pendidikan mempunyai makna yang luas. Beberapa ahli mengemukakan makna bimbingan sebagai berikut :

1. Menurut Crow & Crow (1960), bimbingan adalah suatu bantuan yang diberikan oleh seseorang baik pria maupun wanita, yang memiliki pribadi yang baik dan pendidikan yang memadai, kepada seorang individu dari setiap usia untuk menolongnya mengemudikan kegiatan-kegiatan hidupnya sendiri, membuat pilihannya sendiri dan memikul bebannya sendiri.

2. Menurut Stopps (1958) bimbingan adalah suatu proses yang terus menerus dalam membantu perkembangan individu untuk mencapai kemampuannya secara maksimal dalam mengarahkan manfaat yang sebesar-besarnya, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat.

3. Menurut Arthur J. Jones (1979) bimbingan adalah suatu pemberian bantuan kepada individu dalam membuat suatu pilihan kemampuan dan penyesuaian dalam kehidupannya. Kemampuan itu harus dikembangkan. Prinsip utama pengembangan setiap individu adalah meningkatkan kemampuan, kemampuan memecahkan masalah dan meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri.

4. Menurut Rochman Natawidjaja (1984) bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara terus menerus supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga ia sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Dari definisi-definisi di atas nampak adanya beberapa kesamaan, yaitu bahwa bimbingan merupakan suatu proses bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat berkembang secara optimal. Bimbingan sebagai suatu proses, mengandung arti bahwa bimbingan bukanlah merupakan suatu kegiatan sesaat melainkan melibatkan berbagai tindakan yang bersifat terencana, sistematis dan berkelanjutan.
Pemberian bantuan dalam arti bimbingan mengandung arti bahwa guru atau pembimbing bukan mengambil alih masalah dan tugas serta tanggung jawab pemecahannya dari peserta didik, melainkan mengembangkan lingkungan yang kondusif, dan mendorong individu untuk mengubah perilaku dan mampu menerima tanggung jawab, sehingga individu mampu memecahkan masalahnya sendiri.
Bantuan diberikan kepada individu dalam arti individu yang sedang berada dalam proses perkembangan, baik perkembangan fisik, intelektual, sosial maupun emosi. Sementara bantuan yang diberikan dimaksudkan agar individu dapat berkembang secara optimal yaitu tercapainya proses perkembangan yang sesuai dengan karakteristik dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu.
Pemahaman di atas merupakan pemahaman bimbingan dalam arti yang luas yang mencakup makna bimbingan bagi seluruh individu. Anak taman kanak-kanak merupakan bagian dari individu yang dalam pelaksanaan pembelajarannya di taman kanak-kanak juga tidak terlepas dari kegiatan bimbingan.
Pendidikan dapat dilakukan dalam berbagai jenjang dan jenis, salah satunya adalah pendidikan taman kanak-kanak. Taman kanak-kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan prasekolah yang menyediakan program pendidikan dini bagi anak usia empat tahun sampai memasuki pendidikan dasar. Pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidkan dasar, yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau di jalur pendidikan luar sekolah (PP No. 27 tahun 1990)

Proses pembelajaran di taman kanak-kanak juga dapat dilakukan melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan yang semua kegiatan itu dilakukan secara terintegrasi. Artinya, dalam proses pembelajaran di taman kanak-kanak, kegiatan bimbingan, pengajaran maupun latihan dilakukan secara bersama-sama dan saling terkait satu sama lain, walaupun dalam pelaksanaannya, kadangkala sulit dibedakan mana yang termasuk bimbingan, pengajaran atau latihan.
Anak taman kanak-kanak adalah sosok individu yang sedang berada dalam proses perkembangan, yaitu berkembangnya berbagai aspek kepribadian anak baik fisik, intelektual, sosial, emosional maupun bahasa. Berbagai aspek perkembangan ini dapat berkembang normal manakala lingkungan juga turut memberikan kontribusi positif bagi tumbuh kembangnya anak. Namun kadangkala dalam proses perkembangannya, anak juga mengalami beberapa hambatan/kesulitan yang mempengaruhi proses perkembangannya.
Dalam Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-kanak (PKBTK) 1994 diungkapkan bahwa bimbingan di taman kanak-kanak merupakan proses bantuan khusus yang diberikan oleh guru atau petugas lainnya kepada anak didik dalam rangka memperhatikan kemungkinan adanya hambatan/kesulitan yang dihadapi anak dalam rangka mencapai perkembangan yang optimal.
Dari penjelasan di atas, guru perlu memiliki kemampuan untuk mengetahui berbagai hambatan/kesulitan yang dihadapi anak didiknya dan berupaya untuk membantunya semaksimal mungkin. Selain dari itu, guru juga perlu berorientasi pada upaya membantu perkembangan anak sesuai dengan karakteristik dan kemampuan yang dimiliki anak. Artinya, bahwa proses bantuan yang dilakukan guru di taman kanak-kanak bukan semata-mata membantu mengurangi atau menghilangkan berbagai hambatan yang dihadapi anak, akan tetapi lebih dari itu yakni membantu proses perkembangan anak sehingga anak dapat mengembangkan dirinya seoptimal mungkin tanpa mengalami hambatan.

B. Tujuan Bimbingan di Taman Kanak-kanak
Tujuan bimbingan di taman kanak-kanak beranjak dari perkembangan anak dan kemungkinan berbagai hambatan/kesulitan yang dihadapi anak. Tujuan bimbingan di taman kanak-kanak terbagi menjadi tujuan bimbingan secara umum dan khusus.
Tujuan umum bimbingan di taman kanak-kanak adalah membantu anak didik agar dapat mengenal dirinya dan lingkungan terdekatnya sehingga dapat menyesuaikan diri melalui tahap peralihan dari kehidupan di rumah ke kehidupan di sekolah dan masyarakat sekitar anak.
Dari tujuan bimbingan tersebut dapat dipahami bahwa bimbingan yang dilakukan merupakan upaya membantu anak untuk melewati proses peralihan antara lingkungan keluarga menuju lingkungan sekolah yang lebih luas. Dalam proses peralihan ini, anak perlu memiliki berbagai kemampuan agar anak dapat beradaptasi dan berkembangan secara optimal ketika memasuki lingkungan sekolah atau
masyarakat.
Dedi Supriadi (1997) mengungkapkan bahwa masa taman kanak-kanak merupakan masa peralihan dari kehidupan keluarga ke kehidupan sekolah. Pada masa ini anak dihadapkan pada berbagai keadaan yang cenderung berbeda dengan keadaan di lingkungan rumahnya. Di lingkungan rumah anak hanya berhadapan dengan ibu, bapak dan anggota keluarga lainnya. Sementara di lingkungan sekolah anak akan banyak berhadapan dengan anak lain yang berbeda jauh dengan keluarganya.
Melewati tahap peralihan dari kehidupan rumah ke kehidupan sekolah dan masyarakat sekitar anak, tidaklah mudah, berbagai hambatan/kesulitan mungkin saja ditemui anak. Bimbingan yang dilakukan guru di taman kanak-kanak berusaha untuk membantu anak mengatasi hambatan yang dihadapinya dan dapat menghantarkan anak pada proses perkembangan secara wajar.
Selain tujuan umum seperti yang diungkapkan di atas, bimbingan di taman kanak-kanak juga secara khusus bertujuan untuk :

1. Membantu anak lebih mengenal dirinya, kemampuannya, sifat-sifatnya, kebiasaannya dan kesenangannya.
Setiap anak didik di taman kanak-kanak memiliki karakteristik masing-masing baik sifat, kemampuan, kebiasaan bahkan kesenangannya. Karakteristik setiap anak berbeda satu sama lain. Bimbingan di taman kanak-kanak berupaya membantu anak didik untuk mengenali berbagai karakteristik yang dimilikinya.

2. Membantu anak mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Setiap anak didik di taman kanak-kanak memiliki berbagai potensi dan potensi ini perlu dikembangkan seoptimal mungkin. Bimbingan di taman kanak-kanak berupaya membantu anak mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya.

3. Membantu anak mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.
Walaupun usia anak taman kanak-kanak masih tergolong relatif muda, tetapi tidak menutup kemungkinan anak di usia itu juga mengalami berbagai kesulitan, misalnya anak dikucilkan oleh teman-temannya, anak cepat marah dan sebagainya. Kesulitan yang dihadapi anak membuat anak tidak dapatmengembangkan diri dan bila dibiarkan begitu saja anak akan semakin mengalami kesulitan dalam memasuki lingkungan yang lebih luas

4. Membantu anak menyiapkan perkembangan mental dan sosial untuk masuk ke lembaga pendidikan selanjutnya. Taman kanak-kanak berfungsi sebagai peralihan dari lingkungan keluarga ke lingkungan sekolah dasar. Sekolah dasar adalah lingkungan yang baru bagi anak. Di sekolah dasar anak akan menemukan situasi yang berbeda dengan lingkungan rumah. Anak akan berhadapan dengan sejumlah anak lain yang berlatar belakang keluarga yang berbeda, berhadapan dengan guru dan berbagai aturan yang cenderung akan menuntut anak untuk mentaatinya. Bimbingan di taman kanak kanak membantu kesiapan anak baik fisik, mental maupun sosial untuk dapat memasuki lingkungan sekolah yang lebih luas

5. Membantu orang tua agar mengerti, memahami dan menerima anak sebagai individu. Orang tua pada dasarnya adalah pendidik dan peletak dasar yang utama bagi anaknya, namun kadangkala orang tua kurang memahami karakteristik dan potensi yang dimiliki anak-anaknya, sehingga ada orang tua yang cenderung menuntut anaknya untuk memenuhi segala harapan orang tuanya atau orang tua bersikap tidak peduli dengan kondisi anaknya. Pemahaman orang tua dan sikap menerima anak apa adanya akan turut membantu proses perkembangan anak.

6. Membantu orang tua mengatasi gangguan emosi anak yang ada hubungannya dengan situasi keluarga di rumah Emosi adalah bagian dari kepribadian anak yang perlu dikembangkan secara wajar. Terhambatnya perkembangan emosi anak akan mewarnai perkembangan aspek kepribadian lainnya. Orang tua adalah orang yang kerap berhubungan dengan anak, karena waktu interaksi anak banyak berhubungan dengan orang tuanya. Iklim kehidupan yang diciptakan orang tua di rumah apakah menyenangkan atau tidak, akan mempengaruhi bagaimana sikap anak ketika belajar di taman kanak-kanak.

7. Membantu orang tua mengambil keputusan memilih sekolah bagi anaknya yang sesuai dengan taraf kemampuan intelektual, fisik dan sosial emosionalnya. Memilih sekolah tidak semata-mata dilihat dari harapan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang terbaik, tetapi pertimbangan pemilihan sekolah anak perlu disesuaikan dengan taraf kemampuan anak. Guru taman kanak-kanak dapat memberikan pertimbangan pemilihan sekolah bagi anak didiknya berdasarkan perkembangan kemampuan yang ditunjukkan anak selama belajar di taman kanak-kanak. Melanjutkan belajar di sekolah dasar tidak hanya memerlukan kesiapan kemampuan intelektual saja, kemampuan fisik-motorik,
sosial dan emosionalnya perlu juga dipersiapkan supaya anak dapat mengikuti proses pembelajaran secara baik dan dapat terkembangkannya berbagai aspek kemampuan anak secara keseluruhan.

8. Memberikan informasi pada orang tua untuk memecahkan masalah kesehatan anak.
Kesehatan anak merupakan masalah penting yang harus diperhatikan baik oleh guru maupun orang tua. Kesehatan anak sangat menunjang proses tumbuh kembangnya anak. Anak yang sehat akan berkembang lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak sehat, karena dengan badan yang sehat aktivitas dan kemampuan anak dapat berkembang secara baik. Guru taman kanak-kanak perlu memberikan berbagai informasi sekaitan dengan perkembangan kesehatan anak. Tugas guru dan orang tua untuk membantu memecahkan berbagai masalah kesehatan anak.

C. Fungsi Bimbingan di Taman Kanak-kanak

Bimbingan di taman kanak-kanak memiliki beberapa fungsi:
1. Fungsi Pemahaman
Yaitu usaha bimbingan yang akan menghasilkan pemahaman bagi orang tua dan guru tentang :

1. Diri anak didik
Anak adalah sosok individu yang memiliki berbagai karakteristik yang berbeda satu sama lain, berbeda pula kelebihan dan kelemahannya. Setiap anak memiliki irama perkembangan masing-masing dan memiliki kapasitas untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya. Upaya bimbingan yang dilakukan di taman kanakkanak diharapkan mampu memberikan pemahaman tentang berbagai hal yang ada pada diri anak didik.

2. Hambatan atau masalah-masalah yang dihadapi anak didik
Dalam proses perkembangannya, anak taman kanak-kanak tidak lepas dari berbagai hambatan atau masalah. Bila hambatan ini dibiarkan maka akan memperngaruhi proses perkembangan anak berikutnya. Bimbingan di taman kanak-kanak berupaya untuk membantu anak didik mengurangi atau
menghilangkan berbagai hambatan yang dihadapi. Dengan bimbingan, orang tua dan guru dapat memiliki pemahaman tentang berbagai hambatan atau masalah yang dihadapi anak.

3. Lingkungan anak didik yang mencakup lingkungan keluarga dan taman kanak kanak Lingkungan sekitar anak yaitu lingkungan keluarga dan lingkungan taman kanakkanak merupakan lingkungan yang sehari-hari dimasuki anak. Dalam lingkunganlingkungan tersebut banyak hal yang turut mempengaruhi tumbuh kembangnya anak. Proses perkembangan anak ditentukan tidak hanya oleh faktor genetika, tetapi lingkunganpun memiliki andil yang besar untuk keberlangsungan proses perkembangan anak. Upaya bimbingan di taman kanak-kanak memberikan
anak.
4. Lingkungan yang lebih luas di luar rumah dan di luar taman kanak-kanak
Lingkungan yang lebih luas selain lingkungan rumah dan taman kanak-kanak perlu menjadi perhatian guru dan orang tua karena pengaruh media elektronika dan berbagai perkembangan yang terjadi di masyarakat secara luas akan turut mempengaruhi perkembangan anak. Mudahnya anak terpengaruh oleh hal-hal yang berkembang di masyarakat menjadi perhatian utama bimbingan di taman kanakkanak.
Melalui bimbingan, guru dan orang tua dapat memiliki pemahaman tentang hal-hal yang terjadi di lingkungan masyarakat.

5. Cara-cara penyesuaian dan pengembangan diri
Kemampuan menyesuaikan diri merupakan suatu aspek yang perlu dimiliki oleh anak didik di taman kanak-kanak. Luasnya lingkungan yang akan dimasuki anak menuntut kemampuan penyesuaian diri yang lebih baik dari diri anak. Selain dari itu, berbagai tuntutan yang terjadi di masyarakat mendorong anak didik untuk lebihmampu mengembangkan dirinya agar anak dapat berperan secara lebih baik di kemudian hari. Upaya bimbingan di taman kanak-kanak dapat menumbuhkan pemahaman bagi guru dan orang tua bagaimana cara menyesuaikan diri dan mengembangkan kemampuan anak didik.

1. Fungsi Pencegahan
Yaitu usaha bimbingan yang dapat mencegah anak didik dari berbagai
permasalahan yang dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitankesulitan
dalam proses perkembangannya.
Bimbingan di taman kanak-kanak berfungsi memberikan pencegahan terhadap
berbagai kemungkinan yang dapat dialami anak didik selama proses perkembangan.
Kemungkinan tersebut dapat berupaya masalah yang berkaitan dengan kondisi sosial,
emosional atau kemampuan beradaptasi dengan lingkungan secara lebih luas. Dalam
melaksanakan fungsi pencegahan, guru dapat melakukannya melalui berbagai teknik,
diantaranya dengan bercerita atau bermain peran.

2. Fungsi Perbaikan
Yaitu usaha bimbingan yang diarahkan pada terselesaikannya berbagai
hambatan atau kesulitan yang dihadapi anak didik Kesulitan anak seberapapun
kecilnya akan senantiasa mempengaruhi aktivitas dan perkembangan anak. Bilamana
anak mengalami kesulitan, terlihat dari perubahan sikap yang ditunjukkan anak
sehari-hari. Bila kesulitan anak ini dibiarkan maka anak akan lebih terganggu
aktivitasnya dan akan mempengaruhi proses perkembangan selanjutnya. Upaya
bimbingan juga diarahkan untuk memperbaiki berbagai hambatan atau kesulitan yang dihadapi anak.

1. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Yaitu usaha bimbingan yang diharapkan dapat terpeliharanya dan
berkembangnya berbagai potensi dan kondisi positif anak didik dalam rangka
perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.
Bimbingan tidak hanya diarahkan pada upaya membantu mengurangi berbagai
kesulitan yang dihadapi anak didik, tetapi upaya bimbingan juga berfungsi untuk
senantiasa memelihara berbagai potensi dan kondisi yang baik yang sudah dimiliki
anak. Pemeliharaan ini menjadi penting artinya karena anak perlu selalu berada dalam kondisi kondusif dalam upaya pengembangan dirinya. Selain dari itu, dengan
terpeliharanya potensi dan kondisi positif anak, anak perlu dikembangkan seoptimal
mungkin. Upaya bimbingan dalam mengembangkan kemampuan anak harus
berorientasi pada kemampuan yang dimiliki anak.

D. Prinsip-prinsip Bimbingan di Taman Kanak-kanak

Pelaksanaan bimbingan di taman kanak-kanak perlu memperhatikan prinsipprinsip
sebagai berikut :
1. Bimbingan bagian penting dari proses pendidikan.
Proses pendidikan bukanlah proses pengembangan segi intelektual semata,
melainkan proses pengembangan seluruh segi kepribadian anak, karena
kepribadian anak tidak dapat dipilah-pilah ke dalam serpihan-serpihan tertentu.
Pendidikan bukan pula proses menyamakan perkembangan anak, tetapi proses
mengembangkan kemampuan yang dimiliki anak untuk mengembangkan totalitas
kepribadiannya sebagai makhluk pribadi, sosial, dan makhluk Tuhan. Kehadiran
bimbingan di dalam praktek pendidikan tidak cukup dipertautkan dengan proses
pengajaran melainkan juga perlu dipertautkan dengan berbagai kegiatan lain yang
menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.

2. Bimbingan diberikan kepada semua anak didik dan bukan hanya untuk anak yang menghadapi masalah.
Semua anak didik memerlukan bantuan, baik yang dianggap tidak punya masalah maupun anak yang menghadapi masalah. Anak yang dianggap tidak memiliki masalah membutuhkan bimbingan, karena anak perlu tetap mengembangkan kemampuan yang ada pada dirinya. Bantuan yang diberikan pada anak seperti ini bersifat pencegahan dan pengembangan. Sementara bimbingan untuk anak yang bermasalah lebih bersifat perbaikan.

3. Bimbingan merupakan proses yang menyatu (integratif) dalam semua kegiatan pendidikan
Bimbingan merupakan salah satu kegiatan pendidikan di samping pengajaran dan latihan. Pelaksanaan bimbingan di taman kanak-kanak tidak dapat dipisahkan dalam keseluruhan proses pembelajaran. Ketika guru melaksanakan kegiatan pengajaran dan latihan, ketika itu pula guru dapat melaksanakan proses bimbingan. Guru dapat melaksanakan proses bimbingan dengan menggunakan metode pembelajaran yang seringkali digunakan dalam mengajar.

4. Bimbingan harus berpusat pada anak yang dibimbing
Kejelasan arah kepada siapa proses bimbingan itu dilakukan akan mewujudkan hasil yang baik dari suatu proses yang dilakukan. Guru tidak boleh sembarangan memberikan bimbingan, bimbingan yang dilakukan guru harus dilatarbelakangi pemahaman terhadap kondisi permasalahan anak yang dibimbingnya.

5. Kegiatan bimbingan mencakup seluruh kemampuan perkembangan anak yang
meliputi kemampuan fisik-motorik, kecerdasan, sosial, maupun emosional.
Bimbingan yang dilakukan di taman kanak-kanak perlu berorientasi pada seluruh aspek perkembangan anak, tidak hanya terpusat pada satu aspek perkembangan saja. Terhambatnya perkembangan salah satu aspek yang ada pada diri anak, dapat
menghambat perkembangan aspek-aspek yang lain. Perkembangan kemampuan
fisik terkait dengan perkembangan motorik halus dan motorik kasar anak dan terkait pula dengan perkembangan kemampuan intelektual, sosial dan emosionalnya. Demikian pula dengan aspek-aspek perkembangan lain yang saling bertautan.

6. Bimbingan harus dimulai dengan mengenal (mengidentifikasi) kebutuhankebutuhan
yang dirasakan oleh anak.
Bimbingan di taman kanak-kanak diawali dengan mengidentifikasi berbagai kebutuhan anak, karena masing-masing anak memiliki kebutuhan yang berbedabeda.
Pemenuhan kebutuhan yang dilakukan melalui proses bimbingan akan menunjang proses perkembangan anak selanjutnya.

7. Bimbingan harus luwes (fleksibel) sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan anak.
Pemahaman terhadap kebutuhan dan tingkat perkembangan anak yang berbeda satu sama lain membuat guru perlu melakukan bimbingan secara fleksibel. Guru tidak dapat memberikan bimbingan dengan pendekatan yang sama pada setiap anak, karena kebutuhan dan perkembangan anak satu sama lain berbeda.

8. Dalam menyampaikan permasalahan anak kepada orang tua hendaknya diciptakan situasi aman dan menyenangkan sehingga memungkinkan komunikasi yang wajar dan terhindar dari kesalahpahaman.
Masalah yang dihadapi anak di taman kanak-kanak merupakan masalah yang tidak dapat dipisahkan dari peran orang tua di rumah, karena masalah anak seringkali berhubungan dengan masalah-masalah yang ada dalam keluarganya.
Penyampaian masalah anak kepada orang tua perlu disampaikan secara lugas dan tidak menyinggung perasaan orang tua sehingga terhindar dari salah sangka orang tua terhadap gurunya.

9. Dalam melaksanakan kegiatan bimbingan hendaknya orang tua diikutsertakan agar mereka dapat mengikuti perkembangan dan memberikan bantuan kepada anaknya di rumah Kerjasama antara orang tua dan guru merupakan salah satu kunci keberhasilan bimbingan di taman kanak-kanak. Penanganan yang dilakukan guru di taman kanak-kanak tanpa disertai dukungan dan kerjasama orang tua di rumah akan membuat permsalahan yang dihadapi anak tidak dapat diselesaikan secara cepat.
Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan perlakuan yang diterima anak ketika anak belajar di taman kanak-kanak dan ketika anak berada di rumah.
Perbedaan perlakuan ini akan lebih menyulitkan anak untuk dapat menyelesaikan permasalahannya. Dengan adanya kerjasama dan perlakuan yang sama antara orang tua dan guru memungkinkan upaya penyelesaian masalah anak dapat berjalan sebaik mungkin.

10. Bimbingan dilakukan seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
guru sebagai pelaksana bimbingan dan bilamana perlu dikonsultasikan kepada
kepala sekolah dan tenaga ahli
Keterbatasan kemampuan yang dimiliki guru perlu disadari secara arif namun demikian bimbingan tetap perlu dilaksanakan seoptimal mungkin. Dalam upaya memberikan bantuan pada anak didik, guru dapat bekerja sama dengan pihak lain yang lebih berkompeten untuk membantu perkembangan anak. Kerjasama ini dapat dilakukan dengan dokter, psikolog, psikiater atau ahli lain yang ada hubungannya dengan berbagai masalah yang dihadapi anak didik.

11. Bimbingan harus diberikan secara berkelanjutan
Bimbingan yang dilakukan pada anak taman kanak-kanak tidak bersifat sementara. Bimbingan tidak hanya dilakukan bila ada berbagai masalah yang dihadapi anak, tetapi bimbingan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan senantiasa berorientasi pada upaya untuk membantu perkembangan anak seoptimal mungkin.

E. Teknik Bimbingan di Taman Kanak-kanak

Layanan bimbingan umumnya dapat dilakukan dengan menggunakan dua teknik bimbingan yaitu kelompok dan individual.

1. Teknik Kelompok
Penyelenggaraan bimbingan kelompok dimaksudkan untuk membantu mengatasi
masalah yang dialami bersama atau membantu seorang anak didik yang menghadapi masalah dengan menempatkan dalam suatu kehidupan kelompok.
Bila masalah yang dihadapinya relatif sama, misalnya sekelompok anak memiliki kesulitan dalam bergaul/berinteraksi dengan teman lain, dan mereka cenderung menarik diri dari lingkungannya. Untuk kasus ini, guru selaku pembimbing dapat menggunakan teknik kelompok untuk membantu kesulitan anak secara bersamasama.
Di samping itu bila hanya ada satu orang anak yang dipandang guru bermasalah, misalnya anak selalu tidak berani untuk menyanyi di depan kelas sendirian, maka teknik kelompok ini tetap dapat digunakan dengan melibatkan peran serta teman sebayanya Guru dapat merencanakan bimbingan yang terintegrasi dengan pembelajaran yang menggunakan situasi kelompok.

2. Teknik Individual
Layanan bimbingan dengan menggunakan teknik individual, pada dasarnya menggunakan langkah-langkah bimbingan konseling. Dengan kata lain, teknik individual adalah teknik bimbingan konseling.
Masalah yang dapat ditangani dengan menggunakan teknik individual berkenaan dengan masalah yang mungkin dirasakan atau berdasarkan hasil observasi dan
keluhan orang tua. Dengan teknik ini guru melakukan tatap muka dengan anak yang bermasalah.

1. Diskusikan dengan teman Anda mengapa pelaksanaan bimbingan di taman kanak-kanak lebih tepat dilakukan secara terpadu dengan proses pembelajaran!
2. Diskusikan dengan teman Anda apa pentingnya layanan bimbingan bagi anak taman kanak-kanak dan orang tua!
3. Menurut Anda, mengapa dalam pelaksanaannya bimbingan perlu memperhatikan
berbagai prinsip bimbingan?
4. Menurut Anda, apakah pelaksanaan bimbingan di taman kanak-kanak perlu melibatkan peran serta orang tua dalam upaya membantu perkembangan anak?
5. Menurut Anda, bila kerjasama dengan orang tua itu perlu, langkah-langkah apa yang perlu ditempuh guru dalam menjalin kerjasama tersebut?

About these ads

Satu Tanggapan

  1. Thankyou very much, cause your information has improved my knowledge about kindergaten

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 309 pengikut lainnya.