PENGGUNAAN HURUF KAPITAL DALAM MENGARANG BEBAS SISWA KELAS V SD NEGERI 020 SEBENGKOK TARAKAN

PENGGUNAAN HURUF KAPITAL DALAM MENGARANG BEBAS
SISWA KELAS V SD NEGERI 020 SEBENGKOK TARAKAN
TAHUN PEMBELAJARAN 2008/2009

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu aspek keterampilan berbahasa yang berkaitan dengan pengungkapan pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan tersebut adalah keterampilan menulis. Keterampilan menulis sebagai keterampilan berbahasa yang bersifat produktif-aktif merupakan salah satu kompetensi dasar berbahasa yang harus dimiliki siswa agar terampil berkomunikasi secara tertulis. Siswa akan terampil mengorganisasikan gagasan dengan runtut, menggunakan kosakata yang tepat dan sesuai, memperhatikan ejaan dan tanda baca yang benar, serta menggunakan ragam kalimat yang variatif dalam menulis jika memiliki kompetensi menulis yang baik.
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan di kelas, ditemukan bahwa menulis kerap kali menjadi suatu hal yang kurang diminati dan kurang mendapat respon yang baik dari siswa. Siswa tampak mengalami kesulitan ketika harus menulis. Siswa tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika pembelajaran menulis dimulai. Mereka terkadang sulit sekali menggunakan ejaan yang tepat di didalam karangan. Siswa kerap menghadapi sindrom kertas kosong (blank page syndrome) tidak tahu apa yang akan ditulisnya. Mereka takut salah, takut berbeda dengan apa yang diinstruksikan gurunya.
Keterampilan menulis di kelas terkadang juga hanya diajarkan pada saat
-1-

pembelajaran menulis saja, pahadal pembelajan keterampilan menulis dapat dipadukan atau diintegrasikan dalam setiap proses pembelajaran di kelas. Pengintegrasian itu dapat bersifat internal dan eksternal. Pengintegrasian internal berati pembelajaran menulis diintegrasikan dalam pembelajaran keterampilan bebahasa yang lain. Menulis dapat pula diintegrasikan secara eksternal dengan mata pelajaran lain diluar mata pelajaran bahasa Indonesia.
Kecenderungan lain yang terjadi adalah pola pembelajaran menulis di kelas yang dikembangkan dengan sangat terstruktur dan mekanis, mulai dari menentukan topik, membuat kerangka, menentukan ide pokok paragraf, kalimat utama, kalimat penjelas, ketepatan penggunaan pungtuasi dan sebagainya. Pola tersebut selalu berulang tiap kali pembelajaran menulis. Pola tersebut tidak salah, tetapi pola itu menjadi kurang bermakna jika diterapkan tanpa variasi strategi dan teknil lain. Akibatnya, waktu pembelajaran pun lebih tersita untuk kegiatan tersebut, sementara kegiatan menulis yang sebenarnya tidak terlaksana atau sekedar menjadi tugas di rumah. Kegiatan menulis seperti ini bagi siswa menjadi suatu kegiatan yang prosedural dan menjadi tidak menarik. Penekanan pada hal yang bersifat mekanis adakalanya membuat kreatifitas menulis tidak berkembang karena hal itu tidak mengizinkan gagasan tercurah secara alami. Bahkan, Tompokins (1994:105) menegaskan bahwa terlalu menuntut kesempurnaan hasil tulisan dari siswa justru dapat menghentikan kemauan siswa untuk menulis.
Pembelajaran menulis juga sering membingungkan siswa karena
-2-

pemilahan-pemilihan yang kaku dalam mengajarkan jenis-jenis tulisan atau jenis-jenis paragraf, seperti narasi, eksposisi, deskripsi, dan argumentasi. Pengategorian yang kaku itu membuat siswa menulis terlalu berhati-hati karena takut salah, tidak sesuai dengan jenis karangan yang dituntut. Padahal, ketakutan untuk berbuat salah tersebut dapat mematikan kreativitas siswa untuk menulis.
Dalam pelajaran bahasa Indonesia, Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tertulis. Menulis merupakan suatu kegiatan bahasa yang produktif dan ekspresif. Seorang penulis haruslah terampil memanfaatkan, mempergunakan struktur bahasa, kosakata, dan ejaan bahasa yang tepat. Keterampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktik menulis secara teratur.
Keterampilan menulis merupakan ciri dari orang yang memiliki tingkat intelektual yang tinggi. Keterampilan menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa (menulis, membaca, berbicara, dan mendengarkan). Menulis bukanlah pekerjaan yang mudah, menulis haruslah penuh ketelitian, kesabaran, keuletan, serta mampu mencari dan menemukan ide, gagasan yang dapat dituangkan ke dalam tulisan.
Di lingkungan pendidikan (sekolah), tingkat kemampuan siswa dalam menyerap serta memahami pelajaran sangatlah berbeda. Ada siswa yang begitu cepat mengerti pelajaran, tetapi ada juga yang lambat. Jika guru mampu melihat
-3-

potensi ini, sepatutnya siswa diarahkan dan dibekali ilmu yang sesuai dengan daya tangkapnya, sehingga kemampuan siswa akan benar-benar dapat diketahui dan diukur untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam menulis karangan.
Pelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada saat ini lebih cenderung diarahkan pada hal-hal yang bersifat praktik. Siswa dituntut terampil dalam menulis, membaca, mendengarkan, dan berbicara. Menulis karangan, tidak semua siswa dapat mengerjakannya dengan baik. Mereka cenderung merasa bingung dan banyak menunggu arahan dari guru yang bersangkutan. Hal ini disebabkan banyak siswa kurang suka menulis atau membaca, sehingga semua pengalaman dan ide kreatif mereka tidak dikembangkan.
Siswa pada saat ini, kurang suka pada kegiatan menulis karangan itu sendiri. Kurangnya kegiatan membaca buku bisa juga menjadi penyebab dan jangan lupa pemahaman serta penguasaan terhadap kaidah-kaidah penulisan yang berkaitan dengan ejaan dalam bahasa Indonesia (EYD) turut mempengaruhi. Oleh karena itu, pemahaman dan penguasaan terhadap ejaan dan kaidah penulisan harus benar-benar dikuasai, agar dapat menulis karangan dengan baik dan benar.
Penguasaan EYD Bahasa Indonesia, tidaklah mudah. Perlu dipelajari terus-menerus dan ditambah lagi dengan pengajaran dari guru yang benar-benar menguasai dan mengerti EYD dan Tata Bahasa Indonesia. Penguasaan EYD semakin baik apabila ditunjang dengan latihan mengarang. Dalam proses pembelajaran di kelas V SD, materi mengenai menulis karangan
-4-

bebas dengan menggunakan huruf kapital harus di ajarkan dengan baik. Guru harus mampu memotivasi siswa, supaya mampu menyerap materi serta mempraktikkannya. Pada saat menulis karangan bebas, haruslah dengan hati-hati pada saat menggunakan huruf kapital. Seorang guru, apabila mengoreksi pekerjaan siswa (menulis karangan) harus dengan teliti, hati-hati, dan cermat. Janganlah membiarkan kesalahan sekecil apapun (mengenai penggunaan huruf kapital) dibiarkan begitu saja.
Kesalahan-kesalahan menggunakan huruf kapital yang terdapat dalam karangan siswa, tidak sepenuhnya kesalahan mereka. Banyak faktor yang membuat mereka melakukan kesalahan itu, di antaranya kurangnya menguasai materi menulis karangan, malas untuk mempelajari EYD, serta malu untuk bertanya kepada gurunya. Pada saat siswa mengerjakan karangan, mereka mengerjaknnya sembarangan, yang terpenting cepat selesai, tanpa memikirkan bagaimana hasil dari yang di kerjakan itu.
Kemampuan menulis karangan dan penguasaan dalam menggunakan huruf kapital yang dituangkan pada saat menulis, belumlah sepenuhnya dikuasai dan dipahami oleh siswa kelas V SD Negeri 020 Sebengkok Tarakan. Kesalahan menggunakan huruf kapital sering mereka lakukan.
Berdasarkan kenyataan tersebut, peneliti berusaha meneliti penggunaan huruf kapital mengarang bebas siswa kelas SD Negeri 020 Sebengkok Tarakan
-5-

B. Alasan Pemilihan Judul
Penulis memilih judul Penggunaan Huruf Kapital Dalam Mengarang bebas Siswa Kelas V SD Negeri 020 Sebengkok Tarakan. Pemilihan judul ini didasari oleh kenyataan yang ada pada saat ini, yaitu masih banyak kesalahan yang dilakukan siswa terutama dalam menggunakan huruf kapital. Mereka mengarang tanpa memperdulikan ejaan serta kaidah-kaidah penulisan yang sesuai dengan ejaan yang telah ditetapkan (EYD).
C. Batasan Masalah
Ada beberapa masalah dalam mengarang, di antaranya mengenai ide, kerangka karangan, penentuan jenis karangan, paragraf, dan ejaan. Penulis membatasi masalah dalam penelitian ini yaitu masalah penggunaan huruf kapital dalam mengarang bebas siswa kelas V SD Negeri 020 Sebengkok Tarakan.
D. Rumusan Masalah
Setiap penelitian mempunyai rumusan masalah yang akan dijadikan inti permasalahan dalam penelitian itu. Adapun permasalahan dalam penelitian ini, yaitu:
1. Bagaimanakah bentuk kesalahan menggunakan huruf kapital dalam karangan bebas siswa kelas V SD Negeri 020 Sebengkok Tarakan
-6-

E. Tujuan Penelitian
Adapun penelitian ini bertujuan untuk;
1. Menemukan jenis-jenis kesalahan penggunaan huruf kapital dalam
karangan bebas siswa kelas V SD Negeri 020 Sebengkok Tarakan
2. Mendeskripsikan penggunaan huruf kapital dalam karangan
bebas siswa kelas V SD Negeri 020 Sebengkok Tarakan tahun
ajaran 2008/2009.

About these ads

3 Tanggapan

  1. dfsfffffgg ??????????

  2. kok cuman sedikit boss????

  3. makasih banget!!! tamabah lagi ya contoh-contohnya.. karna sangat berguna banget bagi kalangan mahasiswa dan juga untuk persyaratan naik pangkat PNS sokses selalu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 302 pengikut lainnya.